NovelToon NovelToon
Salah Meja Jadi Istri CEO

Salah Meja Jadi Istri CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Slice of Life / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Office Romance
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Aneska (25 tahun) berada dalam situasi darurat: menikah dalam seminggu atau dijodohkan dengan "om-om" pilihan Papanya yang bernama Argani Sebasta. Demi kebebasan, Aneska nekat mencari pacar sewaan lewat bantuan sahabatnya.
Namun, kecerobohan berbuah petaka—atau mungkin keberuntungan. Di sebuah kafe, Aneska salah mendatangi meja. Bukannya bertemu pria dari aplikasi kencan, ia justru mengajak kencan seorang pria asing yang tampak dewasa dan sangat tampan.
Aneska tidak tahu bahwa pria itu adalah Argani Sebasta, calon tunangan yang sangat ia hindari. Arga yang menyadari kesalahan Aneska justru merasa tertarik dan memilih menyamar menjadi "Gani" si pria biasa.
Permainan menjadi serius saat Arga tiba-tiba mengajukan syarat gila: "Jangan cuma pacaran, ayo langsung menikah saja."
Terdesak waktu dan terpesona pada ketampanan "Gani", Aneska setuju. Akankah Aneska tetap bahagia saat tahu bahwa suami yang ia pilih sendiri sebenarnya adalah pria yang paling ingin ia tolak sejak awal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Rahasia di Balik Nama Tengah

Ketegangan di ruang tamu itu mendadak bisa diiris dengan pisau. Aneska masih mematung di anak tangga terakhir, telinganya menangkap kata "Argani Sebasta" dan "memalsukan" dari mulut pria paruh baya yang merupakan ayah Gani.

​Arga segera melangkah maju, memecah kecanggungan dengan meraih tangan Aneska yang dingin. Genggamannya sangat erat, seolah memberi kekuatan sekaligus peringatan tersembunyi.

​"Maksud Papa, memalsukan jadwal kerjanya yang padat hanya demi bertemu kamu, Aneska," sambung Arga dengan nada yang luar biasa tenang, meski matanya sempat memberikan tatapan tajam pada sang ayah.

​Papa Arga, yang menyadari kekeliruannya, langsung tertawa canggung. "Ah, iya! Benar itu maksud Om. Gani ini susah sekali disuruh libur, tapi demi kamu, dia sampai membatalkan semua rapat penting."

​Aneska mencoba tersenyum, meski hatinya mulai tidak tenang. Ada sesuatu yang janggal. Ia menyalami kedua orang tua Arga—atau Gani—dengan sopan. Mama Gani, yang tampak sangat perfeksionis, menatap Aneska dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan senyum tipis yang sulit diartikan.

​"Cantik sekali," puji Mama Gani lembut. "Pantas saja Arga—maksud saya, Gani—sampai bersikeras ingin melamar secepat ini."

​Aneska hanya bisa menunduk malu, sementara batinnya berteriak: Kenapa semua orang di keluarga ini hampir salah sebut nama dia terus?!

......................

​Acara lamaran berlangsung dengan tempo yang sangat lambat dan penuh tata krama. Aneska duduk di samping Arga, sementara kedua keluarga saling bertukar cerita. Papa Aneska tampak sangat bersemangat, mereka berdua—Hendra dan Papa Arga—ternyata sangat cepat akrab, membicarakan soal ekonomi dan bisnis yang Aneska sendiri tidak mengerti.

​Di sela-sela pembicaraan, seorang gadis remaja cantik yang duduk di samping Mama Gani terus-menerus memperhatikan Aneska dengan tatapan penasaran. Dia adalah Tasya, adik perempuan Arga.

​"Kak Aneska," panggil Tasya tiba-tiba saat suasana sedang sedikit hening.

​Aneska menoleh dengan ramah. "Iya, Tasya?"

​"Kak Anes kok panggil Abang aku 'Gani' terus sih?" tanya Tasya dengan wajah polos. "Padahal kan di rumah, di kantor, bahkan sampai di berita-berita, semua orang panggilnya—"

​"Tasya, makan kuenya. Jangan banyak bicara," potong Arga dengan suara dingin.

​Tasya mencebikkan bibir. "Ih, kan aku cuma nanya, Kak Arga! Abang ini aneh banget deh sejak ketemu Kak Anes, tiba-tiba mau dipanggil pakai nama tengahnya yang—"

​"Tasya!" Kali ini Mama Arga yang ikut menegur dengan nada sedikit lebih keras.

​Aneska merasa dunianya sedikit berputar. Ia meletakkan cangkir tehnya perlahan. Ia menatap Arga yang kini tampak sedikit gelisah—sebuah ekspresi yang belum pernah ia lihat pada pria yang selalu tenang itu.

​"Mas... Gani," panggil Aneska pelan, menekankan nama Gani. "Kenapa Tasya panggil kamu Arga? Dan tadi Om juga hampir bilang nama Argani Sebasta?"

​Suasana di meja itu mendadak sunyi senyap. Papa Aneska, Hendra, justru tampak tenang-tenang saja sambil menyesap tehnya, seolah ia sedang menikmati sebuah pertunjukan drama yang menarik.

​Arga menarik napas panjang. Ia menoleh ke arah Aneska, menatap matanya dalam-dalam. "Aneska, saya sudah bilang kan kalau nama tengah saya Arga? Di keluarga besar, mereka lebih terbiasa panggil nama itu. Sama seperti saya lebih suka kamu panggil Gani."

​"Tapi kenapa Tasya bilang di berita-berita orang panggil lo Arga? Memangnya lo artis? Atau koruptor?" tanya Aneska curiga, suaranya mulai naik satu oktav.

