Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.
Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.
Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.
Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.
Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.
Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RPD: Chapter 21
Semua orang terkejut! Fluktuasi Qi yang terpancar dari tubuh Chen Xuan lebih pekat dan kuat dari Ranah Lima Elemen yang dimiliki Zhou Xiaowang.
Tetapi yang lebih terkejut lagi adalah Huan Yu dan juga Zhou Xiaowang. Itu benar! Mereka tidak pernah menyangka! Pemuda yang selalu di anggap sampah itu, kini telah menjadi sosok yang kuat di generasi nya. Bahkan Huan Yu, tubuhnya sontak ambruk, kedua lututnya menyentuh lantai arena.
Dia berpikir: "Apakah cacat akar spiritual Zhou Xuan hanyalah suatu alasannya untuk memutuskan hubungan denganku? Tapi kenapa? Apakah aku tidak cantik?" gumam Huan Yu. Wajahnya menunjukan ekspresi penuh penyesalan dan penuh ketidak percayaan.
Hingga terlintas di dalam benak pikiran nya, jika Zhou Xuan benar-benar bangkit atau memang menyembunyikan kekuatan aslinya selama ini, maka hubungannya dengan Zhou Xiaowang tidak akan berarti apa-apa bagi Keluarga Huan. Walaupun kedudukan Zhou Xiaowang tidaklah rendah, tetapi jika Zhou Xuan kembali ke Keluarga Zhou dengan kekuatannya saat ini, maka Zhou Xiaowang akan kembali menjadi anggota keluarga biasa-biasa saja, tidak lagi menjadi Tuan Muda Keluarga Zhou.
Di sisi lain, Chen Xuan kembali berbicara, "Xiaowang! Aku memberimu satu kesempatan lagi untuk memilih! Segera pergi tinggalkan tempat ini, atau mati!" kata Chen Xuan dengan nada yang sangat dingin.
Puih!
Zhou Xiaowang membuang ludahnya karena kesal.
"Omong kosong! Aku adalah Tuan Muda Keluarga Zhou, bagaimana mungkin aku takut oleh orang sepertimu, dasar sampah!" ucap Zhou Xiaowang dengan sinis.
Membuat Chen Xuan menghela nafasnya. Lalu, ia pun berbicara, "Kalau begitu... aku tidak akan sungkan!" kata Chen Xuan. Saat dia menyelesaikan ucapannya, ledakan pun terjadi, diiringi dengan kobaran api yang keluar dari tubuhnya, membuat Zhou Xiaowang terhempas sepuluh meter ke belakang.
Namun, Chen Xuan sontak bergerak, dia berlari ke tempat Zhou Xiaowang berdiri di tepi arena. Setiap pergerakan Chen Xuan mengeluarkan api, pijakan kakinya meninggalkan jejak kaki yang membakar lantai tembok batu bata menjadi lantai yang hangus.
Melihat Chen Xuan berlari ke arahnya, dan Zhou Xiaowang merasa bahwa ia sangat begitu dipermalukan hari ini, ia pun segera menggambar tanda tangan.
"Dasar tidak tahu diri!" raung Zhou Xiaowang.
Ketika tanda tangan telah terbentuk, elemen api miliknya seketika berubah menjadi seekor burung elang api, seluruh tubuhnya terbakar api.
Elang Api itu memekik, mengeluarkan suara yang membuat sebagian orang menutupi telinganya. Saat melihat elang api itu, Chen Xuan pun menghentikan langkah kakinya, menancapkan kakinya di atas lantai tembok. Bahkan, Chen Dong, Xiao Ling'er, dan Shen Mu. Mereka pun bergegas turun dari arena, menghindari pertarungan yang akan terjadi.
"Soal keterampilan tempur... aku memang kalah jauh dari Xiaowang! Tapi, hari ini aku akan buktikan bahwa aku bukanlah seorang sampah!" gumam Chen Xuan dengan nada yang tertahan karena geram.
Di waktu yang sama, Zhou Xiaowang pun berbicara, "Matilah!" raung Zhou Xiaowang.
