NovelToon NovelToon
Ghaffar Si Penakluk Arwah

Ghaffar Si Penakluk Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Mata Batin
Popularitas:150.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Seorang anak lelaki, yang harus menyaksikan kematian ibunya di ulang tahunnya yang ke 9. Tumbuh dengan hati yang dingin, seolah tak tersentuh. Tetapi ia sudah terbiasa, dengan sahabatnya. Petualangan bersama para roh, kuy kita baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cerita di Balik Boneka

BRUGH

Balok dari atas Lusi terjatuh, Lusi segera memeluk tubuh Sisil. Melindungi tubuh kecil itu, dari reruntuhan balok.

'KYAAAAA'

BUGH

'AKKHHH... ' Lusi berteriak kesakitan, karena kakinya tertimpa balok tersebut. Ia pun terjatuh, namun masih menahan tubuhnya agar tak menimpa Sisil.

'Sisil... ka mu... ce pat ke luar... hah hah ' Sisil menggelengkan kepalanya, ia tak ingin meninggalkan Lusi.

'Danan tidul, mba Lutsi janan tindalin Tisyil.' Sisil menangis, Lusi membulatkan kedua matanya saat melihat ada balok lagi yang akan menimpa mereka. Lusi memeluk erat tubuh Sisil, yang memeluk boneka kesayangannya.

"HAH.. HAH.. HAH..." Ghaffar memegang dadanya, keringat membanjiri pelipisnya.

"Ghaf, kamu ga papa kan?" tanya Akbar cemas

"Om, taruh boneka itu di dalam kamar itu. Wakili putra om meminta maaf padanya, ucapkan dengan sangat tulus. Ghaffar bantu dari sini..." Ghaffar menunjuk salah satu kamar, yang merupakan kamar Sisil. Om Guna segera menurutinya, ia masuk dan menaruh boneka itu di atas lantai kamar tersebut.

Om Guna berlutut di depan boneka, dengan air mata yang membasahi kedua pipinya. Om Guna memohon maaf dengan sangat tulus, berharap penghuni kamar dan pemilik boneka ini memaafkan putranya. Dan mengembalikan jiwa Bayu, untuk kembali ke tubuhnya.

"Lu juga Dam, memohon lah untuk tidak di ikuti lagi oleh arwah gadis itu." ucap Ghaffar, Damar mengangguk

Ghaffar duduk sila, Akbar melakukan hal yang sama. Itu artinya, mereka membantu para arwah merasa tenang. Dengan bacaan surah, yang akan mereka kirim pada para arwah. Ghaffar mengeluarkan tasbih, pemberian kiyai Ummar.

SWOOOSSSHHH

Angin kembali berhembus dengan kencang, bau gosong tercium begitu jelas.

'Kami melepaskan mereka, katakan pada mereka. Untuk berhenti, melakukan hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri. Bahkan mungkin, bisa merugikan orang lain.' terdengar suara seorang perempuan, yang Ghaffar tebak... itu adalah suara Lusi.

"Terima kasih, karena kamu mau melepaskan pria yang kamu inginkan." ucap Ghaffar, terdengar decakan kesal.

'Aku hanya menyukainya, tak berniat membawanya. Dunia kami berbeda, aku tak ingin mendapatkan karma karena membuatnya berpikiran untuk bunuh diri. Tapi kalo dia berpikiran untuk mati, aku bisa apa. Dan alasan utamanya adalah, karena ia begitu menyayangi neneknya.' balas Lusi

'Telima tasyih ya, sudan menembalitan boneta na Tisyil' Ghaffar tersenyum, ia mengusap lembut kepala Sisil

"Pergilah, kalian sudah tak terikat lagi dengan bangunan ini." ucap Ghaffar, membuat Lusi dan Sisil tersenyum senang

'Terima kasih'

Wushh

Dua arwah itu pun menghilang, hal itu membuat takut dan juga takjub Damar dan om Guna. Ternyata benar, arwah seorang gadis yang mengikuti Damar. Sedangkan Bayu, arwah seorang anak yang ingin teman bermain untuknya.

