NovelToon NovelToon
Menikah Karena Tekanan Keluarga

Menikah Karena Tekanan Keluarga

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Cut Asmaul Husna

Anya Clarissa, seorang Arsitek Lanskap yang terbiasa menata keteraturan dari kekacauan tanaman, menemukan hidupnya sendiri berantakan. Ibunya, Mama Clarissa, terjerat hutang miliaran setelah ditipu oleh rekan bisnis butiknya. Di tengah keputusasaan, sebuah tawaran datang dari Keluarga Arkatama, penguasa industri logistik laut yang legendaris.Devan Arkatama, CEO muda yang dingin, angkuh, dan efisien, sedang dalam posisi terhimpit. Sang ayah, Papa Arkatama, mengancam akan mencopot jabatannya dan mengalihkan warisan kepada sepupunya jika Devan tidak segera menikah dan memperbaiki citranya yang dikenal sebagai "Playboy Tak Berperasaan."Pertemuan pertama mereka di sebuah acara peresmian taman kota berakhir dengan bencana. Anya menganggap Devan adalah pria sombong yang tidak menghargai seni, sementara Devan menganggap Anya adalah wanita kelas menengah yang mencoba mencari perhatian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cut Asmaul Husna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 22 : AMUK SANG ELANG DAN MUSLIHAT DI BALIK LAYAR

Pagi di kediaman Arkatama biasanya dimulai dengan aroma kopi yang menenangkan dan suara kicauan burung dari taman vertikal karya Anya. Namun, kedamaian itu pecah saat Devan Arkatama menerima sebuah amplop tanpa pengirim di meja kerjanya. Di dalamnya terdapat salinan dokumen penyitaan aset Green Soul Studio—studio arsitektur kebanggaan Anya—yang diajukan oleh sebuah konsorsium hukum misterius atas tuduhan pelanggaran kontrak lama yang direkayasa.

Devan tahu siapa pelakunya. Hanya ada satu orang yang cukup licik untuk bergerak di bawah radar hukum dan cukup dendam untuk menyerang titik lemah istrinya: Om Bram.

...****************...

Di sebuah bar tersembunyi di kawasan pusat bisnis Jakarta, Om Bram duduk berhadapan dengan Valerie. Om Bram yang masih menyimpan dendam karena diusir secara tidak hormat dari rumah sakit, kini menemukan sekutu yang sempurna.

"Anya adalah nyawa Devan saat ini," ucap Om Bram sambil menyesap cerutunya. "Kalau kita hancurkan studionya, Anya akan terpuruk. Dan saat Anya terpuruk, Devan akan kehilangan fokusnya di Arkatama Shipping. Di situlah kita masuk untuk mengambil alih kursi direksi kembali."

Valerie tersenyum licik, jemarinya yang lentik memutar gelas wine-nya. "Aku sudah menyiapkan panggungnya, Om Bram. Aku punya koneksi di dewan etik arsitek. Kita akan membuat Anya dicabut lisensinya. Wanita penanam pohon itu tidak akan punya tempat lagi di Jakarta."

...****************...

Devan tidak menunggu waktu lama. Begitu ia melacak bahwa dokumen penyitaan itu berasal dari sebuah firma hukum yang dibiayai oleh dana gelap Om Bram di kantor cabang pinggiran, ia langsung berangkat ke sana. Ia tidak memanggil polisi; ia ingin menyelesaikan ini dengan tangannya sendiri.

Devan sampai di kantor cabang tersebut dengan aura yang begitu gelap hingga para staf di lobi pun tidak berani menyapanya. Ia menendang pintu ruang rapat tempat Om Bram sedang mengadakan pertemuan rahasia dengan beberapa pemegang saham minoritas yang membelot.

BRAKK!

"Devan?! Apa yang kamu—" Om Bram terlonjak dari kursinya, wajahnya pucat pasi.

Devan melangkah maju dengan kecepatan yang menakutkan. Ia mencengkeram kerah kemeja Om Bram dan membantingnya ke dinding kaca ruangan tersebut. Bunyi benturan itu membuat seluruh ruangan hening seketika.

"Berani-beraninya kamu menyentuh studio Anya," desis Devan. Suaranya rendah namun mengandung getaran amarah yang luar biasa. "Aku sudah memaafkanmu soal Papa, aku sudah membiarkanmu pergi dengan sisa hartamu. Tapi menyerang istriku adalah kesalahan terakhir yang akan kamu buat seumur hidupmu!"

"Lepaskan! Aku ini pamanmu!" teriak Om Bram mencoba melepaskan diri.

Devan tidak peduli. Ia mengambil dokumen penyitaan itu dan merobeknya tepat di depan wajah Om Bram. "Mulai detik ini, aku membekukan seluruh aset pribadimu yang masih terikat di Arkatama Group. Aku akan menuntutmu atas pencemaran nama baik dan pemalsuan dokumen. Dan jika kamu atau model kadaluwarsa itu—Valerie—mendekati Anya lagi sejauh satu meter saja, aku pastikan kalian berdua akan membusuk di sel yang paling gelap di negeri ini!"

