“Di kehidupan ini, Akulah yang memegang kendali takdir.”
"Reinkarnasi sebagai saudara kembar Itachi dengan Supreme System."
"Aku akan mengubah takdir klan uchiha."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24: Pencegatan di Jalur Sutra Hitam dan Ekstraksi Jiwa Ningendo
Bab 24: Pencegatan di Jalur Sutra Hitam dan Ekstraksi Jiwa Ningendo
Malam badai menyelimuti perbatasan utara Negara Api, memotong jalur perbukitan batu yang memisahkan wilayah Konoha dengan Negara Rumput. Di tengah kegelapan, sebuah karavan tanpa lambang bergerak lambat di bawah kawalan ketat belasan Anbu Root bertopeng hewan. Kereta-kereta mereka dilapisi kain khusus penyerap chakra untuk menyembunyikan muatan berharga di dalamnya: ratusan bilah senjata besi chakra ilegal berdaya ledak tinggi.
"Percepat gerakan! Begitu senjata-senjata ini sampai ke tangan agen kita di perbatasan Sunagakure, rencana Tetua Danzo untuk memicu perang baru akan dimulai," bisik sang kapten Root yang memimpin barisan depan.
Namun, di puncak tebing batu yang melintasi jalur karavan, sebuah siluet kecil telah berdiri tegak menantang angin malam.
Veil berdiri dengan Jubah Pengabur Jiwa Asura miliknya yang berkibar pelan. Di samping kiri dan kanannya, Shisui dan Itachi berdiri dalam kesiapan penuh, wajah mereka tersembunyi di balik topeng tanpa corak.
"Shisui, amankan area luar. Jangan biarkan satu pun sinyal chakra bantuan terlepas ke udara," perintah Veil datar dari balik Topeng Gagak Kekaisaran.
"Dimengerti," jawab Shisui. Tubuhnya mendadak memudar bagai asap, menggunakan [Langkah Tanpa Bayangan] yang berpadu dengan kecepatan Shunshin murninya.
Veil melirik ke arah Itachi. "Mari kita bersihkan jalur bawah."
WUSH!
Si kembar melompat turun dari ketinggian puluhan meter, mendarat tepat di tengah-tengah barisan karavan tanpa menimbulkan riak debu sedikit pun. Refleks bertarung para Anbu Root teruji; dalam fraksi detik, belasan pedang telah terhunus ke arah kedua penyusup cilik itu.
"Siapa kalian—"
Sring!
Mata Sharingan tiga tomoe Itachi berkilat pekat dalam kegelapan. Melalui kontrol murni dari darah Uchiha yang telah dimurnikan, gelombang Genjutsu massal meledak seketika. Lima Anbu Root di barisan tengah mendadak menjerit histeris, mencengkeram kepala mereka saat ilusi kematian instan meremukkan sistem saraf pusat mereka hingga mereka tumbang tak bernyawa ke atas lumpur.
"Penyusup! Gunakan Ninjutsu elemen!" teriak sang kapten Root panik.
Tiga Anbu lainnya segera melompat mundur, menyemburkan kombinasi peluru batu (Doton) dan bilah angin (Fuuton) berskala besar untuk menghancurkan Veil. Namun, Veil bahkan tidak berkedip. Dia mengangkat tangan kirinya dengan santai, mengaktifkan Gakido (Jalan Preta).
Wush!
Seluruh hantaman batu dan badai angin tersebut mendadak terhisap masuk ke dalam pusaran tak kasat mata di telapak tangan Veil, lenyap menjadi pasokan stamina segar yang memulihkan energinya hingga ke tingkat maksimal.
"Monster... Dia menelan jutsu lagi!"
Sebelum para ninja Root sempat memproses rasa syok mereka, Veil telah muncul di hadapan kapten tim mereka menggunakan manipulasi gravitasi mikro. Tangan kanan mungil Veil bergerak secepat kilat, mencengkeram langsung ke atas puncak kepala sang kapten.
Di balik topeng gagaknya, pola mata Rinnegan Tahap Ketiga Veil berputar anggun.
Ningendo (Jalan Manusia).
SRAAKKK!
Seketika, tubuh sang kapten Root menjadi kaku sempurna. Matanya memutih, dan dari balik mulut serta pori-pori wajahnya, seberkas energi spiritual berwarna biru pucat—yang tidak lain adalah jiwanya sendiri—mulai ditarik keluar secara paksa oleh cengkeraman tangan Veil.
Dalam fraksi detik, badai informasi memori dari seluruh sejarah hidup sang kapten meluncur deras masuk ke dalam otak Veil. Segala bentuk daftar agen rahasia Root di Negara Rumput, kode sandi rahasia Danzo, hingga koordinat gudang pasokan logistik terselubung milik dewan tetua Konoha kini telah berpindah tangan sepenuhnya.
Nyam.
Dengan satu sentakan terakhir, Veil mencabut seluruh jiwa sang kapten hingga bersih. Jasad pria dewasa itu ambruk ke tanah seperti boneka tali yang dipotong, tewas seketika tanpa ada luka fisik luar sedikit pun.
Melihat pemimpin mereka tewas dalam kondisi yang teramat mengerikan dan tidak masuk akal, sisa Anbu Root yang tersisa kehilangan seluruh kendali mental mereka. Di saat itulah, Shisui muncul dari balik kegelapan untuk mengeksekusi mereka semua tanpa ampun.
Pembantaian logistik rahasia Danzo selesai tanpa menyisakan satu pun saksi hidup.
Veil berjalan mendekati deretan kereta karavan yang berisi ratusan senjata besi chakra ilegal. Dia melambaikan tangan kecilnya di atas muatan tersebut.
"Sistem, jarah seluruh pasokan senjata ini masuk ke dalam Inventaris," perintah Veil dingin.
【Ding! Berhasil menjarah seluruh pasokan Besi Chakra Ilegal Danzo!】
【Menghitung hasil misi "Memotong Cakar Tikus Bawah Tanah"... Sukses Besar!】
【Anda mendapatkan: 6.000 Poin Sistem, dan Penguasaan Sempurna Kemampuan Rinnegan Ketiga: Ningendo (Jalan Manusia)!】
Veil menutup layar holografis sistemnya dengan seulas senyuman yang teramat kejam. Dengan seluruh data memori rahasia Root yang baru saja dia ekstrak melalui Ningendo, Danzo Shimura kini tidak lebih dari sekadar macan ompong yang seluruh rahasia dapurnya telah digenggam penuh oleh seorang anak berusia enam tahun.
"Ayo pergi," ucap Veil, berbalik memunggungi jalur perbatasan yang kini telah bersih dari jejak musuh. "Besok adalah hari pertama Tim 11 menjalankan misi resmi. Mari kita lihat seberapa jauh sang Hokage Keempat bisa menari di atas panggung yang telah kita siapkan."