NovelToon NovelToon
ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA(MAFIA KEJAM DAN CEO DINGGIN)

ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA(MAFIA KEJAM DAN CEO DINGGIN)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: lestari visa

📚 JUDUL: ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA
(MAFIA KEJAM & CEO DINGIN)
✍️ Penulis: Lestari Visa

Siapa sangka, gadis lembut berhijab ini adalah harta paling berharga bagi dua penguasa besar yang ditakuti banyak orang? 🖤

Satu saudara adalah bos mafia yang kejam dan tak berperasaan, sementara yang lain adalah CEO dingin yang memegang kendali dunia bisnis. Bagi orang lain, mereka adalah sosok yang menakutkan dan sulit didekati. Tapi di hadapan adik bungsu kesayangan mereka, segalanya berubah. Kekejaman dan kedinginan itu lenyap, berganti menjadi kasih sayang yang tak terhingga dan perlindungan mati.

Di mana pun dia berada, dia adalah ratu yang tak tersentuh. Siapa pun yang berani menyakiti hatinya, harus bersiap menghadapi murka kedua abangnya yang tak kenal ampun.

Ikuti kisah manis, menegangkan, dan penuh kasih sayang ini hanya di NovelToon! Klik tautan di bawah untuk mulai membaca 👇

yu baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lestari visa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 : KEBERSAMAAN KELUARGA YANG PENUH KEHANGATAN

Dan tidak lama lagi terdengar suara mesin mobil yang datang mendekat ke halaman rumah yang luas dan indah itu. Suara klakson yang berbunyi tit..tittt... terdengar jelas, menandakan bahwa tamu yang ditunggu-tunggu sudah sampai di depan pagar rumah yang besar dan mewah itu. Ternyata itu adalah Alfaro bersama istrinya, mereka datang bersama dengan kedua orang tua mereka.

Setelah mendengar suara klakson, penjaga rumah Alfin yang sudah menunggu di pos jaga segera membukakan pagar besar itu dengan kunci yang sudah disiapkan, sesuai dengan perintah yang diberikan sebelumnya. Pagar yang terbuat dari besi berukir indah itu terbuka perlahan, memberi jalan bagi mobil yang akan masuk ke dalam halaman. Alfaro duduk di kursi pengemudi, dia dengan hati-hati menggerakkan tuas pemindah gigi dan mengatur arah kendaraan, memperhatikan setiap gerakan agar mobilnya tidak menabrak apapun dan bisa terparkir dengan rapi di tempat yang sudah disediakan. Setelah semua mobil terparkir dengan benar dan rapi, mereka semua pun turun dari kendaraan.

Aisyah yang sedang duduk di ruang tamu melihat siapa yang datang, wajahnya langsung berseri-seri penuh kegembiraan yang tidak bisa ditahan lagi. Dia segera berlari dengan langkah yang cepat menuju arah keluarga yang baru tiba itu, dan dengan senang hati dia langsung memeluk erat ayah dan ibunya yang sudah lama tidak dia temui. Tidak lupa juga dia menyalami kedua tangan orang tuanya sebagai tanda rasa hormat dan kasih sayang yang besar, lalu dia juga menyalami tangan abangnya Alfaro, lalu baru menyalami kakan ipatnya istri dari alfaro yang sedang berdiri di samping Alfaro.

Di lengan nisa kaka ipar istri dari abang nya yang bernama alfaro tergenggam erat seorang bayi mungil yang sangat tampan dan menggemaskan. Bayi itu memiliki wajah yang sangat menarik dengan hidung yang mancung, alis yang tebal dan rapi, serta bulu mata yang lentik dan panjang. Kulitnya yang putih bersih dan halus membuatnya terlihat semakin lucu, dan semua orang yang melihatnya akan langsung mengakui bahwa bayi itu sangat mirip dengan abangnya, Alfin, baik dari bentuk wajah nya. Kehadiran bayi mungil yang di beri nama kenzi yang sangat disayangi itu menambah kebahagiaan dan kehangatan tersendiri di antara semua anggota keluarga yang berkumpul saat itu, membuat suasana terasa semakin hidup dan penuh cinta.

Setelah semua saling menyapa dan berpelukan dengan penuh kasih sayang, mereka semua pun segera masuk ke dalam rumah yang luas dan mewah itu. Di sepanjang jalan menuju ruang tamu yang utama, mereka disambut oleh para bodyguard dan pembantu rumah tangga yang sudah berbaris dengan rapi di kedua sisi jalan. Semua mereka menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat yang tinggi kepada tuan dan nyonya rumah serta tamu yang berharga, mereka tidak berani menatap wajah mereka secara langsung karena menyadari betapa besar dan terhormatnya keluarga yang mereka layani itu.

