Ara di jodohkan dengan Aib, bukan dengan laki-laki, Ia di tatap jijik oleh keluarga nya sendiri.
ini kisah tentang pernikahan Tampa pesta, Tampa restu dan Tampa wali, tapi ada Tuhan jadi saksi dan luka jadi maharnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delvi Binti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 20
Saat melihat Dimas telah pergi ke toilet, Sarah merasa ini adalah kesempatan nya untuk membuat Ara Menjahuii Dimas, Sarah pun mulai memprovokasi Ara.
" hmm Ara aku mau nanya sesuatu sama kamu boleh engga." ucap Sarah
" iya boleh kok bilang aja engga apa-apa . "
" sebenarnya aku masi sayang sama Dimas, aku engga bisa lupain dia dan seperti yang aku bilang tadi aku pulang ke kampung ini buat nemuin Dimas dan pengen balikan sama dia."
Mendengar itu Ara hanya bisa terdiam ia tidak tau harus berkata apa, hati nya bagai di remuk dengan kencang, namun Ara bersikap tenang ia hanya tersenyum.
" aku tau Dimas juga pasti masi sayang sama aku, dia cuma mau jadiin kamu pelampiasan aja Ara, lagian Dimas itu lebih cocok sama aku, aku ini seorang sarjana dan kamu hanya tamatan SMA." ucap Sarah mencoba memancing emosi Ara.
namuan Ara hanya tenang ia tidak menunjukkan ekspresi apapun selain senyuman.
" jadi sekarang mau kamu apa. " Jawab Ara dengan nada yang tenang.
"aku mau kamu putusin Dimas biarin Dimas balikan sama aku." jawab Sarah.
" aku engga akan nurutin apa yang kamu mau, aku sayang sama Dimas dan aku juga tau Dimas itu sayang sama aku dan kamu, kamu hanya masalalu." jawab Ara dengan wajah yang tenang namun tegas.
Melihat perlawanan Ara, Sarah semakin terbakar emosi iya ingin menampar wajah Ara untung saja Dimas datang tepat waktu, Sarah pun mengurung kan niatnya yang ingin menampar Ara.
" Asik banget ngobrol nya, kalian lagi ngobrolin apa."
tanya Dimas yang sebenarnya sudah tau apa yang mereka bicarakan, ia hanya berpura-pura tidak tau dan Dimas senang sebab Ara bisa melawan balik kata - kata Sarah.
" ooo ini, Sarah lagi Nyeritain kegiatan dia selama di kota , iyakan Sarah." jawab Ara lalu tersenyum pada Sarah.
Emosi Sarah semakin meningkat namun dengan sekuat tenaga Ia menahan nya, Sarah tidak mau Dimas marah lagi kepada nya.
" iya, ini tadi aku lagi nyeritain gimana hidup di kota." Jawab Sarah dengan senyuman yang di paksakan.
saat mereka berbicara kebetulan makan dan minuman yang mereka pesan sudah sampai, saat itu Dimas memikirkan satu ide untuk membuat Sarah lebih emosi lagi dan pergi dari tempat itu.
" ee sayang itu panas loh, sini aku tiup dulu, aku engga mau kalau sampai lidah kamu kebakar gara - gara makan panas ini." ucap Dimas sambil mengambil Mangkok bakso Ara lalu mengambil kuah bakso dan meniup nya lalu menyuapi Ara.
Kelakuan Dimas itu berhasil memancing emosi Sarah, namun Sarah masi berusaha dengan sekuat tenaga nya agar menyembunyikan emosi nya.
namun Dimas tidak berhenti sampai di situ, ia masih terus mencoba memancing emosi Sarah, dengan memperlihatkan kemesraan nya dan Ara.
" saba Sarah, sabar tahan jangan sampai emosi loh meledak di sini, lagian sialan banget si mereka berdua pasti Dimas sengaja pengen bikin gua cemburu." umpat Sarah dalam hati nya.
" mau aku suapin lagi engga sayang." ucap Dimas pada Ara.
