Akibat dari cinta satu malam membuat Nara harus merelakan masa mudanya, setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Nara juga di usir dari rumah oleh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annis13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 21
malam tiba dimeja makan milik Regan sudah berkumpul, kedatangan anak kedua mama Anita dan Papah Reza menambahkan suasana rame,
" Asalamualaikum, mama papa Rere pulang , yuhuhu, ko sepi sih, pada kemana nih orang"
gerutunya Regina atau bisa di panggil Rere,
Ya anak kedua dari pasangan mama Anita dan pak Reza sudah bersuami dan memeiliki seorang putri kecil berusia sepuluh bulan,
" sayang jangan teriak teriak " ucap seorang pria yang di belakang Rere yang tak lain suaminya Denis,
Denis terkekeh geli melihat tingkah istrinya,
" pah, ko kaya ada suara si bungsu ya,?
" ah gk mungkin lah mah, kalau mereka dateng pasti kasih kabar dulu "
" hayo lagi ngomongin Rere ya" suara Rere mengejutkan mereka
" astaghfirullah, benar kan pah, mama gak salah denger tadi" ucap mama Anita sambil mengelus dada,
" lho kalian, ko dateng gak bilang bilang dulu Re"kesal papa Reza sebab melihat putrinya datang tidak memeberi tau
" hehehe maaf pah tadi sekalian kebetulan Mas Denis ada pertemuan dekat sini, jadi Rere sekali an ikut terus mampir kesini ".
" Terus sekarang Denis mana ,cucu Opah mana,,?
" kami disini Opah" seru Denis sambil menggendong putri kecilnya,
" aduh cucu Opah cantik sekali, " seru papa Reza yang merebut cucunya dari gendongan sang mantu,
Cila yang masih kecil tidak tau apa-apa hanya melihat dengan mata polosnya dan tersenyum kecil..
Datada, begitu lah kira kira suara bayi yang belum genap satu tahun,
" apa kabar pah mah, " ucap Denis tidak lupa mencium punggung tangan mertuanya,
" baik Dengan, sini duduk nak, " sahut Mama Anita
" ya mah, bang Regan mana mah,,?
" belum pulang kayaknya "
" Kata siapa belum pulang Orang dia sudah pulang sejak sore tadi"
" loh kok tumben pulang sore" kaget mama Anita.
" nggak tahu Mah Papa juga heran tadi tiba-tiba nongol aja pulang"
" Terus sekarang di mana Abang Regan "
" mungkin masih di kamar bisa jadi ketiduran dia makanya nggak turun turun " sahut mama Anita
" kalau gitu biar Rere yang bangunin Abang ya mah"
" Iya tapi jangan rusuh ya Ingat jangan rusuh kamu kan suka jahil sama Abang kamu"
" Haduh belum juga Mulai udah diperingatin"gumam Rere
sambil melangkah menuju lift ke lantai dua,
...****************...
sampai di lantai atas Rere segera masuk ke dalam kamar Abangnya yang kebetulan tidak terkunci,
Rere melihat Abangnya yang sedang terlentang di atas kasur sambil tertidur pulas,
Iya pun segera melangkah ingin mengejutkan abangnya,
" Abang bangun" teriak Rere di dekat kuping milik abangnya,
Regan yang masih dalam mimpi tersentak kaget dan terbangun mendengar teriakan adiknya di dekat telinganya,
" astaga Rere, kamu bener-bener ya sopan dikit kenapa sih sama Abang" kesalnya
" hehehe Abis Abang kalau nggak di teriakin nggak bakalan cepet bangun" nyengir Rere
" udah sih Bang ayo bangun buruan udah waktunya makan malam nih Udah ditungguin sama mama sama papa"
" Iya Iya bawel banget sih"
" buruan Bang"
" Iya ini nih Abang juga mau turun tapi abang mau ke kamar mandi dulu Mau cuci muka, "kesalnya
"iya Rere tunggu"
**
sampai di bawah Rere menuju ruang makan.
