NovelToon NovelToon
PRINCESS AZURA

PRINCESS AZURA

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:144.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Putri Azura dari kerajaan Utara, menikah dengan pangeran Xavier, putra Mahkota kerajaan Selatan. Xavier membenci Azura saat mengetahui wanita itu hanya memanfaatkannya demi pernikahan politik. Semua orang yang pernah dekat dengan Azura pun berpaling darinya dan menganggapnya wanita jahat yang haus akan kekuasaan.

Namun, apakah sang putri benar-benar jahat? Atau dia hanya menjadi boneka politik yang berusaha bertahan hidup?

Nanti akan terungkap bahwa di balik keanggunan dan kepintarannya, Princess Azura diam-diam melindungi Xavier dan orang-orang yang dia sayangi dari bahaya yang jauh lebih besar. Kebencian perlahan berubah jadi keraguan, hingga akhirnya kebenaran mengejutkan terkuak, kebenaran tentang betapa pahitnya kisah hidup Azura dan cintanya yang tulus terhadap Xavier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Emely hanya ilusi

"Kenapa kau menuduhnya seperti itu? Jelaskan?"

Xavier seolah tidak percaya pada apa yang baru saja dia dengar. Karena tadi, ia jelas melihat ketakutan yang nyata, rasa panik serta khawatir di wajah cantik itu. Dan dia baru saja melunak karena semua itu. Namun, kata-kata yang keluar dari mulut Hugo justru mematahkan semua kepercayaan yang mulai tumbuh dalam hatinya.

"Ini adalah buktinya."

Hugo mengeluarkan sebuah benda bentuk logam bulat dengan simbol di atasnya.

"Tadi jatuh dari gaun putri agung itu. Dan Yann, menemukan benda yang sama pada dua orang mata-mata yang berhasil melarikan diri tadi. Tanda seperti ini, memang adalah tanda milik pasukan rahasia Kerajaan Utara, aku sudah memeriksanya sebelumnya." lanjut Hugo dengan nada tegas dan dingin, matanya menatap tajam ke arah Azura yang kini terpaku kaku di tempatnya. Ia tidak dengar apa yang para lelaki itu bicarakan, namun ia bisa menebak pasti itu pembicaraan yang tidak menguntungkan dirinya.

Wajah Xavier seketika berubah keras, kilatan kepercayaan yang sempat ada di matanya lenyap seketika, berganti kembali dengan rasa benci dan kekecewaan yang mendalam. Ia menatap benda logam itu, lalu mengalihkan pandangannya perlahan ke wajah Azura.

"Jadi semua ketakutannya tadi hanya sandiwara? Dia hanya berakting agar aku percaya padanya?"

"Mungkin pangeran belum tahu, tapi mata-mata kita di Utara mengirim kabar kalau di Kerajaan itu, putri Azura memang terkenal dengan putri yang pintar bersandiwara baik di depan orang-orang. Entah benar atau tidak, buktinya simbol itu."

Tangan Xavier mengepal kuat. Lalu tertawa tanpa suara, tawa yang menakutkan.

"Siapkan tenda! Kita akan bermalam di sini hari ini! Jangan siapkan kereta baru, kita semua akan melanjutkan perjalanan dengan kuda!" Perintah Xavier dengan suara keras.

Semua prajuritnya mengangguk patuh. Namun salah satu dayang Azura maju untuk protes.

"Pangeran, putri Azura tidak terbiasa naik kuda untuk perjalanan jauh." ucap dayang tersebut.

Xavier menatap dayang itu sekilas, lalu melirik Azura yang masih berdiri di tempatnya berdiri tadi.

"Kalau begitu suruh dia belajar sampai terbiasa mulai sekarang." balasnya dingin.

"Tapi ..."

"Ana," suara Azura menghentikan dayang bernama Ana itu.

"Aku tidak apa-apa. Jangan memaksa pangeran."

Dengan terpaksa Ana kembali, berdiri sejajar dengan dayang yang satunya lagi bernama Isol.

Xavier mendengus, menatap Azura dengan tatapan dingin seperti biasa. Hugo ikut-ikutan menganggap wanita itu sebagai wanita paling licik.

Entah berapa jam mereka duduk berjauh-jauhan sampai hari mulai gelap. Tenda sudah berdiri kokoh, tapi Xavier masih setia duduk sendirian di depan sana. Azura yang sempat ragu, akhirnya perlahan mendekat. Ia penasaran dengan luka pria itu.

"Bagaimana lukamu?"