" udah aa engga enak di liat sama Sarah." jawab Ara
" yaa engga apa - apa dong kamu kan pacar aku, jadi wajar dong aku manjain kamu, kamu engga apa-apa kan Sar." tanya Dimas pada Sarah.
" ee iya engga apa-apa santai aja." jawab Sarah.
Dimas yang menderita itu lebih tertawa dalam hati nya, iya tau bahwa Sarah sedang bersusah paya menahan cemburu nya.
" kamu cobain deh teh manis ini sayang, ini enak banget loh" ucap Dimas sambi memberikan minum es teh dan sedotan bekas iya minum pada Ara .
" Ara dengan enggan meminum es teh itu." Ara tau Dimas sedang berusaha mengusir Sarah secara halus.
melihat itu Sarah sudah tidak tahan lagi, namun Ia tidak ingin emosi nya pecah di tempat itu, dengan alasan memiliki urusan Sarah pamit untuk pulang.
" hmm aku lupa aku masi punya urusan, kaya nya aku harus pulang sekarang deh, nanti aku bayarin bilnya di depan ya." ucap Sarah berbohong.
" lah gimana ceritanya kan kamu yang ngajakin kita makan tadi, malah kamu ampe maksa- maksa kami loh tadi, massa kamu mau pulang duluan kan engga seru." Jawa Dimas
" aku pengen makan bareng kalian tapi aku masi punya urusan ini penting banget aku pulang dulu ya. " ucap Sarah lalu berlalu pergi meninggalkan Ara dan Dimas.
" yaudah kamu hati - hati ya, jangan lupa bayar makan nya. "jawab Dimas
Sarah pergi tampa menoleh lagi kini sarah sudah benar-benar tidak bisa menahan cemburu nya lagi, saat berkendara Sarah mulai mengumpat
"dasar si*alan berani - beraninya mereka sengaja pamer kemesraan di depan aku, awas aja ya kalian aku pasti bakalan buat kalian putus dan kamu Dimas kamu akan datang memohon untuk balikan ke aku aku jamin itu." ucap Sarah dalam hati nya.
di sisi lain Dimas dan Ara yang masi berada di warung makan tertawa karna tingkah Sarah.
" kamu engga boleh gitu tau, kasian loh Sarah, ucap Ara pada Dimas.
" biarin aja lagian siapa suru dia datang gangguin kita, orang kaya gitu harus dikasih pelajaran. "
" kamu engga boleh jahat gitu sama Sarah, gimana pun kalian pernah pacaran loh. "
" itu udah jadi masa lalu, aku sama Sarah udah engga punya hubungan apa - apa, dianya aja yang selalu deketin aku, aku tuh sayang nya cuma sama kamu aja Ar."
Mendengar itu Ara merasa bersyukur karena Dimas tetap memilih nya, walaupun Dimas tau bahwa Sarah jauh lebih baik dari diri nya .
" makasih ya Dimas , kamu udah mau milih aku, aku merasa beruntung punya kamu di sisi aku." ucap Ara.
" aku juga seneng bisa jadi pacar kamu, dan makasih karna kamu udah mau menolak permintaan Sarah tadi."
mendengar itu Ara sedikit terkejut karna ia tidak menyangka Dimas tau soal Sarah yang menyuruh nya untuk putus.
" jadi kamu dengar semua nya tadi." ucap Ara
" iya aku dengar dan aku bangga sama kamu, kamu bisa ngelawan dia kamu memang wanita yang hebat."
Ara yang mendengar itu menjadi salting, karna hanya Dimas yang selalu memujinya dan tidak pernah menganggap nya beban.
" oo iya mama udah kangen sama kamu, mama nya kapan kamu main ke rumah lagi." ucap Dimas.
" aku juga kangen sama tante, aku pengen sih ketemu tante lagi."
" yaudah gimana kalau habis ini kita temuin mama aku, pasti dia senang banget bisa ketemu kamu lagi.'
"Hamm yaudah iya. " Jawa Ara
" pasti mama bakalan seneng banget calon menantu kesayangan nya bisa datang ke rumah. "