NovelToon NovelToon
Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Nikahmuda
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: adelita

Delina Azzahra Gustia, gadis 21 tahun yang paling anti dengan yang namanya duda, harus menghadapi kenyataan pahit... ancaman dari ayahnya.

"Kalau kamu masih bangun siang terus, Bapak nikahkan kamu sama duda!"

Ancaman itu selalu ia anggap angin lalu.
Sampai suatu hari... semuanya berubah.

Sebuah kejadian konyol yang tak pernah ia bayangkan-kepeleset, lalu jatuh tepat di atas seorang pria asing-membuat hidupnya jungkir balik.

Lebih parahnya lagi, warga memergoki mereka dalam posisi yang... tak bisa dijelaskan.

Pria itu adalah Muhammad Agam Alfariz. Seorang gus berusia 30 tahun.

Dan sialnya... dia adalah tipe pria yang paling Delina benci. Namun karena fitnah yang terlanjur melebar, satu keputusan harus diambil.

Menikah...

Dalam semalam, Delina yang anti duda... justru sah menjadi istri seorang gus mantan duda.

Hidupnya yang dulu bebas, kini berubah total.

ig: adelgustian_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

" Sudah siap? " Tanya Agam melihat Delina mendekatinya.

" Sudh, Mas. " Ucap Delina ia menepuk-nepuk pelan perutnya.

" Kenapa? Magh kamu kambuh lagi?" Tanya Agam cemas.

" Kayaknya si Mas, tadi aku sudah minum obat juga."

" Kalau gitu, beli makan dijalan aja ya? Kita juga gak ada belanja apapn kan. "

" Iya Mas, didepan ada jual bubur. Biasanya habis sholat subuh sudah buka."

Mobil sudah keluar dari perkarangan halaman rumah, jendela nya sengaja dibuka. Soalnya Delina mual-mual kalau ditutup.

" Sekalian beli plastik kecil Mas, takut muntah di jalan."

" Iya, nanti kita mampir." Ucap Agam.

Setelah membeli sarapan, dan juga plastik hitam kecil. Tidak lupa pria itu membeli balsem dan minyak urut serta koyo buat Delina.

Kamu yakin kuat? Apa besok aja perginya?" tanya Agam cemas.

Delina sejak tadi hanya tiduran, wajahnya juga pucat. Lebih baik dirinya saja yang sakit ia tidak tega melihat Delina yang lemas seperti ini.

" Gakapa Mas, percuma juga putar balik sudah jauh perjalanan nya." Ucaap Delina menghirup balsem meredakan peningnya.

" Gak jauh kok Dek, masih sempet putar balik. Perjalanan kesana aja butuh waktu 5 jam-an. "

" Gak, usah terus aja."

" Apa mau naik pesawat aja?"

" Modar aku Mas, mending lewat darat aja." Cemberut Delina.

Ia paling anti ketinggian, apalagi lautan.

Agam menghela nafas pasrah, begini nih nikah sama bocah. Susah dikasih tahu.... Biarlah, yang penting dirinya merasa nyaman saja.

Baru 3 jam perjalanan Delina kembali muntah-muntah, sudha terhitung 2 kali wanita itu mengeluarkan isi perutnya.

Agam dengan setia membantu Delina memijat tengkuknya mengelus punggung nya dan memapah istrinya.

Agam memilih putar Jalan, biar cepat sampai lwat Tol. Kalau ikutin jalan utama akan lama sampai nya.

" Kita lewat mana Mas?"

" Tol aja dek."

Delina hanya mengangguk saja.

Selama di tol, Delina kembali mual-mual. Prempuan itu sampai menangis saking lelahnya harus muntah-muntah tak jelas.

" Hiks! Cape aku Mas! Knapa si aku muntah terus?! Sakit apa aku mas? " isak Delina.

Lelaki itu memeluk istrinya, menenenangkannya.

" Nanti sampai rumah sakit kita periksa dulu dek." Ucap Agam masih setia mengelus pncak rambut istrinya.

...➰➰➰➰...

Mereka tiba dirumah sakit lebih cepat, sekitar pukul 14.00 siang hari. Disana sudah ada, Azzam, Ummi Jemmah dan Abah Ahmad.

" Kalian sudah datang." Sapa Umi jemmah.

" Dimana Syifa? Masih didalam?" Tanya Agam.

" Iya, persalinan nya baru 1 jam lalu."

Delina duduk menenangkan ibu mertuanya dan Agam yang memberi semangat pada Azzam bahwa semuanya pasti akan baik-baik saja.

Mereka semua tampak cemas, hingga... Suster keluar, terutama Azzam mendekat dengan raut wajah sdah tidk terkendali cemas takut khawatir menjadi satu.

" Gimana dok istri saya?" Tanya Azzam.

" Pasien kekurangan darah, kami kehabisan stok darah golongan B dirumah sakit ini. Untuk istri anda."

" Sus, memang tidak ada dari rumah sakit lain? Yang membantu?" Tanya Ummi jemmah.

" Kami sudah menginformasi, hampir tidak ada stok lagi. Di keluarga Bapak Azzam apa ada golongan darah B ?"

" Saya, sus. saya Golongan darah B." Kata Delina mengacung kan jarnya.

" Sayang, kamu yakin? Gak pusing?" tanya Agam cemas.

" Gak Mas, pusngnya sudah hilang." Jawab Delina meyakinkan.

" Baik bu, tolong ikuti saya." Kata suster mengarahkan Delina yang menyusul dari beakang ke ruangan khusus ' DONOR DARAH'

Setelah beberapa waktu belalu, Delina keluar diikuti suster dan juga dokter yang tidak lama menyusul dari arah belakang.

