NovelToon NovelToon
FROZEN DAWN

FROZEN DAWN

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Kutukan
Popularitas:416
Nilai: 5
Nama Author: Noulmi

Krystal, reinkarnasi Naga Es yang melupakan 98 kehidupan lamanya, tumbuh menjadi putri terbuang Kekaisaran Aethermoor. Dibuang ke Istana Aquamarine sejak usia tiga tahun oleh ibu yang dimanipulasi sihir, ia ditemani Mira dan dilindungi Eros—Dewa Nafsu yang menjadikannya calon istrinya. Kecantikannya memikat, namun hatinya rapuh akibat trauma penolakan. Ia membangun Proyek LadyBug untuk menghancurkan Ratu Seraphina dari dalam, merekrut para jenius terbuang sebagai senjata rahasia. Ketika Eros menolaknya demi kesucian, egonya hancur; ia nekat memeluk Hyal hingga batuk darah, menyadari racun berkat sang kakaklah yang menyiksanya. Kini di tanah Herkimer, Krystal bangkit—lebih dingin, lebih licik, dan bertekad menggulingkan takhta dengan tangannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

*Gruduuuuuuuk! Jdeeer*!

Guntur hitam legam di luar istana kian menggelegar, meretakkan pilar-pilar batu obsidian satu per satu. Alucas melangkah mundur, matanya yang keemasan menatap langit-langit dengan ketegangan yang memuncak. Ia tahu persis siapa makhluk agung yang sedang mengamuk di luar batas wilayah utara saat ini.

Sebagai Naga Cahaya, Alucas menyadari satu batasan mutlak yang mengunci takdir mereka semua. Eros tidak akan pernah bisa melenyapkannya. Hukum Langit telah menetapkan bahwa para Naga Penyeimbang adalah makhluk abadi yang esensi jiwanya tidak bisa dihancurkan oleh dewa mana pun.

...----------------...

Di dalam struktur hierarki langit, terdapat lima Naga Penyeimbang Induk yang merupakan tangan kanan langsung dari para Dewa-Dewi penguasa elemen tertinggi:

· Naga Api yang mengabdi pada Dewa Elemen Api

· Naga Air yang mengabdi pada Dewi Elemen Air

· Naga Langit yang menjaga keseimbangan bersama Dewa Elemen Langit

· Naga Kegelapan yang setia di sisi Dewa Agung Kegelapan

· Naga Tanah yang mendekap poros bumi bersama Dewi Elemen Bumi

Setiap Naga Induk ini memiliki adik atau garis keturunan naga penyeimbang sekunder. Mereka tidak menciptakan entitas baru, melainkan membiaskan kekuatan elemen murni mereka untuk menggerakkan dan menghidupkan naga-naga lainnya di bawah mereka:

· Naga Api membiaskan cahayanya dan menggerakkan Naga Cahaya

· Naga Air membiaskan energinya dan menggerakkan Naga Es

· Naga Tanah mengalirkan kekuatannya untuk menggerakkan Naga Tanaman

· Naga Langit melepaskan getarannya untuk menggerakkan Naga Petir

· Naga Kegelapan (Abyssalon) mengembuskan kekuatannya untuk menggerakkan Naga Angin

...----------------...

Alucas menurunkan tangannya, mencoba menguasai kembali ketakutan manusianya di hadapan gila kendali sang Dewa Nafsu. "Eros boleh saja menjadi salah satu dari Tujuh Dewa Agung yang menakutkan, Krystal," desis Alucas sembari menoleh tajam ke arah pilar tempat Krystal bersandar. "Namun, posisiku sebagai bias dari Naga Api murni membuat keberadaanku abadi. Dia hanya bisa menyiksaku, tetapi dia tidak akan pernah bisa menghapus eksistensiku dari roda takdir dunia ini!"

Krystal tidak gentar. Sembari menatap retakan batu obsidian yang mulai berguguran di sekitar mereka, ia menyilangkan kedua tangannya dengan angkuh. "Dia memang tidak bisa melenyapkanmu, Alucas. Tapi sebagai Dewa Nafsu, dia memiliki ribuan cara untuk membuat keabadianmu terasa lebih mengerikan daripada neraka terdalam."

Tepat setelah kalimat Krystal selesai, gerbang utama Istana Obsidian hancur berkeping-keping. Eros melangkah masuk di balik kepulan debu marmer hitam, memancarkan aura kegelapan dewa yang siap mengunci seluruh pergerakan cahaya milik Alucas.

Mereka tahu Alucas tidak akan menyerah begitu saja dengan kekalahan ini. Namun, kegigihan sang Naga Cahaya yang keras kepala itu justru menguntungkan situasi. Dengan tindakan nekat Alucas yang menculik seorang manusia di bawah perlindungan dewa, Eros kini memiliki alasan hukum yang sangat kuat untuk menyeret bias Naga Api itu ke Pengadilan Langit. Jika terbukti bersalah lagi, esensi jiwanya bisa dikunci dalam segel abadi yang jauh lebih menyiksa daripada sekadar kematian fana.

*Wuuuush*!

Dengan satu jentikan jari Eros, pusaran hitam membawa mereka berdua kembali ke perkemahan di atas bukit asri dekat pertambangan Aquamarine. Di sana, pemandangan hangat menyambut mereka. Di dekat api unggun yang berderak pelan, tampak Mira, Sorento, anak kecil yang meminta bantuan tadi, serta gadis yang babak belur kini sedang duduk bersama sembari membakar beberapa ekor ikan segar.

