Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.
satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32. mayat yang mengambang
"Aku melihat secara langsung tapi memang ada suara yang mengetuk pintu rumah." Yanto berkata kepada Lutfi yang ikut datang bersama dengan yang lain.
"Memang aku lihat tadi ada bekas jejak sesuatu di dekat rumah ini." Lutfi berkata sambil menyiram garam pada sekitar rumah milik Yanto.
"Apa itu arwah keluarga Sayuti yang datang ke rumah kami, Lutf?" Yanto kian merasa ketakutan.
"Tidak bisa juga mau mengatakan kalau itu arwah mereka karena aku masih belum tahu pasti." jawab Lutfi kembali.
"Apa kau tidak bisa mencium aroma dari mereka saat ini? kan kau memiliki khodam siluman babi!" Andi berkata sambil menatap teman mereka ini.
Lutfi menggeleng karena dia memang tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui lebih jauh siapa yang sudah mendatangi rumah Yanto tadi, tapi dia hanya sedikit memastikan bahwa memang ada yang datang ke sini untuk membuat masalah, gampang dibilang Mereka ingin unjuk diri agar para manusia mengetahui bahwa dia ada di dunia ini.
Tapi tapi memang tidak mengetahui secara pasti siapa arwah tersebut yang sudah berani mendatangi manusia, entah itu keluarga Sayuti atau memang dari keluarga lain tapi yang jelas dia memang mencium aroma arwah, pantas aja saat ini Elvi begitu ketakutan karena dia telah menyaksikan sendiri apa yang tidak pernah dia lihat sebelum nya.
Ini mereka sudah keliling di sekitar rumah dan Lutfi berharap dia bisa melihat arwah tersebut karena ingin bertanya, namun ternyata menemukan arwah itu tidak mudah karena sampai sekarang Mereka hanya menemukan udara kosong belaka tanpa ada yang berani menemui rombongan mereka saat ini di kawasan rumah milik Yanto.
Lutfi juga sudah berulang kali melirik kepada rumah keluarga Sayuti itu, namun sejauh ini dia belum melihat pergerakan yang aneh dari sana, entah arwah itu memang sengaja ingin tebar pesona atau dia ingin bersembunyi terlebih dahulu ketika mengetahui ada manusia yang bisa melihat keberadaan mereka di dalam rumah tersebut.
"Kalau begitu kami pamit dulu karena masih harus menjaga di pos ronda." Andi dan yang lain segera pergi.
Yanto hanya mengangguk karena malam ini dia tidak akan meninggalkan sang istri sendirian di rumah, Elvi jelas tidak memiliki nyali untuk ditinggal sehingga mau tidak mau Yanto memutuskan untuk libur saja dulu pergi ke pos ronda, sebab keadaan juga mendesak dan dia tidak bisa untuk menemani yang lain.
Saat ini saja Elvi sudah gemetar di dalam kamar itu karena dia masih terus terbayang dengan wajah yang telah hadir di depan mata, entah sampai kapan dia mampu menghilangkan bayang-bayang maut itu dari kepala dia sendiri, sebab semakin di teliti maka dia semakin merasa takut saja dengan suasana yang ada di sekitar sini.
"Kok setan yang datang di desa kita semakin banyak saja." Davin menatap Andi.
"Ya kan aku dulu sudah sempat bilang kalau kita minta tolong sama Mbak Purnama saja, kalian tidak mau dan sampai sekarang sudah setahun berlalu." Andi berkata dengan sewot.
"Bukan tidak mau minta tolong sama dia, tapi kan agak malu juga kalau minta tolong terus dengan hal sepele seperti itu." ralat Lutfi.
"Hal sepele apa yang sedang kau bicarakan? bila memang hal sepele lalu kenapa kau tidak menyelesaikan masalah itu!" Andi bertambah emosi saja.
"Heh sudah jangan terbawa emosi seperti itu karena nanti kita justru akan bertengkar." Davin menghentikan perdebatan tersebut.
