NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Bintang

Takdir Kaisar Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Langit Azure, kekuatan bela diri dan kedalaman Qi menentukan segalanya. Ye Chen, seorang jenius dari keluarga cabang klan Ye, dikhianati dan "Akar Roh" miliknya dicuri oleh saudara sepupunya sendiri demi ambisi klan utama. Menjadi cacat dan dibuang ke pinggiran desa, nasibnya berubah ketika sebuah meteorit hitam jatuh di dekatnya. Meteorit tersebut menyimpan warisan dari "Kaisar Kekosongan" dari era kuno, memberikannya seni kultivasi terlarang yang tidak membutuhkan Akar Roh, melainkan menyerap energi bintang. Ye Chen kini harus merangkak dari bawah, bersembunyi dari musuh-musuh kuat, dan menapaki jalan kultivasi untuk membalas dendam serta mencari kebenaran di balik hancurnya para Dewa Kuno

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Lembah Tulang Menangis

​Semakin dalam Lin Chen dan Su Yue melangkah ke pusat Ranah Rahasia, kabut darah di sekitar mereka menjadi semakin pekat. Tekanan gravitasi juga melonjak tajam, membuat langkah Su Yue menjadi sangat berat. Keringat membasahi dahi gadis cantik itu, dan napasnya tersengal-sengal.

​Sebaliknya, Lin Chen berjalan santai layaknya sedang melintasi taman bunga. Secara diam-diam, ia memperluas sedikit Jaring Bintang Penelan Langit miliknya hingga menutupi tubuh Su Yue, menyaring tekanan gravitasi dan racun darah di sekitarnya.

​Merasakan tubuhnya tiba-tiba menjadi ringan, Su Yue menatap punggung Lin Chen dengan perasaan campur aduk. Pemuda misterius ini benar-benar tidak masuk akal.

​"Kabut di sini kualitasnya luar biasa, Muridku," suara Guru Lin Tian terdengar puas. "Embrio Inti Bintangmu menyerapnya dengan sangat rakus. Sebentar lagi, kau bisa memadatkan energi itu menjadi proyektil."

​Lin Chen hanya tersenyum tipis. Setelah berjalan selama setengah hari, kabut di depan mereka perlahan menipis, menampakkan sebuah kawah raksasa yang sangat mencekam.

​Ini adalah Lembah Tulang Menangis.

​Pemandangan di depan mereka sungguh mengerikan. Lembah itu dipenuhi oleh tulang-belulang raksasa dari binatang roh prasejarah. Tengkorak sebesar rumah berserakan di mana-mana. Angin yang berhembus melewati rongga-rongga tulang itu menciptakan suara siulan panjang yang terdengar seperti tangisan roh penasaran.

​Di tengah lembah, tumbuh sebatang rumput setinggi setengah meter. Daunnya berwarna merah transparan, seolah terbuat dari darah murni yang mengkristal, dan memancarkan cahaya redup yang mempesona.

​"Itu dia! Rumput Jiwa Darah!" Su Yue berbisik dengan nada gembira, matanya berbinar. Namun, kegembiraannya hanya bertahan sedetik sebelum ia memucat. "T-Tunggu... lihat apa yang ada di bawahnya."

​Di bawah tengkorak raksasa tempat rumput itu tumbuh, melingkar seekor ular sanca raksasa dengan sisik semerah darah segar. Di atas kepalanya terdapat tonjolan bertulang yang menyerupai mahkota besi. Ular itu sedang tertidur lelap, namun hembusan napasnya saja cukup untuk membuat batu-batu di sekitarnya retak.

​"Ular Mahkota Besi Darah," Lin Chen menyebutkan namanya dengan tenang. "Binatang Roh tahap Inti Emas awal."

​"Habislah kita," Su Yue mundur selangkah. "Sisiknya sekeras pelat baja spiritual tingkat menengah. Api Qi milikku tidak akan bisa menembusnya. Kita tidak mungkin mengambil rumput itu tanpa membangunkannya."

​"Siapa bilang kita harus mengendap-endap?" Lin Chen meregangkan lehernya, bersiap maju. Baru saja ia hendak mengaktifkan energi kosmisnya, sebuah suara ledakan keras memecah langit merah di atas mereka.

​JDHAAARRR!

