NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: namice

"Dua sisi kegelapan, satu raga, dan satu candu yang mematikan: diriku."

​Zaviar, penguasa dingin yang sebelumnya mati rasa, mendadak meledak gairahnya saat Arumi—sang macan bar-bar yang bertransmigrasi ke tubuh istrinya antagonis—menghapus riasan badutnya.

Perubahan drastis ini tak hanya membangkitkan Zaviar, tapi juga monster di dalamnya: Varian.
​Varian, alter ego gelap, obsesif, dan haus gairah, bangkit tanpa kendali, matanya memancarkan kedalaman yang menakutkan dengan mata merahnya.

Terkunci di dalam sangkar emas kamar utama, Arumi terjebak dalam kecemburuan Calista istri kedua sekaligus pemeran utama wanita dan pusaran hukuman ganda: kelembutan menuntut Zaviar, dan keganasan tanpa lelah Varian. Keduanya menginginkannya dengan cara yang paling mengerikan.

Varian menyeringai gelap​, manik merahnya mengunci pergerakan arumi. "Kau membuat monster dalam diriku terbangun, Sayang. Bersiaplah untuk tidak bisa berjalan besok pagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertarungan Arumi

‎Malam kembali merayap di atas kediaman megah keluarga Ravindra, namun suasana di dalamnya jauh dari kata tenang. Di ruang kerja utama yang bernuansa maskulin, Zaviar Ravindra duduk di balik meja kaca besar.

Kemeja hitamnya sengaja dibuka pada tiga kancing teratas, menampilkan guratan samar merah keunguan di dekat tulang selangkanya—jejak perlawanan Arumi yang berubah menjadi keintiman yang membakar beberapa jam lalu.

Contoh Visual zaviar dan Varian

‎Manik mata obsidian Zaviar menatap tajam layar monitor yang menampilkan grafik pergerakan saham Razetha Group. Setelah suntikan dana satu triliun rupiah yang ia gelontorkan siang tadi, nilai pasar perusahaan istrinya langsung melonjak drastis, membungkam seluruh investor penakut dan memutus pergerakan Gavin Pradipta.

‎"Tuan Muda Besar," suara Albert memecah keheningan setelah mengetuk pintu. Pria paruh baya itu melangkah masuk dengan wajah kaku. "Laporan dari tim keamanan di paviliun belakang. Nyonya Calista menolak menyentuh makanan selama dua puluh empat jam terakhir. Beliau terus histeris dan menuntut untuk bertemu dengan Anda."

‎Zaviar tidak mengalihkan pandangannya dari layar. Ekspresi wajahnya tetap dingin, sedingin es kutub utara. "Biarkan dia lapar. Jika dia ingin mati, itu pilihannya. Pastikan saja tidak ada satu pun alat komunikasi atau manusia luar yang bisa mendekati paviliun itu."

‎Zaviar menopang dagunya. Pikirannya mendadak teralih pada sosok Arumi. Wanita bar-bar itu saat ini pasti sedang berada di kamar mandi utama, membersihkan tubuhnya setelah seharian memimpin kantor bersama Sherly. Mengingat aroma manis murni yang khas dari tubuh Arumi akibat kondisi galaktorea yang dimilikinya, jakun Zaviar naik turun dengan cepat. Gairah posesif di aliran darahnya kembali berdenyut ngilu, menuntut pelepasan yang lebih dalam malam ini.

‎Sementara itu, di dalam paviliun belakang yang terisolasi, suasana tampak gelap gulita. Hanya ada pendar cahaya bulan yang menerobos masuk dari celah jendela berjeruji.

‎Brak! Calista melempar piring porselen berisi makanan ke dinding hingga hancur. "Arumi ular sialan...! Zaviar... kenapa kamu tega melakukan ini padaku?!" Jerit Calista dengan suara serak. Penampilannya yang semula anggun kini berantakan seperti hantu. Cemburu buta telah merusak kewarasannya sebagai istri kedua.

‎Namun, Calista bukanlah wanita bodoh. Di balik bantal tempat tidurnya, ia menarik keluar sebuah chip memori kecil yang berhasil ia sembunyikan. Ia melangkah menuju kamar mandi paviliun, membuka panel cermin dinding, dan mengeluarkan sebuah ponsel darurat kuno yang tidak terdeteksi alat pelacak sinyal.

‎Ia menekan sebuah nomor kontak internasional dengan tangan gemetar. "Halo... ini aku," bisiknya dingin. "Rencana sabotase di proyek Jakarta Pusat gagal. Tapi aku punya kartu as baru."

‎"Apa perintah Anda, Nyonya Kedua?" suara berat pria menjawab di seberang sana.

‎"Hubungi sisa-ikut Danu Razetha di perbatasan B. Aku tahu Danu memiliki gudang penyimpanan bahan kimia ilegal," perintah Calista dengan senyuman miring yang kejam. "Arumi besok pagi dijadwalkan memeriksa gudang logistik di Kota M bersama Sherly. Aku ingin kalian meledakkan gudang tersebut saat Arumi berada di dalam."

