NovelToon NovelToon
100 Cerpen Tengah Malam Untuk Anak-Anak

100 Cerpen Tengah Malam Untuk Anak-Anak

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Rumahhantu
Popularitas:95
Nilai: 5
Nama Author: R.H Rahman

Kumpulan kisah yang dapat membangkitkan kognitifitas, ketakutan dan kenangan masa kanak-kanak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.H Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Mata yang sangat aneh. Warnanya merah seperti tomat, dan terus mengeluarkan cairan hitam pekat. Mata itu bergerak-gerak, mencari-cari, hingga akhirnya berhenti tepat menatap wajah Herman yang saat itu sedang ketakutan.

"AAAAAAAARRGGHHHH!!!"

Herman melompat mundur, menjerit histeris, meraih parang yang ada di sampingnya dan menebas sembarangan ke arah dinding.

"Pergi kau! Pergi! Pergi!!!"

Sontak, terbangunlah Sulaiman dan Deri. Mereka terkejut melihat Herman yang sudah histeris.

"Ada apa?! Apa yang terjadi?!" teriak Sulaiman sambil meraba senter yang jatuh.

"Dia lihatin aku! Dia ngintip aku! Matanya sangat besar! Matanya hitam keluar air!" teriak Herman tak karuan.

Deri terperanjat ketakutan memeluk paha Sulaiman. "Aku mau pulang, Bos... aku mau pulang... aku janji gak mau kerja lagi... tolong..."

Sulaiman menyalakan senter dan mengarahkannya ke dinding yang ditunjuk Herman. Bilik bambunya memang bolong, tapi di luar sana hanya gelap gulita. Tidak ada apa-apa. Tapi baunya... baunya masih sangat kuat menempel di udara.

"Diam! Kalian semua diam!" Sulaiman mencoba menenangkan, tapi tangannya sendiri gemetar. "Itu cuma halusinasi! Kita lelah, kita lapar, jadi pikiran kita bermain-main! Sejak dari area lubang pohon tumbang yang sudah kita tinggalkan, tidak ada penampakan yang benar-benar sebuah penampakan nyata, semua hanya gangguan penglihatan masing-masing. Jadi, jangan kalian terbawa suasana, ingat itu!!"

"Tidak Bos! Aku melihatnya jelas! Itu nyata!" sanggah Herman.

Tiba-tiba, atap gubuk di atas kepala mereka bergetar.

Sesuatu yang berat mendarat di atas sana. Lalu terdengar suara langkah kaki yang berjalan mondar-mandir di atap rumbia yang rapuh. Serpihan-serpihan daun kering dan debu berjatuhan ke wajah mereka.

Kriuk... krak... kriuk...

Atap itu seolah akan ambruk kapan saja. Dan mereka sadar... sesuatu itu tidak lagi di luar. Ia ada di atas mereka. Sangat dekat.

"Baiklah, sekaranglah yang sepertinya nyata. Kita tidak bisa diam saja!" Sulaiman berdiri, napasnya menghimpun. "Kalau kita di sini terus, kita cuma jadi makanan empuk. Kita harus cari jalan keluar lain. Mungkin ada pintu belakang atau jendela."

"Tapi Bos, di luar gelap gulita! Kita gak tahu jalan!" kata Deri ketakutan.

"Lebih baik berhadapan dengan harimau daripada mati pelan di sini menunggu dimakan kegelapan!" jawab Sulaiman tegas. "Ayo! Kita cari jalan keluar!"

Mereka bertiga mulai meraba-raba dinding dalam kegelapan, dibantu cahaya senter yang mulai meredup karena baterai lemah. Gubuk itu kecil, hanya satu ruangan utama. Namun, di sudut paling belakang, tertutup gorden kain hitam yang sudah lusuh dan berdebu, mereka menemukan sesuatu.

Sebuah pintu kecil. Pintu kayu yang sangat tua, warnanya kecokelatan, dengan ukiran aneh berupa gambar ular yang melilit pohon.

"Itu dia! Ada pintu!" seru Herman.

Ketiganya bergegas mendekat. Sulaiman meraih gagang pintunya yang terbuat tali serabut.

"Siap-siap. Begitu pintu kebuka, kita lari sekuat tenaga. Jangan lihat kanan kiri, lurus saja!" instruksi Sulaiman.

Deri dan Herman mengangguk, siap dengan parang di tangan masing-masing.

Sulaiman menarik napas dalam-dalam. Satu... dua... tiga!

Ia mendorong pintu itu keras-keras. Pintu itu berdecit keras saat terbuka, mengeluarkan suara seperti jeritan wanita yang sedang disiksa.

Tidak ada yang dapat mereka rasakan saat itu selain lari, Sulaiman dengan gergaji mesin di bahunya menerobos semak-semak paling depan, diikuti dua anak buahnya.

Setelah berlari dan terus berlari, mereka kembali menemukan sebuah gubuk di bawah pohon besar, tanpa berpikir lama, mereka segera memasukinya. Tetapi, ada satu hal yang aneh, bagian interior gubuk yang mereka masuki sama persis dengan gubuk yang sebelumnya mereka tinggalkan, tidak ada perbedaan sama sekali kecuali deretan foto yang kini sudah tidak ada lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!