NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Action / Wanita perkasa / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Komedi
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Siti Alesia, anak jawara silat yang tewas konyol, terbangun di tubuh Permaisuri Alessia—wanita lemah yang dijadikan "mesin pembuat anak" dan ditindas hingga mati oleh selir licik.
​Tapi mereka salah sasaran. Alesia bukan wanita yang bisa menangis! Dengan mulut pedas dan jurus Golok Seliwa, ia mengobrak-abrik aturan kolot istana. Selir yang meracuninya? Dibanting sampai encok! Ibu Suri yang galak? Dibuat kicep lewat diplomasi sambal terasi!
​Raja Magnus yang sedingin es dan sekaku kanebo kering pun dibuat meleyot. Sang penguasa kini sadar; istrinya bukan lagi pajangan, melainkan macan betina yang siap membelah siapa pun yang berani menyentuh harga dirinya.
​"Bang Magnus, jangan kaku-kaku amat! Mending latihan silat sama gue, biar otot lu kaga karatan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Pengadilan "Santet" Dan Logika Anak Depok

​Balai Sidang Kencana biasanya digunakan untuk membahas pajak atau wilayah perang. Namun pagi ini, suasananya lebih mirip pengadilan dukun. Ibu Suri Beatrice duduk di kursi tinggi dengan wajah penuh kemenangan, sementara di sisi lain, Selir Rose terbaring di atas tandu dengan wajah pucat (yang menurut Alesia kebanyakan bedak) dan mulut yang sesekali mengeluarkan busa tipis.

​Para menteri dan tetua kerajaan berbisik-bisik, menatap Alesia seolah-olah ia adalah jelmaan iblis yang baru keluar dari neraka. Raja Magnus duduk di singgasananya, wajahnya datar, tapi cengkeramannya pada sandaran kursi menunjukkan ia sedang menahan amarah.

​"Permaisuri Alessia," suara Perdana Menteri—ayah Selir Rose—menggelegar. "Bukti sudah jelas. Boneka kain dengan namamu ditemukan di bawah bantal putriku. Dan sekarang, ia menderita penyakit aneh yang tidak bisa dijelaskan tabib. Apa pembelaanmu sebelum kami menjatuhkan hukuman pengasingan?"

​Alesia yang berdiri di tengah ruangan justru sedang asyik membersihkan kukunya. Ia mendongak, menatap Perdana Menteri dengan tatapan malas.

​"Buset dah, Pak Tua. Baru jam segini udah main tuduh-tuduhan aja. Kaga sarapan dulu apa?" celetuk Alesia santai.

​"Jaga bicaramu!" bentak Ibu Suri. "Sihir hitam adalah kejahatan besar di Orizon!"

​Alesia melangkah mendekati tandu Selir Rose. Para pengawal refleks menghalangi, tapi Magnus memberikan isyarat agar mereka mundur. Alesia membungkuk sedikit, menatap Rose yang matanya terpejam tapi kelopak matanya bergetar hebat.

​"Oke, kita main logika ya," Alesia berbalik menghadap para menteri. "Kalian bilang ini sihir hitam karena ada boneka kain? Di tempat asal gue—maksudnya, di pemikiran gue—boneka itu cuma kain sama kapas. Kalau gue tusuk boneka, yang sakit ya bonekanya. Kecuali, boneka itu cuma alat buat framing alias fitnah."

​"Fitnah?! Putriku sekarat!" teriak Perdana Menteri.

​"Sekarat mata lu soak," gumam Alesia pelan namun terdengar. "Coba liat busa di mulutnya. Tabib, sini lu!"

​Seorang tabib tua mendekat dengan gemetar.

​"Busa ini baunya apa?" tanya Alesia.

​"Bau... agak wangi dan sedikit pahit, Yang Mulia," jawab tabib itu ragu.

​Alesia menyeringai. "Itu bukan busa sihir, itu busa sabun dicampur putih telur! Lu kira gue beneran bego? Di kampung gue, bocah-bocah sering pura-pura ayan pakai cara begini biar kaga disuruh sekolah!"