" Gimana dok? Sus? Keadaan istri saya?" Tanya Azzam.

" Alhamdullilah, kondisi Ibu syifa dinyatakan stabil. Semuanya normal untuk saat ini ibu syifa harus istirahat dulu, dan bayinya lahir dengan selamat tidak kekurangan apapun."

" Alhamdulillah, trimakasih Tuhan...." Syukur Azzam air matanya mengalir betapa bahagianya adik Agam itu.

" Termakasih banyak dok." Ucap Abah Ahmad.

" Sama-sama, kami akan memindahan pasien keruangan inap. Untuk bayi nya akan diantarkan dari inkubator ke ruangannya, mungkiin akan butuh waktu sedkit lama."

" Tdak masalah dokter." Ucap Azzam lagi.

Kami pun mengikuti Suster, membawa Syifa yang terbaring lemah menuju ruangan nya. Delina yang posisiya paling belakang tubuh nya hampir oleng kesamping pada saat ia berdiri. Beruntungnya ada Agam yang menyadari jika itrinya tdak menyusulnya ia menoleh kebelakang dan membantu Delina.

" Hati-hati! Sudah saya bilang, jangan dipaksakan jika kondisi tubuh kamu masih lemah." Ucap Agam menggandeng lengan Delina.

" Ish, iya Om\~ aku gak apa-apa kok. cuman kesandung aja tadi." Ucap Delina ia membutikannya dengna melepaskan gandengan Agam. Ia berjalan duluan meninggalkan Agam yang menyusul disisinya.

Sesampainya diruangan, tidak lama bayi Azzam dan Syifa datang. Azzam mengandzani anaknya, tentu setelahnya Ummi jemmah dan Abah Ahmad saling bertukar cerita kepada anak dan menantunya mengingat nostalgia yang hampir sama seperti Azzam dan Syifa.

Ditengah-tengah, mereka mengobrol. Adzan dzuhur berkumandang, para pria pergi ke mushola di masjid menyisakan Delina dan Ummi Jemmah serta Syifa yang massih tidur.

" Kamu kapan nyusul Nak?" Tanya Ummi Jemmah.

" Doakan saja Umi, mash teritung pengantin baru Umi takut terburu-buru. Hehehe...."

" Ummi selalu doakan kalian, lumayan lama loh. Sekitar 3 bulanan kan?"

" Iya umi, makasih sdh didoakan. "Ucap Delina tersenyum menghargai.

" Gimana mau tekdung, baru juga buka segel 1 bulan yang lalu."batin Delina yang mash tersenyum pelan.

" Kamu sering-sering aja gendong anaknya Azzam,katanya bisa nular. Biar cepet isi." Ucap ummi Jemmah ia mendekati box bayi Azzam dan Syifa.

Digendongnya si baby boys, Ummi menghampiri Delina yang sejak tadi duduk memperhatikan ibu mertuanya tu.

" Coba kamu gendong." Ucap Ummi menyerahkan Baby Boys bernama Segaf pada Delina yang perlahan menggendongnya tapi keliatan kaku.

TOK...

TOK...

TOK...

KLEK...

Pintu terbuka menampilkan, Abah Ahmad, Azzam dan juga Mas Agam.

" Baby Egaf rewel Umi?" Tanya Azzam saat melihat Kaka ipar muda nya itu menggendong anakya.

" Gak, dia anteng sejak tadi. " Jawab Umi.

" Terus kenapa digendong? Umi kan tahu, Delina paling kagok kalau gendong bayi. " Kali ini Agam yang berbicara.

" Iya Umi tahu, biar istri mu cepet isi. Jadi harus sering-sering asuh bayi." Jawab Umi Jemmah. 

" Memang ada hubungan nya? Asuh anak sama kehamilan?" Tanya Delina.

" Ada sayang, kalau kata orang bahari dulu. Jika susah punya anak, asuh aja bayi tapi jangan anak tetangga. Anak dari kerabat keluarga kita atau saudara yang punya anak bayi, kalau mau adopsi juga bisa. "

" Itu disebut pancingan, kalau orng bahari sebutnya gitu. Sambil usaha berobat kemana-mana disambi juga dengan alternatif kampung nya." Sambung Ummii Jemmah.

" Pernikahan mereka masih seujung jagung Mi, jangan diburu-buru'i. Kasihan Delina,biarkan mereka  menikmati waktu jadi pengantin baru. "

"Bener Abah, Umi juga dapat cucu dari Azzam. " Sahut Mas Agam.

" Beda lagi, antara kamu dan Azzam gak bisa disamakan."

" Sdah-sudah daripada berdebat terus, mendingan cari makan aja. Abah sdah lapar, Umi juga belum sarapan dari pagi." Ucap Abah melerai antara ibu dan anak kesayanga nya itu.

" Biar Azzam saja yang beli." Ucap Azzam hendak beranjak dari duduknya keburu dicegah Agam.

" Gak  usah, kamu tetep dsni aja. Jagain istri dan anakmu. Biar aku aja yang beli." Cegah Mas Agam.

" Aku ikut Mas." Ucap Delina.

" Ya, sudah ayok." Ucap Agam.

Delina menyerahkan Bayi Egaf pada Ummi Jemmah, lalu ia menyusul suaminya yang sudah keluar terlebih dahlu.

1
Dhika Bundanya Dedeg Afnan
bagus lanjut lgi donk
Eu Angel Lie
kena omongan ortu dapat duda ya🤣
Aimee Aiko
kok lama kelanjutannya
Anime aikō-kā
p
Aimee Aiko
kok lama gak muncul" lanjutannya
Adelita0305: Malam ini mimin update ka ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!