NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: ElleaNeor

Yvone Faranes adalah seorang Mafia yang memiliki keahlian dalam bidang persenjataan, meracik obat-obatan dan racun, tewas akibat konspirasi dari beberapa orang. Bukannya ke alam baka, Yvone justru terbangun di tubuh gendut milik Rose Reinhart.


Rose Reinhart adalah istri dari Arsen Reinhart 32 tahun, yang meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan yang dikonsumsinya. Semasa hidup, ia selalu dihina dan direndahkan oleh keluarga suaminya karena kondisi fisiknya yang gendut dan jelek.


Bahkan Arsen, suaminya sendiri enggan menyentuhnya lantaran tubuhnya itu. Tidak hanya itu, Rose kerap dihina karena tak kunjung memberikan keturunan bagi keluarga Reinhart.


Hingga kehadiran Renata, disebut-sebut akan menjadi pengganti Rose untuk memberikan apa yang keluarga Reinhart inginkan.


Kini, Rose berbeda. Dengan keahlian milik Yvone yang berada di tubuhnya, ia merubah penampilannya dan memberi pelajaran pada orang-orang yang menindasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElleaNeor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Dipecat

Kata-kata cerai yang keluar dari mulut Yvone membuat Renata tersenyum. Karena memang itulah yang ia inginkan selama ini.

Rose bercerai dari Arsen.

Dengan begitu, ia bisa menikah dengan pria itu tanpa gangguan apa pun. Akan tetapi, keinginannya itu dipatahkan begitu saja dengan penolakan yang diberikan oleh Arsen.

“Tidak, sampai kapan pun aku tidak akan menceraikanmu!” ucap Arsen tegas.

Mendengar itu, Yvone mendecak kesal. Sebenarnya ia muak dengan pria plin plan ini, dan ingin segera berpisah agar bisa hidup bebas. Akan tetapi entah mengapa ada sesuatu dalam dirinya yang terus menolak keinginan tersebut.

‘Ada apa denganku? Jangan bilang aku jatuh cinta pada suami Rose ini? Tidak, ini tidak boleh terjadi,’ gumam Yvone dalam hati.

“Arsen, apa yang kau katakan? Bukankah kau sudah bersedia menikahi Renata?” cecar Brighita yang terlihat sangat keberatan dengan keputusan Arsen.

“Tapi Rose sudah kembali, Ma. Jadi aku tidak perlu menikahi Renata.” Arsen memutuskan untuk menuruti keinginan Brighita menikahi Renata karena Rose tidak kunjung ditemukan.

Selama ini ia berusaha keras mengulur waktu, dan masih berharap Rose kembali. Dan saat ini, keinginannya terwujud, wanitanya ini telah kembali. Dan yang membuatnya senang adalah, karena Rose telah kembali seperti semula.

“Tidak bisa begitu, Arsen. Kita sudah memesan baju pengantin!” sergah Renata. Ia tidak terima bila pernikahannya dibatalkan begitu saja. “Arsen, bukankah kau sudah berjanji untuk membawaku pergi dari rumahku yang seperti neraka itu.” Renata memulai aksinya, menarik simpati Arsen.

Seperti yang dikatakan oleh Sui, Renata memiliki keluarga yang kacau. Ayahnya berjudi dan mabuk-mabukan. Sedangkan ibunya pergi tak tahu ke mana. Tetapi, hal tersebut sama sekali tidak menyentuh hati Yvone.

“Iya, Arsen. Apa kau tidak kasihan pada Renata, ayahnya selalu menyiksanya. Kalau dia tidak menikah denganmu, ayahnya akan menikahkannya dengan seorang rentenir untuk membayar hutang judinya,” bujuk Brighita.

Mendengar itu, Yvone tertawa keras. Dan itu menarik perhatian semua orang yang ada di dalam ruangan.

“Aku tidak menyangka bahwa Mama lebih menyukai anak dari orang semacam itu? Aku dengar keluarga kita telah berteman sejak lama. Aku ingin tahu bagaimana respon orang tuaku jika tahu tentang ini.”

Yvone meraih ponsel, hendak menghubungi kedua orang tua Rose. Tetapi Arsen lebih dulu menahannya.

