NovelToon NovelToon
My Baby Mafia

My Baby Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Hamil dengan pria asing yang ternyata, Mafia???!

Aria hamil dari pria tak dikenal setelah malam yang menghancurkan hidupnya. Ia memilih mempertahankan anak itu, meski pikirannya nyaris runtuh.

Hingga pria itu kembali.

Lorenzo de Santis—datang, mengaku bertanggung jawab, dan masuk ke hidupnya tanpa izin. Namun Aria tidak tahu…
Bahwa kehamilan tersebut bukanlah kebetulan.

Melainkan rencana.

Dan pria yang berdiri di hadapannya bukan sekadar masa lalu yang kelam—
melainkan seorang bos mafia yang sejak awal telah mengendalikan segalanya.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBM — BAB 15

DUA SISI YANG BERBEDA

Malam telah jatuh sepenuhnya. Di dalam kamar yang terasa terlalu luas untuk satu orang, Aria masih terjaga. Ia duduk bersandar di kepala ranjang, lututnya terlipat, sementara lampu samping menyinari wajahnya yang tampak tenang—terlalu tenang untuk seseorang yang sedang menunggu.

Matanya sesekali melirik ke arah pintu. Jantungnya berdegup kencang setiap kali dia bersiap-siap menghadapi Lorenzo.

“Tenangkan dirimu, Aria.. Tidak perlu takut dengan pria seperti dia.” ucapnya mencoba mengusap wajahnya hingga berdiri, lalu kembali diam.

Satu menit.

Dua menit.

Sampai akhirnya pintu terbuka mendadak. Sehingga reflek Aria sedikit terlonjak kaget. Namun ia segera menatap berani ke suaminya.

Lorenzo masuk dengan langkah panjang dan tegas. Wajahnya dingin, namun jelas menyimpan sesuatu yang lebih dari sekadar ketenangan. Pintu tertutup di belakangnya dengan suara pelan, tapi cukup untuk mengubah udara di ruangan itu.

“Akhirnya kau sudah selesai. Aku menunggu mu.” kata Aria.

Lorenzo berhenti beberapa langkah dari ranjang. Tatapannya langsung jatuh padanya—tajam, tanpa basa-basi.

“Kau melewati batasmu.” Suaranya rendah. Tegas. Tidak perlu tinggi untuk terdengar mengancam.

Aria mengangkat alis tipis. “Yang mana?”

Langkah Lorenzo mendekat satu langkah. “Masuk ke ruanganku. Saat aku sedang bekerja.”

Aria menatapnya datar. “Aku hanya duduk.”

“Di tengah klienku.”

“Dan mereka tidak keberatan.”

Rahang Lorenzo mengeras. “Jangan menguji kesabaranku, Aria.” Nada itu berubah. Lebih dalam. Lebih berbahaya. “Kalau kau tidak ingin menyesal… jangan ulangi itu lagi.”

Sunyi sejenak.

Namun Aria hanya menghela napas kecil, seolah ancaman itu tidak cukup berarti untuk menghentikannya. namun. Jujur saja ia menelan ludah cukup kasar.

“Itu keinginan bayinya. Lagipula aku bosan.”

Jawaban itu sederhana. Namun cukup untuk membuat Lorenzo menyipitkan mata.

“Apa?” tanyanya dingin sedikit menyipitkan matanya.

Aria berjalan maju menatap lekat suaminya hingga berdiri tepat di depannya.“Aku ingin keluar malam ini.”

Tatapan Lorenzo tidak berubah. “Tidak.” tolak pria itu tanpa basa-basi dan langsung berbalik membelakangi nya hendak pergi.

Namun Aria langsung mengikuti setiap langkahnya di kamar itu. “Aku ingin melihat kota ini,” lanjut Aria seolah tidak mendengar. “Gedung-gedung tinggi, lampu malam… dan mungkin mencari makanan yang bisa kumakan tanpa muntah.”

Loren langsung berhenti dan berbalik menatapnya tajam hingga wajahnya hampir dekat dengan istrinya yang tegang. “Kalau begitu, Fabio yang akan menemanimu.”

Kontak mata mereka bertemu, Aria cukup kesal namun Lorenzo lebih kesal dan lelah akan sikap dan semua yang terjadi.

“Aku tidak mau.” Jawaban itu cepat, tanpa ragu.

“Aku tidak mau ditemani Fabio,” lanjut Aria tegas, kini menatap langsung ke matanya. “Aku ingin kau yang menemani.”

Hening.

Lorenzo menatapnya beberapa detik, mencoba membaca sesuatu di balik keberanian itu. Pria itu berkerut alis. “Aku bersikap tenang padamu karena aku masih melihat anak yang kau kandung. Jangan membuatku menunjukkan hati diriku, karena aku tidak segan akan menghabisi mu.” kata Lorenzo dengan emosi yang menumpuk.

Aria masih memandangi mata perak itu. “Baiklah...” Ia pasrah dengan suara pelan, hampir seperti bisikan yang disengaja, “Tapi jangan salahkan aku jika bayi ini kelak akan suka menangis.”

Kalimat itu sangat ringan, namun tajam.