Elang Api pun kembali mengeluarkan suara yang memekik, lalu terbang turun dengan kecepatan yang cepat, udara disekitarnya seketika berubah menjadi begitu panas, seolah-olah terbakar oleh api elang itu.
Di bawah, Chen Xuan mengepalkan tinjunya dengan kuat, raut wajahnya begitu serius memandang elang api yang terbang ke arahnya. Tinju Chen Xuan telah berada di samping pinggulnya, dan dengan mengerahkan seluruh kekuatannya, ia pun meraung, "Haaa...!!" raung Chen Xuan.
Ledakan!
Ledakan yang sangat besar, membuat seluruh arena bela diri diselimuti oleh tabir asap yang membutakan pandangan.
Namun, elang api itu telah lenyap, beserta Zhou Xiaowang yang menerima dampak serangan Chen Xuan yang mengalahkan elang api miliknya.
Saat itu, tinju Chen Xuan dilepaskan untuk menghadapi elang api milik Zhou Xiaowang, semua orang dibuat terkejut, bahkan para Tetua Sekte Embun Pagi yang menyaksikan pertarungan itu, terkejut bukan main.
Tinju Chen Xuan membentuk tinju raksasa berelemen Cahaya. Itu yang membuat semua orang terkejut.
Di ranah Lima Elemen, mereka hanya bisa mengembangkan dan menggunakan Elemen Api, Air, Logam, Tanah, dan Kayu. Sedangkan elemen cahaya, kegelapan, angin, dan elemen-elemen lainnya, terbilang sebagai elemen yang bisa dikembangkan oleh Kultivator yang telah mencapai Ranah Raja Tempur dan yang lebih tinggi lagi. Namun, adapun mereka mampu memiliki elemen seperti itu atau tidak, itu bergantung pada takdir dan keberuntungan yang mereka miliki.
Tidak semua kultivator memiliki keberuntungan untuk memiliki bahkan menguasai banyak elemen sekaligus. Bahkan kebanyakan kultivator hanya mampu mengembangkan satu elemen dasar yang paling mereka kuasai hingga ke tingkat tertinggi.
.
.
.
Setelah menerima satu pukulan keras dari Chen Xuan, akhirnya Zhou Xiaowang pun ambruk, sebelah lututnya menyentuh lantai tembok batu bata.
Suara sorakan semua murid sekte pun pecah saat itu, merasa puas akan penampilan Chen Xuan sebagai murid ketua sekte. Banyak orang yang mengejek Zhou Xiaowang atas kekalahannya.
Saat itu, Chen Xuan pun berjalan menghampiri Zhou Xiaowang. Dia mengulurkan tangannya kepada Zhou Xiaowang sembari berbicara, "Adik... pulanglah! Katakan kepada ayahku bahwa aku ...."
Plak!
Zhou Xiaowang menepis uluran tangan Chen Xuan, membuat Chen Xuan pun tak menyelesaikan ucapannya.
"Rasa malu ini ... akan aku balas seratus kali lipat!" desis Zhou Xiaowang. Dia pun bangkit dengan penuh rasa kesal dan marah, meninggalkan arena bela diri begitu saja.
Bahkan, dia juga mengabaikan Huan Yu, yang saat itu juga tengah terluka oleh Chen Xuan yang melemparkan dirinya.
"Tuan Muda, tunggu aku!" teriak Huan Yu, lalu ia pun berlari sempoyongan, mencoba mengejar Zhou Xiaowang.
Sedangkan Chen Xuan, dia hanya menggelengkan kepalanya atas tingkah laku sepupunya itu. Namun, ia juga sangat begitu senang dan bangga akan dirinya sendiri. Dia telah benar-benar membuktikan, telah mematahkan julukan sampah, julukan Tuan Muda yang tak berguna yang telah ia sandang selama tujuh belas tahun itu. Sekarang, dia bukan lagi Tuan Muda yang tak berguna, bahkan terbilang sebagai jenius langka dari Sekte Embun Pagi.
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