NovelToon NovelToon
Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: khotimah04

hidup dibayang-bayang kekuasaan dan perebutan warisan membuat gadis mungil harus bertahan bersikap arogan dan sombong ini bukan kemauan tapi menjaga diri dari saudara kandung dari ayahnya yang ingin merebut hak milik gadis itu, tapi semuanya sia-sia karena perjanjian hak waris yang ditulis oleh sang kakek bahwa warisan itu berada ditangan seorang pria yang cukup memiliki kekuasaan, dan perjanjian yang mengharuskan sang gadis menikahi nya.
apakah pernikahan yang dijodohkan akan bahagia atau malah membawanya kelubang luka yang dalam.

yuk mulai baca biar gak penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khotimah04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. bangkit dari keterpurukan

Alvaro yang tidak sengaja memejamkan matanya dan tertidur membuat nya terkejut dengan suara langkah kaki yang masuk kedalam ruang ICU,ia segera membuka matanya menatap suster dan dokter lari terburu-buru,

Alvaro segera berdiri menghampiri suster yang hampir masuk ke dalam ruangan yang ditempati oleh delisa, disamping ruang milik Bayu yang masih terbaring dengan alat-alat bantu.

" ada apa dengan delisa " ucap Alvaro mencegah suster itu

" nona delisa mengalami kejang kami sedang berusaha memberikan pertolongan gawat darurat mohon kerjasamanya tuan perbanyak berdoa semoga nona delisa baik-baik saja saya permisi" ucap Suster denga nada terburu lalu masuk keruangan ICU.

Alvaro mendengar bahwa delisa kejang membuatnya lemas seketika di terduduk dengan wajah pucat Pasih,takut khawatir campur menjadi satu.

" sayang kamu kenapa" guman lirih nyaris tak terdengar.

diruangan ICU dokter sedang berusaha mengembalikan denyut jantung delisa agar stabil kembali.

" dok tekanan jantungnya mulai melemah " ucap suster yang memantau monitor

" persiapkan alat pacemaker kita harus lebih cepat " ucap dokter

Dengan cepat suster membawa alat itu dan dokter bersiap untuk melakukan pacu jantung karena semakin lama denyut jantung delisa melemah.

" oke kita mulai " dengan sekuat tenaga dokter berusaha mengembalikan denyut jantung delisa yang semakin melemah.

" dokter detak jantung nya mulai stabil kembali" ucap suster dengan nada lega,

" syukur lah " ucap dokter, setelah semua kembali normal dokter segera keluar disambut tatapan Alvaro yang panik dengan penampilan yang acak-acakan.

" bagaimana keadaan istri saya" ucap Alvaro memburu

" nona delisa sudah melewati masa kritisnya tuan, kita tinggal tunggu dia sadar saja " ucap dokter

" lalu kapan dia bisa sadar dok " ucap Alvaro penuh harap

" bisa malam ini atau tidak besok pagi kita akan terus memantau perkembangan nya anda tidak perlu khawatir" ucap dokter lagi

" lalu bagaimana dengan kondisi Bayu dok " ucap Alvaro belum benar-benar lega

" kondisi tuan Bayu Semakin stabil dan menunjukan tanda kehidupan semoga saja dia segera cepat sadar " ucap dokter lalu berlalu,

Alvaro bernafas lega mendengarnya kondisi delisa dan Bayu.

" Lo udah bangun " ucap Roy yang tiba-tiba datang menghampirinya Alvaro,Roy bertugas menemani Alvaro,Afnan bertugas untuk membawa kedua orang tua delisa dan Alvaro pulang.

" iya, delisa sempat kejang " ucap Alvaro menyadarkan dirinya ke tembok

" bagaimana kondisi nya sekarang " ucap Roy

" dia udah melewati masa kritisnya dan kata dokter tinggal nunggu sadar saja " ucap Alvaro

" lalu kondisi Bayu " ucap Roy

" dia juga stabil tapi tidak tau kapan sadarnya,gue harap Bayu segera sadar " ucap Alvaro menatap pintu ICU milik Bayu

" keluarga nona delisa " ucap suster

" saya suaminya sus " ucap Alvaro segera berdiri dan diikuti Roy

" karena kondisi nona delisa semakin membaik jadi dokter memutuskan untuk memindahkan nona delisa keruang rawat VVIP mohon tuan segera kebagian administrasi untuk konfirmasi pemindahan pasien " ucap suster itu lugas

" baik sus kami segera urus semuanya " ucap Alvaro

" baiklah saya permisi untuk mempersiapkan ruangan nya " ucap suster segera berlalu.

