NovelToon NovelToon
Driven By You

Driven By You

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Tamat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Kensington Valerio (22th) adalah seorang "Raja Pesta" yang sinis terhadap cinta, namun terobsesi mengoleksi ribuan novel romansa.

Baginya, cinta hanyalah delusi dengan alur membosankan yang selalu bisa ia tebak ending-nya.

Di tengah kejenuhannya akan kepalsuan dunia, hadir Audrey Hepburn (19th)—mahasiswi hukum tingkat satu yang kaku, ambisius, dan membawa prinsip kesucian yang keras kepala.

Audrey bukan sekadar junior di fakultasnya, ia adalah variabel acak yang mengacaukan prediksi Kensington.

Saat rahasia pengkhianatan mulai mengikis pertahanan Audrey, Kensington justru merasa tertantang untuk menuliskan naskah hidupnya sendiri.

Apakah Audrey akan berakhir menjadi sekadar koleksi di rak bukunya, ataukah ia adalah satu-satunya wanita yang mampu memberikan Kensington sebuah akhir yang tak terduga?

Di arena balap liar dan koridor kampus yang dingin, Kensington mulai mempertanyakan: apakah cintanya juga akan menjadi klise, atau sebuah tragedi yang tak terlukiskan ?

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#21

Lampu jalanan Los Angeles yang temaram menjadi saksi bisu kepergian taksi yang membawa Audrey.

Di trotoar depan gerbang asrama, Kensington masih mematung.

Tangannya mengepal kuat, rahangnya mengeras hingga otot-pikirannya terasa berdenyut. Di sampingnya, Vivian berdiri dengan tangan bersedekap, menatap lurus ke arah jalanan kosong itu dengan helaan napas panjang.

"Biarkan dia menenangkan diri, Kensington," ucap Vivian memecah keheningan. Suaranya tidak lagi ketus, melainkan dipenuhi keletihan emosional. "Dia mungkin masih merasa kau benar-benar mempermainkannya. Di kepalanya, semua yang terjadi semalam—obat itu, apartemenmu, hingga tamparan pagi tadi—hanyalah bagian dari rencana busukmu bersama Bianca."

Kensington menoleh tajam. "Aku tidak pernah bekerja sama dengan Bianca! Kau tahu itu!"

"Aku tahu. Tapi Audrey tidak tahu," balas Vivian tenang. "Di matanya, kau adalah pria yang menerima tantangan, suka Gonta-ganti pasangan, meniduri banyak wanita, dan semalam tantangan itu selesai. Biarkan dia tenang. Jangan mengejarnya sekarang, atau kau hanya akan membuat lukanya semakin menganga."

Kensington terdiam cukup lama, menatap aspal basah di bawah kakinya. "Apa waktu seminggu... bukankah itu terlalu lama, Vivian?" tanya Ken dengan nada yang jarang ia gunakan—nada penuh ketidakpastian.

Vivian tersenyum tipis, senyum yang pahit. "Tidak. Bagi kami wanita, seminggu bahkan mungkin tidak cukup untuk menyusun kembali kepingan diri yang hancur. Saat dia siap kembali, aku akan menghubungimu. Itu janjiku."

Kensington akhirnya mengangguk. Ia berbalik menuju mobilnya, meninggalkan asrama dengan perasaan yang belum pernah ia alami sebelumnya: kekalahan di tengah kemenangan fisik.

Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa bagi dunia luar. Kensington tetap menjadi pangeran hukum yang dingin di kelas, tetap menjadi Valerio yang disegani. Namun, di dalam dirinya, ada badai yang ia tutupi dengan kemewahan.

Tepat dua malam setelah kepergian Audrey, Penthouse mewah Kensington kembali berguncang.

Suara musik Gasoline dari Hasley memekakkan telinga, dentum basnya seolah mencoba meruntuhkan dinding beton bangunan itu. Asap rokok dan aroma alkohol mahal memenuhi udara. Gadis-gadis cantik menari di sekitar sofa, mencoba menarik perhatian sang pemilik rumah.

