NovelToon NovelToon
PEDANG ABADI:NAM LING

PEDANG ABADI:NAM LING

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:610
Nilai: 5
Nama Author: Keiro_ganteng

Di dunia di mana energi gaib dan iblis berkeliaran, Nam Ling adalah pemburu iblis yang telah hidup lebih dari seratus tahun berkat kekuatan pedang abadi yang menyatu dengan dirinya. Dulu seorang prajurit kerajaan yang terhormat, dia kehilangan segalanya ketika iblis membanjiri daratan dan membunuh orang tersayangnya.

Setelah menghabiskan abad untuk memburu makhluk kegelapan, Nam Ling tiba di Desa Hua—tempat yang dikabarkan menjadi sarang energi jahat baru yang lebih kuat dari iblis biasa. Di sana, dia bertemu dengan Yue Xin, seorang gadis muda yang memiliki kemampuan melihat jalur energi gaib dan menyimpan rahasia besar tentang asal-usul kekuatan pedang Nam Ling.

Saat makhluk kegelapan yang lebih kuat mulai muncul dan mengancam keselamatan seluruh daratan, Nam Ling harus memilih antara melanjutkan dendam pribadi atau bekerja sama dengan Yue Xin dan penduduk desa untuk menghentikan bahaya yang akan menghancurkan dunia. Di balik pertempuran yang tak berkesudahan, tersembunyi rahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keiro_ganteng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 – GEMA DI DASAR LAUT

Sementara angin panas gurun mulai mereda setelah kemenangan Lira, bahaya besar justru mengancam dari arah yang berlawanan—wilayah timur, di mana lautan luas membentang seperti cermin raksasa. Di sini, Tim Timur yang dipimpin oleh Marina sedang berjaga ketat di sebuah benteng terapung yang terbuat dari karang raksasa dan kayu bercahaya. Posisi mereka tepat di atas Lubuk Naga, titik terdalam di mana Iblis Air, Hydrora, dikabarkan tertidur dalam penjaman es kuno.

Lautan hari ini terasa aneh. Airnya yang biasanya biru jernih kini berubah menjadi hijau gelap pekat, dan aroma garam bercampur dengan bau anyir yang menyengat. Ombak yang biasanya menari riang kini menghantam benteng dengan ganas, seolah marah dan ingin menelan segala yang ada di permukaannya.

Marina berdiri di ujung benteng, rambut panjangnya berkibar tertiup angin laut yang kencang. Di tangannya, ia memegang sebuah trisula yang terbuat dari mutiara hitam dan tulang paus purba. Matanya yang tajam menatap cakrawala, mencari tanda-tanda kehadiran musuh.

“Laporkan kondisi di bawah air!” perintah Marina melalui cangkang komunikasi.

“Laporan, Pemimpin Marina! Arus bawah laut sangat kacau! Ada sesuatu yang besar sedang bergerak menuju permukaan dari arah utara!” jawab suara samar dari dalam cangkang.

Marina mengerutkan kening. “Siapkan jaring energi dan perisai air! Jangan biarkan apa pun menembus pertahanan kita sampai ke titik pusat!”

 

SERANGAN DARI DALAM AIR

Belum lama perintah itu keluar, tiba-tiba air di sekitar benteng mendidih. Ribuan makhluk laut yang telah dikorupsi oleh energi gelap—ikan dengan mata merah menyala, gurita dengan tentakel berduri besi, dan kura-kura dengan cangkang yang sekeras baja—muncul dari kedalaman dan menyerang benteng dari segala arah.

“MEREKA DATANG!” teriak salah satu prajurit.

“JANGAN BIARKAN MEREKA NAIK KE ATAS!” seru Marina. Dengan satu ayunan trisulanya, ia menciptakan gelombang air raksasa yang menyapu bersih gelombang pertama makhluk laut itu kembali ke dalam air.

Namun musuh tidak hanya datang dari air. Tiba-tiba, puluhan kapal hitam besar muncul dari kabut tebal di ufuk timur. Di atas kapal-kapal itu, para penyihir kultus sedang melantunkan mantra, dan dari tangan mereka, aliran energi hitam pekat disalurkan ke dalam laut, memicu kekacauan yang lebih besar.

“Kalian tidak akan bisa menghentikan kebangkitan Iblis Air!” teriak pemimpin kultus dari kapal utama. Suaranya terdengar seperti gemuruh ombak yang pecah. “Hydrora akan membanjiri daratan dan menjadikan dunia ini kerajaan air abadi!”

“Mimpi basahmu tidak akan terwujud!” balas Marina dengan tegas. Ia melompat tinggi ke udara, lalu mendarat dengan keras di permukaan air. BAM! Hentakan itu menciptakan lingkaran gelombang yang memukul mundur beberapa kapal musuh.

Pertempuran pun meletus. Air menjadi medan perang yang ganas. Marina bertarung dengan lincah, kadang berenang cepat di bawah air untuk menyerang dari bawah, kadang melompat ke permukaan untuk membelah kapal musuh dengan trisulanya. Namun jumlah musuh terlalu banyak, dan energi gelap yang mereka keluarkan membuat air laut menjadi asam dan beracun, melemahkan pertahanan pasukan Marina.