​Seluruh ruangan mendadak hening. Selir Rose yang tadinya "pingsan" tampak sedikit tersedak.

​"Lalu bagaimana dengan jarum yang menusuk jantung boneka itu? Sejak saat itu putriku mengeluh dadanya nyeri!" tantang Perdana Menteri lagi.

​"Duh, Pak... itu namanya sugesti. Kalau lu kasih tahu orang penakut kalau dia kena kutuk, dia bakal ngerasa sakit beneran padahal jantungnya sehat-sehat aja," Alesia berjalan mondar-mandir dengan tangan di belakang punggung. "Dan soal boneka itu... kalau gue emang mau santet orang, ngapain gue tulis nama gue gede-gede di situ? Itu mah namanya 'nyerahin diri'. Gue emang barbar, tapi gue kaga bego!"

​Magnus tampak menahan senyum di balik tangannya. Logika Alesia sangat mentah tapi masuk akal.

​"Cukup dengan bualanmu!" Ibu Suri berdiri. "Bukti fisik tetap ada. Kau harus dihukum agar dewa tidak murka!"

​Alesia menghela napas panjang. "Ibu Suri yang terhormat... sepertinya Ibu emang pengen banget liat gue diusir ya? Oke, kalau logika kaga mempan, gimana kalau kita liat dari sisi kekuatan?"

​Alesia menoleh ke arah Magnus. "Bang Magnus, pinjem pedang pengawal yang paling gede dong."

​Magnus memberikan isyarat pada pengawal pribadinya. Sebuah pedang besar berbahan baja murni yang sangat berat diserahkan kepada Alesia. Para menteri tertawa melihat Alesia memegang pedang yang ukurannya hampir separuh tubuhnya itu.

​"Apa kau mau memotong kue dengan pedang itu, Permaisuri?" ejek salah satu menteri.

​Alesia tidak menjawab. Ia memegang gagang pedang itu dengan satu tangan. Matanya mendadak berubah tajam, aura jagonya keluar. Ia menarik napas dalam, memusatkan tenaga dalam yang ia pelajari dari Abah ke pergelangan tangannya.

​HUP!

​Dengan gerakan yang sangat cepat dan bertenaga, Alesia mengayunkan pedang berat itu secara vertikal ke arah sebuah meja batu di sampingnya.

​BRAKKKK!

​Meja batu setebal sepuluh senti itu terbelah dua dengan potongan yang sangat rapi. Debu batu beterbangan di udara. Belum berhenti di situ, Alesia memutar pedang itu di atas kepalanya seolah benda berat itu hanya seringan kapas, lalu menusukkannya ke lantai marmer hingga bilahnya tertanam separuh.

​"Denger ya semuanya," suara Alesia kini rendah dan mengancam. "Gue punya kekuatan buat belah kepala kalian dalam satu detik kalau gue mau. Ngapain gue repot-repot pake boneka kain, jarum, sama busa sabun kalau gue bisa nyelesein masalah pake tangan kosong?"

​Ia menatap Selir Rose yang kini matanya sudah terbuka lebar karena kaget melihat meja batu yang hancur.

​"Mba Mawar... bangun lu! Sebelum meja itu gue ganti pake leher lu!" gertak Alesia.

​Selir Rose langsung terduduk tegak di atas tandunya, wajahnya pucat pasi—kali ini pucat beneran, bukan bedak. "Ya-Yang Mulia... hamba... hamba merasa sudah agak baikan..."

​"Tuh kan! Ajaib!" Alesia bertepuk tangan dengan nada mengejek. "Jurus belah batu gue ternyata bisa nyembuhin santet. Mantap bener!"

​Alesia menatap Perdana Menteri yang sudah tidak berani bersuara. Lalu ia beralih pada Ibu Suri.

​"Ibu Suri, lain kali kalau mau jebak gue, cari cara yang lebih kerenan dikit ya. Yang pake logika. Biar gue kaga bosen," ucap Alesia sambil memberikan hormat pesilat dengan gaya yang sangat angkuh.

