Nadia adalah seorang wanita berstatus ibu, suaminya bernama bisma , meninggal akibat kecelakaan kerja 3 tahun yang lalu saat putrinya yang bernama vega berusia 2 tahun. kehidupan sehari hari nadia dan anaknya setelah sang suami meninggal di tanggung oleh kakak ipar bernama yamka. istri yamka meninggal usai melahirkan secara prematur, dan karena yamka bekerja, anak anak yamka di asuh oleh nadia.
untuk menghindari fitnah, keluarga sepakat menikahkan nadia dan yamka.
" aku hanya mencintai istriku, jadi jangan berharap lebih dari pernikahan ini". ucap yamka tepat setelah sah menikah.
mampukan mereka mempertahankan rumah tangga yang berdiri tanpa cinta?, apakah cinta bisa tumbuh seiring berjalan nya waktu??
"MENIKAH DENGAN MAS IPAR" ,mohon follow, like dan komen. selamat membaca dan... Terimakasih🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NADIA YANG SEDERHANA
#Jangan membenci orang yang sudah membuatmu terluka, sesakit apapun yang kamu alami, jangan mengotori hatimu dengan menjadi jahat#
...----------------...
PUTRA YAMKA, nama yang singkat dan
sederhana, lahir di tengah konflik dan tumbuh dari kekuatan seorang ibu. Bayi laki laki berkulit putih bersih, berambut hitam kebat, rahang yang tegas seperti ayahnya namun memiliki sorot mata yang lembut seperti ibunya.
Bayi berusia 3 bulan itu sudah mulai bisa berguling dan mengangkat kepala, menjadi bayi laki laki kesayangan sang kakak. rumah menjadi lebih hidup dengan suara bayi yang oleh sayang kakak dipanggil adik putra.
Dengan memiliki kamar kos 10 pintu dan warung makan, nadia sudah cukup memiliki penghasilan untuk putra dan putri kandungnya, anak anaknya tidak pernah kekurangan, tetapi meski begitu nadia tetap menerapkan kesederhanaan kepada kedua anaknya. setiap tahun dia juga menerima uang dari rumah yang dia kontrakkan, dan tanpa dia tahu, setiap bulan yamka masih mengirimkan sejumlah uang nafkah ke rekeningnya. Mertuanya juga terkadang mengirimkan uang setiap tiga sampai enam bulan sekali.
Yamka masih di mood terblokir, sementara mertuanya tidak pernah menanyakan di mana keberadaannya, sesekali mereka bertukar kabar melalui pesan singkat, bahkan nadia juga memberi tahu tentang kelahiran putranya. Tetapi... Mertuanya menghormati keputusan nadia yang tidak ingin berhubungan dengan yamka.
" Bu nadia, warung sudah lumayan sepi, saya ijin belanja bahan, apakah ibu mau menitikan sesuatu??" tanya salah satu karyawannya bernama sulis.
" tidak mba sulis, yang jaga warung siapa? " tanya nadia.
"ada mba nurul dan mba ika bu" jawab mba sulis.
" hati hati ya mba naik motor, ini tolong di bagi sama rata kepada mba ika dan mba sulis" nadia berkata sambil memberikan 3 lembar uang.
" waaaah Alhamdulillah dapat bonus. terimakasih ya bu... bisa buat jajan anak saya in, semoga rizki ibu selalu lancar dan ibu sekeluarga selalu sehat, Aamiin" mba sulis sangat bahagia dan berlalu untuk membagikan bonus kepada teman temannya.
Nadia mendekati bayi putra yang sudah bangun dari tidurnya.
"duh putra mama sudah bangun ya, tahu betul kak vega waktunya pulang"
"Assalamualaikum ma" teriak vega yang baru pulang sekolah.
" adik putraaa...." belum sempat megang adiknya, mama langsung mendorong putrinya.
"ganti baju dulu kak, cuci tangan dan kaki lali makan, baru pegang pegang adik" kata nadia.
"sebentar saja saja tidak boleh ma" jawab vega mengerucutkan bibir tetapi tetap melangkah menuju kamarnya"
Vega membuka pintu belakang yang langsung menghadap perkebunan warga yang di tanami brokoli, matanya berbinar melihat hamparan warna hijau. semilir angin bertiup menambah kesejukan masuk ke dalam rumah.
"Ma, kenapa mama tidak membeli rumah yang besar?, lalu di garasi ada mobil?" tiba tiba vega berkata.
"kita cukup bersyukur bisa tinggal di sini kak, perbanyak tabungan untuk sekolah kakak dan adik " jawab nadia jujur.
" oooh" cuma itu jawab nadia
Vega lalu mengajak adiknya bermain, tertawa memenuhi setiap sudut ruangan.
Nadia keluar ke warung membantu mba sulis melayani pembeli, dan di seberang warung terlihat sepasang mata memperhatikan gerak gerik nadia yang dengan cekatan menyiapkan makanan baik yang di makan di tempat ataupun yang di bungkus.
Sesekali pria itu tersenyum lalu geleng geleng kepala.
" sepertinya aku sudah gila, memperhatikan dia dari jarak jauh seperti ini" gumam pria itu.
"apa aku langsung menemui dia ya??, tapi bagaimana jika dia marah dan malah pergi menjauh??" lanjutnya dalam hati.
Pria tersebut lumayan lama duduk di atas motor, dia memutuskan untuk pergi dan menemui wanita yang dia perhatikan esok hari.
Nadia melihat di seberang jalan dengan kening mengkerut... berbagai pertanyaan hinggap di hatinya. " untuk apa?? Dan kenapa??" tetapi nadia sendiri tidak ingin ambil pusing. Dia sudah cukup fokus pada kedua anaknya tanpa memikirkan hal yang di anggapnya tidak penting.
Nadia tidak ingin membuka hati, dia takut terluka, dan korban dari lukanya bukan hanya dirinya sendiri, melainkan... kedua buah hatinya.
" mba sulis, apakah masih banyak sisa lauknya?" tanya nadia.
" tidak bu, tinggal 2 pepes dan 3 porsi sayur. Ya sudah tolong bungkus saja mba, berikan pada ibu ibu yang mencari barang bekas itu. Bersihkan warung dan tutup" nadia memberikan perintah.
"Tapi ini masih jam 2 siang bu, apa tidak sayang kalau tutup sekarang??? " jawab bu sulis.
Nadia dengan tenang dan tersenyum menjawab
" kita beri kesempatan pedagang lainnya mba... Kita sudah buka dari jam 5 pagi sampai jam 2, kalau kita masak lagi... kasihan pedagang yang lain. kita jualan yang penting sudah habis ya ya sudah... Alhamdulillah Allah selalu melancarkan rizki kita. Lagi pula kalian semua juga butuh istirahat"
Mbak sulis dan karyawan lain semakin kagum dengan kepribadian nadia. bahkan Nadia membeli warung kosong di sebelah bukan untuk memperluas warungnya, melainkan untuk kamar tidur ketiga karyawannya. Dia membangun lengkap dengan kamar mandi dan dapur mini.
Gaji sebagai penjaga warung sedikit, kasihan jika terpotong untuk biasa kost, begitulah pemikiran nadia, yang memang berhati lembut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"KANGEN YAMKA TIDAK GUYS "
Saling support sabi kali ya😉