Satu per satu benteng pertahanan hancur. Pasukan Marina mulai terdesak mundur ke menara pusat.

“Pemimpin Marina! Kita tidak bisa bertahan lebih lama lagi! Energi mereka terlalu kuat!” lapor salah satu komandan dengan napas terengah-engah.

Marina menyeka darah yang mengalir di sudut bibirnya. Ia melihat ke bawah, ke arah pusat laut yang mulai berputar membentuk pusaran air raksasa. Dari dalam pusaran itu, cahaya biru gelap mulai muncul—tanda bahwa penjaman Hydrora mulai retak.

“Tidak… aku tidak boleh kalah di sini!” batin Marina. Ia mencoba mengerahkan seluruh kekuatannya, tapi tubuhnya terasa berat, seolah ada rantai tak terlihat yang menahannya.

 

PANGGILAN DARI JAUH

Di markas utama, Nam Ling sedang berlatih dengan Yue Xin. Tiba-tiba, ia terhuyung ke samping. Dadanya terasa sesak, seolah tertimpa air laut yang berat. Gambar-gambar pertempuran di lautan luas dan wajah Marina yang kelelahan muncul jelas di benaknya.

“Marina!” seru Nam Ling. Wajahnya berubah pucat. “Tim Timur dalam bahaya! Mereka sedang dikepung dan Iblis Air hampir bangun!”

Yue Xin segera mengaktifkan gelang komunikasinya, tapi sinyalnya sangat buruk, terputus-putus karena gangguan energi laut. “Sinyalnya lemah sekali, Nam Ling! Apa yang harus kita lakukan? Jarak ke wilayah timur sangat jauh, melewati pegunungan dan hutan belantara. Kita tidak bisa sampai di sana dalam waktu singkat!”

Nam Ling menatap langit, matanya berkilau tajam. “Kita tidak punya waktu untuk pergi ke sana secara fisik. Tapi seperti yang kita lakukan untuk Lira, kita akan mengirimkan kekuatan kita! Yue Xin, bersiaplah! Kali ini tantangannya lebih berat karena kita harus menembus gangguan energi laut yang kuat!”

“Aku siap, Nam Ling!” jawab Yue Xin tegas.

Mereka berdua duduk bersila, saling menggenggam tangan. Nam Ling mengerahkan energi merah dari Pedang Abadi, sementara Yue Xin mengeluarkan energi keemasan dari dalam dirinya. Keduanya menyatu menjadi cahaya ungu yang menyilaukan.

“TERBUKALAH, JALUR ENERGI! SAMPAIKAN KEKUATAN KITA KEPADA MARINA!” teriak mereka berdua bersamaan.

Cahaya ungu itu melesat cepat dari markas, menembus awan, menyeberangi pegunungan, dan menuju ke arah lautan luas, seakan menjadi komet yang menembus langit malam.

 

BANTUAN TIBA

Kembali di lautan, Marina sudah berada di ambang kekalahan. Pusaran air di bawah kian besar, dan sosok raksasa bersisik biru gelap mulai terlihat menonjol dari dalam air. Pemimpin kultus tertawa terbahak-bahak melihat hal itu.

“Lihatlah! Hydrora akan bangkit! Dan kau, Putri Laut, akan menjadi korban pertama yang ditelan!”

Tepat saat Hydrora mengangkat kepalanya yang besar dan siap mengeluarkan gelombang air penghancur, tiba-tiba sebuah cahaya ungu menyambar dari langit, menghantam tepat di tengah pertempuran. Cahaya itu meledak, menciptakan gelombang kejut yang memukul mundur semua makhluk laut dan penyihir kultus.

Marina terkejut saat merasakan aliran energi yang hangat dan kuat mengalir masuk ke dalam tubuhnya. Rasa lelah dan sakit di tubuhnya hilang seketika. Kekuatannya pulih, bahkan berkali-kali lipat lebih kuat dari sebelumnya.

“Ini… ini energi Nam Ling dan Yue Xin!” bisik Marina, matanya berbinar penuh semangat. “Terima kasih! Aku tidak akan menyia-nyiakannya!”

 

TRANSFORMASI: PENJAGA SAMUDRA

Marina mengangkat trisulanya tinggi-tinggi. Cahaya ungu dari langit menyatu dengan energi biru laut yang dimilikinya. Tubuhnya diselimuti oleh perisai air yang berputar kencang, dan di punggungnya muncul sayap yang terbuat dari kristal air murni. Matanya yang biasanya lembut kini berubah menjadi tajam seperti mata hiu.

“AKU ADALAH PERWAKILAN DARI SAMUDRA YANG LUAS!” teriak Marina, suaranya bergema menembus gemuruh ombak. “DAN KALIAN TIDAK BOLEH MENGOTORI AIR INI DENGAN KEKUATAN JAHAT! TEKNIK RAHASIA: BENTENG ARUS ABADI!”

