Yudi seorang pria dari dunia modern terlempar ke Tahun 700 masehi di pulau Buton, saat ayahnya meninggal Ayahnya mengatakan Bahwa ibunya ada di Bumi bagian utara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24: Berdirinya Islamabad dan Armada Sang Penakluk
3 Desember 700 Masehi — Dataran Potohar
Angin dingin dari pegunungan Hindu Kush bertiup melintasi hamparan luas Dataran Potohar. Di tempat ini, sejarah sedang diukir ulang melalui kehendak absolut seorang pemuda yang memegang kunci teknologi masa depan. Yudi Rahmad berdiri di atas balkon pusat komando yang baru saja selesai dibangun. Di bawahnya, sebuah kota masa depan sedang bangkit dari debu sejarah.
"Mulai hari ini," suara Yudi bergema melalui sistem siaran terintegrasi yang menjangkau seluruh wilayah pendudukan hingga ke pelosok Himalaya, "Pusat kekuasaan kita tidak lagi berada di ketinggian Lhasa. Kita akan turun ke lembah yang menjadi jembatan antara Asia Tengah, India, dan Persia. Tempat ini, Potohar, secara resmi aku beri nama Islamabad—Kota Kedamaian bagi mereka yang tunduk, dan Kota Keadilan bagi mereka yang tertindas."
Pemindahan ibu kota ke Islamabad adalah langkah strategis Yudi untuk mengunci kendali atas seluruh daratan India yang baru saja takluk. Namun, momen yang paling spektakuler hari itu adalah saat Yudi memutuskan untuk mematerialisasikan seluruh cadangan strategisnya dari sistem untuk ditempatkan secara permanen di ibu kota baru tersebut.
Manifestasi Massal dari Inventory Sistem
Yudi melangkah ke area terbuka di pinggiran Islamabad yang luasnya mencapai puluhan kilometer. Dengan akses penuh ke dalam Inventory Sistem, ia mulai mengeluarkan aset militer yang selama ini tersimpan dalam ruang dimensi untuk ditempatkan di barak-barak dan pangkalan utama.
Satu demi satu, materialisasi logam raksasa muncul dari udara tipis dengan suara dentuman yang menggetarkan tanah. 320 Tank tempur utama muncul dalam formasi baris yang rapi, disusul oleh 100 Artileri berat, 30 MLRS, serta 130 Mortar. Di sisi lain, 230 Armored Car berlapis baja muncul memenuhi lapangan parkir militer yang luas.
Di angkasa, pemandangan jauh lebih mengerikan. Dari celah dimensi sistem, muncul 200 Jet Tempur (Bomber, Fighter, Interceptor) yang langsung menempati landasan pacu beton Islamabad yang luas. 120 Helikopter tempur dan 10 Pesawat Pengangkut raksasa turut mewujud, menutupi sinar matahari sore dengan bayangan sayap baja mereka. Untuk melengkapi kekuatan pengintaian, 130 Drone Tempur juga dikeluarkan.
Kejutan terbesar berada di pesisir selatan yang kini terhubung secara logistik. Di permukaan air samudera, muncul dua raksasa baja: 2 Kapal Induk Modern. Di sekelilingnya, muncul 20 Frigat, 10 Cruiser, 12 Battleship, serta 25 FAC. Bahkan di bawah permukaan laut, 20 Kapal Selam mulai berpatroli. Seluruh armada ini dikeluarkan secara instan, menjadikan Dinasti Rahmad penguasa samudera tanpa tanding.
Kekuatan Personel: Legiun Baru Asia
Seiring dengan persenjataan yang telah siap, Yudi telah merestrukturisasi personel militernya yang kini mencapai angka fantastis hasil dari rekrutmen besar-besaran di wilayah India dan Tibet:
1.200.000 Pasukan Infanteri
800.000 Kavaleri Bermotor
20.000 Swordsman (Pasukan Elit Pengawal Kaisar)
320.000 Pasukan Cadangan
Persiapan Lamaran: Keberangkatan Menuju Luoyang
Dengan selesainya mobilisasi di Islamabad, Yudi mengalihkan perhatiannya pada janji yang telah ia ikat dengan Yue Qing. Bagi Yudi, perjalanannya ke Luoyang kali ini bukan lagi sekadar kunjungan diplomatik, melainkan pernyataan kedaulatan Dinasti Rahmad sebagai kekaisaran yang mandiri.
"Galuh," panggil Yudi dengan tenang. "Siapkan iring-iringan lamaran. Kita berangkat ke Luoyang sekarang. Pastikan hantaran yang kita bawa mencerminkan kemakmuran Islamabad dan Tibet."
Yudi menyiapkan iring-iringan yang spektakuler. Ia mengeluarkan berbagai harta dari Inventory Sistem sebagai hantaran utama: perhiasan langka yang belum pernah dilihat di daratan Tiongkok, perangkat teknologi medis tingkat tinggi, serta ribuan gulung kain sutra masa depan. Kemegahan ini dibawa sebagai bentuk penghormatan tertinggi sekaligus penegasan posisi tawarnya di hadapan para menteri Zhou.
Kabar mengenai keberangkatan Yudi segera sampai ke Luoyang melalui jalur komunikasi cepat. Maharani Wu Lin menyambut kabar itu dengan persiapan pesta penyambutan yang megah; ia tahu pertemuan ini akan mengukuhkan aliansi paling kuat dalam sejarah dunia. Di sisi lain, Yue Qing berdiri di balkon tertinggi istana, menatap cakrawala Barat dengan penuh harap. Ia tahu bahwa pria yang datang menjemputnya adalah satu-satunya penguasa yang mampu mematahkan tiga kerajaan besar India dalam sekejap mata.
Statistik Kerajaan Dinasti Rahmad (Per 3 Desember 700 Masehi)
Ibu Kota Baru
Islamabad (Eks-Potohar)
Luas Wilayah
5.200.000 Kilometer Persegi (Membentang dari Tibet hingga ujung Selatan India)
Total Populasi
72.000.000 Jiwa
Penduduk Muslim
13.875.600 Jiwa
Status Politik
Hegemoni Tunggal Asia (Aliansi Sabit & Aliansi Bulan-Matahari)
Silahkan terus skroll