NovelToon NovelToon
Kaisar Pedang Penelan Surga

Kaisar Pedang Penelan Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Sekte Langit Biru, Xiao Fan hanyalah murid sampah yang terdampar di Alam Kondensasi Qi lapis pertama. Dicemooh, dihina, dan nyaris diusir ke dapur luar—ia dianggap sebagai aib terbesar sekte. Namun, tak seorang pun tahu bahwa di balik tubuh lemahnya, tersimpan jiwa Kaisar Pedang yang pernah mengguncang sembilan langit. Selama tiga tahun, pedang kuno bernama Penelan Surga menggerogoti seluruh kultivasinya. Kini, pedang itu telah terbangun. Dengan teknik terlarang yang membalikkan hukum Surga dan Bumi, Xiao Fan memulai jalan sunyinya sebagai Kaisar Pedang Iblis. Misi pertamanya: menghancurkan sekte yang merendahkannya... hanya dalam seratus hari. Namun bagi Xiao Fan, tiga hari sudah lebih dari cukup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Bayangan di Balik Hujan

Gerimis berhenti tepat saat bulan muncul dari balik awan.

Xiao Fan masih berdiri di mulut gua, punggungnya bersandar pada dinding batu yang dingin. Matanya setengah terpejam, tapi kesadarannya menyebar seperti benang-benang halus ke seluruh area sekitar. Teknik yang ia pelajari ribuan tahun lalu—Meditasi Seribu Benang—memungkinkannya merasakan getaran langkah kaki hingga radius seratus meter.

Dan saat ini, ia merasakan sesuatu.

Bukan hewan. Langkahnya terlalu teratur. Terlalu hati-hati. Satu entitas. Kultivasinya... Fondasi Inti Awal.

[Mendeteksi entitas tidak dikenal mendekati lokasi.]

[Analisis: Kultivator Jalur Bayangan. Membawa senjata beracun. Niat: Bermusuhan.]

Xiao Fan membuka mata. Ia melirik ke dalam gua. Liu Ruyan tertidur pulas, napasnya teratur. Pedang kayunya tergeletak di samping.

Ia tidak membangunkannya. Gadis itu butuh istirahat. Lagipula, satu kultivator Fondasi Inti Awal bukan ancaman yang membutuhkan bantuan.

Xiao Fan melangkah keluar gua. Tanah basah meredam suara langkahnya. Kabut tipis mulai turun dari lereng bukit, menyelimuti pepohonan dengan selubung putih.

Ia berhenti di tengah lapangan kecil di depan gua. Tangan kanannya menyentuh gagang Pedang Bintang Jatuh.

"Siapa pun kau, keluarlah. Aku tidak suka permainan petak umpet."

Hening sejenak. Lalu suara langkah kaki terdengar dari balik pepohonan. Sesosok pria kurus muncul dari balik kabut. Ia mengenakan pakaian hitam ketat yang membungkus tubuhnya dari leher hingga kaki. Hanya matanya yang terlihat—dua titik gelap tanpa emosi.

"Xiao Fan," suaranya serak seperti orang yang jarang bicara. "Kau lebih waspada dari yang kuduga."

"Aku tidak suka diikuti." Xiao Fan menatapnya datar. "Siapa yang menyuruhmu? Liu Chen?"

Pria itu tidak menjawab langsung. Ia mengeluarkan sepasang belati dari balik pinggangnya. Bilahnya berwarna ungu gelap—tanda racun yang kuat.

"Pemberi tugasku ingin kau mati. Dan gadis itu dibawa pulang. Itu saja yang perlu kau tahu."

Xiao Fan menghela napas. "Aku sudah menduga Liu Chen tidak akan tinggal diam setelah dipermalukan di desa. Tapi menyewa pembunuh? Itu terlalu berlebihan bahkan untuk orang sepertinya."

Pria itu tidak menyangkal atau membenarkan. Ia hanya mengambil posisi menyerang.