Zara yang saat itu sedang asyik menikmati rujak yang dia pesan dengan rasa yang sangat asam seperti yang dia inginkan, segera menoleh ke arah pintu ketika mendengar suara orang-orang yang datang dan saling menyapa. Ketika dia melihat siapa yang datang, dia langsung mengenali kedua orang tua suaminya yang sudah sangat dia sayangi, dan perasaan bahagia yang ada di hatinya terasa semakin bertambah banyak hingga membuat matanya berbinar-binar. Dia segera berdiri dengan cepat dan berlari menuju arah mertuanya, dengan senang hati dia langsung memeluk erat kedua orang tua suaminya itu seolah-olah mereka adalah orang tua kandungnya sendiri. Tidak lupa juga dia menyalami kedua tangan mereka dengan lembut dan penuh rasa hormat, sebagai tanda rasa terima kasih dan cinta yang dia miliki kepada mereka yang sudah menerima dan menyayanginya dengan baik di dalam keluarga mereka.

Alfin yang melihat istrinya berlari menuju orang tuanya segera menegur nya dengan suara yang lembut namun penuh perhatian, sambil berjalan mendekat mengikuti langkah istrinya. "Sayang, jangan lari-lari ya. Kamu sedang hamil besar sekarang, hati-hati nanti bisa terjatuh atau menabrak sesuatu yang bisa membahayakan kamu dan bayi kita yang ada di dalam perutmu," katanya dengan nada yang khawatir namun penuh kasih sayang yang terlihat jelas di wajahnya.

Mendengar perkataan suaminya yang penuh perhatian, Zara segera berhenti berlari dan menoleh ke arah Alfin dengan wajah yang sedikit malu. Dia menundukkan kepalanya sebentar, lalu mengangkat wajahnya kembali sambil tersenyum manis. "Iya, Mas. Aku minta maaf ya, aku tidak sengaja lupa karena aku terlalu senang dan gembira melihat mertuaku datang berkunjung ke rumah kita. Aku tidak bisa menahan perasaanku yang begitu besar," jawabnya dengan suara yang lembut dan penuh rasa malu. Dia benar-benar tidak bermaksud berbuat salah, hanya saja kebahagiaannya terlalu besar sehingga dia tidak bisa mengatur langkah kakinya dan ingin segera menyambut orang-orang yang paling dia cintai itu.

Setelah saling menyapa dan berbicara sebentar dengan penuh kehangatan, mereka semua pun segera duduk di kursi-kursi yang sudah disiapkan dengan rapi dan nyaman di ruang tamu yang luas dan indah itu. Ruangan itu dihias dengan sangat cantik, dengan perabotan yang berkualitas tinggi dan dekorasi yang membuat suasana terasa semakin nyaman dan menenangkan. Tidak lama kemudian, beberapa pembantu rumah tangga datang berjalan dengan langkah yang teratur, membawa nampan-nampan yang berisi minuman segar yang lezat dan berbagai macam makanan ringan serta makanan penutup yang dibuat dengan sangat baik. Mereka menaruh semua barang yang dibawa itu di atas meja besar yang ada di tengah ruangan dengan rapi, lalu mundur ke samping untuk memberikan ruang dan kenyamanan kepada keluarga besar itu.

Setelah semuanya siap, mereka semua mulai berbincang-bincang dengan santai dan tenang. Mereka bercerita tentang berbagai hal yang mereka alami sejak terakhir kali bertemu, berbagi pengalaman dan perasaan satu sama lain, serta tertawa mendengar cerita-cerita yang lucu dan menyenangkan yang membuat suasana terasa semakin seru. Semua orang terlihat sangat bahagia dan menikmati setiap momen yang dihabiskan bersama, tidak ada sedikit pun rasa jarak atau kesedihan yang ada di antara mereka.

Di tengah percakapan yang seru dan menyenangkan itu, semua orang mulai memperhatikan tingkah laku Aisyah yang sedang duduk di dekat ponakannya, bayi mungil yang dipegang dengan hati-hati oleh kakak iparnya nisa istri dari abangnya alfaro. Aisyah terlihat sangat iseng dan tidak bisa diam, dia terus menggerakkan tangannya dan membuat berbagai gerakan lucu di depan wajah ponakannya itu, seolah-olah dia sedang bermain dan berbicara dengan bayi yang masih sangat kecil dan belum bisa berbicara itu. Awalnya bayi itu terlihat senang dan tertawa kecil melihat tingkah bibi nya yang lucu dan menggemaskan, dia menatap wajah Aisyah dengan mata yang terbuka lebar seolah-olah dia juga menikmati permainan yang dilakukan oleh bibi kesayangannya.

