NovelToon NovelToon
Rahasia Terbesar

Rahasia Terbesar

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Epik Petualangan
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Lin Tian sadar dari tidur panjangnya selama 200 tahun dan mendapati tubuhnya masih seperti pemuda 18 tahun. Satu hal yang paling mengganjal: di istana ratu ular, semua makhluk memiliki tubuh ular, tapi ia berkaki dua sempurna. Siapa ayahnya? Siapa sebenarnya Kakek Han yang begitu ia rindukan? Ibunya, Ratu Medusa, mengurungnya berabad lamanya hanya untuk menyembunyikan sesuatu. Kini Lin Tian pergi ke dunia manusia. Bukan untuk bertualang, tapi untuk menggali satu rahasia yang ibunya lebih memilih membekukannya daripada mengakuinya. Rahasia terbesar tentang siapa dirinya yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kita tidak akan bertemu lagi

Lin Tian menatap Jiyue lalu menundukkan kepalanya. Bahunya yang masih terbalut perban terasa berdenyut, tapi rasa sakit fisik itu tidak sebanding dengan keraguan yang tiba-tiba menghampiri pikirannya.

"Aku akan pergi ke wilayah barat, ke Sekte Bulan Tenang," ucap Lin Tian sambil menghela napas.

Jiyue terdiam sejenak lalu menjawab dengan suara lebih pelan dari biasanya.

"Sejujurnya... wilayah barat sedang kacau. Perang saudara terjadi di mana-mana. Keluarga kerajaan di tiga kerajaan besar saling bunuh memperebutkan takhta yang kosong."

Lin Tian mengernyitkan dahinya.

Jiyue kemudian duduk di atas batu dekat, merapikan rambutnya yang berantakan.

"Seminggu yang lalu, aku, ayah, kakek, paman, dan seluruh keluarga Ji lainnya memutuskan untuk pindah ke wilayah tengah ini, menggunakan altar teleportasi keluarga. Kami menghindari peperangan yang sudah berkecamuk di setiap wilayah barat. Itulah sebabnya aku bisa berada di sini sekarang."

"Di sini?"

"Iya. Kediaman keluarga sebelumnya sudah lama ditinggalkan, sejak leluhurku pindah ke barat seratus tahun lalu. Aku baru pertama kali datang ke sini untuk melihat peninggalan keluarga."

Lin Tian mengangguk lalu menatap ke arah barat. "Tapi guruku menyarankan, agar aku pergi ke sana. Dia bilang... di sana aku bisa menemukan banyak hal baru, dan mendapatkan informasi yang aku butuhkan."

Jiyue ingin menjawab, tapi suaranya terpotong oleh langkah kaki berat dari balik pepohonan.

Kakek, ayah, dan paman Jiyue keluar dari semak belukar dengan wajah yang berubah serius. Ketiganya tidak lagi tersenyum seperti tadi. Ekspresi mereka tegang, matanya menyipit, dan postur tubuh mereka terlihat waspada.

"Keadaan kacau sekali," ucap kakek Jiyue dengan suara yang tidak biasa. "Pergilah ke wilayah tengah secepat mungkin. Seluruh wilayah timur, utara, dan selatan sedang diserang oleh makhluk kegelapan."

Ayah Jiyue menambahkan, "Bukan hanya wilayah selatan tempat kita berdiri sekarang. Hampir semua benua Lingzhou terkena dampaknya, kecuali wilayah tengah yang dilindungi oleh Ratu Liu Mei sendiri."

Mendengar kata selatan, Lin Tian merasa jantungnya diremas oleh tangan tak terlihat. Wajah Bai Feng langsung muncul di ingatannya, diikuti oleh Bai Kelong, lalu Tetua Chen, Kakak Senior Li Wei, dan semua wajah yang ia kenal selama beberapa bulan terakhir di Sekte Ombak Biru.

"Paman, apakah makhluk kegelapan itu sudah sampai di wilayah Bukit Kapur?" tanya Lin Tian dengan suara yang sedikit bergetar.

Ayah Jiyue mengerutkan kening lalu mengaktifkan giok komunikasi yang tergantung di ikat pinggangnya. Giok itu bersinar redup, lalu terhubung dengan giok lain di tempat yang jauh.

"Sayang, bagaimana keadaan wilayah selatan, lebih tepatnya di Bukit Kapur?"

Suara seorang wanita terdengar dari giok itu, jernih namun tegas. "Makhluk kegelapan itu sudah meratakan kota dan desa di wilayah Bukit Kapur. Mereka bergerak cepat seperti air bah. Beberapa sekte kecil sudah lenyap dalam semalam. Mereka bahkan hampir sampai di wilayah Kota Naga Patah."

Lin Tian matanya melebar.

Wanita di giok itu melanjutkan. "Kekuatan makhluk itu rata-rata berada di tingkat Inti Emas semua. Beberapa di antaranya bahkan ada yang mencapai puncak Inti Emas. Kalian cepatlah kembali ke wilayah tengah benua, suamiku. Awas saja jika putriku Jiyue terluka, aku akan patahkan kakimu."

Ayah Jiyue segera mematikan giok komunikasi itu sambil menelan ludahnya. Wajahnya pucat, bukan karena ancaman istrinya, tapi karena informasi tentang makhluk kegelapan yang semakin mengerikan.

Lin Tian tidak bisa diam lagi. Ia menangkupkan kedua tangannya pada ketiga pria itu lalu membungkuk dalam-dalam.