"Rys! Apa kau baik-baik saja?" tanya Sorento langsung bangkit berdiri, menatap Krystal dari atas sampai bawah dengan raut wajah yang dipenuhi rasa khawatir yang luar biasa."Aku baik-baik saja, Kak Sorento. Tenang saja, selama ada Eros di dekatku, semua akan baik-baik saja," jawab Krystal tulus sembari tersenyum menenangkan.

Ia melangkah santai menuju tepi sungai kecil yang jernih di dekat pohon besar, berlutut, lalu mengambil segenggam air dingin untuk membasuh wajahnya yang sempat terkena debu istana obsidian. "Haaah... segarnya," gumam Krystal, membiarkan tetesan air memurnikan sisa-sisa energi sihir utara yang sempat menempel di kulitnya.

Sorento menghela napas lega, namun bahunya mendadak merosot lemas dengan pandangan yang meredup sedih. "Aku benar-benar sangat khawatir tadi, Rys. Adik kecilku tiba-tiba menghilang begitu saja di depan mata, tapi aku sebagai manusia biasa sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolongmu."

Bagi Sorento dan seluruh warga desa pesisir di Aquamarine, Krystal bukan lagi seorang putri kekaisaran yang harus diagungkan dengan kaku. Sejak kecil, Krystal sudah dianggap sebagai bagian dari darah daging mereka sendiri, dan statusnya telah menjelma menjadi adik kecil kesayangan yang selalu ingin Sorento lindungi dengan seluruh raganya.

"Hey... kau ini bertingkah persis seperti kakakku—Xenon—yang entah mengapa selalu lebih menyayangi Krystal daripada adiknya sendiri," gerutu Eros yang sejak tiba di perkemahan tidak berhenti mengomel kesal.

Wajah sang Dewa Nafsu tampak merengut masam, menyilangkan kedua tangannya di dada sembari menatap tajam ke arah Sorento dengan tatapan cemburu yang kekanak-kanakan. Sepertinya insting kecemburuan Eros tidak hanya berlaku pada pria-pria bangsawan di ibu kota, melainkan pada siapa saja yang berani memanggil kekasihnya dengan sebutan 'adik kecil kesayangan'.

Krystal dan Mira yang mendengar gerutuan ketus Eros spontan bertukar pandang, lalu tawa renyah mereka berdua seketika pecah membelah kesunyian malam di atas bukit Aquamarine, mencairkan sisa ketegangan setelah penculikan yang mencekam tadi.

Krystal melangkah mendekati api unggun, lalu duduk di atas sebatang kayu tepat di sebelah gadis yang baru saja diselamatkan itu. Berkat energi suci dewa yang disalurkan oleh Eros sebelumnya, luka-luka memar di tubuh gadis seumuran Mira itu telah mengering, dan bengkak di wajahnya pun kini sirna. Wajah aslinya sekarang tampak sangat jelas di bawah temaram pendar bara api.

Krystal menatap lekat-lekat fitur wajah tersebut sebelum akhirnya sepasang mata birunya membelalak mengenali sosok itu.

"Bukankah kau Elenoir Garnet?" tanya Krystal, suaranya dipenuhi rasa terkejut sekaligus binar kegembiraan yang tak bisa disembunyikan. "Aku pernah melihatmu di butik ternama ibu kota, La Modiste. Waktu itu, kau adalah satu-satunya penjahit yang mampu mewujudkan sketsa gaun yang kugambar menjadi pakaian nyata yang sangat sesuai dengan keinginanku."

Elenoir sentak terkejut mendengar ucapan itu. Ia mendongak, menatap lurus ke dalam sepasang mata biru laut murni milik Krystal yang tampak berkilau. "Anda... Anda masih mengingat saya, Nona?" ucapnya dengan suara bergetar tak percaya.

Menyadari bahwa orang yang telah mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkannya dari siksaan kejam paman dan bibinya adalah seorang putri yang pernah ia layani, Elenoir langsung merosot dari tempat duduknya. "Terima kasih, Tuan Putri... Terima kasih banyak telah menolong kami," ucapnya lirih seraya bersujud di atas tanah perkemahan.

"E—eh, apa yang kau lakukan?! Tidak, tidak, jangan seperti ini!" Krystal panik dan buru-buru memegang bahu Elenoir, memaksanya untuk kembali tegak. "Aku sama sekali tidak ingin ada orang yang bersujud atau bertekuk lutut padaku di tempat ini! Mulai detik ini, kita semua yang ada di sini akan menjadi teman, rekan kerja, bahkan keluarga. Elenoir dan... siapa nama adikmu?"

Mendengar pertanyaan itu, anak perempuan kecil yang sejak tadi memeluk koper kayunya langsung berdiri tegak. Dengan gerakan yang sangat anggun, ia melangkah maju, menjepit ujung jubahnya yang kebesaran, lalu melakukan etiket salam hormat yang sempurna persis seperti seorang putri bangsawan tinggi di istana utama.

"Nama saya Laura Garnet, Tuan Putri," ucap anak kecil itu dengan suara yang lantang namun sarat akan sopan santun yang menggemaskan.

Elenoir yang melihat tingkah adiknya hanya bisa tersenyum canggung dengan kepala yang masih agak menunduk. "Laura memang sangat senang menirukan tata krama para bangsawan, Tuan Putri. Dia selalu bermimpi bisa mengenakan gaun indah dan hidup di lingkungan seperti itu."

Krystal tertawa renyah, hatinya menghangat melihat interaksi kedua saudara itu. Target kedua proyek *LadyBug* yang selama ini ia cari bersama rombongan, ternyata justru datang mengantarkan diri secara tidak terduga melalui sebuah insiden darurat.

1
Jasa Curhat
waktu antara hyal memohon dan bulan purnama pertama tidak sinkron
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!