Lorenzo menarik napas panjang, menahan sesuatu yang jelas mulai naik ke permukaan.

“Kau menggunakan anak itu untuk menekanku?”

Aria mengangkat bahu ringan. “Aku hanya mengatakan kemungkinan.” kata wanita itu tersenyum kecil.

Tatapan mereka bertemu.

Diam.

Namun penuh tekanan.

“Aku sibuk malam ini,” ujar Lorenzo akhirnya. “Jika kau mau, maka besok.”

“Tidak.” Jawaban Aria kembali memotong. “Malam ini.”

Nada suaranya tidak tinggi. Tidak keras. Namun mutlak. Dan itu— menguji batas terakhir kesabaran Lorenzo.

Ia memejamkan mata sejenak, menghembuskan napas pelan. Dalam pikirannya, rencana malam ini sudah tersusun rapi—pelabuhan, pengiriman barang, dan orang-orang yang harus dibereskan.

Semua itu… tertunda. Hanya karena satu wanita dan satu permintaan konyol bagi Loren.

Lorenzo membuka matanya kembali. “Shit.” umpatnya pelan dan kembali berbalik menatap Aria cukup lama.

Lalu— “Pakai mantelmu, hanya 2 jam. Kita akan keluar.” Suaranya datar. Pasrah yang tertahan.

Aria tidak langsung tersenyum. Namun ada sesuatu yang berkilat di matanya.

“Kita pergi sekarang.” kata Loren yang berjalan keluar kamar meninggalkan Aria yang masih menatapnya pergi.

Ia berpikir sejenak akan sikap Lorenzo. pria itu memperkosanya, tapi dia datang bertanggungjawab, tapi sikapnya seolah-olah dia tak mau menerima Aria maupun calon bayinya. Entahlah? Aria sendiri kesusahan meneliti pikiran dan mimik wajah Lorenzo.

.

.

.

Beberapa menit kemudian, mobil hitam itu meluncur keluar dari area mansion.

Di kursi depan, Aria duduk di sisi jendela, memandang lampu-lampu kota yang mulai hidup. Sementara di sampingnya, Lorenzo diam—terlalu diam dan fokus menyetir.

“Aku akan menyalakan musik untuk ketenangan kita bersama!” kata Aria yang tiba-tiba menekan tombol di tab mobil dan menyalakan musik merdu yang membuat Lorenzo sejenak memejamkan matanya karena pusing.

Namun kepergian mereka… tidak luput dari perhatian satu orang. Yaitu Monica.

Dari lantai atas mansion utama, di balik jendela besar yang menghadap ke halaman depan, Monica berdiri dengan anggun. Tangannya menyilang di depan dada, matanya mengikuti mobil yang perlahan menjauh.

Tatapannya dingin.

Menghitung.

Langkah kaki terdengar di belakangnya.

Matteo.

“Aneh,” gumam pria itu sambil berdiri di samping ibunya. “Aku jarang melihatnya pergi malam dengan seorang wanita.”

Monica tidak menoleh. “Dia berubah.”

Matteo menyeringai tipis. “Atau hanya bermain.”

Sunyi sejenak.

Lalu ia menambahkan, “Ayah benar-benar keras kepala… masih mempertahankan bisnis ilegal itu seolah tidak ada pilihan lain, Ibu.”

Monica akhirnya menoleh. Tatapannya tajam. “Jika bisnis itu hilang, maka seluruh kendali akan jatuh ke tangan Lorenzo sebagai anak pertama.” ujarnya pelan namun tegas.

Matteo terdiam.

“Dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi,” lanjut Monica dingin.

Ia melangkah mendekat, sedikit memiringkan wajahnya ke arah putranya. “Kau hanya perlu fokus pada perusahaan,” katanya lebih rendah. “Bangun citramu. Ambil posisi. Biarkan urusan lain berjalan sebagaimana mestinya.”

Matteo menatap ibunya, rahangnya mengeras dan ia menjauh dari Monica dan berdiri menatap jendela dengan kesa. “Selama Lorenzo masih ada… itu tidak akan mudah.”

Monica tersenyum kecil. Senyum yang tidak hangat. “Justru itu bagian yang paling mudah.”

Matteo mengernyit. “Apa maksudmu?”

Namun Monica hanya menoleh kembali ke arah jendela, matanya kembali mengikuti bayangan mobil yang kini telah menghilang.

“Itu urusanku, dan ayahmu..” Nada suaranya tenang. Namun penuh janji yang tidak diucapkan.

Matteo terdiam beberapa saat, mencoba memahami. Namun tidak menemukan jawaban.

Akhirnya ia mendecih pelan. “Aku punya janji dengan klien malam ini.”

Monica tidak menahan, namun penasaran. “Seorang wanita?”

“Ya.”

Monica berkernyit alis. “Jangan membuat masalah baru, Matteo. Aku tidak ingin ada Aria yang kedua. Dia sudah cukup menyebalkan bagiku.” kata Monica menatap ke jendela dengan malas.

“Aku tidak pernah ingat melihatnya, tapi dia cukup menarik!” kata Matteo menyeringai kecil lalu berbalik dan pergi, meninggalkan ibunya sendiri di ruangan itu.

