NovelToon NovelToon
Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Keluarga
Popularitas:243.8k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

“Kamu mau lamar aku cuma dengan modal motor butut itu?”
Nada suara Dewi tajam, nyaris seperti pisau yang sengaja diasah. Tangannya terlipat di dada, dagunya terangkat, matanya meneliti Yuda dari ujung kepala sampai ujung kaki—seolah sedang menilai barang diskonan di etalase.

"Sorry, ya. Kamu mending sama adikku saja, Ning. Dia lebih cocok sama kamu. Kalian selevel, beda sama aku. Aku kerja kantoran, enggak level sama kamu yang cuma tukang ojek," sambungnya semakin merendahkan.

"Kamu bakal nyesel nolak aku, Wi. oke. Aku melamar Ning."

Yuda tersenyum lebih lembut pada gadis yang tak sempurna itu. Gadis berwajah kalem yang kakinya cacat karena sebuah kecelakaan.

"Ning, ayo nikah sama Mas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23

"Kita lihat aja dulu."

Ning mengangguk perlahan, tangan masih erat memegang gagang kruk. Ia turun dari mobil dengan gerakan hati-hati, sementara Anggun melangkah lebih dulu masuk ke dalam kontrakan yang kecil namun kini terlihat jauh lebih rapi dari biasanya—lantainya kini mengkilap, furnitur kayu yang tadinya kusam bersinar, bahkan tirai baru menggantung di jendela.

“Permisi,” ucap Anggun saat memasuki ruang tamu, lalu memberikan sinyal kecil dengan mengangkat alis tipis dan tatapan. Para pria yang tadinya sibuk menyapu dan menyusun barang langsung berhenti.

"Kalian siapa?" tanya Anggun lebih keras. Para pelayan itu diam. Lalu Anggun bersuara lagi. "Apa? Temannya Yuda? Jadi kalian temannya Yuda?"

Para pelayan khusus itu saling lirik. Kemudian dengan gerakan terkoordinasi duduk berdampingan di kursi kayu, wajah mereka tenang dan tidak menyalahi pandang.

"Ning mereka teman-teman suamimu katanya," ucap Bu Anggun saat Ning baru saja masuk.

Ning terdiam, matanya melihat sekeliling dengan tatapan penuh keheranan. “Teman-teman Mas Yuda?” tanyanya lembut.

"Iya, benar. Kami temannya Mas Yuda, Mbak Ning," jawab salah satu dari para pelayan khusus itu.

"Mas Yuda nya...?"

"Tadi... Dapat panggilan..."

"Panggilan?" Alis Ning berkerut, "Aahh, dapat orderan ya?" tebak Ning.

Wajah para pelayan yang sempat ketar-ketir itu lega dan mengangguk.

"Iya, Mbak."

"Oohh..." Ning melangkah masuk. "Udah dikasih minum?" tanya Ning melihat sekitar, namun yang dia temukan hanyalah alat pel.

"Ah, belum ya?" Ning lalu melangkah ke dapur. "Loh, ini kok nyala kompornya," serunya.

"Ee... Anu Mbak! Itu tadi Mas Yuda lagi masak juga, terus keburu dapat orderan, jadi kami suruh tinggal aja, kami bantuin nerusin soalnya tinggal nunggu matang aja kok."

"Oohh, begitu. Maaf ya, Mas, Mbak, jadi ngrepotin," seru Ning dari dapur. Tadi Bu Mar si tukang masak sudah kabur duluan dari pintu belakang.

****

Di kantor pusat perusahaan keluarga, Yuda baru saja menyentuh layar ponselnya dan melihat pesan dari Ning.

“Bu Anggun mau ajak pergi sebentar, Ning mau minta izin ya Mas.”

Barulah ia menyadari panggilan yang terlewatkan tadi.

"Ngapain sih, Mama pake mau ngajakin Ning pergi segala, kalau istriku capek gimana?" gerutunya sambil mengetik pesan balasan. "Enggak usahlah."

Belum sempat ia tekan tombol kirim, wajahnya langsung mengerut saat Bastian masuk dengan wajah tegang.

“Yuda,” ucap Bastian dengan suara rendah. “Nyonya baru saja mengantar Ning pulang ke kontrakan.”

"Apa?!"

Yuda berdiri dengan tiba-tiba, buku kerja yang ada di mejanya terjatuh. "Sial! Belum selesai kerja mereka! Gawat kalau ketahuan Ning!"

