Kisah cinta Kapten John Christo Nagasaki Lantang seorang perwira angkatan laut yang berjanji menjadi pengawal bagi seorang perempuan yang dia temui di sebuah club malam. Ternyata perempuan itu adalah seorang dokter bedah bernama Pamela Christine Giardini.
Bagaimana Cinta bisa hadir diantara dua orang yang memiliki kepribadian keras dan cenderung introvert ini???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Playing Victim
Sebulan bekerja di poli bedah, Ella baru tahu, bahwa dokter kepala di polinya adalah istri dari Yason laki - laki yang masih dia benci sampai sekarang.
Sementara di rumah kediaman Yason Dan Cia terjadi perang sengit antara pasangan suami istri ini. Masalah di tempat kerja mereka berlanjut di rumah.
"Tidak bisakah hanya sedikit kah nol koma satu persen hatimu untukku."
"Stop Cia, jangan menyakiti dirimu. Jangan munafik. Kamu kira saya tidak tahu apa yang kamu lakukan, waktu di Jepang. Kenapa sampai bayi kita gugur dari kandunganmu. Karena kamu minum obat kan?? Karena kamu make seks dengan pacarmu juga kan?? Stop jadi orang tersakiti."
"Saya melakukan itu karena perbuatan kamu."
"Dari awal saya sudah bilang mundur jangan lanjutkan, tetapi kamu tetap mau maju dengan resiko yang sudah saya katakan kepadamu."
"Karena saya cinta kamu."
"Stop Cia, stop."
Yason sudah muak dengan tindakan Cia istrinya. Sehingga Yason keluar dari rumah meninggalkan Cia sendiri. Yason memilih tinggal disebuah apartemen yang segedung dengan Apartemen Ella dengan suaminya John. Namun ditegur oleh Jay asistennya. Jay inilah yang mengetahui banyak hal tentang Yason bosnya.
"Bos, apa tidak kasihan dokter Ella jika nyonya tahu, bos satu gedung apartemen dengan ibu Ella."
"Terus saya harus bagaimana Jay, saya lelah dengan perempuan yang suka playing victim seperti Cia."
"Saran saya, bos harus kembali ke rumah."
"Kita pulang malam saja Jay aku malas lihat muka Cia."
"Iya bos."
Ella baru saja selesai vidio call dengan suaminya. Informasi bahwa dalam waktu dekat lagi mereka akan kembali ke pangkalan di Jakarta. Lusa dia sudah tiba di Jakarta. Sebagai istri tentu dia senang menerima kabar seperti itu, bahwa suaminya Mayor John Christo Nagasaki Lantang akan pulang setelah hampir sebulan lebih mereka berpisah karena tugas.
Sedangkan papi mertua Ella sudah selesai pendidikan dan di kabarkan dia juga Lusa akan menerima pangkat kehormatannya Brigadir Jenderal (Brigjen) yang merupakan pangkat pertama dalam golongan perwira tinggi (pati) yang di tandai dengan satu bintang di pundaknya. Mami beberapa hari ini, sibuk mengurus acaranya, sampai baju kembar kami sudah disiapkan mami.
Pagi ini, Ella ke rumah mertuanya membawa lauk yang subuh dia masak. Ini kesukaan papinya. Ella juga semalam pulang kerja ada membeli kue keju kesukaan mereka semua. Semua di rumah kaget karena Ella pagi - pagi sudah datang. Mami yang sudah bangun langsung menjemput anak mantunya.
"Sayang, kamu baik - baik saja. Kenapa pagi sekali kesini??"
"Ella kangen mami dan papi. Ella bawa sarapan yang Ella masak buat sarapan bersama." Mami langsung memeluk Ella dan bawaannya sudah di angkat bibi. Sopir papi sudah memarkirkan mobil Ella dengan baik.
"Sayang, selamat pagi. Pagi sekali nak??"
"Kalau Ella kesiangan rencana Ella sarapan bersama batal nanti pi, mi."
"Kakak.... Dede kangen." Jessica datang memeluk Ella, biasanya jam segini dia masih tidur. Semua di ruang makan tersenyum melihat tingkah di bontot.
"Selamat pagi dek." Jefry dengan baju dinasnya lengkap datang menyapa adek iparnya dan memeluknya.
"Selamat pagi kak."
"John malam ini sudah tiba di Jakarta."
