NovelToon NovelToon
Kontrakan Rahim Untuk Tuan Calix

Kontrakan Rahim Untuk Tuan Calix

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / CEO / Ibu Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Demi menyelamatkan perusahaan keluarga dari kebangkrutan dan membiayai pengobatan adiknya yang kritis, Mireya terpaksa menjual kesuciannya. Ia menandatangani kontrak satu tahun untuk menjadi ibu pengganti bagi Calix David—seorang miliarder tampan berusia 35 tahun yang terkenal kejam dan sedingin es.
Pernikahan rahasia digelar, dan Mireya dikurung di mansion mewah dengan aturan ketat. Calix memperingatkannya: "Hubungan kita hanya sebatas rahim dan uang. Jangan pernah jatuh cinta kepadaku."
Namun, kepolosan Mireya perlahan mulai menggoyahkan hati sang Tuan Tsundere. Di tengah intrik konglomerat dan rahasia kelam mansion, akankah Mireya pergi setelah melahirkan sang ahli waris, atau justru berhasil memiliki hati Calix sepenuhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Rekaman Kamera Pengawas & Wajah di Balik Masker

​Ketegangan di dalam kamar 701 mencapai puncaknya ketika pintu ruangan kembali didorong kasar dari luar. Doni masuk dengan napas terengah-engah, wajahnya pucat pasi, dan di tangannya terdapat sebuah komputer tablet yang terhubung langsung dengan sistem keamanan pusat rumah sakit.

​"Tuan Besar," panggil Doni, suaranya bergetar hebat saat menyerahkan tablet itu kepada Calix. "Tim IT kita sudah berhasil meretas dan memulihkan seluruh rekaman kamera pengawas di koridor lantai tujuh dalam tiga puluh menit terakhir."

​Calix menyambar tablet itu dengan gerakan cepat. Mata elangnya menatap tajam ke arah layar yang menampilkan rekaman hitam-putih koridor rumah sakit. Di sampingnya, Mireya yang duka citanya telah membeku perlahan mendongak, ikut menatap layar dengan tatapan kosong namun penuh dendam.

​"Putar di bagian saat ruangan ini ditinggalkan olehmu, Doni," perintah Calix, suaranya terdengar dingin tanpa ekspresi, namun cengkeraman tangannya pada pinggiran tablet membuat benda itu berderit pelan.

​Layar menunjukkan waktu tepat saat terjadi kegaduhan di kamar sebelah. Terlihat dua orang mengenakan seragam perawat putih dengan masker medis yang menutupi sebagian besar wajah mereka melangkah dengan terburu-buru masuk ke dalam kamar Aiden.

​"Perbesar bagian wajah mereka saat melewati kamera sudut kiri," desis Calix.

​Doni dengan cekatan mengetuk layar, memperbesar visual wanita yang melangkah di depan. Meskipun mengenakan masker medis yang tebal dan topi perawat yang menutupi rambutnya, ada satu detail kecil yang tidak bisa disembunyikan. Wanita itu sempat menoleh sekilas ke arah kamera sebelum masuk, memperlihatkan guratan di sekitar matanya, serta sepasang anting berlian berbentuk mawar yang sangat khas.

​Mata Mireya yang semula redup seketika membelalak lebar. Tubuhnya menegang hebat, tangannya yang berada di atas pangkuan mengepal hingga kuku-kukunya memutih.

"Tidak mungkin..." bisik Mireya. Suaranya nyaris tidak terdengar, tercekat di dalam tenggorokan yang terasa kering. "Tidak... tidak mungkin..."

Calix menangkap perubahan drastis dari reaksi istrinya. Ia menurunkan tablet itu sedikit, menatap wajah Mireya yang mulai gemetar. "Mireya? Ada apa? Kamu tahu siapa mereka?"

​"Ibu..." bisik Mireya, suaranya nyaris tidak terdengar, tercekat di tenggorokan. "Itu... itu Fiona. Dan pria di belakangnya... itu Ardan."

​Calix menoleh cepat ke arah istrinya. "Kamu yakin, Mireya?"

​"Aku tidak akan pernah salah mengenali perhiasan itu, Calix!" jerit Mireya mendadak histeris, air matanya kembali tumpah ruah menghancurkan ketenangannya. "Anting itu... anting itu dibeli menggunakan uang hasil memeras keringatku! Dan pria di belakangnya adalah ayah kandungku sendiri! Mereka... mereka yang masuk ke kamar Aiden!"

​Mireya mencengkeram jas Calix dengan sangat erat, mengguncang tubuh suaminya dengan sisa tenaga yang ia miliki. "Kenapa mereka tega, Calix?! Aiden itu anak mereka! Aiden adik kandungku! Kenapa mereka membunuhnya hanya karena mereka bangkrut?! Monster macam apa mereka?!"

​"Tenang, Mireya! Tenang!" Calix mencoba mendekap tubuh Mireya yang mulai bergerak tidak terkendali.

​Namun, histeria dan duka yang teramat pekat dalam waktu singkat itu membuat sistem pertahanan fisik Mireya runtuh total. Napas gadis itu mendadak menjadi sangat pendek, wajahnya yang semula memerah karena amarah berubah menjadi pucat pasi dalam hitungan detik.

