NovelToon NovelToon
Transmigrasi Permaisuri Yang Tidak Dicintai

Transmigrasi Permaisuri Yang Tidak Dicintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Time Travel
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Afrasya Andila

Dahulu, dia hanyalah seorang wanita biasa yang hidup pas-pasan. Namun, takdir berkata lain. Dia terbangun dalam tubuh seorang permaisuri yang tak dicintai, diabaikan oleh suaminya dan tak dianggap oleh rakyat.

Tapi, bukannya bersedih, dia malah kegirangan! Siapa yang peduli dengan cinta jika dia memiliki kekayaan, kekuasaan, dan kehidupan mewah yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya? Menjadi permaisuri abal-abal yang kaya raya? Tentu saja dia mau!

Dia akan menikmati setiap momen dalam kemewahan ini, biarpun tanpa cinta. Karena baginya, yang penting adalah menjadi permaisuri kaya, bukan permaisuri yang dicintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afrasya Andila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Kontrak Lintas Spesies

Matahari di Negeri Binatang terasa berbeda; sinarnya seolah tersaring oleh rimbunnya dedaunan raksasa, menciptakan pendaran cahaya hijau yang menenangkan.

Melan terbangun dengan perasaan jauh lebih segar, meski di kepalanya masih berputar rencana-rencana besar yang siap dieksekusi.

Pagi itu, seorang pelayan bertelinga kelinci mengantarnya ke ruang makan terbuka. Begitu sampai, Melan nyaris tersedak ludahnya sendiri. Di sana, duduk Sang Raja Singa yang sudah cukup berumur, namun masih terlihat gagah.

Yang membuat mata Melan melotot bukan hanya hidangan di meja, melainkan barisan wanita yang duduk mengelilingi raja.

Ada satu Permaisuri dengan tatapan anggun namun tajam, dan tujuh orang selir dengan berbagai fitur hewan yang cantik-cantik mulai dari yang bertelinga kucing hingga yang memiliki sayap tipis di punggungnya.

Buset... Tujuh selir plus satu permaisuri? batin Melan ngeri sambil mengambil tempat duduk yang disediakan.

Raja ini udah kakek-kakek tapi koleksinya ngalahin koleksi sepatu gue di Jakarta. Kasihan banget ini cewek-cewek, dapet suami satu dibagi delapan. Untung Nolan cuma punya satu selir si bedak tembok itu, eh... walaupun masih calon sih!

"Selamat pagi, Permaisuri Melan. Bagaimana tidurmu?" tanya Sang Raja dengan suara berat yang ramah.

"Sangat nyenyak, Yang Mulia. Kasur di sini jauh lebih baik daripada tidur di atas akar pohon selama seminggu perjalanan," jawab Melan sambil tersenyum tipis, mencoba sopan di depan "ibu-ibu" istana itu.

Permaisuri Negeri Binatang, seorang wanita dengan fitur macan tutul yang eksotis, menatap Melan penuh selidik.

"Saya dengar Anda ingin membangun sebuah gedung besar untuk berdagang? Bukankah manusia biasanya hanya peduli pada emas dan perang?"

Melan meletakkan sendoknya perlahan. "Emas itu penting, Yang Mulia, tapi cara mendapatkannya lewat perang itu sudah kuno dan berisiko tinggi. Saya lebih suka mendapatkan emas lewat sistem yang berkelanjutan. Sesuatu yang menguntungkan semua pihak."

Diskusi di Taman Teh

Setelah sarapan yang penuh dengan tatapan kepo dari para selir, Raja mengajak Melan ke sebuah paviliun terbuka di tengah taman bunga yang bisa bicara.

Ya, bunga-bunga di sini benar-benar berbisik pelan saat tertiup angin.

"Jadi, jelaskan padaku, Melan. Apa itu 'Mall' yang sering kau sebut?" tanya Raja sambil menyesap teh aromatiknya.

Melan berdehem, jiwanya sebagai pengusaha muda langsung bangkit.

