Dikhianati oleh sektenya sendiri dan dibuang dengan meridian yang hancur total, Ye Chen mengira takdirnya telah berakhir di dasar Lembah Kabut Beracun. Namun, di titik nadir kematiannya, sebuah pedang hitam misterius yang telah terkubur selama ribuan tahun bangkit dan memilihnya sebagai pewaris tunggal.Di dalam pedang hitam itu, bersemayam jiwa pendekar legendaris, Yue-Jian, yang siap membimbingnya. Berbekal kekuatan mengerikan Es Yin dan bilah pedang hitam yang mampu menebas takdir, Ye Chen bangkit dari kegelapan untuk menuntut balas. Dari seorang pemuda yang dianggap sampah, ia merangkak naik menembus batas kultivasi, menghancurkan setiap klan yang pernah menghinanya, dan merebut kembali kehormatannya."Saat pedang hitam ini terhunus, maka langit pun harus tunduk di bawah kakiku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Setelah kekuatannya stabil kembali, Ye Chen tidak langsung pergi. Dia mulai menjelajahi sisa ruangan-ruangan kecil di sekitar ruang utama itu, mencari barang berharga lain yang tertinggal. Berkat panduan Yue-Jian, dia menemukan ruang penyimpanan harta tersembunyi di balik dinding altar.
Di sana, terdapat puluhan batu spiritual tingkat menengah, beberapa buah baju zirah tipis yang tahan serangan senjata, dan dua buah gulungan teknik bela diri tingkat tinggi.
"Teknik Tangan Es Penghancur Tulang dan teknik pertahanan Perisai Kabut Abadi," Ye Chen membaca tulisan di gulungan itu.
"Pelajari keduanya baik-baik," saran Yue-Jian. "Teknik serangan itu sangat cocok dengan sifat dingin energimu, bisa membekukan darah musuh hanya dengan satu sentakan. Sedangkan teknik pertahanan itu, meski tidak membuatmu tak tertembus, tapi bisa menyelamatkan nyawamu saat terdesak. Ingat, kita tidak tahu seberapa kuat musuh yang akan kau temui nanti."
Namun, penemuan terbesar bukanlah itu.
Saat Ye Chen menyentuh dinding bagian paling dalam ruangan itu, Liontin Giok Hitam di lehernya tiba-tiba berdenyut hebat, memancarkan cahaya hitam yang menyilaukan. Dinding batu itu bergetar dan perlahan terbuka sendiri, memperlihatkan sebuah ruangan rahasia kecil yang hanya berisi satu benda: sebuah buku kulit kuno tebal.
Di sampul buku itu tertulis emas: CATATAN PENDIRI SEKTE BAYANGAN.
Jantung Ye Chen berdebar kencang. Dia mengambil buku itu dengan tangan gemetar, lalu membukanya perlahan.
Isinya adalah catatan sejarah, teknik-teknik rahasia, dan sebuah pesan yang ditujukan khusus untuk keturunan klan Ye.
"Jadi... keluarga besar kami dulu adalah pendiri Sekte Bayangan ini..." Ye Chen bergumam kaget, matanya menyapu setiap baris tulisan itu dengan cepat.
Dari tulisan itu, dia mengetahui bahwa ribuan tahun yang lalu, klan Ye adalah klan terkuat di benua ini, penguasa segala hal yang berhubungan dengan kegelapan dan energi Yin. Namun, karena sebuah persekongkolan kejam dari sekte-sekte lain yang iri akan kekuatan mereka, klan Ye dikepung dan hampir dimusnahkan habis-habisan. Sisa keturunannya bersembunyi dan hidup dalam diam, menunggu waktu bangkit kembali.
"Itu sebabnya Liontin ini selalu bereaksi pada tempat-tempat peninggalan leluhur," suara Yue-Jian terdengar sedikit bergetar karena emosi. "Dan itulah sebabnya kau sangat berbakat dengan energi Yin. Itu adalah darahmu, warisan aslimu."
Di halaman terakhir, ada tulisan yang membuat darah Ye Chen mendidih.
"Hati-hati pada klan Mo. Mereka adalah pengkhianat utama yang memimpin pasukan menghancurkan klan Ye. Silsilah keluarga Mo yang jahat itu masih ada sampai sekarang, menyembunyikan diri di balik Sekte Azure Cloud dengan nama besar Tetua Mo Feng..."
KRAK!
Jari-jari Ye Chen mengepal kuat hingga buku di tangannya tertekuk. Mata biru esnya memancarkan amarah yang tak terbendung.
"Jadi... itu asal-usulnya..." suara Ye Chen bergetar dingin. "Ini bukan hanya soal aku yang dikhianati dan dibuang. Ini adalah dendam darah leluhur kami yang sudah tertunda ribuan tahun."
Mo Feng... orang yang dia hormati, orang yang dianggapnya guru, ternyata berasal dari garis keturunan musuh bebuyutan keluarganya sendiri.
"Kebencian ini... tidak akan selesai hanya dengan kematianmu, Mo Feng," ucap Ye Chen dengan nada datar yang mengerikan. "Aku akan menghancurkan segala sesuatu yang kau bangun, segala nama besar yang kau miliki, dan membuat nama Mo lenyap dari sejarah selamanya."
Dia menutup buku itu dan menyimpannya ke dalam kantong penyimpanan. Semangatnya kini berkali-kali lipat lebih besar dari sebelumnya. Dendam pribadi bercampur dengan dendam klan, membuat Pedang Hitam di pinggangnya terasa semakin berat dan berbahaya.