Namun, lama-kelamaan karena dia merasa lelah dan tidak nyaman dengan tingkah laku Aisyah yang terus mengganggu dan membuatnya tidak bisa beristirahat dengan tenang, akhirnya bayi mungil itu mulai menangis dengan suara yang keras dan menyentak. Suara tangisnya yang jelas terdengar di seluruh ruangan, membuat semua orang yang ada di sana menoleh ke arah mereka berdua.

Melihat ponakannya menangis, semua orang mulai menatap Aisyah dan mereka semua mengira bahwa dia yang membuat masalah dan harus menyelesaikan kesalahannya itu. Namun, hal yang membuat semua orang terkejut dan tertawa adalah reaksi Aisyah sendiri. Alih-alih tidak merasa bersalah atau menyesal atas perbuatannya, Aisyah malah terlihat tidak merasa bersalah sama sekali dan malah terlihat senang. Dia hanya berdiri sambil menyeringai dan tertawa kecil, seolah-olah apa yang dia lakukan adalah hal yang paling menyenangkan yang pernah dia lakukan.

Tidak hanya itu, tingkah laku Aisyah yang semakin membuat orang-orang tertawa adalah dia yang malah mencuri sesuatu dari abangnya sendiri. Dia berjalan mendekat ke arah Alfin yang sedang duduk di sebelahnya, dan dengan cepat dia mengambil beberapa keping keripik yang ada di atas meja samping tempat duduk Alfin. Dia mencuri keripik itu dengan gerakan yang sangat cepat dan lincah, seolah-olah dia sedang melakukan permainan yang sangat seru dan menantang.

Alfin yang melihat semua yang dilakukan adiknya itu langsung melotot ke arah Aisyah dengan ekspresi wajah yang terlihat tidak percaya dan sedikit marah, meskipun sebenarnya dia tidak bisa benar-benar marah kepada adiknya yang dia cintai itu. Dia menatap Aisyah dengan pandangan yang tajam, seolah-olah dia sedang berkata "Kamu ini anak apa sih, berbuat hal yang tidak baik tapi tidak merasa bersalah sama sekali".

Sementara itu, semua orang yang melihat tingkah laku kedua saudara itu tidak bisa menahan tawa, mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat keunikan dan kelucuan yang terjadi di depan mata mereka. Ada yang tertawa melihat bagaimana Aisyah berbuat nakal tanpa rasa bersalah sama sekali, ada yang tertawa melihat bagaimana Alfin terlihat marah namun tidak bisa berbuat apa-apa kepada adiknya sendiri, dan ada juga yang tertawa melihat bagaimana suasana menjadi semakin seru dan menyenangkan karena tingkah laku mereka berdua yang tidak biasa. Semua orang merasa sangat senang dan gembira melihat momen-momen lucu seperti ini, karena hal-hal seperti ini membuat suasana keluarga terasa semakin hidup dan penuh warna.

Setelah beberapa saat, Aisyah yang melihat bahwa semua orang sedang tertawa melihat tingkahnya, dia juga ikut tertawa dengan lepas dan ceria. Dia kemudian mendekati ponakannya yang masih menangis dengan suara yang keras, dan dengan lembut dia menepuk-nepuk punggung bayi itu sambil berbicara dengan suara yang manis dan lembut. "Maaf ya ponakan Bibi, Bibi tidak akan mengganggu kamu lagi ya. Jangan menangis lagi ya, nanti wajahmu jadi jelek kalau terus menangis seperti itu," katanya dengan nada yang penuh perhatian dan kasih sayang.

Mendengar suara Bibi nya yang lembut dan melihat wajah bibi nya yang tersenyum manis, bayi mungil itu akhirnya berhenti menangis dan mulai tenang kembali. Dia menatap Aisyah dengan mata yang terbuka lebar seolah-olah dia mengerti apa yang dikatakan oleh bibi kesayangannya itu, dan perlahan-lahan dia mulai tersenyum kecil. Semua orang yang melihatnya merasa lega dan gembira melihat bahwa beby kenzi sudah tidak menangis lagi dan kembali tenang.

Alfin yang melihat hal itu hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, dia tidak bisa marah lagi kepada adiknya karena dia tahu bahwa semua yang dilakukan Aisyah itu hanya karena dia memiliki hati yang baik dan ingin berbagi kebahagiaan dengan orang-orang di sekitarnya. Dia menyadari bahwa tingkah laku adiknya yang nakal dan lucu itu sebenarnya adalah tanda bahwa dia adalah orang yang ceria, suka bercanda, dan selalu berusaha membuat semua orang di sekitarnya merasa senang dan bahagia.