"Malam ini kak??? Dia ngomong besok."
"Kamu ngak tahu suamimu itu."
"Mami, papi, kakak harus tahu berita heboh di kampusku. Dan artisnya kak Ella. Bulan lalu kakak ada operasi pengusaha kaya bapak dan ibu Setiawan."
"Yang mengalami kecelakaan. Tetapi istrinya meninggal kan??"
"Kakak operasi suaminya si bapak Setiawan, sedangkan dokter kepala di poli bedah lulusan luar negeri mengoperasi ibunya. Diagnosis awal yang parah itu bapaknya. Kakak berhasil menolong."
"Itukan tugas kakak dek. Hidup dan mati sudah di atur oleh Tuhan. Kakak hanya melakukan tugas kakak sesuai prosedur."
"Ini membuktikan lulusan luar negeri tidak menjamin dia hebat."
"Selamat sayang."
"Selamat ya dek."
"Terima kasih, mami, papi, kak. Karena itu Ella jadi banyak pasiennya. Sibuk sampai tidak bantu mami."
"Mami tidak sendiri sayang, ada teman mami yang membantu. Mami tahu pekerjaan kamu."
"Terima kasih mami, dan Ella mohon maaf ya. Hari ini Ella masuk kerja jam siang, Ella mau bantu dan temani mami" Mami hanya tersenyum.
Selesai sarapan Ella bersama mami melihat semua baju yang sudah di jahit dan sudah di laundry.
"Lusa kalian bobo di rumah saja ya? Biar kita sama - sama ke acara papi."
"Mami, Ella mau nunjukin sesuatu di punggung Ella."
"Mami dan papi sudah tahu, John sudah cerita sama mami dan papi. Sampai waktu itu papi pukul pundaknya karena sudah melihat tubuh kamu. Namun tertolong karena lihat di Bali."
"Mami ngak marah??"
"Itukan seni, lagian hanya satu. Kalau terlihat saat menggunakan baju seksi saja."
"Terima kasih mi."
Karena sudah siang hari, Ella sudah berada di rumah sakit. Tadi selesai menemani mami mertuanya siapkan segala sesuatu buat acara lusa, dia langsung ke rumah sakit setelah dari restoran bersama mertuanya melihat kesiapan catering.
Yason melihat Ella dari jauh yang sudah menggunakan seragam lapangan dokter. Sementara absen. Ella tidak tahu, bahwa ada yang dibayar Yason menjaga Ella di ruangan poli bedah bahkan disekeliling rumah sakit.
"Selamat siang semua."
"Selamat siang dokter cantik." Ella hanya tersenyum.
"IGD butuh bantuan dokter bedah, kamu Ella kesana saja."
Ella sedikit kaget, melihat kemunculan dokter Cia, dia langsung bergerak.
"Baik dokter."
"Orang baru tiba, dan juga belum sifnya dokter Ella sudah di perintah saja, ini kan masih sifnya."
"Iya jutek amat lagi mukanya. Pahit, pahit kalau di lihat." Para ners langsung menuju ke bangsal mereka.
Ella langsung memeriksa pasien di IGD dan sudah menginformasikan untuk menyiapkan ruang operasi. Dan tim sudah siap semua. Persetujuan keluarga sudah diperoleh, Ella sudah menyampaikan apa yang di alami pasien dan kemungkinan - kemungkinan terburuk yang di alami. Dan tim dokter buat operasi juga sudah siap.
Drama operasi terjadi, pasien mengalami banyak sekali pendarah. Sampai ners keluar ke bank darah meminta darah, untungnya kesediaan darah untuk pasien sesuai golongan darahnya banyak. Dokter Cia melihat kerempongan yang di alami oleh tim dari dokter Ella. Dia menyumpahi hal yang buruk terjadi. Dia dokter Cia berharap pasien yang di tolong tim operasi dokter Ella tidak selamat. Perjuangan dua jam operasi akhirnya selesai. Pasien selamat.
"Puji Tuhan." Ella duduk di lantai ruang operasi dengan lemas.
"Selamat dokter Ella. Dokter hebat."
"Terima kasih, tetapi yang hebat kita semua. Terima kasih tim ku. Kalian luar biasa lagi hari ini."
Begitu melihat pasien yang keluar ruangan operasi baik - baik saja. Dokter Cia ke toilet dan menangis karena marah dan cemburu.