​Kilatan petir berwarna ungu menyambar dari atas tebing, menghancurkan bebatuan di dekat lembah. Dari balik kilatan petir tersebut, empat sosok melayang turun dan mendarat dengan angkuh di tepian kawah.

​Lin Chen menghentikan langkahnya. Matanya langsung menyipit tajam.

​Pemimpin kelompok itu adalah seorang pemuda berjubah putih mewah. Di sekeliling tubuhnya, kilatan listrik ungu meliuk-liuk seperti ular naga kecil, memancarkan aura Inti Emas awal yang mendominasi.

​Itu adalah Ye Feng! Di belakangnya, berdiri tiga Tetua Klan Ye yang berada di tahap puncak Pembangunan Fondasi.

​"Hahaha! Ternyata petanya benar. Rumput Jiwa Darah ada di sini!" tawa Ye Feng menggelegar angkuh. Namun tawanya terhenti ketika matanya menangkap dua sosok di seberang lembah.

​"Su Yue? Dan..." Mata Ye Feng menyipit, mengenali wajah Lin Chen. Keterkejutan melintasi wajahnya, digantikan oleh senyum sinis yang sangat dingin. "Ye Chen. Si cacat. Bagaimana kau bisa sampai di sini hidup-hidup? Di mana Ye Mang?"

​"Ye Mang?" Lin Chen tersenyum tipis. "Mungkin dia sedang tidur di bawah tumpukan kabut. Kau bisa menyusulnya kalau kau mau."

​Mendengar nada bicara Lin Chen yang sangat santai dan meremehkan, wajah Ye Feng berubah menjadi buas. "Beraninya kau, sampah! Jika bukan karena Su Yue menyembunyikan tetua pelindung untuk membantumu, kau sudah mati seratus kali di tanganku semalam!"

​Ye Feng rupanya masih yakin bahwa kematian pembunuhnya semalam adalah ulah pengawal rahasia Su Yue, bukan Lin Chen.

​"Tuan Muda," salah satu Tetua Klan Ye berbisik. "Ular raksasa itu sudah bangun."

​Benar saja, suara petir Ye Feng telah membangunkan Ular Mahkota Besi Darah. Binatang buas setingkat Inti Emas itu mengangkat kepalanya setinggi sepuluh meter, mendesis marah ke arah kelompok Ye Feng yang memancarkan aura mengancam.

​Ye Feng mendengus dingin. Matanya dipenuhi keserakahan dan niat membunuh.

​"Tetua Ketiga, Tetua Keempat! Tahan ular buas itu! Aku akan mengambil Rumput Jiwa Darah. Dan Tetua Kelima..." Ye Feng menunjuk ke arah Lin Chen dan Su Yue. "Bantai si cacat itu! Tangkap Su Yue hidup-hidup. Selama tidak ada saksi mata, tidak ada sekte yang tahu kita telah membunuh Tetua Kehormatan mereka di dalam Ranah Rahasia!"

​"Siap, Tuan Muda!"

​Ketiga Tetua itu langsung bergerak. Dua di antaranya menerjang ke arah ular raksasa dengan pedang spiritual menyala-nyala, sementara Tetua Kelima melesat lurus ke arah Lin Chen bagai burung elang yang mengincar mangsa.

​Tetua Kelima ini berada di puncak Pembangunan Fondasi. Pedang di tangannya memancarkan Qi elemen angin yang berpusar ganas.

​"Mati kau, Sampah Keluarga Ye!" teriak Tetua Kelima, menebaskan pedangnya tepat ke leher Lin Chen.

​Su Yue menjerit panik, namun Lin Chen bahkan tidak melangkah mundur. Sebaliknya, Lin Chen merasakan sesuatu bergejolak di dalam dadanya.

​Saat melihat petir ungu di tubuh Ye Feng, tubuh Lin Chen merespons dengan kebencian absolut. Itu adalah Akar Roh Guntur miliknya yang dicuri! Rasa sakit masa lalu dan penghinaan memicu Inti Bintang di perutnya berputar dengan kecepatan gila-gilaan.

​"Kau pikir kau siapa berani mengarahkan pedang padaku?" suara Lin Chen terdengar seperti gema dari jurang kekosongan.

​Bukannya meninju seperti biasa, Lin Chen perlahan mengangkat jari telunjuk kanannya ke depan.