​Alesia berjalan santai kembali ke samping singgasana Magnus. Ia membungkuk sedikit ke arah suaminya. "Gimana, Bang? Akting gue bagus kaga?"

​Magnus menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada kekaguman, ada gairah, dan ada rasa bangga yang meluap-luap. Ia berdiri, lalu menggenggam tangan Alesia di depan semua menterinya.

​"Sesuai yang kalian lihat," suara Magnus menggelegar ke seluruh balai. "Permaisuriku tidak bersalah. Dan siapa pun yang berani membawa 'boneka' atau 'busa sabun' lagi ke depanku... akan aku anggap sebagai upaya penghinaan terhadap takhta. Sidang ditutup!"

​Magnus menarik Alesia keluar dari ruangan, meninggalkan Ibu Suri yang gemetaran karena marah dan Selir Rose yang hampir pingsan beneran karena ketakutan.

​Begitu sampai di lorong yang sepi, Magnus mendadak menghentikan langkahnya dan memojokkan Alesia ke dinding.

​"Eh, Bang? Ngapain lu? Mau piting gue lagi?" tanya Alesia, jantungnya mendadak diskotik.

​Magnus menumpu kedua tangannya di sisi kepala Alesia. "Tadi itu... sangat luar biasa. Kau benar-benar ingin menunjukkan padaku bahwa kau tidak butuh perlindunganku, hah?"

​Alesia menyeringai, ia menarik kerah baju Magnus agar wajah pria itu lebih dekat. "Gue butuh perlindungan lu buat urusan politik, Bang. Tapi buat urusan uler kadut kayak gitu? Serahin ke anak Depok. Sekarang, mending lu traktir gue makan enak lagi. Capek tau belah batu tadi!"

​Magnus tertawa, lalu tanpa diduga, ia mengecup kening Alesia dengan lembut. "Apapun untukmu, Permaisuriku yang barbar."

1
Ika Fitri Ana
lanjut....👍👍👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Pawon Ana
si Siti ini devinisi genius jalanan...,🥰
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Muft Smoker
aduuuuh koq ibu suriii begini amat sifat ny jelek ,, kaya sofa lama Blum di ganti kulit ny ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: /Grin//Proud//Proud/
total 2 replies
Muft Smoker
awaas ekoor ny terbang alessia🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
enk banget kasih nama orang ,, kasihan si naga takut gx terima jenggot ny di samain ma si kael ikan ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: yx bnr ad aja ide nama yg selalu muncul di luar kepala ny🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
astgaaa permaisuri senjata ny goloook ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,, siap2 jdi kurus anda gustaf🤭🤭🤭🤭🤭🤭 ,, permaisuri gx bisa d tindas lgiiii😏😏😏😏
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
ni nama ny permaisuri jaman emansipasi🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 ,,
gx da lembut2ny ,, tp mantap laa Alessia ,, aq suka gaya muuu 🤟🤟🤟🤟🤟
Muft Smoker
lanjuut kak
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Muft Smoker
raja di panggil abank🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,, catatan baru dlm sejarah ini ,,
Muft Smoker: bnr kak ,, anak abaaah di lawan 🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 4 replies
Muft Smoker
kak baru bab awal loo tp udh seruuu liat tingkat alessi yg apa adany ,,
semangat trus ya kak nulis ny
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
💯 buat lily🤭🤭🤭🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
duuh korban tabrak lari gerobak gorengan🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣


hai kak ,,
aq mampir ksniii
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Hasnawiyah Ansar
iya bener sekali tebakan anda
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
lucuk, keren, gerrrrr banget /Joyful/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
baru bab satu aja udah kocaggh banget🤣
Ariska Kamisa: Terimakasih,
stay read kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Pawon Ana
ini krakter anak Betawinya positif thinking ya tipenya....jadi asyik orangnya...🤭✌️
Ariska Kamisa: dia anak bae bae kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ika Fitri Ana
semua ceritanya bagus..simpel tidak berbelit...jadi tidak membosankan cerita2nya....rekomend banget.
Ika Fitri Ana
semangat ..bagus ceritanya..semoga tetap menarik seperti cerita lainnya thor...👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!