NovelToon NovelToon
GADIS PANTI VS PLAYBOY BUCIN

GADIS PANTI VS PLAYBOY BUCIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Enemy to Lovers / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: phiiiew

Siapa sangka, Playboy yang paling ditakuti di sekolah itu ternyata hanyalah pria patah hati. Pria yang menyimpan dendam selama tujuh tahun karena ditinggal pergi oleh sahabat masa kecilnya bernama Melody.

Selama bertahun-tahun ia sangat membenci wanita, dan menjadikan mereka hanya sebagai pelampiasan.

Hingga takdir mempertemukannya kembali dengan gadis yang selama ini ia benci sekaligus rindukan. Gadis itu kembali dengan membawa cerita pahit dari panti asuhan dan kehidupan jalanan.

Dan sialnya ... gadis itu ternyata saudara tiri dari sahabatnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon phiiiew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penguasa Sekolah

Melody mendengakkan kepala, menatapnya dengan penuh penghinaan. Jujur saja, Melody tak peduli. Dia punya waktu tujuh belas tahun untuk hadir, tapi kenapa baru sekarang muncul bak pahlawan kesiangan?

Sikap defensif ini sudah jadi kebiasaan buat Melody. Hidup bergonta-ganti tempat membuatnya belajar untuk selalu waspada. Ia tak pernah menyangka masih ada kerabat yang mau menerimanya, apalagi bisa bersekolah di tempat semewah ini.

Nyatanya, ia salah. Kini ia harus beradaptasi lagi di lingkungan baru, bertemu orang baru, di tempat di mana ia tak kenal siapa pun.

Banyak anak panti berharap dapat keluarga baru untuk hidup lebih baik. Tapi pengalaman Melody berkata lain. Pindah tempat tak selalu menuju kebahagiaan.

Seperti saat ia sebelas tahun dan mulai kenal arti penderitaan. Pikirannya melayang pada sahabat terbaiknya yang harus ditinggalkan saat orang dari dinas sosial menyelamatkannya dari kekerasan di rumah.

Melody pernah meninggalkan surat untuk Adden. Di sana ia tulis kalau cowok itu adalah satu-satunya teman sejati yang pernah ia punya. Adden adalah segalanya baginya.

Setiap tahun Melody selalu penasaran apa yang Adden lakukan sekarang. Apakah dia masih tinggal di rumah yang sama dengan halaman luas yang bagaikan hutan kecil itu?

Dulu sangat mudah baginya memanjat pagar dan menemuinya tiga kali seminggu saat ayah tirinya pergi kerja. Priok tempat tinggalnya dulu adalah kawasan miskin, berbeda jauh dengan Blossom Resident yang penuh orang kaya.

Persahabatan mereka bermula saat Melody kabur dari rumah dan tak sengaja loncat masuk ke halaman itu. Saat itu ia baru sebelas tahun, bawa tas ransel tua yang dasarnya dilem lakban, pakai sepatu butut hasil mengobrak-abrik tempat sampah.

Saat ia bangkit dan membersihkan diri, di sanalah pertama kali ia melihat Adden. Cowok itu lagi asyik main ranting dan menangkap serangga.

"Saya bisa jamin Tuan Lukita orang terpandang di sini. Dia sering beri sumbangan ke banyak yayasan, termasuk sekolah ini. Rekam jejaknya bersih dan dia pengusaha sukses."

Suara pria lain membuyarkan lamunan Melody. Ia mengangkat wajah dan melihat seorang pria berjas hitam bagi-bagi map, sementara Edgard sibuk tanda tangan berkas.

Melody tak sadar proses ini hampir selesai dan ia akan diserahkan sepenuhnya pada pria itu. Pasti tadi ia terlalu sibuk memikirkan Adden.

Mengingat persahabatan merekalah yang membuat Melody tetap waras sampai sekarang. Itu cara dia bertahan hidup dan hadapi semua trauma sejak dipisahkan hampir tujuh tahun lalu.

Mungkinkah Adden sekolah di sini juga?

Pikiran itu membuat jantung Melody berdegup kencang. Apakah dia masih sama seperti dulu?

Cowok baik hati yang membuat Melody terpukau sejak usia sebelas tahun?

Tahun terindah dalam hidupnya adalah saat bersama Adden, meskipun dulu Melody cuma anak kecil yang kumel, lusuh, berantakan, dan baju compang-camping.

Melody membayangkan penampilan Adden sekarang. Masihkah rambutnya gelap?

Matanya masih teduh seperti dulu, mata yang pernah berjanji akan simpan semua rahasianya?

Saat kecil, apa pun yang Melody rasakan cuma bisa diceritakan ke Adden. Cowok itu selalu mendengarkan.

