NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Seorang Perfeksionis

Istri Rahasia Seorang Perfeksionis

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Daniela Arden Atmaja terpaksa masuk ke dunia malam demi bertahan hidup.

Darren Arkhanio Callister adalah pria perfeksionis yang menilai segalanya dari apa yang terlihat. Baginya, Daniela tidak pantas berada dalam hidupnya, apalagi ia sudah memiliki Crissiana, kekasih sempurna.

Namun di ujung napasnya, sang kakek memohon Darren menikahi Daniela, cucu dari almarhum sahabatnya.
Pernikahan pun akhirnya terjadi secara diam-diam. Tanpa cinta. Tanpa pengakuan. Tanpa diketahui siapa pun.

Darren tetap merendahkan Daniela dan tidak pernah ingin mengenalnya. Sementara Daniela memilih cuek dan tak perduli. Mau menikah pun karena permintaan terakhir dari sahabat almarhum kakeknya.

Hingga sebuah insiden terjadi.
Harga diri Daniela direnggut.
Saat Darren akhirnya menyadari bahwa Daniela tidak seperti yang ia kira, semuanya sudah terlambat.

Daniela pergi tanpa penjelasan dan tanpa jejak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Empat

Kalimat dokter itu bagaikan petir yang menyambar di tengah kelegaan keluarga Callister.

Citra langsung menangis semakin keras.

"Enggak... Darren pasti cuma masih linglung kan, Dok?" suaranya bergetar penuh harap. "Dia pasti masih belum sadar sepenuhnya."

Dokter menghela napas pelan sebelum kembali menatap Darren yang terlihat kebingungan di atas ranjang.

"Kami masih harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisinya. Tapi untuk sementara, kemungkinan besar pasien mengalami amnesia."

"Amnesia...?" ulang Antonio pelan dengan wajah menegang.

Darren sendiri mulai terlihat gelisah. Tatapannya terus berpindah ke seluruh ruangan seolah merasa asing dengan semuanya.

"Apa yang terjadi sama saya?" tanyanya lirih. "Kenapa kepala saya sakit sekali?"

Dokter segera mendekat.

"Tenang Tuan Darren, Anda mengalami kecelakaan cukup serius lebih dari seminggu lalu."

"Kecelakaan...?"

Darren mengernyit kuat sambil memegang kepalanya pelan. Potongan-potongan bayangan samar mulai bermunculan di benaknya, tetapi semuanya terasa kabur dan tidak jelas.

Hujan deras.

Lampu sorot.

Suara benturan keras.

Lalu setelah itu gelap.

Darren langsung meringis menahan sakit di kepalanya.

"Jangan dipaksa mengingat dulu," ujar dokter cepat. "Kondisi Anda masih lemah."

Namun Darren kembali menatap Antonio dan Citra dengan sorot bingung yang membuat hati kedua orang tuanya terasa semakin hancur.

"Maaf..." ucapnya pelan. "Saya benar-benar tidak mengenali kalian."

Air mata Citra kembali jatuh tanpa bisa ditahan.

Wanita itu langsung membalikkan tubuhnya sebentar, berusaha menenangkan dirinya sendiri agar tidak menangis histeris di depan putranya.

Sementara Antonio mengepalkan tangannya kuat-kuat.

Untuk pertama kalinya pria itu benar-benar merasa tak berdaya.

Tidak lama kemudian dokter meminta keluarga Darren keluar terlebih dahulu agar pasien bisa diperiksa lebih lanjut.

Dengan langkah lemas, Antonio dan Citra keluar dari ruang ICU.

Baru saja pintu tertutup, Citra langsung menangis di dada suaminya.

"Kenapa jadi seperti ini..." isaknya pecah. "Kenapa Darren sampai lupa sama kita..."

Antonio memejamkan mata sesaat sambil memeluk tubuh istrinya yang gemetar.

Sementara di dalam ruang ICU, Darren masih menatap kosong ke arah langit-langit ruangan.

Perasaannya terasa aneh.

Kosong.

Seolah ada sesuatu yang hilang dari dirinya, tetapi ia sendiri tidak tahu apa itu.

Namun entah kenapa, di tengah kepalanya yang dipenuhi kebingungan, samar-samar muncul bayangan seorang perempuan.

Wajahnya tidak terlihat jelas.

Tetapi dadanya tiba-tiba terasa sesak tanpa alasan.