"Alhamdulillah" gumam Ghaffar

"Kita pulang, tunggu kabar baik dari rumah sakit. Dan om, jangan menyalahkan Damar. Karena yang memaksa untuk datang ke sini, adalah putra om sendiri. Biasakan untuk mendengar cerita dari dua sisi, jangan hanya karena membela putra om. Om tak ingin mendengar cerita, dari pihak lain." ucap Ghaffar, mereka melangkahkan kakinya keluar dari bangunan tersebut.

Om Guna sempat terdiam, ia merasa bersalah karena sudah menyalahkan Damar. Ia akan meminta maaf di lain waktu dengan baik, karena setelah di ingat lagi. Rasanya ia banyak menyalahkan Damar, tanpa tau cerita yang sebenarnya. Ghaffar tersenyum samar, karena tau om Guna menyadari kesalahannya.

.

.

Begitu tiba di depan mobil, ponsel om Guna berbunyi.

"Assalamu'alaikum kak, ada apa?" tanya om Guna

'Wa'alaikum salam... Pah, cepat ke rumah sakit. Bayu sudah siuman' om Guna menatap Ghaffar, Ghaffar mengangguk

"Saya antar ke rumah sakit" om Guna mengangguk

"Terima kasih nak Ghaffar, kamu adalah penyelamat keluarga kami. Karena bantuanmu, putra om kini sudah bangun." ucap om Guna, membuat Damar menghembuskan nafas lega.

Mereka masuk ke dalam mobil, bertujuan ke rumah sakit terlebih dahulu. Kasus bangunan terbengkalai, karena kebakaran pun selesai.

.

.

"Hai Ghaff, Bar" sapa Damar, ia tadi mencari ke kelas. Mereka tak ada, salah satu teman sekelasnya memberitahukan. Bila Ghaffar dan Akbar, biasanya ada di perpustakaan setiap jam istirahat. Dan kini, ia benar-benar menemukan keduanya di perpustakaan. Di sudut, dekat jendela.

"Hai Dam, ada apa?" tanya Akbar, sedangkan Ghaffar hanya menatapnya sebentar, lalu kembali fokus pada bukunya. Damar yang sudah tau bagaimana Ghaffar, ia pun cuek dan tak peduli.

"Ga ada apa-apa, gue cuma pengen kumpul ma kalian aja. Ga papa kan?" Akbar menoleh, menatap Ghaffar. Ghaffar hanya diam, itu berarti ok.

"Tadinya gue pengen belajar bareng kalian, tapi kita beda jurusan. Padahal banyak banget materi yang gue ga ngerti" ucap Damar, ia menaruh bukunya di atas meja. Ghaffar menghentikan membaca bukunya, ia melihat ke arah buku yang di bawa oleh Damar.

"Mana yang lu ga ngerti?" tanya Ghaffar, mendengar hal itu. Tentu saja membuat Damar senang bukan main, ia langsung membuka buku yang ia bawa. Ternyata ekonomi, Akbar pindah dan tempat duduknya kini di tempati Damar. Ghaffar melihat soal-soal, yang sudah di kerjakan oleh Damar. Ghaffar mengerutkan dahi, saat melihat jawaban no lima.

"Kenapa lu jawab C?" tanya Ghaffar, seraya menunjuk soal no lima.

Soalnya adalah... 'Daftar aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik dari suatu entitas bisnis pada suatu tanggal tertentu disebut:'

"Emang bukan ya?" tanya Damar balik

"Alesan lu jawab C apa?" tanya Ghaffar lagi, Akbar menghembuskan nafas malas. Mereka sebenarnya mau bahas soal, apa mau saling tanya? Pertanyaan di jawab lagi, dengan pertanyaan.

"Laporan ekuitas pemilik, di jawabannya aja ada kata-kata yang sama ma soal. Ekuitas..." jawab Damar percaya diri

"Jawaban yang bener A, NERACA." ucap Ghaffar

"Kenapa?" tanya Damar

"Lu kalo ngerjain soal, baca ga sih materinya?" Damar mengangguk, Ghaffar menghela nafas.

"Lu baca, tapi tetep salah. Laporan ekuitas pemilik adalah laporan yang merangkum perubahan, dalam ekuitas pemilik untuk perusahaan perseorangan atau persekutuan selama periode tertentu. Garis bawahi, PERIODE TERTENTU. Sedangkan Neraca adalah daftar aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik dari perusahaan pada tanggal tertentu. Lu udah paham kan sampe sini?" Damar terdiam, ia mencerna penjelasan Ghaffar.