Kensington duduk di kursi kebesarannya, menyesap whiskey dengan tatapan kosong. Ia tidak sedang merayakan keberhasilannya memenangkan tantangan. Ia juga tidak sedang merayakan "kemenangan" atas Audrey.

Baginya, pesta ini hanyalah rutinitas bulanan untuk membunuh kejenuhan. Uang bukan masalah bagi seorang Valerio, dan pesta adalah pelarian paling mudah ketika pikirannya terus tertuju pada satu nama yang tidak bisa ia raih.

Namun, dunia media sosial tidak sedingin kenyataan. Foto-foto pesta itu tersebar. Beberapa Teman-teman yang mabuk memposting story dengan Caption:

 "The King is Back! Merayakan hidup yang selalu menang!"

Di sebuah kota kecil yang berjarak ratusan mil, di dalam sebuah kamar tidur yang remang-remang, Audrey menatap layar ponselnya. Air mata yang sudah mengering kini kembali membasahi pipinya. Ia melihat Kensington tersenyum tipis di tengah kerumunan wanita, tampak begitu bebas, begitu tidak terganggu.

"Brengsek..." bisik Audrey dengan suara serak. "Dia benar-benar merayakannya. Dia merayakan keberhasilannya meniduriku di depan semua orang."

Kesalahpahaman itu membeku menjadi benci yang murni. Audrey merasa dirinya benar-benar hanya sebuah piala bergilir yang kini sudah diletakkan kembali di rak setelah selesai dipoles.

Penolakan Kensington akan kata cinta pagi itu kini terasa masuk akal bagi Audrey: Kenapa dia harus mencintai barang yang didapatkan dari sebuah taruhan?

Waktu seminggu yang awalnya merupakan izin cuti, berlalu begitu saja. Audrey tidak punya kekuatan untuk bangkit. Ia mengunci diri, menolak makan, dan hanya menangis hingga matanya bengkak.

Satu minggu berubah menjadi dua minggu, hingga akhirnya menginjak minggu ketiga.

"Audrey! Buka pintunya!" suara ibunya, Sarah, menggedor pintu kamar dengan keras pagi itu.

Audrey tidak menjawab. Ia meringkuk di bawah selimut, namun tiba-tiba perutnya bergejolak hebat. Ia merasakan gelombang mual yang sangat kuat menusuk ulu hatinya. Dengan langkah gontai dan wajah pucat pasi, ia berlari menuju kamar mandi, memuntahkan cairan kuning pahit karena lambungnya kosong.

Hoekk... hoekk...

Tubuh Audrey gemetar. Kepalanya berputar hebat, demam mulai menyerang sistem pertahanannya. Ia terduduk di lantai kamar mandi yang dingin, memeluk lututnya sendiri.

Pintu kamar mandi terbuka paksa. Sarah berdiri di sana dengan mata membelalak melihat putrinya yang tampak seperti mayat hidup. Namun, melihat frekuensi muntah dan wajah Audrey yang pucat di pagi hari, insting seorang ibu menangkap sesuatu yang lebih gelap.

"Tiga minggu kau di rumah, mengurung diri, dan sekarang kau mual-mual di pagi hari?" suara Sarah bergetar karena amarah dan kekecewaan. "Kau hamil, Audrey?"

Audrey mendongak, matanya membelalak kaget. "Ibu... apa yang kau bicarakan? Aku hanya demam biasa."

"Jangan bohong padaku!" Sarah berteriak, suaranya menggema di seluruh rumah kecil mereka. "Aku mengirimmu ke Los Angeles untuk belajar hukum, untuk mengangkat derajat keluarga kita! Dan kau pulang membawa aib? Kau gagal, Audrey! Kau gagal menjaga dirimu!"