​Tasya yang tidak sadar situasi kembali menimpali, "Bukan artis, Kak! Tapi Abang aku itu CEO paling muda di—"

​Arga segera berdiri, memotong kalimat Tasya secara absolut. "Aneska, bisa bicara berdua sebentar di taman belakang?"

​Aneska tidak menjawab. Ia berdiri dengan wajah yang mulai memucat. Ia menatap Arga, lalu menatap Papanya, lalu menatap keluarga Arga yang semuanya tampak menahan napas.

​"Gue mau bicara di sini aja, Mas. Di depan semua orang," ucap Aneska tegas. Ia mulai merasa dipermainkan. "Mas Gani... atau siapa pun lo. Siapa lo sebenarnya?"

​Hendra, Papa Aneska, akhirnya meletakkan cangkirnya. Ia berdehem pelan. "Anes, sudahlah. Apa bedanya Gani atau Arga? Yang penting dia pria yang kamu pilih sendiri untuk menggantikan Argani Sebasta, kan?"

​"Pa! Itu beda banget!" seru Aneska frustrasi. "Mas Gani, jawab!"

​Arga menatap Aneska dengan tatapan yang sangat menyesal. Ia tahu ini saatnya. Ia tidak bisa lagi bersembunyi di balik nama tengahnya. Ia melangkah mendekat, mencoba menyentuh tangan Aneska, namun gadis itu menarik tangannya menjauh.

​"Aneska," suara Arga terdengar sangat berat. "Nama lengkap saya... Argani Sebasta. Pria yang paling ingin kamu hindari itu adalah saya."

​Deg!

​Aneska merasa seolah ada petir yang menyambar tepat di atas kepalanya di siang bolong. Ia mundur satu langkah, hampir saja menabrak kursi jika Arga tidak sigap menahan pinggangnya. Aneska menepis tangan Arga dengan kasar.

​"L-lo... lo Argani Sebasta?" suara Aneska bergetar. "Pria yang mau dijodohin sama gue? Pria yang gue bilang 'om-om ngebosenin' itu?!"

​Arga hanya bisa terdiam, menatap Aneska dengan rasa bersalah yang terpancar jelas.

​Aneska tertawa miris, matanya mulai berkaca-kaca. "Jadi selama ini lo tahu? Dari awal kita ketemu di kafe itu, lo udah tahu kalau gue ini calon tunangan lo? Dan lo... lo diem aja? Lo malah pura-pura jadi 'Gani' si cowok aplikasi kencan?!"

​"Saya berniat memberitahumu, Aneska. Tapi setiap kali saya ingin bicara, kamu selalu bilang betapa kamu benci Argani Sebasta," bela Arga. "Saya hanya ingin kamu menyukai saya sebagai pria biasa, bukan sebagai pria yang dipaksakan oleh Papa kamu."

​"Tapi lo bohong, Arga! Lo bohongin gue berhari-hari! Lo biarin gue kayak orang bego yang ngajak lo 'kerjasama' buat batalin perjodohan... padahal perjodohan itu sama lo sendiri!" Aneska berteriak, air mata kini benar-benar jatuh di pipinya.

​Ia menoleh ke arah Papanya. "Papa juga tahu? Papa tahu kalau 'Gani' ini Arga?!"

​Hendra hanya mengangkat bahu pelan. "Papa kan sudah bilang, Papa suka pilihanmu, Anes."

​Aneska merasa dikhianati oleh semua orang di ruangan itu. Ia merasa seperti badut yang sedang menghibur penonton yang sudah tahu skenarionya. Tanpa berkata-kata lagi, Aneska menarik ujung gaunnya, lalu berlari naik ke kamarnya, meninggalkan acara lamaran yang mendadak berubah menjadi bencana.

​"Aneska!" panggil Arga ingin mengejar, namun langkahnya tertahan oleh sang Ayah.

​"Biarkan dia tenang dulu, Arga. Kamu sudah keterlaluan membohonginya," ucap Papa Arga dengan nada menyesal.

​Arga mengepalkan tangannya, menatap ke arah tangga di mana Aneska baru saja menghilang. Ia tahu, memenangkan hati Aneska sekarang akan jauh lebih sulit daripada memenangkan proyek miliaran rupiah sekali pun.

1
Aidil Kenzie Zie
si Arga beneran Hyper nggak tau tempat 🤭🤭 tapi kalo dibucinin kek gitu semua wanita pasti senang 😍😍😍😍
Aidil Kenzie Zie
sweet kali Arga
Ariska Kamisa: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Ayusha
benci. benar benar cinta maksudnya 🤣
Ariska Kamisa: aslinya mah begitu🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ayusha
mantan perjaka kali🤭
Ariska Kamisa: hehehe betul juga 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak jempol nya🙏
total 1 replies
aditya rian
/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
Aditya Rian
seru juga ternyata
Ariska Kamisa: terimakasih 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
Anes sangat beruntung
Ariska Kamisa: tapi anes nge gas terus yaa🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
didunia nyata apakah ada yang seperti Arga 🤔🤔🤔
Ariska Kamisa: seperti nya 1001 kak🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
ya Allah Arga ... 😱
umie chaby_ba
so sweet
umie chaby_ba
👍👍👍👍
umie chaby_ba
satria oh satria bikin Arga kesurupan
umie chaby_ba
arga nyebut ga !
umie chaby_ba
anes iiih 🤭
umie chaby_ba
astagfirullah...🤣🤣🤣
umie chaby_ba
arga 🤣🤣🤣
umie chaby_ba
ya Allah Arga udh kebelet banget 🤭
umie chaby_ba
suka suka suka
Ariska Kamisa: terimakasih 🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
gercep Amayyy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!