Kedua orang tua mereka juga ikut tertawa melihat tingkah laku anak dan adik mereka itu, mereka merasa sangat bersyukur dan beruntung karena memiliki keluarga yang begitu bahagia dan penuh kebersamaan. Mereka melihat bagaimana setiap anggota keluarga nya saling mencintai, saling menghormati, dan saling menyayangi satu sama lain, baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan apapun yang terjadi. Mereka merasa bahwa apa pun yang mereka miliki saat ini adalah anugerah yang paling berharga yang bisa diberikan oleh Tuhan kepada mereka, dan mereka akan selalu menjaga serta menghargai semua kebahagiaan yang mereka miliki ini.

Mereka semua terus duduk bersama, bercerita, tertawa, dan berbagi kebahagiaan satu sama lain sepanjang hari. Momen-momen yang indah dan menyenangkan seperti ini akan selalu terukir dengan indah dan tak akan pernah terlupakan di dalam hati mereka masing-masing, menjadi kenangan yang akan selalu mereka ingat seumur hidup. Dan mereka semua berjanji akan selalu menjaga kebersamaan dan kebahagiaan yang telah mereka bangun bersama, serta akan selalu berusaha untuk saling mendukung dan mencintai satu sama lain selama mereka hidup.

Suasana yang penuh kebahagiaan dan kehangatan itu terus berlanjut hingga hari mulai sore, membuat seluruh ruangan terasa dipenuhi dengan cinta dan kedamaian. Setiap orang yang ada di sana merasa sangat beruntung dan bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga yang indah ini, sebuah keluarga yang dibangun di atas dasar cinta yang tulus, pengertian yang baik, dan kebersamaan yang abadi.

📖 SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA! 🤗🩷

Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini! Semoga kalian menikmati setiap halaman dan setiap momen kebahagiaan, tawa, bahkan emosi yang terasa dalam setiap babnya ya. 🥰

Jangan lupa tinggalkan komentar dan berikan suka pada setiap bab yang kalian baca, ya! Jika kalian menyukai ceritaku, silakan tuliskan pendapat kalian — misalnya "Lanjutkan dong, ceritanya keren banget!" atau "Ceritanya bagus dan menyentuh hati!" — karena setiap kata dukungan dari kalian akan menjadi semangat terbesarku untuk terus menulis dengan lebih baik lagi. 🩷🌷

Kalau kalian ingin melihat gambaran visual dari semua tempat dan tokoh dalam cerita ini, kalian bisa mengunjungi👇👇🩷🌷

akun TikTokku:(lisalestari310)

akun Instagramku:(Lisa Lestari)

Jangan lupa untuk mengikuti dan memberikan komentar di sana juga ya, aku sangat menantikannya! 🤗🌷

Sekali lagi terima kasih banyak atas perhatian dan dukungannya. Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya ya! Selamat membaca dan sampai bertemu kembali! 👋👋🤗🌷

1
Nadia Permatasari
woy keren
Sonyy Mexrizon
aku tunggu ke lanjutannya Thor semagat💪😍
Sonyy Mexrizon
aku suka dengan alur ceritanya keren ini sih cerita yang paling menarik dan bagus

buat teman teman aku saranin coba baca dari awal di jamin seruuuu 😍🔥
Sonyy Mexrizon
kereennnn🔥😍
Sonyy Mexrizon
makin seruuu ceritanya aku suka enga nyesel aku nunggu kelanjutan ceritanya makin seruu apa lagi aku suka dengan karakter Aisyah dan kedua abangnya😍🔥
Sonyy Mexrizon
lanjutkan thor🔥💪😍
Sonyy Mexrizon
sangat luar biasa Thor makin seru bacanya💪🔥
Sonyy Mexrizon
😍😍💪
Sonyy Mexrizon
lanjutkan Thor baca kesini makin kesanah makin seruuu seritanya🔥💪
Sonyy Mexrizon
😍😍😍💪
Lestari Visa
luar biasa
Furi Pujianti
akhirnya aku menemukan novel yang aku. ingginkan
Furi Pujianti
aku tunggu bab selanjut thor semgata💪
Furi Pujianti
aku suka dengan jalan ceritanya 😍lanjut thor
Furi Pujianti
🥳🩵🩵🩵
Furi Pujianti
lanjut thor💪
Furi Pujianti
wow sangat keren dan bagus lajut thor
Furi Pujianti
keren novel KK lanjutkan KK aku suka😍
Sonyy Mexrizon
kerennn semangat Thor🥳
Sonyy Mexrizon
keren aku suka baca novel author,aku juga Maji Aisyah memiliki keluarga yang di bilang sangat menjaga permatanya dua Abang tampan yg satu mafia dan satu CEO keren Thor lanjut.ceritanya unik😍🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!