“Rose, jangan. Aku sudah memutuskan untuk membatalkan pernikahan.”

“Kau yakin? Bukankah selama kau menyukainya? Kau selalu pergi bersamanya.” Yvone tidak pernah lupa dengan kebersamaan mereka yang setiap saat mencolok matanya. Kendati itu tidak berpengaruh apa pun bagi perasaannya, tetap saja Yvone merasa kesal.

“Itu karena dia asistenku,” jawab Arsen singkat.

Yvone mendecak kesal. Selalu saja itu yang Arsen katakan sehingga membuat Yvone merasa muak. Tetapi bukan Yvone jika tidak bisa membuat lawannya kalah. Ia memang harus memberi pelajaran pada pelakor.

‘Akan kutunjukkan siapa aku sebenarnya.’

Jika posisi sebagai asisten pribadi menjadi alasan Arsen tetap bersama Renata, maka Yvone akan menghapus posisi itu.

“Asisten ya? Apa itu penting bagimu?”

Arsen terdiam. Ia mencoba mencerna pertanyaan Yvone, ia tahu ke mana arah pertanyaan itu.

Sementara Renata dan Brighita terlihat bingung dengan topik pembicaraan Yvone.

“Apa maksudmu? Tentu saja penting. Renata sudah lama membantu Arsen mengurus perusahaan. Memangnya mau apa kau ha?”

Yvone melempar tatapan tajam pada ibu mertuanya. “Aku tidak tanya kau, Wanita Tua.” Yvone kembali menatap suami Rose. “Jawab, Arsen.”

“Ya, karena posisi Asisten memang sangat penting,” jawab Arsen.

Yvone menarik sudut bibirnya ke samping. “Hanya posisi ‘kan? Jadi tidak masalah jika posisi itu diisi oleh orang lain?”

Mendengar itu, Renata membulatkan mata. Kini ia tahu ke mana arah pembicaraan wanita itu. Rose ingin menyingkirkan dirinya.

“Sebenarnya kau mau apa ha? Jangan harap kau bisa menyingkirkanku!” pekik Renata.

“Benar. Renata memiliki pengaruh besar dalam kesuksesan perusahaan. Dan aku tidak akan membiarkan kau mengganti posisi itu seenaknya!” timpal Brighita.

Renata yang merasa mendapatkan dukungan kini tersenyum.

Tetapi Yvone tidak akan membiarkan senyum wanita itu bertahan lama.

“Sayangnya keputusan bukan ada pada kalian, tapi Arsen…” Yvone menjeda ucapannya, lalu melangkah mendekati suaminya. Kepalanya mendekat ke arah daun telinga, lalu melanjutkan ucapannya.

“Arsen, aku tidak suka dia terus menempel padamu, jadi aku ingin kau memecatnya!” bisik Rose yang membuat ruangan seketika memanas.

“Apa? Dasar tidak tahu diri. Kalau kau pulang hanya ingin membuat kekacauan sebaiknya kau tidak usah kembali!” Brighita berkacak pinggang marah.

Sementara Renata mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga kukunya menancap pada telapak tangan. Semakin lama Rose menjadi semakin berani. Bukankah selama ini wanita itu selalu patuh dan bersifat rendah diri?

Renata tidak mengerti, apa yang sebenarnya telah terjadi.

“Tidak bisa secepat itu, Rose. Harus ada pengganti…”

“Arsen, kumohon jangan lakukan itu. Kau tahu selama ini aku menggantungkan hidupku dari pekerjaan itu,” ucap Renata memelas.

Yvone menghela napas panjang. Ia mulai bosan dengan drama yang dimainkan oleh Renata.

‘Dasar licik,’ batin Yvone.

“Rose, apa kau tahu, kau tidak bisa mencampurkan urusan pribadi dengan pekerjaan. Dengan permintaanmu itu, sama saja kau memutuskan rejeki orang,” tegur Renata yang mendadak menjadi sok bijak.

Yvone kembali tergelak. “Lalu apa bedanya dengan dirimu? Kau memanfaatkan pertemananmu dengan suamiku untuk mendapatkan posisi itu. Tujuannya jelas, karena kau ingin mendekati Arsen, benar ‘kan?”