Sarah menarik bahu Audrey dengan kasar. "Murahan! Menjijikkan! Kau bukan putri yang kubesarkan dengan susah payah! Kau tidak lebih dari sekadar perempuan yang menyerahkan tubuhnya demi kemewahan kota besar!"

Audrey terisak, hatinya hancur berkeping-keping mendengar umpatan dari ibunya sendiri. "Ibu, tidak... ini tidak mungkin..."

"Keluar! Jika kau benar-benar hamil, jangan pernah panggil aku ibu lagi!" Sarah meninggalkan kamar mandi dengan bantingan pintu yang keras.

Di dalam keheningan yang menyakitkan, Audrey menyentuh perutnya yang masih rata. Bibirnya bergetar. "Hamil?" bisiknya lirih pada dirinya sendiri. "Aku baru melakukannya sekali... bagaimana mungkin aku bisa langsung hamil? Bodoh... kau benar-benar bodoh, Audrey."

Pikirannya melayang pada malam di apartemen Kensington. Logikanya berteriak. Kensington Valerio adalah pria yang berpengalaman, pria yang tahu benar cara bermain "aman". Bahkan di bawah pengaruh obat Malam itu, Audrey ingat dengan samar bahwa Kensington tidak "mengeluarkannya" di dalam. Pria itu ditarik oleh sisa-sisa kesadarannya untuk menjauh di detik terakhir.

Lalu bagaimana mungkin?

Apakah obat itu juga mengacaukan siklus biologisnya? Ataukah ada sesuatu yang terlewatkan dalam kegilaan malam itu? Ataukah ini hanya hukuman tuhan atas kelalaiannya?

"Dia ahli dalam hal ini... dia tidak mungkin seceroboh itu," gumam Audrey sambil terisak.

Namun, rasa mual itu kembali menghantam. Kepahitan di mulutnya seolah menjadi metafora hidupnya saat ini. Ia terjebak dalam lingkaran setan: dikhianati kekasih SMA, dijadikan bahan taruhan oleh elit kampus, direnggut kesuciannya oleh obat-obatan, dan sekarang Dibenci oleh ibunya sendiri karena benih yang mungkin sedang tumbuh di rahimnya.

Audrey mengambil ponselnya yang retak. Ia melihat daftar kontak. Nama Kensington Valerio ada di sana. Ingin rasanya ia menekan tombol panggil dan berteriak menuntut keadilan, namun egonya yang tersisa menahan jemarinya.

"Jika aku hamil, dia akan menganggap ini hanya taktikku untuk mengikatnya," batin Audrey pahit. "Dia akan menganggapku sama seperti wanita-wanita lain yang mencoba menjebak keluarga Valerio."

Audrey bangkit, mencuci wajahnya dengan air dingin yang menggigit. Ia menatap pantulan dirinya di cermin—seorang calon pengacara yang kini hancur total.

Seminggu yang dijanjikan pada Vivian sudah lewat jauh. Dunia luar mungkin menganggapnya sudah hilang, tapi Audrey tahu, ia harus Melakukan apa. Bukan untuk memohon pada Kensington, tapi untuk menyelesaikan bab gelap ini sebelum ia benar-benar tenggelam.

"Aku akan kembali, Kensington," bisik Audrey dengan tatapan yang kini berubah menjadi dingin dan tajam. "Jika benar ada kehidupan di dalam sini karena perbuatanmu, aku akan memastikan kau membayar setiap tetes air mata yang jatuh karena keangkuhanmu."