Tanpa berpikir panjang, ia mencabut dasi dan melepas jasnya dengan tergesa-gesa sambil berlari keluar. Bastian mengikuti.

Mereka masuk ke dalam mobil. Bastian yang menyetir, Yuda mengganti celana panjang dengan celana jeans dan baju kerja dengan kaos polos yang selalu ia simpan di jog belakang mobil. Jaket hijau yang biasa dikenakan saat menjadi tukang ojek online segera menutupi badannya.

Dalam beberapa menit, ia sampai di depan gang. Seseorang sudah menunggunya di sana di samping sebuah sepeda motor matik. Yuda langsung gas ke kontrakan.

Keringat Yuda sudah menetes di dahinya, wajahnya penuh kekhawatiran. Tapi ketika memasuki ruang tamu, yang ia lihat bukanlah adegan yang ia khawatirkan—para pelayan sedang duduk dengan tenang, sementara Ning berdiri di dekat meja kecil, sedang menuangkan air teh panas ke dalam gelas dengan gerakan hati-hati.

“Mas Yuda!” teriak Ning dengan senyum hangat.

Yuda masih terengah, wajah bingung meminta penjelasan pada wajah-wajah di sana.

Yuda menatap ibunya dengan tatapan bingung. Anggun segera memberikan sinyal kecil, lalu berdiri dan berkata, “Teman-temanmu ini baik, ya Mas Yuda. Waktu kami datang, mereka baru saja selesai membersihkan—katanya enggak enak kalau bertamu di rumah orang, ditinggal malah duduk diam. Jadi mereka bantu berberes dan selesaikan masakan yang kamu tinggal.”

Yuda mengangguk perlahan, rasa lega mengalir di dalam dirinya. Ia mendekati Ning dan menepuk bahunya lembut. “Oh, iya. Maaf ya, baru bisa pulang. Tiba-tiba aja gacor banget tadi.”

Ning menggeleng. “Tidak apa-apa Mas. Teman-teman kamu baik banget.”

Setelah para pelayan dengan sopan menyampaikan pesan maaf karena harus kembali dan pamit pergi, Anggun menghadap Ning dengan wajah yang lebih lembut.

“Tadi kita belum sempat pergi,” ucapnya. “Kalau boleh, Ma... Ibu. Ibu ingin ajak kamu jalan-jalan sebentar saja. Biar enggak bosan di rumah.”

Ning melihat Yuda dengan tatapan meminta izin, dan pada saat itu, rasa kagum dan cinta mengalir deras di hati Yuda. Betapa menghormatinya wanita ini padanya—bahkan untuk keluar bersama orang lain sekalipun, ia selalu menginginkan izinnya.

“Kalau kamu mau, ya boleh,” ucap Yuda dengan senyum lembut. “Tapi, Mas masih harus cari orderan lain. Tidak apa, kan?”

****

Di kantor lain, jauh dari sana, Ridho baru saja memasuki ruang kerja setelah beberapa minggu libur karena sakit dan pernikahannya dengan Dewi. Teman-temannya segera mengelilinginya, memberikan ucapan selamat dan membawa beberapa paket kecil sebagai hadiah.

“Semoga bahagia ya Ridho!” ucap salah satu rekan kerja dengan senyum ramah. “Kamu sudah lama tidak datang, kita semua merindukanmu.”

Ridho tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Ia merasa tubuhnya sudah jauh lebih baik, meskipun terkadang ada rasa kosong yang tak bisa ia jelaskan di dalam dirinya—seolah ada bagian ingatan yang hilang dan selalu ingin ia cari.

Ia mendekati mejanya yang sudah dibersihkan oleh rekan kerja. Ia membuka laci bawah untuk mengambil dokumen proyek yang harus diselesaikan, namun tangannya tiba-tiba berhenti ketika menyentuh sesuatu yang keras dan licin. Ia menariknya keluar—sebuah foto kecil yang tertutup kaca. Di dalamnya, seorang gadis berjilbab dengan senyum lembut sedang duduk di kursi taman, wajahnya tampak tenang dan lembut.

Ridho menatap foto itu dengan lama, rasa asing namun juga akrab menghantui dirinya. Ia mengerutkan dahinya, mencoba mengingat dari mana foto itu berasal dan siapa gadis yang ada di dalamnya. Tapi ingatan itu seperti kabut yang tak bisa ia pegang—hanya rasa hangat yang tersisa di dadanya, dan pertanyaan yang terus mengganggunya, "Siapa kamu?"

