NovelToon NovelToon
Tuan Putri Manja Dan Dua Pangeran Penakluk Hati.

Tuan Putri Manja Dan Dua Pangeran Penakluk Hati.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:286
Nilai: 5
Nama Author: Nakorang

Zinnia, putri cantik yang manja dari keluarga kaya cavendish. Yang jadi kesayangan semua orang, selalu mendapat apa yang ia mau. Di kenal tak suka di kekang dan sudah banyak menolak banyak lamaran lelaki muda kaya raya. Suatu ketika dia mengincar perhiasan dari batu langka di sebuah pelelangan, namun dua perhiasan yang ia incar justru jatuh ke tangan dua pengusaha muda yang langsung membuatnya kesal. Ternyata pertemuan singkat mereka kala itu adalah cerita pembuka untuk cinta segitiga di antara mereka di masa depan. Kecantikannya yang luar biasa memikat kedua pengusaha kaya itu, tanpa ia sadari. Dan perlahan kedua cowok tersebut dapat meruntuhkan tembok pertahanan yang selama ini ia buat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakorang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab : 19 Gairah di atas rasa cemburu.

Setelah benar-benar jauh dari tempat Darren, Rion mulai menurunkan Zinnia dari gendongannya. Berbalik menghadapnya, matanya tajam dan gelap, tatapannya menusuk tepat ke dalam jiwa gadis itu, napasnya masih terasa berat dan kasar, sisa-sisa amarah dan cemburu yang baru saja meledak, masih terasa di dadanya.

" Kenapa dia cium kamu tadi? " Tanya Rion dengan suara rendah, dingin dan menekan.

" Dia maksa.. " jawab Zinnia cepat, matanya menunduk tak berani menatap langsung, tubuhnya mulai merasakan ketegangan dan rasa takut yang aneh.

" Kenapa gak kamu tolak? " desak Rion lagi, langkahnya mendekat sampai jarak mereka tinggal beberapa sentimeter saja.

" Aku tolak tapi.. "

Belum sempat Zinnia menyelesaikan kalimatnya, BRUKK! punggungnya sudah terbentur pada batang pohon besar yang kasar, Rion mendorongnya ke arah batang pohon besar di belakang. Dan sebelum dia sempat merasakan sakit, tubuh Rion sudah menindihnya erat tak memberi ruang sedikitpun. Tanpa peringatan, bibir Rion langsung menyergap bibirnya, menciumnya jauh lebih ganas, lebih dalam dan lebih kasar dari biasanya.

Ciuman itu penuh amarah, penuh rasa cemburu dan penuh rasa memiliki yang tak terbendung. Lidahnya menjelajahi setiap sudut mulut Zinnia, memaksa masuk dan bertukar napas seolah mau mengambil seluruh udara di paru-paru gadis itu, sampai mulut Zinnia terasa perih dan napasnya habis tak bersisa.

Dan belum cukup sampai disitu, Rion turun lebih rendah. Dari bibir dia beralih ke dagu, lalu turun perlahan menuju leher putih mulus yang menjadi titik lemah gadis itu. Dia mencium, menjilat, menggigit pelan sampai meninggalkan bekas-bekas merah keunguan yang jelas terlihat, bahkan dia menjangkau sampai bagian yang tertutup oleh tali dressnya, menarik sedikit kain itu ke samping agar bisa menandai lebih banyak area.

" Jangan biarkan siapapun dekat kamu sayang.. aku cemburu. aku gak suka.. sama sekali gak suka.. " Bisik Rion di sela-sela ciumannya, suaranya serak berat dan penuh desakan, bibirnya terus bergerak di kulit sensitif Zinnia membuat gadis itu menggigil hebat.

Zinnia tak mampu menjawab sepatah kata pun. Seluruh pikirannya kosong, akal sehatnya lenyap entah kemana, digantikan oleh sensasi panas dan dingin yang menyebar cepat dari titik yang disentuhnya ke seluruh tubuh. Kulitnya merinding, lututnya lemas hampir tak sanggup menopang berat badannya, kalau bukan karena ditahan erat oleh lengan kuat Rion pasti dia sudah jatuh tergolek di tanah.

" Rrion.. ah... hentikan.. ah.. unghhh.. "

Suara rintihan dan desahan keluar dari mulutnya tanpa sadar, nadanya lemah, manja dan sedikit menggoda, tangan yang awalnya mau menolak dan mendorong perlahan berubah mencengkeram erat bahu Rion. Tubuhnya melengkung menempel erat pada tubuh lelaki di hadapannya, tanpa sadar mencari lebih banyak sentuhan, lebih banyak rasa yang membuatnya gila ini.

" Rion, jangan begini.. "

Tapi Rion sama sekali tak berhenti, bahkan makin menjadi-jadi. Dia tahu persis dimana titik lemah gadisnya, dia tahu sentuhan macam apa yang membuatnya lemas dan tak berdaya, dan sekarang dia sengaja melakukan semuanya, mau menandai setiap inci tubuhnya, mau membuat semua bekasnya terlihat jelas, mau mengingatkan sekali lagi... gadis ini adalah miliknya, hanya miliknya, dan tak ada orang lain yang berani menyentuhnya lagi.

