NovelToon NovelToon
Takhta Yang Di Curi

Takhta Yang Di Curi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

karena ambisi untuk menjadi kaya, seseorang rela menukar bayinya dengan bayi dari pria masa lalunya....
yuk ikuti kisah nasib bayi yang di tukar...
akankah berakhir bahagia atau semakin menderita....





Assalamualaikum....
masih biasa, bertemu lagi dengan Author receh... yang masih asal njeplak kalau bikin cerita... tanpa memikirkan plot dan twist...asal ngalir saja di pikiran...
yang masih setia dengan cerita-cerita author,mohon dukungannya... yang tidak suka , bisa di skip tanpa meninggalkan bintang satu....
dukungan kalian, adalah motivasi author...
terimakasih...
salam sehat selalu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Pagi harinya, suasana meja makan kembali tegang. Seina tampil sangat cantik dengan gaun mahalnya, siap menjemput Kakek Harison. Eliza juga dandan habis-habisan, berharap kakek akan memberinya hadiah mewah lagi.

Maudi masuk ke ruang makan untuk berpamitan berangkat kuliah yang sebenarnya adalah kedok untuk ke bandara lebih awal.

"Pa, Maudi berangkat dulu," ucapnya pelan.

"Tunggu, Maudi. Kamu tidak ikut ke bandara?" tanya Doni.

"Ibu bilang Maudi tidak perlu ikut karena penampilan Maudi akan membuat malu Kakek di depan kolega-koleganya," jawab Maudi dengan wajah menunduk, memberikan pukulan telak pada Seina.

Doni menatap Seina tajam. Seina langsung gelagapan. "B-bukan begitu Don, maksudku biar Maudi fokus kuliah dulu. Nanti malam kan ada makan malam penyambutan, di situ saja Maudi muncul."

Doni mendesah. "Ya sudah. Ini uang untukmu, Maudi. Hati-hati di jalan."

Maudi menyalami Doni. Saat bersentuhan, Maudi secara sengaja menempelkan sebuah alat pelacak mikro di bagian bawah jam tangan Doni. Kini, ia bisa memantau posisi ayahnya secara real-time termasuk mendengarkan pembicaraan di sekitarnya.

Saka melihat ada kilatan tajam di mata adiknya itu, "Maudi.... tumben...ini terlalu pagi untuk ke kampus?" tanya Saka penuh curiga.

Maudi melihat jam dinding yang tergantung di dinding ruang makan "Maudi kan harus naik angkot" jawab Maudi langsung pergi meninggalkan Saka yang terpaku.

Beberapa saat kemudian, Seina turun ke bawah dengan wajah tanpa dosa setelah mengambil tasnya yang tertinggal, padahal ia baru saja menelpon Bram, ternyata orang suruhannya sudah standby di bandara, siap dengan rencana liciknya, lalu . Ia menghampiri Doni yang sedang bersiap.

"Don, sayang... kamu terlihat tegang. Tenang saja, Kakek pasti senang melihat kita semua menjemputnya," ucap Seina sambil mengelus lengan Doni.

"Aku hanya merasa tidak enak hati, Seina. Entah kenapa perasaanku tidak tenang," jawab Doni sambil merapikan jasnya.

Seina tersenyum manis, senyum yang menyembunyikan rencana pembunuhan. "Itu hanya perasaanmu saja. Ayo, kita berangkat sekarang agar tidak terlambat.".

___

Mobil mewah Mercedes-Benz S-Class milik Doni melaju membelah jalanan Jakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta. Di dalam kabin yang kedap suara itu, ketegangan terasa begitu pekat, meski AC berembus dingin.

Doni duduk di balik kemudi, jemarinya mengetuk-ngetuk setir dengan tidak keruan. Pandangannya lurus ke depan, namun pikirannya melayang pada sosok Ambarwati, mendiang istri pertamanya. Setiap jengkal kemewahan yang ia sentuh,mobil ini, rumah besar itu, hingga jabatan CEO yang ia pegang, semuanya adalah warisan dari keluarga Ambar.

"Seina... entah kenapa, setiap kali Kakek Harison datang, aku merasa seperti pencuri," bisik Doni lirih. "Perusahaan ini, aset-aset ini... semuanya milik mendiang Ambar. Aku merasa gagal menjaganya dengan baik, "

Seina, yang duduk di sampingnya, langsung merapatkan duduknya. Ia mengelus bahu Doni dengan gerakan yang terlihat menenangkan, namun matanya berkilat penuh ambisi.