***

Tanpa terasa, usia kandungan Daniela kini telah menginjak bulan keempat. Masa-masa sulit yang penuh drama mual dan muntah di pagi hari akhirnya berhasil ia lewati. Namun, ada satu hal yang terasa ganjil bagi Daniela. Di usia kehamilan ini, ia sama sekali tidak merasakan apa yang disebut orang sebagai fase ngidam.

​Kondisi itu sangat kontras dengan teman satu kerjanya yang juga tengah hamil empat bulan. Temannya itu hampir setiap hari merajuk, meminta dibelikan rujak, buah-buahan asam, atau mengajukan berbagai permintaan aneh lainnya kepada sang suami.

​Ketika rasa penasarannya itu diutarakan kepada Harsiwi, wanita paruh baya itu hanya mampu menyunggingkan senyum penuh arti.

​"Mungkin bayimu tahu diri dan kasihan padamu, Nak. Kalau temanmu minta ini dan itu, ada suami yang siap sedia memenuhinya. Sementara kalau kamu yang seperti itu, kamu harus berjuang sendirian untuk mendapatkannya."

​Daniela tersenyum miris mendengar jawaban dari Mak Tuanya. Ucapan itu telak menghantam lubuk hatinya, menyisakan sebersit rasa perih yang samar.

​Perlahan, jemari tangannya bergerak mengusap lembut perutnya yang kini mulai tampak membuncit.

​"Terima kasih, Nak. Kamu memang anak Mama yang baik," bisik Daniela dalam hati, seiring dengan sudut matanya yang mulai digenangi air mata hangat.

​Sudah tiga bulan berlalu sejak Daniela dan Harsiwi memutuskan untuk meninggalkan masa lalu mereka jauh di belakang. Kini mereka menetap di sebuah kota yang jaraknya hampir tiga ratus kilometer dari desa asal Harsiwi.

​Kehidupan baru perlahan mereka tata. Daniela bahkan sudah berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai kasir di sebuah supermarket yang lumayan besar di kota tersebut.

​Demi masa depan Daniela dan calon cucu yang ada di dalam kandungan keponakannya, Harsiwi rela mengalah pada keadaan. Ia berbesar hati meninggalkan desa kelahirannya, tempat yang seumur hidupnya belum pernah ia tinggalkan sebelumnya.

***

Malam itu, setelah supermarket tempatnya bekerja tutup, Daniela berjalan kaki menyusuri trotoar menuju kontrakan kecil mereka. Langkahnya sengaja ia perlambat, menikmati semilir angin malam yang menerpa wajah lelahnya. Meski kakinya terasa sedikit pegal setelah berdiri berjam-jam di balik mesin kasir, rasa lelah itu seolah menguap setiap kali ia mengingat perjuangan Mak Tuanya.

Sesampainya di rumah, aroma wangi sayur bening dan tempe goreng langsung menyambut indra penciumannya. Harsiwi rupanya sedang menata makan malam di atas meja kayu kecil mereka.

"Sudah pulang, Nak? Ayo langsung makan, Mak Tua sudah siapkan air hangat juga kalau kamu mau mandi dulu," sambut Harsiwi hangat sambil mengambil tas kerja Daniela dan diletakkan di atas meja bufet.

Daniela memandang sosok wanita tua di hadapannya dengan rasa takjub sekaligus haru.

"Mak Tua tidak perlu repot-repot seperti ini, aku bisa siapkan sendiri setelah pulang kerja," jawab Daniela lembut.

Harsiwi menghentikan aktivitasnya, lalu menatap Daniela dengan pandangan keibuan yang begitu teduh. Ia mendekat dan mengusap pundak keponakannya itu.

"Mak Tua cuma mau memastikan kamu dan kandunganmu sehat. Hanya kalian berdua harta Mak Tua yang tersisa sekarang."

Air mata yang sejak siang tadi Daniela tahan, akhirnya luruh juga. Ia langsung memeluk tubuh ringkih Harsiwi dengan erat, menumpahkan segala rasa bersalah sekaligus rasa syukur yang membuncah di dadanya.

Di kota baru ini, di bawah atap kontrakan yang sederhana, mereka memang kehilangan banyak hal dari masa lalu. Namun, di dalam rahim Daniela yang kian membesar, ada sebuah kehidupan baru yang membawa harapan baru bagi mereka berdua. Mereka tahu jalan di depan tidak akan mudah, tetapi selama mereka saling memiliki, malam yang dingin pun akan selalu terasa hangat.

***

​Cerita berbeda dialami oleh Darren. Pagi itu, di sela-sela masa pemulihan pasca kecelakaan hebat yang menimpanya, Darren mendadak merasakan sesuatu yang begitu mendesak. Sebuah hasrat yang sangat sulit untuk diabaikan, tetapi di sisi lain juga sangat sulit diterima oleh nalarnya sendiri.