Xavier menoleh. Wajar datar itu berubah menjadi tatapan yang amat sangat menusuk, seakan ingin mengulitinya hidup-hidup.

"Kau masih punya nyali untuk bertanya? Kenapa, kau takut aku tidak terluka parah dan mati mengenaskan di tempat ini?"

Azura tersentak.

"Apa maksudmu?"

"Kau masih bertanya apa maksudku?" Xavier berdiri tiba-tiba, gerakannya cepat dan penuh amarah hingga membuat Azura mundur selangkah. Ia mengangkat benda logam bulat itu tinggi-tinggi di hadapan wajah wanita itu, simbol yang terukir jelas di permukaannya berkilat menakutkan di bawah cahaya remang api unggun.

"Jangan berpura-pura bodoh lagi, kau tahu betul apa ini! Simbol ini adalah lambang pasukan khusus Kerajaan Utara, pasukan yang dikenal kejam dan haus darah, pasukan yang selama ini rakyat kaitkan langsung dengan namamu! Semua orang tahu kau Putri Agung yang sombong dan kejam, yang konon tak segan memerintahkan pembunuhan demi ambisi sendiri! Dan sekarang, benda ini jatuh dari pakaianmu, sementara mata-mata  yang mencoba membunuhku tadi juga memakai tanda yang sama!"

Suara Xavier meninggi, penuh kepahitan dan kemarahan yang meluap-luap. Setiap kata yang keluar dari mulutnya seperti pisau tajam yang menusuk tepat ke dada Azura.

"Aku... aku tahu simbol itu milik kerajaan," jawab Azura, matanya menatap benda itu dengan pandangan perih dan terluka.

"Tapi aku tidak memerintahkan siapa-siapa, aku memang memanfaatkanmu untuk pernikahan politik ini, tapi aku tidak ada alasan untuk membunuhmu."

Ia berusaha menjelaskan. Namun bagi Xavier, penjelasan itu terdengar semakin seperti sandiwara yang hebat. Ia tertawa sinis, tertawa yang terdengar begitu dingin.

"Alasan yang sangat indah! Sangat pas untukmu yang jago merangkai kata-kata manis demi menutupi kejahatanmu!" seru Xavier keras. Ia melangkah maju, menekan tubuh Azura mundur hingga punggungnya bersentuhan dengan tiang kayu tenda. Wajahnya mendekat, matanya menatap tajam ke dalam manik mata wanita itu.

"Kau bilang kau tidak tahu? Untuk seorang pembohong licik sepertimu, menurutmu aku masih akan percaya padamu?"

Azura terdiam. Tapi entah kenapa hatinya masih ingin memberikan penjelasan agar pria itu percaya.

"Xavier, bisa kita bicara di dalam saja? Ada yang ingin aku katakan padamu."

Xavier mendengus.

"Katakan apa? Kebohongan yang sedang kau rancang dalam otakmu itu? Maaf putri, simpan saja baik-baik semua kebohongan yang sudah bersarang dalam kepalamu."

Setelah mengatakan kalimat menyakitkan itu, Xavier berbalik pergi. Meninggalkan Azura yang berdiri kaku di tempatnya dengan nafas tercekat. Hugo yang berada tak jauh dari mereka ikut pergi dengan senyum sinisnya menatap Azura. Beberapa prajurit yang berjaga di sekitar situ, menatapnya canggung.

Azura tersenyum seolah semuanya baik-baik saja. Lalu masuk ke dalam tenda, mengambil foto putranya dari dalam peti pakaiannya dan memeluk foto itu erat. Air matanya jatuh tanpa dia minta. Ia menangis dalam diam.

Di luar sana, Xavier duduk menyendiri di atas pohon. Ingatannya kembali pada masa-masa Azura masih hidup sebagai Emely, gadis penakut yang selalu menempel padanya.

Aku merindukanmu Emely.

Gumamnya dalam hati. Baginya, Emely dan Azura sangat berbeda. Sayang sekali, Emely tidak pernah ada. Ia hanya manusia palsu yang diciptakan oleh Azura.

Angin malam berhembus dingin menerpa wajah Xavier, namun rasa dingin itu tak sebanding dengan rasa sesak yang menyumbat dadanya. Bayangan wajah Emely terus berputar tanpa henti di kepalanya, wajah yang polos, penuh ketakutan, namun selalu memancarkan ketulusan yang begitu dalam setiap kali menatapnya. Emely yang akan tersenyum malu-malu, Emely yang akan menggenggam ujung bajunya dengan tangan gemetar saat ketakutan, Emely yang seolah seluruh dunianya hanyalah dirinya seorang.