Devan menghempaskan Om Bram ke lantai. Para pemegang saham yang hadir segera bubar karena ketakutan melihat amarah sang CEO yang biasanya selalu tenang dan terkontrol itu.

...****************...

Sementara Devan sedang mengamuk di kantor, di mansion Arkatama sedang terjadi adegan yang sangat kontras. Mama Arkatama datang membawa bertoples-toples pie susu dan camilan dari Bali yang tertinggal.

Anya sedang mencoba fokus mengerjakan sketsa desain taman untuk klien barunya di ruang tamu, namun diganggu oleh antusiasme mertuanya.

"Anya sayang, ayo makan dulu! Kata Mama Clarissa, kamu kalau lagi mikir suka lupa makan. Ini pie susu spesial, Mama sampai rebutan sama turis lain di bandara kemarin!"

Anya tertawa kecil. "Terima kasih, Ma. Tapi Anya lagi dikejar deadline ini."

Mama Arkatama mencoba membantu Anya "merapikan" meja kerjanya yang penuh dengan maket pohon kecil dan miniatur kolam.

"Aduh Anya, ini pohonnya kok miring? Sini Mama benerin pakai lem tembak!" ucap Mama Arkatama dengan semangat.

"Ma, jangan! Itu pohonnya memang didesain miring untuk estetika—"

CETREK!

Lem tembak yang dibawa Mama Arkatama justru mengenai ujung gaun sutra Mama sendiri, lalu menempel ke taplak meja, dan akhirnya membuat toples pie susu itu terguling. Pie susu yang lengket itu berhamburan di atas maket kolam milik Anya.

"Aduuuh! Paaa! Tolongin Mama! Mama nempel di meja!" teriak Mama Arkatama panik.

Papa Arkatama yang sedang membaca koran di sofa seberang hanya bisa menghela napas. "Tuh kan, Ma. Makanya jangan ganggu arsitek lagi kerja. Sini, Papa bantu."

Papa Arkatama bangkit, mencoba melepaskan kain gaun Mama dari lem yang sudah mengeras. Namun, karena Papa kurang hati-hati, ia justru ikut tersangkut. Akhirnya, mereka berdua berakhir berdiri kaku menempel di meja kerja Anya seperti patung sepasang suami istri yang sedang menahan beban meja.

Anya yang melihat itu tidak bisa menahan tawa. Di tengah ancaman dari Om Bram dan Valerie, pemandangan mertuanya yang menggemaskan ini menjadi obat stres yang luar biasa. Ia mengambil ponsel dan memotret mereka.

"Anya! Jangan difoto! Malu kalau dilihat Devan!" seru Mama Arkatama sambil tetap berusaha menarik gaunnya.

"Buat kenang-kenangan, Ma! Judulnya: Arkatama Menempel pada Properti," goda Anya di sela tawanya.

...****************...

Malam harinya, Devan pulang dengan tangan yang sedikit memar karena memukul meja saat mengamuk tadi. Ia melihat Anya sedang membersihkan sisa-sisa pie susu di maketnya dengan senyum-senyum sendiri.

Devan mendekat dan memeluk Anya dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu Anya. "Maafkan aku, Anya. Aku sudah mendengar apa yang dilakukan Om Bram pada studiomu. Tapi jangan khawatir, semuanya sudah aku selesaikan."

Anya berbalik, mengusap wajah suaminya yang tampak sangat lelah. "Aku tahu, Devan. Aku juga punya kejutan untukmu. Lihat ini."

Anya menunjukkan foto Papa dan Mama Arkatama yang menempel di meja tadi. Devan yang tadinya penuh amarah, seketika tertawa terbahak-bahak melihat tingkah orang tuanya.

"Mereka benar-benar luar biasa," gumam Devan. "Anya, terima kasih sudah tetap tersenyum meskipun duniaku selalu membawa badai untukmu."

Anya mencium pipi Devan. "Badai itu tidak menakutkan, Devan. Karena aku punya pohon yang akarnya sangat kuat untuk bersandar. Yaitu kamu."

Namun, di kegelapan malam, Valerie yang baru saja mendengar kabar kegagalan Om Bram, tidak tinggal diam. Ia menatap foto pernikahan Anya dan Devan dengan penuh dendam. "Jika aku tidak bisa menghancurkan studionya, aku akan menghancurkan kepercayaan di antara mereka. Kita lihat seberapa kuat Anya saat dia tahu apa yang sebenarnya terjadi di Paris dua tahun lalu."

1
Emily
ada ada aja orang jahat
Emily
😂😂😂jus pare satu ember ...ada aja mama sarah
Emily
Valerie otak kriminal
Emily
memang kampret si valerie
Emily
Valerie Mak lampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!