​"Aiden... maafkan Kakak..." gumam Mireya lirih.

​Sebelum Calix sempat mengucapkan kata penenang, cengkeraman tangan Mireya di jasnya mendadak terlepas. Mata bulat itu terpejam, dan tubuh ringkih Mireya langsung lunglai, jatuh pingsan di dalam dekapan dada bidang Calix.

​"Mireya! Mireya, bangun!" teriak Calix panik, jantungnya serasa berhenti berdetak melihat istrinya tidak sadarkan diri dengan kondisi bibir yang memutih. "Dokter Januar! Periksa dia sekarang! Cepat!"

​Dokter Januar dan dua perawat yang sejak tadi berjaga di sudut ruangan langsung bergerak sigap. "Tuan Besar, tolong baringkan Nyonya Muda di atas tempat tidur darurat di sebelah. Kami harus memeriksa tanda-tanda vitalnya segera."

​Dengan cekatan, Calix menggendong tubuh Mireya yang terasa sangat ringan, membaringkannya di ranjang kosong yang berada di sekat ruangan VIP tersebut. Tangannya tidak sedetik pun melepaskan jemari Mireya, sementara Dokter Januar mulai memasang stetoskop dan memeriksa tekanan darah serta denyut nadi Mireya.

​Suasana di dalam kamar itu kembali mencekam, namun kali ini kecemasan Calix berlipat ganda. Ia takut jika Mireya mengalami guncangan jiwa yang berakibat fatal pada fisiknya.

​Dokter Januar mengernyitkan keningnya saat melihat hasil tekanan darah Mireya yang menurun drastis, namun denyut nadinya berdetak sangat cepat dan tidak teratur. Ia kemudian beralih melakukan pemeriksaan palpasi pada bagian perut Mireya, lalu menatap Calix dengan tatapan yang mendadak berubah campur aduk.

​"Bagaimana kondisinya, Januar?! Jangan membuatku menunggu!" bentak Calix, tidak sabar.

​"Tuan Besar Calix... tekanan darah Nyonya Muda sangat rendah akibat guncangan emosional yang ekstrem. Namun... ada alasan lain draf—maksud saya, alasan lain mengapa fisiknya mendadak rapuh seperti ini," ucap Dokter Januar, menjeda kalimatnya dengan hati-hati.

​"Katakan saja!"

​"Nyonya Muda Mireya... saat ini tengah mengandung. Usia kehamilannya baru memasuki minggu ketiga. Benih yang Anda tanam beberapa minggu lalu telah tumbuh dengan sukses di dalam rahimnya," jelas Dokter Januar dengan suara takzim. "Mireya tengah hamil anak Anda, Tuan Besar."

​Bagai dihantam badai salju di tengah musim panas, tubuh Calix seketika membeku mendengar pengumuman tersebut. Ia menatap wajah pucat Mireya yang masih terpejam, lalu beralih menatap perut rata istrinya.

​Di satu sisi, ada rasa kemenangan dan kebahagiaan yang luar biasa karena kontrak rahim ini akhirnya membuahkan hasil, dan wanita yang dicintainya kini sedang mengandung darah dagingnya. Namun di sisi lain, hatinya mencubit perih yang teramat dalam. Anak itu hadir tepat di hari kematian pamannya, Aiden.

​Calix mengepalkan tangannya, matanya berkilat penuh nafsu membunuh yang kian memuncak.

​"Januar, pastikan kandungan istriku aman. Berikan obat penguat rahim terbaik yang ada di dunia ini," ucap Calix, suaranya mendesis rendah penuh otoritas.

​Ia kemudian membalikkan badannya menghadap Doni yang masih berlutut. "Doni, dengarkan perintahku. Kerahkan seluruh divisi keamanan David Group. Tangkap Ardan dan Fiona malam ini juga. Dan jangan lupa, cari keberadaan Bianca. Wanita ular itu pasti ikut terlibat di balik ini semua. Aku akan membuat mereka membayar setiap tetes air mata istri dan anakku!"

"Laksanakan, Tuan Besar!"

"Pergi sekarang!" perintah Calix mutlak.

1
Aldah Karisa
👍👍👍👍👍👍
Aldah Karisa
mampir thorr
Aditya Rian
mantap
umie chaby_ba
rasain Lo ... 🤭
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
buruan calix , ilana ngadi-ngadi emang/Panic/
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
kepedean banget ilana ....
Ariska Kamisa: emang... ngeselin yaa🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
udah sih lagi asik juga bianca resek banget
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Ariska Kamisa
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
aditya rian
lanjutkan Thor
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
🤭🤭🤭🤭🤭
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
/Shy//Shy//Shy//Shy/
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
malang sekali mire
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
ceritanya menarik/Good/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih jempolnya 🙏
total 1 replies
aditya rian
👣👣👣👣
Aditya Rian: matap👍
total 2 replies
umie chaby_ba
ceritanya bagus,
semangat terus ya Thor...
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
🤣🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
dih ngeselin banget sumpah si cilox🤣
Ariska Kamisa: calix kak bukan cilox🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
tuh kan🤣🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
calix aslinya demen nih pasti
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!