1
Sri rahayu
kenapa kalau Ning istri Yuda Ranu ? bukankah dulu kamu yg nyuruh Yuda mencari Ning dan melindunginya .kan Ning bukan kekasihmu .seharusnya kamu bersukur Ning sudah membantumu bangkit dan mulai sembuh ?
sutiasih kasih
sdh tau kn skrg....
jdi harap sadar diri y ranu.... klo ning adalah istri dri adikmu...
klo km msih mksa buat jdi pmbinor.... smoga Azab brkali lipat mnimpamu lg🙄🙄🙄
sunaryati jarum
Kalau sudah tahu terima kenyataan ,kau yang lalai menabrak Ning.Ikhlaskan itu juga cara penebusan kesalahan kamu.Jangan egois, semua menyayangimu Ranu.
N Wage
pokoke bagus👍👍👍👍👍
sunaryati jarum
Ranu jangan egois .Jika hubungan Yuda dan Ning membaik,emak lanjut mengikuti kisahnya
delis armelia
ya allah akhirnya ketahuan... nunggu besok berasa lama
Yensi Juniarti
bagus saya suka..
biar Ranu sadar dimana posisinya...
berharap sama bini orang...
jangan ya bang ya... JANGAN...
bibuk Hannan & Afnan
akhirnya Ranu tahu dgn sendirinya status Ning dan Yudha
bibuk Hannan & Afnan
Yanh=yang
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
ya dsn yg pinter ranu dia nyari tau smuanya dgn sat set. yg lain bodoh aplg mamanya em knp kl jujur toh haruse yg ngamuk marah tuh ning krn ditabrak ranu, gak masuk akal banget
nunik rahyuni
ya...harap sadar diri.
jgn minta dikasihani terus. jgn jd org lemah terus bergantung sm ning...memanfaat kn ning...
sadar. .oe..sadar...kmu yg nabrsk bukanya mengaku dan minta maaf..malah memanfaatkan...pikirkan perasaan ning..
kelg g tau diri sih menurut q
nunik rahyuni: iya..mundur jauh jauh🪠🪠🪠
total 2 replies
Nana Geulise
woi..woi sadar Ranu ning itu istrinya yuda...jangan nanti jadi korban keegoisan kalian(ranu.yuda n mm a ggun) kasihan ning🥺🥺🥺
Arin
Bagus gitu kan..... Biarpun Ranu tau sendiri tentang Ning dan Yuda. Dan semoga semua jadi lebih baik. Ranu tidak terlalu berharap lagi kepada Ning
Dinar Keke
Ayo mama Anggun segera kasih tau kebenarannya. Ranu harus tau diri,dia harus sadar diri kalau masih menyimpan perasaan dengan Ning akan merusak hubungan antara dia dan Yuda
Dinar Keke
Ceritanya dirapel nih komentarku Maaf ya dari awal aku suka ceritanya adem ayem Ada konflik sedikit, sekedar tidak bosan membaca. Begitu Ning sembuh bisa behjalan, dab akhirbya kembali kerumah besar timbul masalah besar.
Ning gak salah dia membantu, tapi karena dia menghargai posisi suami dia memilih mundur.. Karena keadaanlah yang memaksa dia terus bertahan untuk membantu Ranu, harusnya yang bertanggung jawab kedua orttunya Ranu.
Udah mending balik kerumah kontrakan, hidup kalian lebih damai disana.
Jumi Saddah
seharus dari awal di beritahu klo ning adlh istri yuda,,dan juga ju2r klo kecelakaan yg ning alami tu karna ranu,,,jdi nda ada salah faham begini kan,,
Sri Rahayu
Ajak Ning pindah kerumah kalian lg Yuda...bukan kewajiban Ning utk menyembuhkan Ranu...hrs nya ortu mu bersyukur berkat adanya Ning Ranu bisa sadar lg...kasihan Ning tersiksa batin nya gimana kl dia tau Ranu lah yg menabrak nya...lanjut Thorr😘😘😘
Eka Burjo
ok
Eka Burjo
aneh sih menurutku, istri tetap istri Yuda kamu ga harus ngalah sama kakak mu🙄
Samsiah Yuliana
udah ah Ning, bner kata kamu, berhenti aja jdi terapis nya, ganti sama yg ahli aja kah, jadi kasihan kan semuanya😁
lanjut lagi cerita Thor 🙏🙏🙏🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!