"Kau tahu," Xiao Fan melanjutkan, nada suaranya santai, "aku sebenarnya tidak ingin membunuh malam ini. Hujan baru reda. Udara segar. Muridku tidur nyenyak. Suasana yang sempurna untuk beristirahat."

Ia menarik Pedang Bintang Jatuh dari pinggangnya. Bilahnya berkilat diterpa cahaya bulan—perak kebiruan, kontras dengan karat yang masih menempel di beberapa bagian.

"Tapi kau memaksaku."

Pria itu bergerak. Cepat. Jalur Bayangan membuat tubuhnya seperti asap yang sulit ditangkap mata. Ia muncul di sebelah kiri Xiao Fan, belati kanannya menusuk ke arah leher.

Xiao Fan memiringkan kepala sedikit. Belati itu lewat satu inci dari kulitnya.

Belati kiri menyusul dari bawah, mengincar perut. Xiao Fan memutar Pedang Bintang Jatuh, menangkisnya dengan bunyi denting logam yang nyaring. Percikan api kecil beterbangan.

"Lumayan," komentar Xiao Fan. "Tapi gerakan kakimu terlalu lebar. Itu kebiasaan buruk untuk Jalur Bayangan."

Pria itu tidak merespons. Ia menghilang lagi ke dalam bayangan, lalu muncul di belakang Xiao Fan. Kedua belatinya siap menikam punggung.

Tapi Xiao Fan sudah tidak di sana.

Teknik Langkah Bayangan Senyap.

Pria itu membelalak. Ia berbalik cepat, tapi terlambat. Pedang Bintang Jatuh sudah menempel di lehernya. Dingin.

"Kau kalah," bisik Xiao Fan di telinganya. "Sekarang, katakan siapa yang menyuruhmu. Jujur. Atau pedang ini akan memotong sesuatu yang kau sayangi."

Pria itu menelan ludah. "Liu Chen... dia menyewa tiga orang. Aku yang pertama. Dua lainnya menunggu di perbatasan Kota Giok."

"Tiga pembunuh untuk satu orang? Dia sangat membenciku."

"Dia bilang kau... mempermalukannya di depan umum. Dan dia ingin gadis itu kembali. Katanya, gadis itu milik Klan Liu."

Xiao Fan mendengus. "Milik? Dia bukan barang."

Ia menurunkan pedangnya. Pria itu terkejut.

"Kenapa... kau tidak membunuhku?"

"Karena kau hanya alat. Membunuh alat tidak menyelesaikan masalah." Xiao Fan menyarungkan pedangnya. "Pergi. Katakan pada Liu Chen bahwa aku akan datang ke Kota Giok. Jika dia ingin bertemu, aku akan menemuinya. Tapi jika dia mengirim pembunuh lagi..."

Ia menatap pria itu dengan mata emas-hitamnya yang bersinar redup.

"...aku tidak akan sebaik ini."

Pria itu mundur perlahan, lalu menghilang ke dalam kabut. Langkahnya terdengar menjauh, semakin cepat, sampai akhirnya lenyap.

Xiao Fan menghela napas. Ia kembali ke mulut gua. Liu Ruyan masih tertidur, tidak menyadari apa pun.

Bagus, pikirnya. Dia tidak perlu tahu.

Tapi saat ia duduk kembali, suara sistem bergema.

[Peringatan. Entitas "Liu Chen" telah menyebarkan informasi tentang inang ke seluruh Klan Liu.]

[Reputasi di Kota Giok: Dimusuhi.]

Xiao Fan mengerutkan kening. Ini akan merepotkan. Tapi bukan masalah besar. Ia sudah terbiasa dimusuhi.

Ia menatap langit malam yang mulai bersih dari awan. Perjalanan masih panjang. Dan di Kota Giok, lebih banyak masalah menanti.

Tapi untuk sekarang, ia menutup mata dan membiarkan malam berlalu.

Fajar akan segera datang. Dan hari baru membawa pertempuran baru.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!