hallo, saya sun sarang putri bungsu dari pasangan sun siwan dan hayega dinata, sun siwan yang tak lain adalah ayahku pembisnis pakaian dan ibuku hayega adalah seorang dokter.
anak pertama mereka kembar yaitu sun saga si paling tua 10 menit dan sun sagi , dan anak berikutnya ya saya si cantik sun sarang.
kakak pertama saga dia mengikuti gen sang ibu yaitu dokter dan kak sagi dia ikut jejak sang ayah yaitu pembisnis,
sedangkan aku? yah aku sekolah kedokteran tetapi kalian tau aku tidak mau jadi dokter , dan sekarang pekerjaan ku cukup tidak jelas,
kadang produser, kadang vidiografer dan kadang yah cuman tidur aja.
aku gak suka ribet apalagi di atur orang lain dan ternyata aku juga harus ngalamin pase di mana aku harus merendah dan mengontrol semua yang aku lakukan,
saat bertemu dengannya semuanya tampak salah, tidak seharusnya aku menyetujuinya kan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita zahara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. posesiv
"pakailah aku tidak suka mereka dengan sengaja melihatnya" ujar yanqi sambil membuka kembali layar laptop nya,
"wahhh tuan muda Do apa kau cemburu,,, apa yang tidak boleh kami lihat itu" ujar ye jun di sebuah vidio,
Yah mereka sedang metting vidiocall semua member untuk membahas peluncuran mv terbarunya,
"tak perlu ikut campur ,,, apa kau perlu istriku hyun jae,,," ujar yanqi tak memperdulikan ocehan temannya,
"baiklah,,, nyonya yanqi apa kau sudah ada" ujar hyun jae dan aku menyahut tandanya aku mendengarkan,
"kita semua bersepakat dan berencana setiap weekend akan tinggal di villa untuk menyelesaikan mv ini, bagaimana apakah akan mengganggu jadwan kerja mu" tanya hyun jae,
"eummm tak masalah, pekerjaanku semuanya aman untuk saat ini aku bisa ikut rencana kalian" jawabku santai,
"baiklah kita sudah setuju semuanya kalian bisa istirahat sekarang" ujar nya dan mereka pun asik mengobrol dengan sesama teman pria mungkin,
Aku tadinya berniat kembali ke ranjang tapi seketika terlalu nyaman karna sudah mengenakan selimut akupun tertidur di sofa tanpa teringat apapun.
Pagi hari kali ini aku begitu kaget ketika mendapati kilauan cahayan matahari yang menembus ke arah gorderng berwarna putih itu,
Yanqi di sampingku masih tertidur lelap tetapi tangannya begitu erat memeluk pinggangku sehingga saat aku berniat bangun dengan pelan ia malah menarikku kembali ke pelukannya,
"ayolahhh lepaskan ini mungkin sudah tengah hari" ujarku, sebenarnya hari ini tidak ada kerjaan di luar tetapi ada beberapa program yang perlu ide tambahan,
Jadi aku harus menyelesaikannya satu persatu pekerjaanku sebelum bersantai,
"bisakah tolong masakan sesuatu untuk makan siang ini" ujarnya masih dengan mata terpejam,
"masak? Apa yang ingin kau makan" ujarku yang mencoba santai di pelukannya dan menyandarkan kepalaku di atas sebelah tangannya,
"eumm apapun itu asalkan tidak dengan daun ketumbar" jawabnya sembari mencium keningku seperti rutinitas pagi biasanya,
"tenang saja, bahkan aku sendiripun tak memakannya" jawabku ya memang mungkin itu salah satu kesamaan kita,
"benarkah, bukankah kita begitu cocok" ujarnya lagi sembari sedikit terbangun dan mendekatkan wajahnya tepat di depan wajahku,
"apa yang kau lakukan. Bisakah kau menghindar" ujarku memalingkan muka kesamping,
Ya karna ini tuh baru bangun tidur dan dia udah mulai kembali dengan jiwa sosornya itu mungkin yang sempat hilang beberapa hari,
"bolehkah aku menagih tanggung jawabku sekarang,,," ujarnya begitu lembut dan pelan hampir tidak terdengar tetapi dia melapalkannya dengan jelas tepat di daun telingaku,
Bahkan dia sengaja menghembuskan nafasnya di sana membuatku bergidik geli,
"yaaa geli bisakah kau lepaskan aku sekarang" ujarku dengan tatapan mohon,
Nampaknya ini salahku tidak cepat² lari saat terbangun, dan inilah akibat mengganggu macan tidur setelah dia terbangun bersiaplah untuk di terkam,
Aku begitu merasakan sensasi nafasnya yang cukup berat dia dengan hati² mulai mencium bibirku dengan lembut dan menjulurkan lidahnya dengan lembut,
Sebenarnya jantungku berdetang tidak karuan bahkan nafasku meburu lebih cepat,
Dasar pria memang mulutnya mencium mulut dan lidah nya bermain di sana, sedangkan tangannya dengan lihai menarik paksa gaun tidurku yang lembut itu hingga sobek dan berhasil di tarik,
Dengan secepat kilat tangan satunya menahan kedua tanganku agar tidak berontak atas apa yang dia lakukan,
Sebenarnya aku benar² tidak terima dengan perasaan yang kurang yakin ini, tetapi apalah daya birahiku menerimanya dengan tegas dan tetap menikmatinya tanpa menolak.