Kisah seorang anak perempuan yang selalu mendapatkan ketidakadilan dari sang ibu. gadis itu sering di bandingkan dengan saudara saudara nya sendiri. karena tuntutan ibunya, Lusiana harus terjun menjadi wanita malam, di sebuah club ternama di kota.
bagaimana car gadis itu bertahan dari keras nya dunia. apakah gadis itu mampu bahagia, atau malah sebaliknya?? ikuti kisah Lusiana sekarang juga!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.24
Lusi mau tak mau akhirnya menuruti kemauan Ken saat ini. Tak ada pilihan lain karena memang pria itu tak akan melepaskan nya begitu saja. Apalagi dia membutuhkan uang untuk melanjutkan hidup nya itu.
"Rendi akan datang besok pagi, untuk menjemput mu. Jadi bersiap lah!" ucap Ken yang langsung pergi tanpa menoleh ke arah Lusi.
Gadis itu langsung menatap Ken dengan wajah kesal nya, bagaimana bisa dia dipermainkan seperti ini.
"Dasar laki laki kulkas, mengapa kau selalu merepotkan diri ku!" ucap nya yang mencak mencak sendiri karena merasa begitu kesal.
"Bos, silahkan."ucap Rendi yang membukakan pintu mobil untuk bos nya itu.
"Apakah semuanya sudah siap?" tanya ken dengan wajah datar nya.
"Sudah tuan, semuanya sudah dipersiapkan dengan baik."
"Hmm.... Jalan!" perintah Ken dengan nada singkat dan langsung membuat Rendi segera mengemudikan mobil nya.
Dari jendela Lusi menatap kepergian kedua pria itu dengan tatapan tak suka nya. "Bagaimana bisa aku terjebak dengan pria seperti nya. Tapi tak ada pilihan lain, sebab pria itu pasti melakukan berbagai cara untuk bisa membuat aku sengsara!" ucap nya dalam hati yang merasa kesal dengan keadaan nya saat ini.
Keesokan harinya, Lusi telah siap dengan mengunakan pakaian sederhana yang dia miliki. Tak lupa dia memoles bibir nya agar tak terlihat pucat.
"Tok...tok...pintu rumah nya telah di ketuk oleh Rendi. Lusi yang tau bahwa pasti itu adalah orang suruhan pria arogan itu, langsung segera beranjak keluar.
"Cklek.... "
"Nyonya ayo silahkan masuk. Tuan sudah menunggu di mobil."
"Deg... Perasaan Lusi benar benar kalut saat ini, entah mengapa jantung nya berdetak kencang.
"Ba_baik." ucap nya sedikit gugup membuta Rendi menahan senyum nya. Merasa lucu melihat wajah calon nyonya barunya itu, yang tampak gugup.
"Kau sangat lambat!" ucap ketus Ken saat lusi naik ke dalam mobil.
"Bukan kah aku hanya telat beberapa menit tuan?" ucap lusi dengan raut wajah kesal nya.
"Sama saja! Jalan kan mobil nya ren, apa lagi yang kau tunggu?" ketus Ken yang merasa kesal dengan asisten kepercayaan nya itu.
Setelah menempuh beberapa menit di perjalanan, akhirnya mereka sampai di salah satu kantor urusan agama terdekat. disana ternyata Rendi sudah mengurus segala dokumen milik Lusi dan juga Ken. jadi akad akan segera dilangsungkan.
Lusi langsung di hias oleh perias yang langsung di datangkan oleh Ken. Tentu saja beliau begitu senang saat mendengar bahwa pengusaha ternama menikah dengan seorang gadis. Lusi tampak kaku, dan tak menyangka akan berada di situasi seperti ini. apalagi tanpa didampingi oleh keluarga nya sendiri. walapun ibunya tak menyayangi nya, karena dia bukan anak kandung, tetapi tetap saja dari dia hanya mengetahui bahwa keluarga nya hanya ada Marni. bahkan dia merasa begitu bersedih saat di hari bahagia yang seharusnya diimpikan oleh para wanita yang akan menikah, dia tak memiliki siapapun.
"Saya terima nikahnya Lusi Carlina dengan mas kawin emas logam mulia 50 gram, satu unit rumah, dan satu unit mobil beserta uang tunai senilai 1 miliar dibayar tunai!" ucap Ken dengan suara lantang nya.
Hal itu membuat Lusi kaget dan langsung menoleh ke arah Ken yang tampak begitu datar terlihat. Bagaimana bisa pernikahan kontrak ini, begitu mewah dan jumlah mas kawin yang juga benar benar membuat nya kaget.
"Sah!" saksi telah mengucapkan kata sah membuat Lusi meneteskan air mata nya.
Apa mgkin Lusi putri konglomerat yg di culik waktu bayi..