NovelToon NovelToon
The Royal Family

The Royal Family

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:235
Nilai: 5
Nama Author: Viana18

Di tengah kota mewah Seoul berdiri sebuah komplek elite bernama Royal Family Residence tempat tinggal empat keluarga sultan paling berpengaruh di Asia. Rumah mereka berdampingan, bisnis mereka mendunia, dan anak-anak mereka terkenal di sekolah elit Aexdrem High School serta Universitas Aexdrem.
Walaupun terlihat sempurna dari luar, isi rumah mereka justru penuh keributan, lawakan receh, drama keluarga, dan perang mulut tiap hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viana18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Siang itu, matahari bersinar terik dan cerah di langit biru, menyinari seluruh halaman sekolah yang mulai sepi karena jam pelajaran sudah selesai. Para siswa berbondong-bondong keluar dari gerbang sekolah dengan wajah lega dan bahagia, tak terkecuali kelompok anak-anak paling populer itu.

Di parkiran sekolah, Jeno, Mark, Gualin, Henderi, Nana, Renjun, Dejun, dan Haechan sedang berkumpul menunggu kendaraan masing-masing. Jeno berdiri sangat dekat dengan Nana, tangannya tak pernah lepas menggenggam tangan kekasihnya itu, sesekali ia mengajak Nana tertawa dengan candaan-candaan konyolnya. Di sebelah mereka, Gualin berdiri tenang sambil menggenggam tas milik Renjun, matanya menatap lembut ke arah gadis yang dicintainya itu. Begitu juga Henderi yang dengan santai merangkul bahu Dejun sambil bercerita tentang serunya latihan basket tadi siang.

Satu-satunya pemandangan yang kontras dan menyedihkan ada di sisi lain. Haechan berdiri sendirian, sesekali melirik ke arah Mark yang berdiri mematung dengan wajah dingin dan datar. Mark sama sekali tidak peduli pada sekitarnya, matanya terus menatap tajam ke arah Nana. Di dalam hatinya, rasa iri dan kecemburuan itu makin menjadi-jadi setiap kali ia melihat adiknya begitu bahagia dan leluasa bersama gadis yang diam-diam juga ia cintai. Haechan yang melihat itu semua hanya bisa menundukkan wajahnya, menahan rasa sakit yang kembali menyerang hatinya.

Belum sempat mereka semua beranjak pulang, terdengar suara panggilan ceria dari kejauhan. Seorang pengawal pribadi keluarga Nakomoto berlari kecil menghampiri mereka sambil membawa sebuah amplop besar berwarna emas.

"Permisi Tuan Muda Jeno, Tuan Muda Gualin, Tuan Muda Henderi, dan Nona-nona sekalian... ini ada surat undangan dan kabar penting dari Ibu mereka masing-masing. Ibu meminta saya untuk menyampaikannya langsung kepada kalian di sini," ucap pengawal itu dengan sopan sambil menyerahkan amplop itu kepada mereka.

Jeno dengan sigap menerimanya, lalu segera membuka dan membaca isinya dengan suara lantang agar semua bisa mendengar. Semakin lama ia membaca, semakin lebar senyum yang mengembang di bibirnya, hingga akhirnya ia bersorak kegirangan dan langsung memeluk Nana berputar-putar di tempat.

"ASIKKKKKK! BAGUSSSS! AKU SUKA BANGETTT!" teriak Jeno penuh semangat. "Dengerin semuanya! Ibu-ibu kita udah sepakat! Pas liburan sekolah nanti, kita semua bakal pergi liburan bareng-bareng ke pantai! Di sana kita bakal nginep di vila mewah milik keluarga Xu yang luas banget, ada pantai pribadinya, dan yang paling keren... kita bisa jalan-jalan keliling laut naik kapal pesiar mewah juga! Wah seru banget kan?! Pasti bakal jadi liburan paling asik seumur hidup!"

Kabar itu seketika membuat suasana menjadi sangat riuh dan penuh kegembiraan. Renjun langsung bertepuk tangan senang dan menatap Gualin dengan mata berbinar-binar. Dejun dan Henderi pun langsung bersorak senang membayangkan momen indah itu.

"Wah benaran?! Asik banget sih! Aku udah lama banget pengen main ke pantai naik kapal gitu!" seru Haechan riang.

