NovelToon NovelToon
NAMA KU QUEEN

NAMA KU QUEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan
Popularitas:645
Nilai: 5
Nama Author: Dewi ars

NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.

Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.

Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??

Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKU BUKAN PECUNDANG QUEEN!!!

Erfan memantau GPS, menurut petunjuk GPS menunjukkan tinggal beberapa km lagi dia sudah sampai lokasi. Jalan semakin menanjak dan menikung, sesekali erfan mengurangi kecepatan karena bersimpangan dengan mobil lain. Di samping kiri terlihat tebing curam dan hamparan laut bebas, ada pembatas jalan yang melindungi di sepanjang jalanan.

Setelah melalui pemandangan yang begitu menakjubkan, motor erfan memasuki pemukiman penduduk, GPS terus menunjukkan jalan menuju rumah kakak nya queen. Erfan mematikan GPS, dia memutuskan untuk bertanya kepada penduduk sekitar.

"asalamualaikum pak, maaf... Rumahnya mas roni sebelah mana pak?, istrinya bernama tiyas berasal dari kota S "

" adek mengikuti jalan ini, lurus belok kiri, lurus lagi, ambil jalan setapak agak menurun. Rumah paling ujung lantainya keramik merah"

"Terimakasih pak " jawab

Erfan kembali mengendarai motor sesuai petunjuk, tidak lama sampai lah dia di sebuah rumah berhalaman luas menghadap laut, di bawah nya ada hamparan sawah yang berbatasan langsung dengan bibir pantai.

"Asalamualaikum" ucap erfan.

"waalaikumsalam " jawab kakak ipar queen yang bernama Roni.

"iya, siapa?" lanjut roni

" saya erfan mas, teman nya queen adik nya mba tiyas " erfan memperkenalkan diri.

" oh iya silahkan masuk dek" jawab roni dengan ramah.

" siapa mas?" terdengar suara tiyas mendekati ruang tamu.

" ini loh ada teman nya queen kesini" jawab ron

Tiyas mendekat dan bersalaman dengan ramah, setelah mereka semua duduk, tiyas memulai percakapan.

"ada keperluan apa ya dek?, queen tidak ada di sini" kata mba tiyas.

"saya kekasih queen mba, saya tau queen perjalanan ke sini....." erfan menjelaskan lalu mengalir semua cerita mengapa dia sampai di sini, juga sudah mendapatkan ijin dari orang tua queen "

" oh jadi queen perjalanan kemari ya, dasar bocah sableng, gak bilang dulu dia kalau mau ke sini, ya sudah kamu istirahat dulu sambil menunggu queen datang, atau jalan-jalan ke depan. Sawah dan laut di sini indah untuk di nikmati, tapi jangan mandi di laut ya!" mba tiyas bergumam sekaligus memberi peringatan kepada erfan.

Erfan tersenyum, berucap syukur karena di terima baik oleh keluarga kakak nya queen, sambil menunggu kedatangan queen, erfan berjalan menuruni undakan menuju sawah yang berada di pinggiran pantai.

Di antara hamparan sawah tersebut, ada sebuah saung yang menghadap langsung ke laut. Angin menyapa erfan sedikit kencang, suara deburan ombak memecah rasa sepi. Erfan turun lagi mendekati pantai, nyess telapak kaki nya merasakan pasir basah yang terkena air laut.

Tidak lama... Erfan memutuskan untuk duduk di saung, menikmati hamparan sawah yang masih hijau, dan biru nya lautan yang di hiasi batu karang. Sesekali erfan melihat jam di tangannya, 1 jam sudah berlalu tetapi belum ada tanda-tanda queen telah sampai.

" hufft.... Lama sekali ya, apakah naik travel memang selama itu?" erfan bergumam sendirian.

Mbak tiyas datang membawa secangkir kopi, rebusan ubi dan talas, sungguh suasana pedesaan yang natural tetapi tetap indah.

"kamu nikmati dulu ya dek, sambil nunggu queen datang. Mba masih ada pekerjaan yang belum selesai" kata mba tiyas.

" iya mba, terimakasih, maaf merepotkan" jawab erfan.

Mba tiyas hanya tersenyum dan meninggalkan erfan di saung sendirian. Erfan pun menikmati secangkir kopi dan menghisap rokok, tatapannya tetap lurus menuju hamparan laut bebas. Pikirannya melayang pada queen dan queen, banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan, tetapi sebuah keyakinan dia genggam.... Dia tidak akan melepaskan queen. Tidak akan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!