Adden pernah janji tidak akan menjadi tukang bully, seperti anak-anak nakal yang sering mengejek Melody dulu. Melody yakin sahabatnya tak akan berubah jahat. Tapi waktu bisa mengubah siapa saja.

...***...

Di tempat lain ...

Adden memukul samsak berkali-kali dengan keras, mengakhiri serangkaian gerakan itu dengan sebuah tendangan yang membuat samsak berguncang hebat. Suara rantai yang bergesekan terdengar jelas di seluruh ruangan.

Ia rutin berlatih di sini setiap hari sepulang sekolah bersama dua sahabatnya, Messy dan Jojo. Kecintaannya pada Muay Thai bermula saat ayahnya mengajaknya ke Thailand saat liburan ketika ia berusia dua belas tahun.

Mereka sempat tinggal di kawasan Soi, daerah Chalong, Phuket, dan di sanalah Adden belajar banyak hal. Beberapa orang di Indonesia mungkin menyebut olahraga ini kickboxing, namun Adden tahu keduanya sangat berbeda.

Kickboxing menggunakan teknik empat titik serangan, sementara Muay Thai memanfaatkan delapan titik kontak. Ayahnya sadar Adden terus berlatih karena ini menjadi cara ampuh untuk menyalurkan amarah tanpa terlibat perkelahian yang sia-sia, sekaligus bekal untuk membela diri.

Saat bertemu Messy dan Jojo di kelas enam, Adden langsung mengajak mereka datang ke gym tinju yang didirikan ayahnya. Sejak saat itu, persahabatan mereka kian erat dan mereka selalu bersama.

Adden melirik ke sebelah dan melihat Messy sedang menghajar samsak dengan pukulan-pukulan yang terasa berat dan penuh emosi. Keringat mulai menetes di lehernya, ia mengusap peluh di dahi dengan lengan bawah agar tidak masuk ke mata, lalu berjalan mendekat.

Messy menyadarinya beberapa meter jauhnya. Adden mengangguk pelan dan mengangkat dagunya, namun sorot mata sahabatnya itu terlihat aneh, seperti sedang memendam masalah besar.

"Gimana? Kamu baik-baik aja?" tanya Adden.

Messy tidak menoleh. Ia justru membalikkan badan dan kembali memukuli samsak seakan tidak mendengar atau melihat keberadaan Adden sama sekali. Napasnya memburu tak beraturan, membuat Adden yakin bahwa apa pun yang sedang terjadi, ini pasti masalah serius.

Adden benar-benar bingung. Biasanya mereka bertiga tidak ada yang menutup-nutupi sesuatu. Mulai dari urusan pacaran, siapa yang sudah tidur dengan siapa, agar tidak saling sikut, sampai hal-hal yang tidak mereka sukai, semua dibahas dengan terbuka.

Kalau ada yang mengganjal di hati, pasti diceritakan. Ya ... hampir semuanya. Tapi soal Melody, itu rahasia Adden. Tidak ada satu orang pun yang tahu. Gadis itu miliknya, meski sampai sekarang perasaan benci itu masih sering muncul.

Matanya beralih ke arah matras, di mana Jojo sedang mengajarkan gerakan dasar pada petarung lain. Saat Jojo berdiri, tatapan mereka bertemu. Adden mengarahkan ibu jarinya ke belakang, ke arah Messy yang masih sibuk memukul samsak hingga menimbulkan suara berisik.

"Ada apa sama dia?" tanya Adden.

Jojo menggeleng. "Kayaknya masalah sama Papanya deh. Masalah keluarga gitu. Aku cuma tahu segitu, detailnya aku juga enggak tahu." Ia mengangkat bahu, tak ingin terlalu ikut campur.

Suara pukulan terdengar makin cepat dan keras, bercampur dengan erangan napas berat. Adden menoleh lagi, kali ini lengan Messy sudah lemas. Wajahnya terlihat sangat lelah dan hancur.

Pria itu bahkan memeluk samsak, berusaha mengatur napas yang tersengal. Tiba-tiba Messy berteriak frustrasi. Melihat itu, Adden langsung melangkah maju dan mendesis tegas.

"Ke ruang ganti. Sekarang!"

Tidak boleh ada energi negatif seperti ini terbawa sampai ke dalam area latihan. Itu hanya akan menimbulkan pertanyaan yang tidak ingin dijawab siapa pun.

Adden berjalan lebih dulu menuju ruang ganti di bagian paling belakang gedung, diikuti Messy dan Jojo di belakangnya. Begitu masuk, Adden menutup pintu dengan keras menggunakan kakinya.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!