"Paman, Kakek, dan semuanya, saya mohon pamit. Ada urusan mendadak yang tidak bisa ditunda."

Kakek Jiyue mengangkat tangannya, memberi isyarat agar Lin Tian berhenti. "Tunggu. Kau harus menyelesaikan masalah ini dulu sebelum pergi. Masalah tentang kau dan cucuku."

Lin Tian mengepalkan tangannya sangat keras hingga kukunya hampir menusuk telapak tangan.

"Aku memiliki beberapa kenalan di sana. Mereka mungkin masih hidup, atau mungkin sudah... tolong, jangan halangi aku sekarang. Aku berjanji akan meluruskan kesalahpahaman ini nanti, setelah aku memastikan keadaan kenalanku aman."

Ketiga pria itu saling berpandangan.

Ayah Jiyue bertanya. "Kau janji tidak akan kabur?"

"Aku akan datang ke wilayah tengah setelah urusanku selesai. Aku tidak tahu kapan, tapi aku akan datang."

Kakek Jiyue mengamati mata Lin Tian yang terlihat cemas dan gelisah. "Baik. Kau jangan bohong, bocah. Berjanjilah atas nama ibumu."

Lin Tian tertegun sejenak. Atas nama ibunya, itu sumpah yang berat. Ia menarik napas dalam-dalam lalu menjawab dengan suara mantap.

"Aku tidak berjanji untuk menikah, tapi aku berjanji akan meluruskan kesalahpahaman ini. Aku berjanji atas nama ibuku, tidak akan mengingkari."

Kakek Jiyue mengangguk. "Pergilah."

Lin Tian langsung mengeluarkan pedang terbangnya lalu melesat ke langit dengan kecepatan yang belum pernah ia capai sebelumnya. Tubuhnya meninggalkan jejak cahaya putih tipis di udara senja.

Jiyue tertegun di tempatnya, menatap sosok Lin Tian yang semakin mengecil di kejauhan. Ia tidak tahu mengapa, tapi ada rasa aneh di dadanya. Bukan cinta, bukan benci, tapi sesuatu di antaranya.

Di langit, Lin Tian mempercepat terbangnya hingga Qi di dalam tubuhnya terasa seperti terbakar. Angin menerpa wajahnya dengan keras, tapi ia tidak memejamkan mata. Bayangan wajah Bai Feng terus melintas di pikirannya.

'Feng, jangan mati dulu. Aku akan segera sampai.'

Lin Tian terus melesat cepat di atas awan.

Lima hari berlalu.

Lin Tian tidak berhenti sedetik pun. Ia hanya minum pil pemulihan Qi dari cincin penyimpanannya saat energinya mulai habis, lalu melanjutkan terbang tanpa istirahat. Peta di kepalanya menunjukkan bahwa lokasi masih jauh. Ia baru melewati setengah dari perjalanan pulang.

---

Di Kota Naga Patah, keadaan sudah sangat berbeda dari saat Lin Tian terakhir kali melihatnya.

Di mana-mana terlihat darah. Genangan merah kehitaman mengering di jalanan berbatu, menempel di dinding-dinding rumah yang masih berdiri, bahkan merembes ke sela-sela puing bangunan yang runtuh. Bau anyir menyengat tercium dari segala arah, bercampur dengan aroma busuk mayat yang mulai membusuk di bawah terik matahari.

Di kediaman keluarga Bai, Bai Feng dan Bai Kelong sedang sekarat di antara tumpukan mayat makhluk kegelapan yang berhasil mereka bunuh. Tubuh Bai Feng penuh dengan luka cakaran, jubah birunya robek di sana sini hingga memperlihatkan daging yang menganga. Bai Kelong sudah tidak sadarkan diri sejak dua jam yang lalu, napasnya lemah dan tidak teratur.

Bai Feng menatap langit mendung di atas kepalanya. Tangannya yang berlumuran darah terulur ke atas, mencoba meraih sesuatu yang tidak ada. Bibirnya yang pucat bergerak membentuk kata-kata dengan suara yang nyaris tidak terdengar.

"Lin... Tian... sepertinya... kita tidak akan bertemu lagi."

Ia menutup matanya.

1
Fajar Fathur rizky
thor cepat bikin bab kaisar Kekaisaran daxia permaisuri pangeran dan putri Kekaisaran daxia mati dengan cara paling kejam dan tragis thor
xi tole
yotyy👍
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏🙏👍
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Dragon🐉 gate🐉
perumpamaan macam apa ini🤣🤣🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉
heh! sesama kuntet dilarang body shaming 🤣
Dragon🐉 gate🐉
gw kok bayangin pterodaktil🤔
xi tole
saya lupa
xi tole
saya kaget
🧚Shi Yin 🧚
Eyu.. Lin Han pernah menyebutnya 🤔🤔
🧚Shi Yin 🧚
jangan2 pemimpin kegelapan itu Lin Han 🤔🤔🤔
🧚Shi Yin 🧚
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🧚Shi Yin 🧚
😎😎😎😎😎😎
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Hadir..
Aiby Kushina Uzumaki
kalau di bandung mah jigong itu jejak iler kalau bangun tidur 😅🤣🤣🤣
YAKARO: Waduh🤣🤣🤣
Anggota nya tian ada yang jigongan berarti/Facepalm/
total 1 replies
🧚Shi Yin 🧚
udah kehabisan nama ya Thor 😁😁
🧚Shi Yin 🧚: hehe kirain arti yg lain, aroma terapi 🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!