"Begini, Yang Mulia. Bayangkan sebuah gedung besar yang sangat nyaman. Di dalamnya bukan hanya ada satu penjual, tapi ratusan. Ada yang jual pakaian, makanan, obat-obatan, sampai hiburan. Semua ras bisa masuk tanpa rasa takut. Namun, karena membangun Mall butuh waktu tahunan, saya memulai dengan langkah kecil: Minimarket."

"Minimarket?" Raja mengerutkan kening.

"Toko kecil yang sangat efisien," jelas Melan antusias.

"Barangnya lengkap, harganya pasti, dan tempatnya bersih. Itu untuk pemasukan jangka pendek saya sambil menunggu proyek besar selesai. Saya ingin Negeri Binatang menjadi salah satu pemasok utama barang-barang unik di sana."

Raja terdiam sejenak, tampak mengagumi cara berpikir Melan yang begitu sistematis dan berorientasi masa depan.

"Cara berpikirmu aneh, Melan. Sangat tidak seperti manusia yang pernah kutemui. Mereka biasanya datang meminta pajak atau tanah. Tapi kau... kau datang meminta kemitraan."

"Pajak itu membebani rakyat, Yang Mulia. Kemitraan itu memakmurkan rakyat," sahut Melan telak.

Raja tertawa keras, tangannya menepuk meja. "Luar biasa! Jika suatu saat gedung itu berdiri, aku secara pribadi akan membuka jalur perdagangan besar-besaran. Selama ini kita memang berdagang, tapi tersebar di banyak toko kecil yang tidak teratur. Jika ada satu pusat yang menampung semuanya, itu akan sangat mempermudah distribusi barang-barang dari hutan kami."

Melan merasa matanya berubah jadi lambang dolar ($).

"Terima kasih, Yang Mulia! Saya jamin, produk dari Negeri Binatang akan jadi barang mewah di tempat saya."

Rapat Akbar dengan Para Juragan

Sore harinya, suasana di aula samping istana menjadi sangat sibuk. Sang Raja membuktikan ucapannya. Ia membawa delapan orang pedagang paling sukses di negerinya.

Ada juragan rempah bertelinga beruang, pengusaha tekstil sutra laba-laba, hingga eksportir buah-buahan eksotis yang tubuhnya mirip kera besar.

Melan berdiri di depan mereka, meskipun ia kecil dibandingkan para raksasa itu, auranya tidak goyah sedikit pun.

"Tuan-tuan," buka Melan dengan nada profesional.

"Saya tidak mau banyak basa-basi. Saya punya pasar di negeri manusia, dan kalian punya produk terbaik di dunia ini. Masalahnya selama ini adalah akses dan kepercayaan. Saya menawarkan tempat premium bagi produk kalian di Mall saya kelak."

Pedagang beruang mendengus, suaranya seperti guntur. "Bagaimana kami bisa percaya kalau ksatria manusiamu tidak akan merampas barang kami saat kami lewat perbatasan?"

"Karena saya sendiri yang akan menjamin keamanannya melalui kontrak resmi kerajaan," jawab Melan tenang.

"Saya juga akan membangun gudang transit di perbatasan. Kalian cukup taruh barang di sana, tim logistik saya yang akan mendistribusikannya. Kalian duduk manis saja dan terima koin emas setiap bulannya."

Para pedagang itu mulai berbisik-bisik. Tawaran Melan sangat menggiurkan karena menghilangkan risiko perjalanan jauh bagi mereka.

"Lalu, apa jaminannya bagi kami?" tanya pedagang kain sutra.

Melan mengeluarkan beberapa lembar kertas perkamen yang sudah ia tulis sejak siang tadi.

Ia menggunakan bahasa yang sederhana namun mengikat secara hukum (setidaknya hukum yang ia pahami).

"Tanda tangan kesepakatan ini," Melan menyodorkan perkamen itu.

"Di sini tertulis pembagian hasil, jaminan keamanan, dan kuantitas barang. Ini bukan sekadar janji mulut. Ini adalah kontrak kerja sama resmi antara Permaisuri Valerius dan para saudagar Negeri Binatang."

Satu per satu, para pedagang itu maju. Ada yang menandatangani dengan tinta, ada yang membubuhkan cap jempol besar mereka.