‎Calista menyipitkan mata, memancarkan aura membunuh. "Pasang bom waktu dengan detonator jarak jauh. Aku ingin melihat tubuh indah Arumi Calista hancur menjadi abu, hingga Zaviar tidak akan pernah bisa menyentuh candu manisnya itu lagi selamanya!"

‎‎Keesokan harinya, pukul delapan pagi, kabut tipis menyelimuti kawasan industri Jakarta Timur. SUV hitam Arumi berhenti tepat di depan sebuah gudang logistik raksasa berlogo Razetha Group. Arumi turun dengan setelan celana kargo hitam dan jaket denim tebal. Pakaian bertarung yang sengaja ia pilih untuk ruang gerak fleksibel.

‎"Arumi! Dingin banget di sini!" Sherly turun sembari merapatkan blazernya. "Kenapa kita harus buru-buru meriksa gudang ini, sih? Kan bisa nyuruh Sekretaris Leo."

‎Arumi melangkah maju, matanya menyipit menatap sekeliling area parkir yang sepi. "Firasat gue kagak enak, Sher. Gue harus mastiin dokumen manifes pengiriman ilegal sisa Danu kagak lenyap."

‎Arumi dan Sherly melangkah masuk ke dalam gudang yang luas. Aroma debu kardus dan besi tua memenuhi indra penciuman. Udara di dalam gudang terasa terlalu sunyi. Insting bela diri silat Arumi mendadak membunyikan alarm bahaya begitu telinganya menangkap suara frekuensi rendah yang asing.

‎Pip... Pip... Pip...

‎Arumi menghentikan langkah, tangan kanannya menahan dada Sherly. "Sher... berhenti."

Ia melangkah perlahan menuju panel listrik utama di sudut dinding dan menyingkirkan kardus kosong. Sepasang mata Arumi membelalak sempurna.

‎Di balik kardus itu, sebuah kotak hitam dengan layar digital berkode merah terpasang pada kabel utama. Angka digitalnya bergerak mundur: 00:01:45... 00:01:44... Itu adalah bom waktu militer berdaya ledak tinggi.

‎"Astaga naga...!" Sherly menjerit histeris, tubuhnya gemetar hebat. "A-Arumi... itu bom beneran?! Kita harus lari!"

‎Arumi mencengkeram bahu Sherly dengan kuat. "Sher! Tenang lu! Waktu kita tinggal satu setengah menit! Ikut gue menembus jalur atas! Kita lompat lewat atap belakang!"

‎Namun, belum sempat mereka bergerak, suara derap langkah ramai terdengar dari pintu darurat belakang. Lima pria bertubuh kekar dengan pisau komando melangkah masuk, memblokir jalur pelarian. Di depan mereka, kepala pengawas gudang bernama Bambang berdiri dengan seringai licik.

‎"Nyonya Arumi... maaf sekali. Nyonya Calista menyuruh kami memastikan Anda tetap di sini sampai angka digital itu menyentuh nol."

‎Arumi melepaskan jaket denimnya, menyisakan kaos putih kasual yang mencetak tegas lekuk tubuh seksinya. Ia memasang kuda-kuda rendah silat Sahbandar. Matanya berkilat penuh amarah. "Oh, jadi lu pengkhianatnya, Pak Tua? Waktu tinggal satu menit lagi. Daripada gue mati gosong kena bom, mending tulang-tulang lu berlima yang gue patahin duluan di sini!"

Angka digital di layar bom waktu terus merayap turun tanpa ampun: 00:00:58... 00:00:57...

‎Waktu kurang dari satu menit murni memompa adrenalin di dalam dada Arumi hingga ke tingkat tertinggi. Di belakangnya, Sherly bersandar pada tumpukan palet kayu dengan wajah pucat pasi dan tubuh yang gemetar hebat. Namun, di depan mereka, lima preman bertubuh kekar utusan Calista justru melangkah maju sembari memutar-mutar pisau komando mereka dengan seringai mengejek.

‎"Minggir lu pada, atau hari ini gue kirim lu semua ke akhirat tanpa surat pengantar!" bentak Arumi ceplas-ceplos dengan suara yang lantang.

‎Sifat bar-bar-nya meledak penuh amarah. Ia maju selangkah, memasang tumpuan kaki kiri yang kokoh dengan kedua tangan mengepal di depan dada—sikap pasang silat Sahbandar. Kaos putih kasualnya yang kini sedikit basah karena keringat mencetak tegas lekuk tubuhnya yang seksi, namun aura yang dipancarkannya adalah aura kematian murni.

‎"Halah, cewek manja sok bisa silat! Hajar dia!" perintah Bambang, si pengawas gudang yang berkhianat.

‎Pria kekar bertato di sisi kanan menerjang maju terlebih dahulu, mengayunkan pisau komandonya secara horizontal ke arah leher Arumi. Gerakan preman itu cepat, namun di mata seorang pelatih silat jalanan, serangan itu terlalu kasar dan penuh celah.