“Tutup mulutmu!” Brighita naik pitam. Ia tidak tahan dengan ucapan Rose. Ia hendak memberikan tamparan pada Rose, tetapi tangannya berhasil ditahan oleh Arsen.

“Apa yang akan Mama lakukan?”

“Biarkan aku memberikan pelajaran pada istrimu itu, Arsen.”

“Ma, jangan gunakan kekerasan,” tegur Arsen.

Yvone menjulurkan lidahnya, mengejek Brighita.

“Lihat, dia mengejekku, Arsen.” Brighita tidak terima karena Arsen lebih membela Rose dibandingkan ibunya sendiri.

Saat Arsen meliriknya, Yvone segera menampakkan wajah dinginnya.

Tiba-tiba, Renata berlutut. Tepat di bawah kaki Arsen.

“Arsen, kumohon jangan pecat aku! Jika kau tidak ingin menikah denganku, tidak masalah. Tapi ijinkan aku berada di sisimu, Arsen,” pinta Renata.

Kedua mata Arsen terpejam. Keputusan yang sangat sulit. Selama ini Renata memang bekerja dengan sangat baik, tetapi di sisi lain ia juga harus menjaga perasaan Rose.

Melihat Arsen yang diam saja, terlintas sebuah ide di kepala Brighita. Ia harus bisa mengendalikan Arsen, dan ia tahu caranya. Ia lantas memegangi kepalanya, lalu menjatuhkan tubuhnya di lantai.

“Bibi!” teriak Renata.

“Mama!” Arsen menghampiri ibunya.

Melihat itu, Yvone menghela napas, “Drama lagi.”

Yvone memutar bola mata malas. Melihat Brighita nyaris pingsan, Yvone sama sekali tidak khawatir. Karena ia tahu bahwa ini hanya akal-akalannya wanita itu saja.

Sementara Renata dan Arsen mengurus Brighita, Yvone memutuskan untuk meninggalkannya.

Ia mencari keberadaan pelayan setianya. Seharusnya Sui menyambut kedatangannya. Tetapi, sejak tadi ia sama sekali tak menampakkan batang hidungnya.

Yvone melihat seorang pelayan melintas, kemudian memanggilnya.

“Hei, apa kau melihat Sui?” tanya Yvone.

“Sui, sudah tidak ada di sini lagi. Dia sudah dipecat!”

“Apa?”

1
Anita Rahayu
upnya yg double dan panjang👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Rai Gojess
beri pengajaran dulu sama keluarga hama itu
Etty Rohaeti
lelaki ga bisa tegas tinggalkan saja
Rai Gojess: bikin geram ni cerita, malas mau bagi hadiah🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Tata Hayuningtyas
kelamaan pembalasan nya...ga sat set sat set
Heni Mulyani
lanjut
Tiara Bella
drama bngt....
Lyvia
sumpah gemesQ pingin tak cakar2 tu muka mereka, gsa kelamaan yvone kasih pelajaran aj mereka agar bisa menghargaimu apalagi suamimu yg lemah it 🤬🤬🤬
Ma Em
Yvone buat hukuman untuk Mereka yg sdh memecat Sui asisten setiamu , beri hukuman untuk Brighita , Renata begitu si Arsen yg plin plan itu mau saja disetir sama ibu dan adiknya buat mereka menyesal .
Evi 060989
up
Ma Em
Bagus Rose kamu hrs tegas dan balas semua perbuatan mereka yg selalu merendahkan dan menghina kamu dulu waktu jiwa Rose yg asli .
Sribundanya Gifran
lanjut
Evi 060989
up
Evi 060989
up lg
Rai Gojess
cerai cerai cerai cerai....
Tiara Bella
sui kemana ya apa dia dipecat....
Lyvia
dasar keluarga lucnut semua 😡
Evi 060989
up lg
Dewi Anjani
arsen ga ada tegas2nya,,mau aja di setir sama ibunya
Dewi Habibah
ceritanya bagus
Tiara Bella
akhirnya Rose pulang jg dan menemui Arsen sang suami....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!