Melan melihat nama-nama itu dengan hati yang melonjak kegirangan.

Gila! Gue baru saja diculik seminggu, eh malah dapet kontrak eksklusif lintas negara! batin Melan puas. Nolan kalau tahu istrinya jadi 'Minister of Trade' dadakan begini pasti bakal syok.

"Satu hal lagi," Melan menatap mereka semua.

"Kibo adalah asisten saya. Segala komunikasi awal bisa lewat dia.."

Kibo, yang berdiri di pojok ruangan, menatap Melan dengan mata berkaca-kaca. seberapa baiknya Melan padanya sangat membuat hatinya tersentuh.

Bayang-bayang di Perbatasan

Setelah pertemuan itu selesai, Sang Raja mendekati Melan yang sedang membereskan kertas-kertasnya.

"Kau benar-benar wanita yang berbahaya, Melan," ujar Raja Singa itu setengah bercanda.

"Dalam satu sore, kau sudah menguasai ekonomi pedagang terbaikku."

"Saya hanya membantu mereka jadi lebih kaya, Yang Mulia," sahut Melan riang.

Namun, pembicaraan mereka terputus saat seorang ksatria elang terbang rendah dan mendarat dengan terburu-buru di balkon istana.

"Lapor, Yang Mulia Raja! Pasukan ksatria berbaju besi hitam dari Valerius sudah terlihat di perbatasan hutan! Mereka membawa bendera Mawar dan Pedang. Jumlahnya ribuan, dan aura mereka... sangat mengerikan."

Melan tersentak. Cincin di jarinya terasa dingin. Nolan! Dia beneran datang dengan pasukan perang?

Wajah Sang Raja menjadi sangat serius. Ia menatap Melan.

"Sepertinya waktumu untuk berbisnis di sini sudah habis, Permaisuri. Suamimu datang bukan untuk berdagang, tapi untuk menjemput miliknya. Dan jika aku tidak salah melihat dari laporan intelijenku... dia terlihat sangat, sangat marah."

Melan menelan ludah. "Bisa nggak ya, bilang sama dia kalau saya lagi 'meeting' penting?"

Raja hanya tersenyum kecut. "Sepertinya tidak bisa. Sebaiknya kau bersiap, Melan. Emosi Raja Nolan adalah sesuatu yang bahkan para binatang buas di sini pun takuti."

Melan segera merapikan gaunnya. Di satu sisi, ia takut akan amukan Nolan, tapi di sisi lain, ada bagian kecil di hatinya yang merasa... lega.

"Kibo! Siapkan barang-barang kita!" teriak Melan. "Dan jangan lupa bawa semua kontrak kerja sama itu! Jangan sampai ada yang tertinggal!"

Kinan atau Melan sudah siap menghadapi suaminya. Ia tidak hanya akan pulang membawa diri, tapi membawa dokumen-dokumen yang akan mengubah wajah kerajaan selamanya. Tapi sebelum itu, ia harus mencari cara agar Nolan tidak meratakan istana indah ini dengan tanah hanya karena salah paham.

1
ilaa
lanjut up thorr, penasaran sama si fek fe
merpati: ga nyangka 🤭
total 1 replies
Ma Em
Melan emang unik sdh diculik tapi msh saja memikirkan bagaimana caranya bisnis untuk mengumpulkan pundi pundi uang masuk ke kantongnya .
merpati: soalnya di kehidupan sebelumnya melan jadi pekerja, di kehidupan kedua dia mau jadi bosnya
total 1 replies
Ma Em
Semoga apa yg akan Melan lakukan segera terlaksana dan benar2 sukses dgn yg Melan bangun agar Raja dan orang2 yg ada di kerajaan Nolan tdk meremehkan Melan lagi .
merpati: melan mah nggak peduli di remehin yg penting kaya dulu 🤭🙏
total 1 replies
Andini Cantik
lanjuttttt up
Firniawati
bagus tidak menye² tapi pemilihan katanya yg campur aduk
merpati: makasih kakaa, nanti aku revisi
total 1 replies
Firniawati
ayo kak kapan updatenya?
Sesarni Andiva
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!