‎Arumi menarik tubuhnya mundur setengah langkah—teknik Egosan—membuat mata pisau itu hanya menebas angin kosong tepat beberapa milimeter di depan hidungnya. Tanpa membuang detak sekon, Arumi menangkap pergelangan tangan kanan pria itu dengan tangan kirinya, lalu memutar tubuhnya 180 derajat. Menggunakan bahunya sebagai pengungkit, Arumi melepaskan teknik bantingan Bahu yang sangat bertenaga.

‎Bugh!

‎Tubuh pria berbobot hampir seratus kilogram itu terlempar melewati pundak Arumi dan menghantam lantai beton gudang dengan sangat keras hingga tidak sadarkan diri.

‎"Satu teplek! Sini maju lagi lu semua, sekalian biar hemat waktu!" tantang Arumi dengan wajah lempeng yang memicu emosi.

‎Dua preman lainnya yang melihat temannya tumbang dalam sekali gerakan langsung menggeram marah. Mereka maju bersamaan dari arah kiri dan kanan. Pria di sebelah kiri melayangkan tendangan lurus ke perut, sementara pria di sebelah kanan mengincar kepala Arumi dengan tusukan pisau atas.

‎Arumi meloncat mundur, menghindari kedua serangan secara bersamaan. Begitu kakinya kembali menyentuh lantai, ia melesat maju seperti kilat. Ia merendahkan tubuhnya, melepaskan teknik Tendangan Sabetan bawah yang menyapu bersih kedua kaki preman di sebelah kiri hingga pria itu jatuh telentang.

Tanpa menunda gerakan, Arumi bertumpu pada tangan kirinya di lantai, melayangkan tendangan tumit belakang yang berputar—Tendangan Macan—tepat mengenai rahang preman yang memegang pisau di sebelah kanan.

‎Krek! Bugh!

‎Suara rahang yang bergeser terdengar mengerikan di dalam keheningan gudang.

Kedua preman itu tumbang berhamburan di atas lantai beton, mengerang kesakitan dengan tubuh yang tidak bisa bangkit lagi.

‎"Arumi! Waktunya, Ru! Tiga puluh detik lagi!" jerit Sherly histeris dari belakang, menunjuk layar digital bom yang kini berkedip merah menyala: 00:00:28... 00:00:27...

‎Bambang dan satu preman tersisa yang melihat tiga temannya lumpuh total dalam waktu singkat langsung kehilangan seluruh keberanian mereka. Mereka berbalik, berniat lari menyelamatkan diri melalui pintu darurat belakang.

1
yuningsih titin
aku mampir kak... lanjutkan👍👍
Sulati Cus
kok bulu angsa🤔lbh bagus bulu rubah klu nggak bulu serigala biar keren😅
namice: 👍😁😁😁😘😘🌹🌹🌹
total 5 replies
arsyila putri
dek Calista 🤣
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
arsyila putri
ceritanya kereeen👍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suka😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Rani Saraswaty
kebolak balik😄😄😄😄
Rani Saraswaty
namanya bikin pusing
namice: 🙏🙏🙏, maaf nanti aku revisi kembali
total 1 replies
Sulati Cus
😅ini sih di hajar habis2an namanya😅
namice: 🤣🤣.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Rani Saraswaty
tunggu tunggu knp jd calista?
namice: iya kak namanya Arumi Razetha... maaf salah typo nanti aku revisi 🙏🙏
total 1 replies
Rani Saraswaty
namanya calista ato clarisa sih? ada 2 org ato 1 calis claris?
namice: Calista kak, maaf typo kak... nanti aku revisi kembali🙏🙏.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
hihihi kok aku latah ya, baca ny mlh pke aksen betawi 🤭
namice: 🤣🤣... 😘😘😘 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
ok thor mampir dsini.
kek nya seru nih. aku juga sering uring² thor klo baca novel yg mc ny cinta buta + tulul.
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 2 replies
Noul
suka visualnya thor,, 😍😍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak... love you sekebon untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Noul
hahaha langsung kicep tu mulut ,terpesona,,aku terpesonaaaa...🤣🤣
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Noul
awal yg bagus, lanjut thor 💪😍
namice: 😘😘😘, iya kak setiap hari aku update dan aku usahakan double update kak.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
langsung bukti nyata....sat set.....gavin
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
aku
mantan lu rum, astaga omdong bgt 🤣🤣
namice: 😘😘💪💪.. terimakasih banyak supportnya kak😘😘😘
total 3 replies
aku
alamak klo arumi imyuuut mode bgni siapa yg gk klepek2??? 🤩🤩
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘🌹🌹🌹🌹🌹😘
total 1 replies
CaH KangKung,
🫣🫣
namice: 😁😁😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
bar bar gini nie....mantappp
namice: 😁😁😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kenapa aku boleh rasa 🍯 itu
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!