" Ingat ya... semua tanda ini milikku... dan kamu juga milikku... selamanya... "

" Rion.. Aku lapar !! " Ucap Zinnia disela adegan panas itu, dia bicara dengan begitu manja.

Seketika, semua amarah, gairah, dan ketegangan di tubuh Rion langsung menguap entah ke mana, digantikan dengan tawa ngakak yang lepas dan keras. Dia berhenti mencium, lalu menatap wajah Zinnia dengan tatapan tak percaya tapi gemas banget.

" Seriusan?! Di saat seperti ini kamu malah bilang mau makan? Kamu emang selalu penuh kejutan Zinnia..."

" Udah jangan ketawa terus!!! Aku beneran laper tahu! Tadi gak sempet makan banyak soalnya ada orang ganggu..." jawab Zinnia cemberut kesal.

Rion langsung menunduk, mengecup kening gadis itu lembut, ekspresinya kini berubah jadi lebih lembut.

"Maaf ya sayang... maaf tadi aku agak kasar sama kamu..."

Tanpa menunggu jawaban, Rion langsung mengangkat tubuh Zinnia dan menggendongnya gaya bridal style.

" Yuk kita cari makan. Aku temenin kamu sampai kenyang. "

Mereka pun pergi ke kantin dekat sana. Di meja makan, Zinnia makan dengan sangat lahapnya, seolah sudah berhari-hari tidak makan. Apalagi saat menyantap buah strawberi kesukaannya, pipinya menggembung seperti tupai yang sedang menyimpan biji, terlihat begitu menggemaskan di mata Rion.

Rion yang melihat pemandangan itu tak bisa menahan diri untuk tidak mendekat dan mengecup pipi gadis itu cepat.

" Eh!!! Aku lagi makan jangan ganggu ah!! " protes Zinnia sambil mendorong pelan dada Rion agar menjauh.

" Iya iya maaf... habis wajah kamu lucu banget sih..." jawab Rion sambil tersenyum lebar.

Setelah perut terasa kenyang, Zinnia teringat sesuatu. Dia menatap Rion dengan tatapan penasaran.

" Oh iya... tadi ada telepon dari Ibu kamu ya? Dia bilang apa? "

Rion tersenyum tipis.

" Ibuku cuma bilang kalau dia kirim paket buat kamu. Barangnya udah aku terima dan aku simpan di kabin tempat kamu bakal menginap nanti. "

Mendengar itu, mata Zinnia langsung berbinar cerah bagaikan bintang. Dia langsung menarik tangan Rion dengan antusias.

" Yaudah ayo cepetan kita ke kabin. Aku gak sabar pengen lihat apa aja isinya.

Rion hanya mengangguk mengiyakan, keduanya pun mulai berjalan menuju kabin yang tak jauh dari sana.

Sesampainya di kabin, Zinnia langsung berlari kecil masuk dan benar saja, kamarnya sudah di oenuhi banyak banget paket. segera saja ia membuka semua paket-paket besar yang tertata rapi di atas tempat tidur.

Paket itu berisikan, Mulai dari baju-baju cantik, sepatu hak tinggi, tas-tas mewah, sampai berbagai aksesoris. Dan di meja sebelah tergelatak sebuah buket bunga mawar merah yang besar, terakhir ada kotak besar berisi strawberi dalam jumlah banyak.

" Wah.. Ibu kamu kasih aku semua hal yang aku suka. " Ucap Zinnia girang.

" Ya, udah di pastikan dia bakal seperti ini pada calon menantunya, bahkan mungkin sayangnya mulai beralih ke kamu. " Balas Rion dengan berpura-pura memasang wajah kecewa.

" Oh iya, baju yang dia kasih ke kamu itu baju-baju yang ia desain dan jahit sendiri khusus buat kamu. " Timpal Rion kemudian.

" Ya ini semua cantik-cantik, aku suka. Tolong bilangin sama ibu kamu kalau aku suka semua barang yang dia kirim, dan makasih juga. "

" Nanti aku bilangin. "

Di antara barang-barang itu, ada juga selembar surat kecil yang tertulis tangan dengan tulisan yang rapi dan indah.

" Untuk calon menantu kesayangan Tante... semuanya ini biar kamu makin cantik dan bahagia. Terus temenin anak bandel Tante ya sayang. Yang sabar ya sama sifat keras kepala dan suka marah-marahnya. Love, Tante Layla ❤️ "

Rion mengambil foto Zinnia secara diam-diam kala gadis itu tengah membaca surat dari ibunya, kemudian mengirimnya pada ibunya, tanda jika Zinnia sudah menerima semua paket darinya.

Membaca surat dari ibu kekasihnya itu, hati Zinnia terasa hangat dan penuh kebahagiaan yang luar biasa. Dia langsung berbalik dan memeluk erat tubuh Rion, menyandarkan wajah di dada bidang kekasihnya itu.

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!