Allyssa harus meninggalkan hidup nyamannya di Bandung dan memulai semuanya dari awal di Jakarta. Di sekolah barunya, ia mencoba menjalani kehidupan remaja seperti biasa, meski perlahan ia merasa ada sesuatu yang tidak beres di sekitarnya.
Pertemuan dengan orang-orang baru, termasuk sosok misterius yang sulit dipahami, membuat hidup Allyssa berubah. Kejadian demi kejadian datang tanpa ia duga, seolah membawanya masuk ke dalam rahasia yang lebih besar.
Di tengah semua itu, ia hanya berpegang pada satu hal yang paling berarti—saudara kembarnya. Namun sebuah kejadian di malam yang seharusnya biasa saja, mengubah segalanya.
Sejak saat itu, Allyssa menyadari bahwa tidak semua cerita berjalan sesuai harapan. Ada yang harus berhenti di tengah jalan—dan tak pernah sempat selesai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aynaaa12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 20
“DANAU ABADI” Allyysa melongo mendengarnya.
“Namanya aneh bangat dah!” Ia mengeluarkan benda pipih di kantongnya. Langsung saja ia mengetikan nama tempat itu di pencarian.
‘Cantik sekali’ Batinnya.
Gabriel melihat Allyssa yang tampak mengagumi sesuatu diponselnya.
“Jadi gimana, mau ke sana?”
“Iya lah. Siapa yang gak suka liat tempat yang indah gini.” Ujar Allyssa berbinar.
“Yakin, aksesnya kurang bagus Al”
"Lo pernah ke sana?” Tanya Allyssa.
“Sering sih”
“Lo ada rencana buat ke sana lagi gak?” Tanya Allyssa penasaran.
“Palingan wekeend”
“mmm, Gue boleh ikut?”
“Lo yakin!”
“Kenapa sih El. Nanya mulu! Gue bener-bener pengen healing tahu. Seminggu di sini rasanya sesak banget.”
“Yaudah. Minggu pagi Gue jemput sekalian izin ke bokap-nyokap Lo?”
“Serius?” Tanya Allyssa yang diangguki oleh Gabriel
“Thanks, El” Allyssa tersenyum.
“Untuk...?
“Bolehin Gue ikut.” Jawab Allyssa masih dengan senyum manisnya.
Saat bersama, kedua remaja itu mulai berbagi cerita dan senyuman.
Kring Kring Kring
“Udah bel tuh. Masuk sana!”
“Terus Lo gak masuk gitu?”
“Lo duluan aja. Gue gak mau ada gosip yang ngak-nggak nanti.”
Allyssa mengangguk paham. Gabriel cukup berpikiran dewasa.
***
Saat turun dari rooftop Allyssa langsung ditarik paksa oleh tiga gadis yang memang sengaja menunggunya. Ketiga gadis itu membawa Allyssa ke sebuah gudang tidak terpakai.
“Gue udah peringatin Lo buat jauhin Althan!” Ujar gadis itu mencekal kuat tangan Allyssa.
“Apaan sih, stop narik-narik Gue! Sakit tahu gak!” Ucap Allyssa yang tangannya dicekal oleh salah satu gadis seusianya.
“Makanya gak usah kegatelan sama Althan.” Jawab gadis yang ternyata Viola.
“Lo pernah liat Gue dekat sama tuh orang? Gak kan! Gak Lo kasi tahu juga Gue bakal jauh-jauh sama dia!”
“Terus ngapain Althan nyamperin Lo. Lo berbuat apa sampai Althan mau sama Lo hah?.” Ujar gadis itu emosi. Ia mendaratkan sebuah tamparan ke pipi Allyssa.
“Lo nampar Gue!? GILA YA!” Ujar Allyssa langsung menjambak rambut Flora. Ia juga melayangkan dua tamparan pada wajah gadis itu.
Kedua teman Flora yang melihat itu kaget. Namun segera memegang kedua tangan Allyssa. Mendapatkan kesempatan bebas, Flora menjauhkan dirinya dari Allyssa.
PLAK...
“Ini tamparan buat Lo karena udah jambak dan nampar Gue. Jalang!” Flora menampar Allyssa tak kalah keras dari sebelumnya.
“Lo yang mulai duluan! Dasar perempuan gila! Gue bakal laporin kelakuan Lo ini!” Ujar Allyssa berusaha berontak dan melepaskan diri cengkraman kedua pengikut Flora.
“Lo ancam Gue? Lo pikir gue takut? Lo gak tahu aja siapa di belakang gue BITCH. Jadi tarik lagi keberanian Lo itu.” Ujar flora tertawa remeh.
“Siapapun orang di belakan Lo, Gue gak takut!”
“HAHAHA, Coba saja kalau berani” Flora tertawa smirk ke arah Allyssa.
“Dan dengar ini baik-baik. Kalau Gue liat lo dekat sama Althan lagi, Gue gak akan segan-segan ngelakuin hal yang lebih buruk dari ini!”
“Cabut!” Perintah Flora pada kedua temannya.
‘Ah, sialan!Althan semuanya salah Lo. Gue bakal balas perlakuan kalian semua. Dasar cewek gila!’ Teriak Allyssa di dalam gudang. Gudang itu kedap suara. Makanya Flora sengaja memilih tempat itu untuk mengancam Allyssa. Ia tak mau ada yang tahu kalau dia kembali membully. Kalau pihak sekolah tahu, bisa panjang urusannya.
Allyssa keluar dari gudang. Tujuannya bukan lagi ke kelas, melainkan toilet. Ia rasa penampilannya saat ini sangat berantakan. Kacamatanya lagi-lagi pecah karena Flora. Gadis itu sangat menganggu hidupnya. Sungguh sial, pipinya sampai merah. Sedikit perih ia rasakan.
Setelah selesai merapikan dirnya,ia langsung bergegas ke kelas. Meski telat 20 menit, ia memberanikan diri untuk tetap masuk. Ia berharap kali ini tidak dihukum, karena dia rasa memiliki alasan yang tepat.
“Maaf Bu, saya habis dari UKS.” Ujar Allyssa yang saat ini tidak lagi mengenakan kacamatanya.