" gue urus administrasi dulu Lo tunggu sini " ucap Alvaro

" oke " ucap Roy duduk kembali Alvaro segera melangkahkan kearah admin dan melakukan konfirmasi ulang untuk perpindahan delisa.

Dirasa cukup Aman Roy menghubungi seseorang ia bernada serius

" jaga ketat Ruan ICU dimana Bayu berada gue gak mau sampai dia kenapa-kenapa dan satu lagi awasi keluarga Handoyo gue curiga kalau mereka sedang melakukan Sesuatu yang besar " ucap Roy,melihat keberadaan Alvaro yang sudah kembali dia segera memutuskan hubungan panggilan telepon,

" udah " ucap Roy saat Alvaro sudah mendekati nya

" sudah sebentar lagi delisa di pindah " ucap Alvaro tersenyum lega

" gue udah kirim orang buat jaga disini Lo gak usah khawatir soal Bayu " ucap Roy menjelaskan setengah nya

" makasih Roy Lo emang Sabahat terbaik " ucap Alvaro

" sama-sama" ucap Roy singkat,

.........

Pagi hari Alvaro terbangun karena gerakan jari delisa yang berada di genggaman nya ia mendongak menatap wajah delisa,mata lentik itu bergerak dan mulut mungil itu menunjukan gumaman yang lirih karena tertutup alat pernafasan,

" sayang " ucap Alvaro pelan

" Bayu " lirih delisa sangat lirih ia membuka matanya perlahan yang dia lihat pertama kali adalah suaminya,

" mas " guman pelan lirih delisa

" ya kamu butuh sesuatu " ucap Alvaro sembari tangannya memencet tombol untuk memanggil dokter,

" air " ucap delisa menyingkirkan alat bantu nafas

Alvaro mengambil gelas berisi air dan membantu delisa untuk minum, delisa menengguk pelan setelah dirasa cukup ia kembali berbaring,tidak lama dokter datang memeriksa kondisi delisa,

" untuk saat ini semua stabil usahakan untuk tidak terlalu menekan mentalnya dan usahakan selalu ada orang yang menemani " ucap dokter tersebut

" baik dok terimakasih" ucap Alvaro dokter segera berlalu

" sayang " ucap Alvaro mendekati delisa

" gimana keadaan Bayu mas " ucap delisa menatap Alvaro

Alvaro menghela nafas nya menatap delisa penuh kebimbangan dia takut delisa drop lagi,delisa yang paham dengan raut wajah Alvaro segera berbicara lagi,

" jelaskan mas aku tidak apa-apa,aku hanya ingin tau " ucap delisa

" Bayu masih diruangan ICU, dia dinyatakan koma dan dokter tidak bisa memprediksi kapan Bayu sadar " Alvaro menjelaskan secara pelan,delisa mengatur nafasnya emosinya memuncak tapi mencoba tetap tenang,

" baiklah setidaknya aku tau kondisi Bayu,mas sudah menemukan siapa yang membawa racun di minuman Bayu " ucap delisa terlihat lebih tegar dari sebelumnya

" sudah tapi nunggu kamu pulih baru aku temui dia " ucap Alvaro, semalam anak buahnya sudah menangkap dua orang yang membawa minuman beracun milik Bayu.

" kamu enggak kasih ke polisi kan mas " ucap delisa

" tidak sayang dia berada ditempat yang orang lain tidak tau " ucap Alvaro mengelus pelan punggung tangan delisa,

" mas aku ingin bangkit dari semua ini,aku ingin jadi delisa yang dulu apakah boleh " ucap delisa menatap wajah Alvaro

" delisa yang dulu?? " ucap Alvaro mempertanyakan arti dulu

" suatu saat kamu akan mengerti dengan ucapan ku mas,aku ingin mengakhiri dendam seseorang yang saat ini terus mengincarnya nyawa disekitar ku termasuk nyawa kamu " ucap delisa mengelus pelan pipi Alvaro

" delisa kalau itu bisa membuat mu bangkit dari trauma mas akan dukung,dan mas akan terus berada di belakang mu menjadi layar yang siap untuk melindungi mu " ucap Alvaro nada serius

" terimakasih mas,sekarang aku butuh bantuan mu " ucap delisa tersenyum misterius

" apa itu ?? " ucap Alvaro

" mobil yang berada di rumah milik Bayu warna hitam Dangan lambang bunga mawar hitam dikaca sebelah kiri, bawa mobil itu kerumah kita,dia harus segera tampil dengan sosok baru yaitu delisa artatama Adipati" ucap delisa

" baik aku akan menghubungi Roy Sekarang juga " ucap Alvaro tersenyum kecil menatap delisa yang saat ini penuh ambisius.

1
Khotimah04
💪💪💪
Khotimah04
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!