"Aku sudah dari kemarin mengatakan tapi kalian tidak ada yang mau mendengar." Andi mempercepat langkah karena saat ini dia memang sangat kesal.
"Ayo." Davin mengajak Lutfi yang masih tetap diam saja.
Davin dan yang lain memang bingung antara ingin minta tolong atau membiarkan saja karena sampai sekarang arwah yang ada di rumah keluarga Sayuti memang hanya berkeliaran di sekitar sana, selama setahun ini dia tidak pernah menghantui para warga dan langsung datang ke rumah, baru Elvi ini yang langsung mendapat kedatangan para arwah itu.
...****************...
"Mayaaaaat!"
"Ada mayat yang mengapung di sungai kita!" teriak Joko.
"Ha ada orang meninggal karena tenggelam apa ya?" Arka juga kaget karena dia memang memiliki rumah yang dekat dengan Joko.
"Buruan lihat sana apa memang ada mayat yang meninggal karena tenggelam." Bintari menyuruh sang suami keluar dari rumah.
Arka segera menuju sungai karena memang cukup dekat dari rumah mereka saat ini, terlihat Joko sudah ada di sana dengan beberapa warga yang kebetulan mungkin juga ada di sekitar sungai itu, mereka sedang berusaha untuk mengambil mayat yang ada di dalam sungai dan kemungkinan besar memang sudah meninggal dunia.
"Siapa orang itu?" Arka bertanya kepada Joko yang ada di dalam air.
"Masih belum melihat muka dia karena tertutup dengan kain hitam ini." Joko masih berusaha untuk mengangkat.
"Ayo yang lain juga bantu karena mayat yang tenggelam seperti ini akan sangat berat sekali." Arka segera masuk ke dalam air untuk membantu Joko.
Memang mayat yang sudah tenggelam di dalam air pasti akan terasa begitu berat dan mereka kesulitan sekali untuk mengangkat, entah karena memang orang tersebut memiliki tubuh yang besar atau Karena dia sudah terendam lama di dalam air sehingga bagian perut dan juga tubuh dia yang lain mengembung seperti itu.
"Ya Allah sebesar ini sudah." para warga merasa ngeri ketika melihat pada bagian perut yang membusung.
"Mayat perempuan ini sepertinya, Ayo buka pada bagian kepala biar kita bisa melihat siapa dia." Arka menyuruh Joko.
"Kau sajalah yang membuka karena aku takut ini." Joko mengelak karena dia memang tidak memiliki nyali.
Arka segera membuka kain hitam yang membungkus kepala wanita ini untuk melihat apakah mereka mengenali siapa sosok tersebut, ketika mereka sudah berhasil membuka maka langsung semuanya menyadari bahwa wanita itu adalah orang gila yang selama ini sering berkeliaran di sekitar desa, entah mengapa mendadak saja dia ada di dalam air dan dalam keadaan meninggal dunia.
"Ini pasti karena tenggelam." Joko berpikiran positif Karena mengetahui bahwa itu adalah orang gila.
"Kenapa aku merasa ada yang aneh dengan mayat ini?!" Arka membatin di dalam hati ketika menyentuh tangan wanita itu.
"Walah ini tidak punya keluarga jadi kita yang akan mengurus semua nya." ujar warga yang lain.
Ya wanita gila ini memang tidak memiliki keluarga sehingga mau tidak mau maka para warga yang akan mengurus tentang mayat tersebut, tidak mungkin juga membiarkan mayat itu begitu saja mengambang di dalam air karena para warga di sekitar desa pandan Arum masih memiliki simpati yang begitu tinggi.
selamat pagi semuanya, jangan lupa like dan komen kalian ya sayaaaaaang.
apa itu tumbal kali ya, kan sudah melakukan ritual kemarin mak'y Laila
lanjut thor 🙏
lanjut thor 🙏
tumbal di mulai dari orgil👻
sdh setahun berlalu ,, kini waktu nya Mak Darti menumbalkan Nyawa demi Sekte Iblis nya 🤣
pintar bgt si Mak Darti ,, yg mjd tumbal nya adalah orang gila 🤣🤣🤣