Marina mengayunkan trisulanya ke bawah dengan kekuatan penuh. Dari dalam laut, tiba-tiba muncul dinding air raksasa yang berputar seperti puting beliung, namun kali ini air itu bersih dan bersinar terang. Dinding air itu berputar kencang, menyerap semua energi gelap yang dilepaskan oleh kultus dan memutarnya balik ke arah musuh.

“TIDAK MUNGKIN!” teriak pemimpin kultus dengan panik. Ia mencoba melindungi diri dengan perisai hitam, tapi dinding air itu terlalu kuat.

BOOOOM!!!

Ledakan dahsyat terjadi di atas permukaan laut. Kapal-kapal musuh hancur berkeping-keping, terseret arus puting beliung yang dahsyat. Para penyihir kultus terpental jauh, mantra mereka hancur total. Pusaran air yang membangkitkan Hydrora pun terbalik, menekan sosok iblis air itu kembali ke kedalaman laut, dan retakan di penjaman es kuno itu menutup kembali dengan cepat.

Lautan yang tadi ganas dan berwarna hijau gelap perlahan kembali menjadi biru jernih. Ombak menjadi tenang kembali, seolah tidak pernah terjadi pertempuran dahsyat sebelumnya.

 

PESAN TERAKHIR DAN KEKHAWATIRAN BARU

Pemimpin kultus yang nyaris tewas mencoba melarikan diri dengan sisa kekuatannya, berubah menjadi seekor ikan pari raksasa hitam. Namun sebelum ia menghilang ke dalam kedalaman, ia berteriak dengan suara yang penuh kebencian.

“Kalian mungkin menang hari ini, Penjaga Samudra! Tapi ingatlah ini… Kekuatan yang kalian gunakan itu… ia memiliki aroma yang sangat lezat bagi tuan kita! Kalian adalah umpan yang sempurna! Suatu hari nanti, kami akan datang kembali dan mengambil semua energi itu untuk tuan kami!”

Ikan pari itu kemudian menghilang lenyap di balik kabut laut.

Marina berdiri tegak di atas air, napasnya sedikit terengah namun tatapannya penuh kemenangan. Ia mendengar pesan itu, dan kata-kata musuh itu membuatnya merenung.

“Umpan yang sempurna…” gumam Marina pelan. Ia menyadari bahwa semakin kuat mereka menunjukkan kekuatan mereka, semakin besar pula perhatian yang mereka dapatkan dari musuh.

 

REAKSI DI MARKAS

Beberapa jam kemudian, laporan dari Marina sampai ke markas utama. Nam Ling, Liya, Elara, dan yang lainnya berkumpul kembali di ruang strategi. Suasana di ruangan itu penuh dengan rasa lega karena Marina selamat dan berhasil menggagalkan ritual, namun juga penuh dengan kekhawatiran yang mendalam.

“Dua kali… dua kali mereka mengeluarkan ucapan yang mirip,” ucap Elara sambil menatap peta dengan wajah serius. “Pertama di gurun kepada Lira, sekarang di laut kepada Marina. Mereka tidak hanya ingin membangunkan iblis-iblis ini. Mereka juga mengincar kekuatan kita. Mereka mengumpulkan data, mencari tahu seberapa kuat kita, dan mencari kelemahan kita.”

Liya mengepalkan tangannya di atas meja. “Mereka memperlakukan kita seperti barang koleksi atau sumber daya. Ini menghina.”

“Dan itu berarti bahaya yang kita hadapi bukan hanya dari iblis-iblis yang akan dibangkitkan,” tambah Nam Ling dengan suara rendah. “Tapi juga dari kultus itu sendiri yang semakin paham kekuatan kita. Mereka menjadi lebih berbahaya karena mereka belajar.”

Nam Ling berdiri dan berjalan ke arah jendela, melihat ke langit malam yang berbintang.

“Marina dan Lira telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Tapi ini baru dua dari lima titik bahaya. Wilayah Utara, Barat, dan Pusat masih menunggu. Dan jika kultus ini semakin cerdas dan berani, maka pertempuran selanjutnya akan jauh lebih sulit dari yang kita bayangkan.”

Ia berbalik menatap rekan-rekannya.

“Kita harus memperkuat pertahanan kita, tidak hanya secara fisik tapi juga secara strategi. Elara, aku ingin kau menganalisis semua ucapan musuh dan pola serangan mereka. Cari tahu apa tujuan sebenarnya mereka mengincar energi kita. Liya, kau harus memastikan Tim Utara siap menghadapi apa pun. Kita tidak boleh lengah sedikit pun.”

“Siap!” jawab semua orang serempak.

Di luar sana, angin malam bertiup kencang, membawa kabar tentang kemenangan namun juga firasat tentang badai yang lebih besar yang akan datang. Nam Ling tahu, perjalanan mereka masih panjang, dan pengorbanan yang harus dibayar mungkin akan semakin mahal. Namun selama mereka tetap bersama, ia yakin mereka bisa menghadapi apa pun yang menghadang.

1
Kaisar Abadi
bagus bagus
Kaisar Abadi
mampir bree😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!