1
nayla tsaqif
Haduhhh,, knp tamat semua sihhh,,, jangan lama2 cerita barunya yaaaa!!??
Ros 🍂: siap kak🫶
author sudah siapkah cerita untuk Maximilian anak Audrey dan Kensington🫶 tunggu notif kak😍
total 1 replies
Thee-na Tooth
lagi dong kak
Ros 🍂: author sudah siapkah cerita untuk Maximilian anak Audrey dan Kensington🫶 tunggu notif kak😍
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
Yo bapakmu itu yg jadi nyamuk raksasanya max
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
untung tersesatnya di toilet toko perhiasan coba klo tersesatnya di kedai kopi late alamat GK tau jalan pulang wkwkwk🤣🤣🤣
Ros 🍂: Hahhaa bahaya kalo nyasar kesana ya kak🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Astagaaa,, kmna ken yg dingin dan angkuh itu dreyyy,,, knp skrng dia sengklek,,, 🤣
Ros 🍂: mabuk cinta kak🤣🤣🤣🤣😘
total 1 replies
Almeera
tinggalin jejak duluuuuuuuu yaaaa nyicil aku maraton kerja duluuu
Ros 🍂: Hehe siap Kak🫶🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
ingat Ken segera lenyapkan si kopi late lagian jadi cowok tuh harus bisa mengendalikan senjatanya ini malah tercelup ke kopi late🤭
Ros 🍂: Late Vera kak, Bukan Latte Coffee 🤣🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
akhirnya ,,,terharu aku thor😍😍😍
Ros 🍂: Huhuhu semoga Suka ya kak🫶🥰
happy reading 😍
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
pantesan Ken gendeng wong bapaknya klo ngasih saran diluar Nurul moga kegendengan mereka menurun ke max kelak🤭🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: hahhaa Daddy Felix asline kalem kak🤭🤣
total 1 replies
Murnia Nia
lagi seru ni ceritanya
Ros 🍂: ma'aciww komentar nya ya kak🫶
total 1 replies
Murnia Nia
lanjut thor
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Thee-na Tooth
puas bacanya kak,,,
terimakasih berkali² double up.
besuk lagi up nya kak,,,
kesehatannya di jaga
semangat 💪
Ros 🍂: Ma'aciww kak 🫶🫶😘
semoga kakak juga sehat selalu 🥰
total 1 replies
winpar
lgi kk 💪💪💪💪
Ros 🍂: sama-sama kak🫶
total 3 replies
Thee-na Tooth
ayoo up lagi🤭
nunggu kejutan dari kakak cantik 💪
Ros 🍂: Besok ya kak🫶 ditunggu 😍
total 1 replies
Thee-na Tooth
Alurnya bagus banget,,,
dari pemilihan kata kata bagus, mudah di pahami. Alur kata tidak melibet.
Padahal novel e bagus banget tapii kenapa peminat bacanya sedikit ya
Aku doain ya kak,, semoga novel e bisa banyak yang baca, bisa masuk rank
Ros 🍂: Ma'aciww banyak kak🫶🥰
sehat selalu ya kak😘
total 1 replies
Thee-na Tooth
semangat up kakak,,,
insha Allah setiap baca, aku kasih kopii. biar nulisnya tambah semangat, dan nggak ngantuk 🤭
Ros 🍂: uuuwwwwwhh 🫶🫶🫶
ma'aciww ya kak, sehat Selalu 🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
wes tambah gendeng ini Bang Ken,tak tunggu kegendenganmu selanjutnya Bang🤣🤣🤣
Ros 🍂: Nular Ya kak bucinnya 🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Gen valerio,, awal2 dingin, angkuh,, begitu bucin setrezzzz,,, bikin esmosi!! Mom kim&dad felix ceritanya judulnya apa thor??
Ros 🍂: hihihi Rekomendasi baca "The End Of Before" kak, Ndak kalah seru🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Gk knl cinta,, gk percaya cinta sekalinya cinta gueenndennng kowe ken,,, bisa2nya pengen jd simpanan,, emg mau di simpan dimna,, badanmu kn segedhe gaban,,, 😄
Ros 🍂: hahaha Dia senang jadi simpanan kak🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Q suka kalo para wanita2 itu sudah mengumpat,,, seperti briella kalo ngumpat fasih banget,,, "bringsiikkk" 🤣🤣
Ros 🍂: wkwkw iya kak🤭🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!