Sementara Monica tetap berdiri di sana dan reflek menoleh ke Matteo saat anaknya itu mengatakan hal yang konyol barusan.

“Apanya yang menarik? Dia hanya wanita sederhana. Tapi sangat cekatan.” gumam Monica dengan penuh hati-hati.

Ia terdiam, namun pikirannya… mulai bergerak.

...***...

Sementara di dalam mobil, musik masih mengalun merdu. Aria menikmatinya namun Lorenzo terus menatap tajam dan dingin sembari fokus menyetir.

“Kau tidak suka lagunya?” tanya Aria yang sengaja memancing amarah pria de Santis itu.

“Musik hanya membuat seseorang kecanduan dan bodoh.” kata Lorenzo yang membuat Aria mencibirkan bibirnya.

“Lalu apa yang kau suka? Pria seperti mu memang susah bersenang-senang.” ejek Aria dengan malas.

Pria itu terdiam dan sontak menoleh ke Aria. “Aku pernah bersenang-senang.” balas Lorenzo tersenyum tipis hampir tak terlihat sehingga Aria menoleh tak percaya.

“Sungguh? Kesenangan seperti apa?”

Lorenzo menoleh lalu menyeringai devil. “Membunuh seseorang dan menyiksanya hingga tewas.” jawabnya jujur yang seketika membuat mata Aria terbuka lebar serta tubuh menegang. Namun karena hal itu, setidaknya Lorenzo tenang karena wanita itu langsung diam hingga mengganti musik dengan musik slow yang seolah ia tengah dalam bahaya.

...°°°...

Hai guysss!!!! Semoga kalian sampai sini paham yaaa dengan ceritanya 😌 akan ada banyak ha ho he nantinya uyyyy jadi pertahankan adrenalin nya.....

Dan iya.... Musuh tidak terduga ya uyyy, udah itu aja. Sukses untuk kita semua uyyyy, jangan lupa berikan semangat untuk para author...

Tinggalkan jejak semangatnya!!!!!!

Thanks and See Ya ^•^

1
Tiara Bella
akhirnya ngobrol dr hati ke hati ini Aria sm Lorenzo... curhat soal ibu mereka berdua
Four.: iya juga 😁
total 1 replies
Kinara Widya
sebenarnya yg membunuh ibunya Loren... Emilio apa lorenzo,..atau jgn2 Monica...
Kinara Widya: lanjut kak...
total 2 replies
vnablu
sabarrr Lorenzo semuanya akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu 😌😌
Four.: ho, oh
total 1 replies
vnablu
udah bener kata Lorenzo di rumah aja duduk maniss😄
Four.: membosankan tau
total 1 replies
Tiara Bella
aku suka ceritanya bagus....Dar der dor....
Four.: tancuuuu 😘
total 1 replies
Tiara Bella
makanya Aria km gk ush keluar dr rmh ya itu diincer orang untuk dibunuh.....
Four.: enggak kok, GK sengaja
total 1 replies
Kinara Widya
habis tegang....eee lapar mereka.
Four.: biar GK tegang Mulu 😁
total 1 replies
Tiara Bella
vittorio ember bocor bngt ya.....
Four.: sangat berhati-hati harusnya
total 1 replies
vnablu
kamu salah tuan kan itu memang anak nya Lorenzo sebelum kalian semua punya rencana tersembunyi tapi Lorenzo sudah beberapa langkah di depan kalian semua 😌😌
Kinara Widya: selalu bikin penasaran ni kak four...❤️
total 4 replies
sleepyhead
Baru mendengar Namannya saja kalian sdh begitu khawatir, bagaimana jika dia ada dihadapan kalian 😁
Four.: auto 😱😱😱
total 1 replies
sleepyhead
Karena kau akan selalu aman jika pergi dengannya
sleepyhead: Teh celup lagi 😂
total 2 replies
sleepyhead
🤣🤣🤣🤣 kucing nakal
Four.: nakal banget 🤭
total 1 replies
sleepyhead
Terlalu lama dia dimanfaatkan oleh Papa nya dan Ibu gundiknya
Four.: ho,oh cuman menunggu 20 aja kurang 5 tahun lagi kok😁
total 1 replies
vnablu
semangat terus up nya thorr...aduh Lorenzo bilang aja kamu mau Deket" Aria 🤭🤭
Tiara Bella
Aria percaya deh sm suami km🤭
Four.: ho,oh
total 1 replies
Kinara Widya
makin seru ceritanya...lanjut kak
Four.: wokehhhh
total 1 replies
sleepyhead
wakakakakkk...
Four.: wahhh bahaya nihh orang😌
total 5 replies
sleepyhead
Pintar, gass...
Four.: harus donggg uyyy 😁
total 1 replies
vnablu
yang ada kamu tambah nyaman tidurnya karena ada Lorenzo di sebelah kamu 🤭🤭
Four.: iye juga 😁
total 1 replies
Tiara Bella
apakah Meraka berdua Aria sm Lorenzo akan bucin pd waktunya....
Four.: semoga aja 😌
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!