" itu kenapa muka kau begitu"cetus papa Reza
" Rene kesel sama abang marah-marah mulu" sahutnya dengan wajah yang ditekuk.
" pasti kamu bikin rusuh ya sama Abang kamu"
" hay Den, apa kabar,, ?
" baik bang "
" dih, padahal ukur kita sama , " ucap Regan sambil duduk yang sudah di siapkan oleh mamanya.
" ya gitu juga kali bang, mas Denis kan suami Rere, ya jelas lah, dia manggil abang "sewot Rere
" sensi amat si Re, "
" biarin Wlee,
" udah udah, jangan ribut ayo makan " lerai papa Reza.
selesai makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga termasuk denis dan rere yang mereka akhirnya menginap,
" Ada apa sih , sedari tadi kamu ngeliatin kita terus Gan,,?
" iya kaya ada yang mau kamu omongin tapi tertahan ditenggorokan " cetus Rere
" hmm itu, emang ada yang Regan mau bicarakan mah pah,, "
" apa tuh bikin papa penasaran aja, " ucap papa
" wuah jangan jangan kamu mau melamar pacar kamu ya Gan ,, " sarkas mama Anita yang sedang memangku cucunya,
Regan mendengus, lalu menarik nafas pelan .
" hmm, jadi tuh Regan udah melakukan Tes DNA, fan hasilnya kalian bisa baca ini, " ucapnya sambil menyerahkan beberapa amplop yang berisi hasil tes DNA miliknya,
papa Reza dan mamah Anita saling pandang iya pun sekarang mengambil amplop yang du berikan Regan,
Mereka segera membuka isi amplop tersebut,
Mama Anita yang terlebih dahulu membukanya, seketika dunia terasa kosong, mata yang melotot melihat hasilnya,
" Regan, jadi kamu beneran ayahnya si bocah kecik itu" teriaknya sambil jeruk kacang pinggang ke putranya,
" pah cepet buka, biar papa tau kelakuan anak papa ini "
Papa Reza membaca isi amplop tersebut,
reaksinya sama seperti Mama Anita,
" apa ini Regan, papa tidak mengajar kan kamu untuk menjadi laki-laki breng*** , coba jelas kan, "
akhirnya Regan menceritakan semua kejadian enam tahun yang lalu,
" jadi, abang Regan pernah menidu** perempuan, dan abang tidak tau dia siapa,, ?
Regan mengaguk pelan.
" terus giman abang bisa tau, kalau dia hamil,,?
" perempuan itu bekerja di perusahaan Re, dan dia teman sekolah Disa dan Lita, kenapa abang bisa tau dia hamil, karena anaknya pernah di bawa kekantor dan abang melihatnya, bahkan mama juga pernah melihatnya, "
" mama pernah ketemu sama wanita itu,,?
" nggak Re, mama ketemu sama Rigel, anaknya, kebetulan sekali kekasih Aditya adalah teman ibunya " Sahutnya.
" terus, gimana Gan, apa yang kamu lakukan, apa kamu mau langsung bilang ke Nara,,,?
Regan menggeleng " belum mah, belum waktunya, Regan takut kalau dia, gk mau maafin Regan"
" bang maaf nih, lebih baik abang jujur aja sekarang, dari pada nanti, ada yang mengatakan terlebih dahulu, " Denis angkat bicara.
" iya Den, tapi belum sekarang, gw masih nunggu waktu yang pas, "
...****************...
dua bulan berlalu, tidak terasa hari ulang tahun putranya sebentar lagi,
" aku gak nyangka Rin, aku bisa melewati semua ini, "
" kamu hebat Ra" ucap Rini sambil merangkul pundak sahabatnya,
" besok jadikan kita beli hadiah buat Rigel "
" iya Rin jadi, setelah pulang kantor saja, ya nyarinya, "
Hay teman teman minta dukungan nya ya,,, maaf bila masih ada yang tipo,, ☺