​Bagaimana tidak? Jarum jam bahkan belum tepat menunjuk ke angka tujuh pagi, tetapi dia sudah sangat menginginkan makanan yang sebelumnya tak pernah ia sukai. Jangankan ingin memakannya, melintas dalam bayangannya pun tidak pernah, apalagi di waktu sepagi ini.

​"Ma... aku... aku mau...!"

​Darren menatap ibunya yang baru saja membuka gorden jendela kamarnya. Meskipun hantaman kecelakaan itu membuat ingatan masa lalunya hilang karena amnesia, kini ia mulai terbiasa memanggil Citra dengan sebutan Mama.

​"Mau apa, Darren? Katakan saja."

​"Aku... aku mau buah, Ma."

​Citra terkekeh mendengar permintaan putranya yang terdengar begitu ragu-ragu dan penuh kepanikan kecil.

​"Susah banget cuma mau bilang pengen buah. Memangnya kamu mau buah apa? Tinggal sebut aja, nanti biar Bi Ita Mama suruh siapin."

​"Macam-macam, Ma. Yang ada mangganya, nanas, kedondong, jambu air, bengkoang, dan lain-lainnya."

​Dahi Citra seketika berkerenyit. Ia menatap lekat-lekat wajah sang putra, sementara Darren justru mendadak salah tingkah dan membuang pandangan.

​"Bukannya biasanya kamu minta buah naga, anggur, atau jeruk?"

​Darren langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.

​"Nggak, bukan buah-buah itu! Tapi buah yang dipotong-potong, terus pakai bumbu gula merah yang pedas dan asem-asem."

​"Hah?!"

1
Neng Nosita
giliran Darren yg ngidam😄
Muft Smoker
astagaaaa Darren lupa ingatan ,, jgn sampe si Selina ngaku2 jdi istri ny Darren deeh ,,
kak jgn jahat2 sama Daniela yx kak ,,
lgi hamil looo dy ,,
🤭🤭🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁
Nessa
sudah ku dugaa akan ada drama hilang ingatan, it’s okay lah semoga darren dan daniela segera bertemu
Brilliante Brillia
Assalamualaikum
para readers tercinta, jika buku induk ada kesamaan dengan buku lain, mohon jangan nge-judge ini plagiat ya. otor bersumpah demi apapun tak ada plagiat karena sudah merasakan bagaimana rasanya di-plagiat-n. mungkin hanya kesamaan beberapa part aja.
terimakasih 🙏🫶
mimief
jgn kejam kejam lah Thor sama Daniella😔
Brilliante Brillia: tenang aja kk, semua akan indah pd waktunya 😄
total 1 replies
partini
OMG ko bisa sama jalan cerita nya Thor welehhhhh , sama yg lagi kau baca ok lah aku selesai dulu yg itu soalnya Agi seru"nya jadi aku tinggal yg ini
Nessa
waduhhhh darren 🙊🙈🙈🙈
Neng Nosita
plies jangan dibikin amnesia Thor,kasihan nanti daniela😄
mimief
ya...dibikin amnesia ya Thor.trus lupa ntar Ama Daniella
bayinya gimana Thor nasibnya 🫣😭😭
partini
berharap Darren di bikin muntah" lemes sama Debay ternyata kecelakaan wehh,, jangan" sama nih kaya novel yg lagi aku baca kecelakaan terus hilang malah nikah sama ulet bulu 🤦🤦🤦 Ampe bininya lahiran
Ivy
Daniela hamidun wah tocker juga Darren 😂
Muft Smoker
ni Mah Darren versi sachet udh hadiiir ,,
🤭🤭🤭🤭🤭
next kak
mimief
lagi Thor....lanjut
lanjut
partini
Darren Junior ini mah,,si Kunti bogel Selina pintar kamu yah luar biasa emeng si yg namanya ulet bulu di mana" selalu beruntung punya seribu cara bikin huru hara pernovelan
Nessa
daniela hamil ea thor
Neng Nosita
apakah ortu Darren gak tahu tentang wasiat kakeknya Darren?
olyv
lanjut
Nessa
akan syok saat tau wanita yang kalian hina itu istri sah nya darren menatu kalian sendiri wkwkwk…
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
biar laa Darren pusing keliling keliling nyari Daniela ,,
salah sendiri makin terkam aj anak org ,,
sekarang kalang kabut kan pas istri nu udh kabuur😒😒😒
olyv
lanjut...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!