"Don, sayang, buang jauh-jauh pikiran itu," ucap Seina dengan nada persuasif yang sangat halus. "Kamu sudah bekerja banting tulang membesarkan perusahaan itu. Ambar sudah lama pergi. Sekarang, kitalah keluargamu. Masa depan perusahaan itu ada di tangan Eliza. Kakek Harison pasti akan mengerti bahwa Eliza adalah penerus yang paling pantas..., Ambar telah menitipkan putrinya pada kita, aku yakin, Ambar juga pasti mempersiapkan ini semua untuk Eliza, posisi kita di sini hanya menjaga semua aset Ambar, kalau sudah saatnya... semuanya akan jatuh ke tangan Eliza."

Doni hanya mendesah berat. Kalimat Seina seolah menjadi pembenaran yang terus-menerus dijejalkan ke telinganya selama belasan tahun ini.

Di kursi belakang, Eliza asyik memoles lipstik, sama sekali tidak peduli dengan kegelisahan ayahnya. Baginya, warisan Kakek Harison adalah hak mutlaknya, lagian ia juga tidak mau repot-repot mengurusi perusahaan, yang terpenting ia menikmati hasilnya.

Namun, di sampingnya, Saka duduk mematung. Wajahnya menatap keluar jendela, namun telinganya menangkap setiap kata yang diucapkan Seina. Dadanya terasa sesak oleh rasa tidak adil yang selama ini ia pendam.

"Lagi-lagi Eliza..." gumam Saka dalam hati. Matanya memerah menahan amarah. ''Mama selalu bilang Eliza yang akan mendapatkan segalanya. Padahal aku juga anak Mama. Hanya karena aku anak tiri bagi Papa Doni, apa aku tidak dianggap? Apa aku hanya akan jadi bayangan Eliza selamanya?''

Saka mengeratkan kepalannya. Ia ingat bagaimana Seina selalu memanjakan Eliza dengan barang-barang bermerek, sementara ia hanya mendapatkan sisanya. Rasa sayang Saka pada Eliza mulai terkikis oleh kecemburuan yang dipupuk oleh ucapan ibunya sendiri.

''Mama benar-benar pilih kasih. Dia bahkan tidak pernah menyebut namaku saat bicara soal masa depan perusahaan. Apa aku harus terus menjadi pengawal Eliza tanpa punya hak apa-apa di rumah ini?'' gumam saja dalam hati, padahal selama ini ia juga menikmati kemewahan Ambarwati, seharusnya yang selama ini tidak diperlakukan tidak adil adalah Maudi yang ternyata adalah pewaris sebenarnya.

Seina melirik Eliza melalui spion tengah, lalu kembali menatap Doni. '"Ingat Don, nanti di depan Kakek, kamu harus tegaskan kalau Eliza sudah mulai belajar bisnis. Jangan biarkan Kakek terdistraksi oleh Maudi. Anak itu hanya akan menjadi beban dan merusak citra kita di depan kolega Kakek."

"Tapi Seina, Maudi juga anakmu...."

"Dia anak yang sulit, Doni! Kamu sendiri lihat wajah dan kelakuannya, Dia juga bodoh," potong Seina cepat. "Sudahlah, fokus pada penyambutan ini. Ini adalah tiket kita untuk mengamankan aset di Dubai"

Doni terdiam, cengkeramannya pada setir semakin kuat.

"sudahlah... Mama dan Papa tidak perlu berdebat, kan ada kak Saka, biar kak Saka saja , yang menggantikan Papa nanti, El tidak mau bekerja, Yang terpenting di hukum tertulis Kalau El pemilik semua Aset...Toh, Hasil keuntungan perusahaan masuk ke rekening Eliza" Sahut Eliza melirik kakaknya yang dari tadi tegang, sekaligus menahan amarah, Eliza seakan tahu apa yang ada di fikiran kakaknya.

Seina tersenyum di balik kaca spion tengah nya, maksud nya begitu, biar Eliza saja yang mengatakan sendiri Kalau Sakalah Yang lebih pantas untuk memimpin perusahaan.