Renjun pun mengangguk setuju sambil tersenyum manis. "Terima kasih ya Gualin... Ibumu baik banget mau menyiapkan tempat sebagus itu buat kita semua. Pasti bakal indah banget pemandangannya nanti."

Gualin tersenyum lembut sambil mengusap pelan kepala Renjun. "Apa aja demi kamu, Renjun. Seneng banget kalau kamu suka. Nanti di sana aku bakal nemenin kamu jalan-jalan sepuasnya."

Nana yang baru saja diturunkan dari pelukan Jeno pun tertawa renyah, wajahnya bersinar cerah. "Wah kebayang deh nanti kita sarapan di pinggir pantai, terus sore-sore naik kapal keliling... pasti indah banget pemandangannya. Makasih banyak ya Mama Xu udah nyiapin semuanya."

Di tengah kegembiraan itu, Mark hanya diam mendengarkan dengan wajah yang tetap datar, tapi di dalam hatinya ia langsung merancang berbagai rencana. "Liburan bareng... di vila yang luas... di kapal pesiar... artinya aku bakal punya banyak waktu, banyak kesempatan buat deketin Nana. Jeno bakal sibuk main, bakal lengah, dan di situlah aku bakal masuk. Ini kesempatan emas yang dikirim Tuhan buat aku. Aku harus manfaatin momen liburan ini sebaik mungkin buat merebut hati Nana dari adikku sendiri," batin Mark sambil menatap tajam ke arah gadis itu.

Namun, di sisi lain, kabar ini justru membuat hati Haechan sedikit berbunga-bunga di tengah rasa sakitnya. Ia tersenyum kecil dan perlahan melangkah mendekat ke arah Mark.

"Kak Mark... denger nggak? Kita bakal liburan bareng lho nanti. Wah seneng banget deh, berarti aku bisa nemenin Kak Mark terus seharian di sana, kan? Kita bisa jalan-jalan bareng di pantai, naik kapal bareng... pasti seru banget deh. Aku udah nggak sabar nunggu harinya datang," ucap Haechan lembut dengan nada penuh harap, berusaha membayangkan momen indah itu.

Tapi jawaban yang diterimanya kembali sama seperti biasa: dingin, ketus, dan menyakitkan. Mark meliriknya sekilas dengan tatapan jijik, lalu berjalan melewati Haechan begitu saja seolah gadis itu tidak ada.

"Siapa yang mau jalan sama kamu? Mimpi aja kamu. Di sana nanti aku bakal sibuk, jangan harap bisa nempel terus kayak lintah. Bikin pusing aja ada kamu," ucap Mark ketus tanpa menoleh sedikit pun, lalu berjalan menuju mobil mewah hitamnya yang sudah terparkir rapi.

Hati Haechan kembali terasa perih dan sakit, senyumnya perlahan memudar. Namun kali ini, rasa sakit itu tidak membuatnya mundur, malah makin memantapkan tekadnya. "Nggak apa-apa Haechan... di sana nanti ada waktu banyak. Aku bakal tetep berusaha. Aku bakal nunjukin ke Kak Mark kalau aku lebih baik, lebih perhatian, lebih tulus dari siapa pun. Di liburan nanti... aku bakal berjuang lebih keras lagi buat dapetin hati Kak Mark," janjinya dalam hati sambil menatap punggung cowok itu yang menjauh.

Jeno yang melihat interaksi itu hanya bisa menggelengkan kepala sedih, ia langsung menghampiri Haechan dan menepuk bahu gadis itu dengan lembut.

"Udah Chan, jangan diambil hati omongan abang gue. Emang gitu sifat dia, keras kepala banget. Tapi tenang aja... nanti pas liburan, gue sama Nana bakal bantuin kamu deketin dia. Pasti ada jalannya kok, abang gue itu sebenernya hatinya nggak sejahat itu," hibur Jeno tulus.

Haechan hanya tersenyum tipis dan mengangguk. "Makasih ya Jeno... aku tau kok. Aku cuma harus sabar aja ya kan? Nanti di sana... aku bakal coba lagi."

Setelah berpamitan satu sama lain, mereka pun masuk ke mobil masing-masing. Mobil mewah milik keluarga Jung, Nakomoto, Xu, dan Seo pun perlahan melaju meninggalkan halaman sekolah, membawa mereka pulang dengan perasaan yang beragam: ada yang bahagia karena cinta bersemi, ada yang penuh rencana licik, dan ada yang terus berjuang dengan cinta yang tak terbalas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!