Namun kenyataan pahit kembali menamparnya. Itu semua hanyalah topeng. Hanya satu dari ribuan akting hebat milik Azura. Emely hanyalah ilusi, sementara Azura adalah kenyataan pahit yang penuh kebohongan.

"Kau hebat sekali mempermainkanku," bisik Xavier lirih, suaranya parau dan penuh kepahitan.

"Kau buat aku jatuh hati pada bayangan yang kau ciptakan sendiri, kau buat aku hampir melupakan siapa dirimu yang sebenarnya... dan saat aku mulai berani percaya lagi, kau lagi-lagi menikamku."

1
kiya
harusnya xavier merampas kertas itu dan membacanya biar terkuak sedikit misteri azura
j4v4n3s w0m3n
lanjuttt ahhh 👍
j4v4n3s w0m3n
aduh azura.knp.gak cerita aja sih ...
Usagi tzukino
cieee yg marah istrinya di jelekin orang,
hanya aku yg boleh menghina istriku,KLW orang lain yg berani,siap² kupenggal,dlm hati pangeran Xavier, hanya aq yg dengar 😂😂😂😂😂
Soraya
mampir thor
van aurora
puas bgt part ini..arghh..gitu dong xavier
Hanima
👍👍👍
Hanima
/Sweat//Cry/
Ko
Rasainnn kau azura.. Xavier itu tulus menyayangi & merawat kau dlu tapi kau menipunya. Dasar wanita jahat. Lagian udh gak suci lg sbg istri pangeran mahkota..
Syifa Azhar
ana dan isol baiknya kalian laporkan keadaan azura pada pangeran Xavier biar bisa bantu selamatkan putranya😀💪
🌿🌺WINA🌸🌿
Pangeran xavier tidak rela istrinya dihina dan direndahkan, bagus pangeran xavier bela istrimu...pangeran xavier sampai mengancam elish kasih pelajaran...
dasar elish sok sok cantik dan caper didepan pangeran xavier, kegatelan elish pengen mendekati pangeran xavier..
yg ada pangeran xavier sangat jijik dan muak sama elish...

putri perdana menteri tutur katanya tidak bisa dijaga, berani menjelek2kan dan menghina putri azura...

putri azura tidak seburuk itu, putri azura pasti ada alasannya tiba-tiba menghilang.. lagi mencari kesempatan membebaskan putranya/melihat anaknya lagi sakit...

pangeran xavier sangat curiga gerak-gerik putri azura, dikira xavier merencanakan sesuatu mencelakainya...

kasian juga nasibnya putri azura anaknya disandera, diancam jadi mata-mata, dan pangeran xavier salahpaham pangeran memperlakukan putri sangat kasar dan kata-katanya bikin sakit hati....
wanti astuti
Mamposs loh elish... Makanya mulut tuh di jaga jangan kaya ember bocor nyerocoss aja terus luh
mimief
harga diri istrinya adalah muka sang suami bukan?
ga jeules ya vier
cuman cemburu 🤣🤣🤣🫣
🌿🌺WINA🌸🌿
Demi keselamatan anaknya, putri azura rela diperlukan kasar sama pangeran xavier... pangeran xavier makin marah dan emosi salahpaham, putri azura tidak mau berkata jujur...

putri azura sangat ketakutan dan khawatir takut terjadi sesuatu sama anaknya, klo kasih tahu pangeran xavier azura serba salah... raja utara sangat jahat dan licik, bisa melakukan apa aja demi ambisinya sampai tega sandera anaknya putri azura....

tapi putri azura gak mau jujur makin salahpaham pangeran xavier, yg ada kebencian dan merasa dikhianati pangeram xavier...

pangeran xavier tidak akan membiarkan putri azura menghilang dari hidupnya, masih jadi misterius anaknya azura apakah anaknya pangeran xavier....
Bunda Dzi'3
Ana Isol Hrsnya Klian Ceritakan ke Xavier menderitanya Azura Di kerajaan nya Sndri 😭
faridah ida
kereen̈ Xavier ...👍👍👍👍
walau sebel sama Azura tapi depan orang lain kamu harus tetap bela istri ....👍👍👍
Rina
perjalanan mereka kayaknya rumit Dan masih panjang.. semoga Ada kebahagiaan ya..
faridah ida
bener Xavier , maka nya kamu jangan percaya sama mulut Elish ..
faridah ida
bener2 nih sih Elish mulut nya jahat banget ,...
faridah ida
harusnya kamu sama Xavier bilang jujur aja Azura ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!