" Tapi kau juga tetap harus belajar Eliza, Saka tetap akan mendampingi mu, kau tidak boleh lepas tangan begitu saja, bagaimanapun juga semua aset ini adalah peninggalan ibumu, Semuanya tanggung jawabmu, lihatlah... walaupun ibumu dulu seorang gadis,tapi ia bisa mendirikan perusahaan ini sendiri , walaupun ada campur tangan kakekmu, Papa yakin, Darah Ambar mengalir di tubuhmu, dan Pasti kau juga akan bisa memimpin perusahaan ini" Tutur Doni dengan bijak membuat Seina mencelos.

"Eliza bukan anak dari Ambar, makanya selama ini nilai nya selalu pas-pasan, yang ada perusahaan nanti akan gulung tikar kalau Eliza yang memimpinnya" Gumam Seina tersenyum getir.

Sedangkan Saka, dari tadi hanya terdiam, melihat perdebatan itu, ia sadar diri, disini ia hanya anak tiri yang memang tidak memiliki apa-apa, seperti Papa Doni yang sama saja bekerja pada perusahaan mendiang istrinya.

1
Uba Muhammad Al-varo
bagaimana pun keadaannya semoga Maudy baik' saja dan Rasya selalu setia menemani Maudy dari sakit sampai sembuh kembali 💪💪💪
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Eliza bakalan jadi musuh lagi buat Maudi, bakalan mengira kalau Maudi merebut Rasya darinya 🤣🤣🤣🤣 padahal Rasya menyelamatkan Eliza karena Maudi 😂 ahh elahhj Elizaaaa jangan jadi kacang lupa kulit kau, atau kami piteeeessss palamu yaaa 😏
@Mita🥰
wah semoga Eliza jangan ...jadi cinta sama Rasya ya
Lovita BM
berasa lihat film action 😁
suti markonah
lanjut maning thor🙏
suti markonah
karna othor hr ini dah bikin aku seneng maka ☕ pun mendarat maning
suti markonah
hari ini othor bikin aku deg deg gan trs plus bikin penasaran..kuharap eliza tidak iri ketika rasya jatuh cinta sm maudi..eliza untuk kevin aja
Uba Muhammad Al-varo
Rasya dari pandangan pertama sampai dititik ini selalu terpesona oleh pesona nya Maudy dan kau Hans, Seina sebentar lagi kehancuran akan menghampirimu
Uba Muhammad Al-varo
Eliza lawan mamamu Seina, jangan sampai kau terperdaya oleh nya, Rasya....../Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Uba Muhammad Al-varo
good....... Rasya kau bantu dan tolong jaga Maudy, lindungi dan berikan rasa aman Maudy hajar, Hans jangan biarkan kejahatan Hans membuat keluarga besarnya Maudy celaka 💪💪💪
Diana Dwiari
klo part Rasya inginnya tertawa ae....ni orang lucu banget sih....eh,emang ada ya di dunia nyata orang kayak rasya
Aisyah Virendra
Pertempuran yg seruuu 🤩🤩🤩
Kata Rasya si Maudi orang asing ehh kata Hans, maudi datang bersama suaminya 🤣🤣🤣🤣🤣 ucapnmu bagian dari doa yg ku aamiin kann hans 🤣🤣
Tahan napas pas Maudi lompat dari pintu Helikopter untuk misi penyelamatan Eliza, smg setelah ini Eliza tidak akan melupakan jasa Maudi yg bertaruh nyawa untuk menyelamatkan dirinya dari racun Ibu kandungnya sendiri 🙄
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣 Rasya terkagum " 🤣🤣🤭🤭
Lovita BM
ternyata Eliza tk spti ibunya yg rakus dan serakah....
suti markonah
lanjut thor ojo gawe aku dak dik duk
Yuyun Srie Herawati
rokok tanpa cukai
suti markonah
aku baca smpe tahan nafas karna tegang, bayangke maudi menyelamatkan eliza
suti markonah
eliza jgn terpengaruh sm seina..berpihak lah sm maudi agar hidupmu tidak berakhir di jalan..inget lah maudi yg sering di siksa sm mama mu saja masih mrangkul mu jadi saudara
@Mita🥰
semoga Eliza ada yang nolong
Aisyah Virendra
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Seina Seina.... bisa²nyaa seorang ibu tapi tak memiliki jiwa keibuan sama sekali bahkan dengan anak yg dilahirkan dari rahimnya sendiri, benar² wanita gila yg haus dan serakah akan harta.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!