"Aaahhh... ya ya... gue paham, hehehe. Sorry... sorry... Thanks ya" Damar pun mengoreksi jawabannya, ia membuat catatan kecil di sampingnya. Agar ia tak lupa alasan dari jawaban yang dia pilih, meski sebenarnya ada di materi. Tapi, ia malas untuk membuka kembali dari awal.

"Nah ini Ghaff, yang gue ga ngerti. Ini tuh jawaban nya laba bersih apa rugi bersih?" tanya Damar

Pertanyaan : Bila pendapatan sebesar Rp 45.000.000, beban Rp 37.500.000 dan penarikan modal oleh pemilik sebesar Rp 10.000.000.

"Laba bersih, karena pendapatan lebih besar dari pada beban. Jika beban lebih besar dari pendapatan, selisihnya adalah rugi bersih. Penarikan oleh pemilik adalah kebalikan dari investasi pemilik di perusahaan dan tidak mempengaruhi jumlah laba atau rugi bersih." Damar mengangguk

"Jadi jawabannya yang B, laba bersih Rp 7.500.000 kan?" Ghaffar mengangguk

Akhirnya mereka pun tanya jawab di sana, sampai bel masuk berbunyi.

"Alhamdulillah, makasih ya Ghaff. Otak lo emang encer banget, gue jadi lebih mudah paham. Penjelasan yang lo kasih, malah lebih mudah di pahami." ucap Damar, ia merapihkan bukunya. Ghaffar hanya menjawabnya dengan anggukkan, mereka pun berjalan keluar perpus dan masuk ke kelas masing-masing.

"Ngomong-ngomong, orang tua anak yang punya boneka. Gimana kabarnya?"

...***************...

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nyaaaa.....🥰

1
Zahbid Inonk
Ghaffar jdi kaya cenayang 🤭
nita anita
semangat teh nike aku udah kasih hadiah /Rose//Rose//Rose/
ule_keke (IG: ule_keke26): siaaappp86❤️❤️❤️
total 1 replies
月亮星星 ( yueliang xingxing )🌟🌙
eh mingyu bukannya km alergi kacang .. jngn nyusahin emak nnti gra" alergi
月亮星星 ( yueliang xingxing )🌟🌙: tarik we ceulina Mun dableg mah.. budak hese pisan Mun d bejaan
total 4 replies
Sidiq Isnan
bisa jadi AA sama Dede atau Sesa atau mana lagi yak sampai pusing sy
Ayuk Witanto
ternyata si kutu buku naksir senja
Ayuk Witanto
untung gdk meninggoy
Ayuk Witanto
kayak Aa ma Dede ya ..atau jangan2 mereka
Ayuk Witanto
😂😂😂
Eliermswati
yah kirain gaffar mau ikutan war tak taun nya cmn duduk manis q smpe gagal fokus, thor jodohin aj gaffar sm slh satu sepupunya cia biar mkn seru cerita nya , thor keluarin dong cerita baru nya 🙏🙏cerita domi sm davi q kangen mereka 😍😍😍 smngt thor up nya
Lenny Setiamuni
emak tolong lah keluarin lagi keluarga van Houten
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Meni pak krauk kitu eta ngunya hulu si dukun 😅 serasa makan kacang ya Dam
Sani Srimulyani
Taulah.....Ghaffar gitu Lo.....🤭
nisa
lanjutttt mak
Dewi inaya
ya tau lah ya Gaffar
Sulastri Mawardi.87
mungkin jodoh ghaffar salah satu keturunan dari klrga zandra..🤭🤭
rose🦋
kirain si kutubuku itu cewek tau nya wowoo,
RiriChiew🌺
woahhh udah selesai aja toh ini, yukk lagi yukk kasus nya 🏃‍♀️🏃‍♀️
kaylla salsabella
lagi
mama_im
terjawab juga el @Ela Jutek , ternyata cowok 🤣🤣🤣
si emak masih ngumpetin jodohnya ghafar 🤣🤣🤣
mama_im: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 12 replies
Aghitsna Agis
alhaamdullilah akhirnya beres masalahnya tinggal.trio boy menghadapi ujian semoga semua lolos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!