​Ini adalah momen pembuktian. Embrio Inti Bintang di Dantian palsunya meledakkan energi kosmis yang selama ini tertahan di dalam dagingnya. Cahaya perak kelam tiba-tiba berkumpul di ujung jari telunjuk Lin Chen, seberat dan sepadat bintang jatuh.

​Teknik Kekosongan: Jari Bintang Jatuh!

​ZRRRAAAASH!

​Sinar perak kelam melesat dari ujung jari Lin Chen. Sinarnya hanya seukuran lidi, namun kepadatannya merobek ruang di sekitarnya.

​Pedang angin milik Tetua Kelima yang setajam silet, seketika hancur berkeping-keping begitu tersentuh sinar perak tersebut. Tidak berhenti di situ, sinar perak itu langsung menembus dada Tetua Kelima dengan suara 'pfttt' yang pelan, lalu melesat terus ke belakang, melubangi sebuah tengkorak raksasa di kejauhan hingga hancur lebur!

​Tetua Kelima membeku di udara. Pedangnya hancur. Ia menunduk menatap lubang sebesar kepalan tangan di dadanya, tempat di mana jantungnya seharusnya berada.

​"Qi... macam... apa..." gumam Tetua itu dengan mata melotot, sebelum tubuhnya jatuh tersungkur ke tanah merah tanpa nyawa.

​Keheningan seketika menyelimuti lembah. Bahkan dua Tetua yang sedang menahan serangan ular raksasa sempat menoleh dengan ngeri.

​Ye Feng yang baru saja akan melompat mengambil Rumput Jiwa Darah, membeku di tempat. Matanya terbelalak menatap mayat Tetua Kelima. Di seluruh Benua Langit Azure, menghancurkan kultivator puncak Pembangunan Fondasi hanya dengan satu jentikan jari dari jarak jauh adalah hal yang mustahil dilakukan oleh manusia tanpa Dantian!

​Su Yue di belakang Lin Chen bahkan lupa cara bernapas. Menembakkan energi padat dari tubuh? Itu berarti Lin Chen bukan sekadar kuat fisik, dia benar-benar telah memadatkan Inti Qi!

​Lin Chen perlahan menurunkan tangannya. Ia menatap lekat-lekat ke arah Ye Feng. Cahaya perak kelam kini mulai mengalir keluar dari pori-pori kulit Lin Chen, menyelimutinya dengan aura yang seratus kali lebih purba dan mematikan daripada petir ungu Ye Feng.

​"Ye Feng," panggil Lin Chen, suaranya menggema di seluruh lembah, mematikan bahkan suara siulan angin di tulang-belulang. "Petir di tubuhmu itu... sepertinya sudah cukup lama kau pinjam. Hari ini, aku datang untuk mengambilnya kembali."

1
nanonano
kapan gelutnya nih
Arinto Ario Triharyanto
joss gandozzz 💪
Gege
mantabb...💪👍
Gege
hancurkan lawan, sita harta rampasan, pergi...💪🤣
Gege
biar nambah kosakatanya "dan tak lupa cincin ruang penyimpanan segera diamankan" lumayan buat genapin 10k kata Thor...🤣
Arinto Ario Triharyanto
mantaappp... ga usah malu-malu, yg pamer sok kuat sok keras, tenggelam kan saja, ga pake lama 😎
Arinto Ario Triharyanto
Yoi joss gandozzz💪
Arinto Ario Triharyanto
joosss Thor 💪👍
Arinto Ario Triharyanto
bagus 👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
lanjut ya Thor, jangan berhenti di tengah jalan 😎
Arinto Ario Triharyanto
bagus bagus, sekalian biji nya di cabut 🤭
Arinto Ario Triharyanto
cabut aje, ambil lagi
Arinto Ario Triharyanto
bantai... kagak usah basa-basi
Gege
mantap Thor... gass teroos 10k kata tiap update
Nanik S
Keren sekali Tor👍👍👍
Nanik S
Bijih Api Surgawi
Nanik S
Akhirnya naik menjadi penunggu Api
Nanik S
Lin Chen.... menarik sekali dengan kekuatan Fisiknya
Nanik S
Shiiiiiip
Nanik S
Masuk Sekte pedang awan walau sebagai murid Luar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!