hidup dibayang-bayang kekuasaan dan perebutan warisan membuat gadis mungil harus bertahan bersikap arogan dan sombong ini bukan kemauan tapi menjaga diri dari saudara kandung dari ayahnya yang ingin merebut hak milik gadis itu, tapi semuanya sia-sia karena perjanjian hak waris yang ditulis oleh sang kakek bahwa warisan itu berada ditangan seorang pria yang cukup memiliki kekuasaan, dan perjanjian yang mengharuskan sang gadis menikahi nya.
apakah pernikahan yang dijodohkan akan bahagia atau malah membawanya kelubang luka yang dalam.
yuk mulai baca biar gak penasaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khotimah04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21.kebahagian yang direbut
diatas kasur hotel seorang wanita sedang menyandarkan tubuhnya pada sosok lelaki tampan, perempuan itu mengelus dada bidang dengan gerakan menggoda.
" kapan kamu bergerak kak " ucap perempuan itu dengan nada sexy
" malam ini " ucap sang lelaki dingin
" ingat kak aku mau dia hancur seperti dahulu " ucap perempuan itu dengan sorot mata dendam,
" kenapa kau ambisius sekali padahal dia tidak pernah menyentuh mu" ucap lelaki itu
" tapi dia yang buat aku masuk ke jurang kehancuran kak " ucap perempuan itu
" hahahaha bukan kah kau masuk sendiri dia saja tidak tau sekotor apa dirimu " tawa pecah dari laki-laki itu,
" aku masuk ke dunia hina ini karena dia yang buat aku kehilangan sosok berarti bagi ku " ucapnya penuh amarah
" dia mati karena ulah papamu sendiri" ucap lelaki itu dengan nada yang begitu tajam,
" iya,andai dia tidak mencintai nya mungkin saat ini dia aman bersama ku kak,mungkin kita akan bahagia,tapi gadis sialan itu hadir di hidupnya,andai waktu itu aku bisa mengatakan lebih awal pasti dia masih hidup " ucap perempuan itu dengan mata berkaca-kaca
" kau juga bodoh kenapa tidak kau cegah papa mu untuk perbuatan yang kriminal itu " ucap lelaki yang beranjak dari tempat tidur dan melangkah menjauhi perempuan yang saat ini memandang punggung lebarnya,
" aku tidak bisa karena aku takut papa akan semakin marah dan kemewahan yang selama ini dia dapat akan hancur begitu saja kalau sampai aku cegah" ucap perempuan itu.
" itu yang aku benci dari kamu, coba mulut mu itu bisa berbicara dengan tegas mungkin dia masih berdiri dihadapan ku saat ini " ucap lelaki mengepal kuat tangannya
" kak aku mohon bantu aku untuk balas dendam pada nya " ucap perempuan itu turun melangkah pelan kearah lelaki itu dan memeluknya dari belakang,
" akan aku coba,karena ada batas yang mengelilingi nya " ucap lelaki itu membalikkan tubuhnya dan memeluk perempuan itu yang hanya menggunakan dress tipis,
"batas! dia bukan apa-apa untuk mu " ucap perempuan itu mendongak menatap lekat lelaki itu,
" bukan dia tapi seseorang yang saat ini ada disampingnya dengan indentitas yang amat sangat susah untuk masuk kedalamnya " ucap Lelaki itu
" kak, siapa dia " ucap perempuan itu.
" Bayu Artatama putra dewangga " ucap lelaki itu serius
" Kak dia saja tidak tau dengan status nya yang menyandang gelar pewaris dewangga " ucap perempuan itu
" kau bodoh, Bayu bukan orang sembarang dia cerdas dan cekatan makanya Arsya percaya padanya tidak mungkin dia tidak tau siapa dirinya, tapi Alvaro juga tidak mudah kita lumpuhkan begitu saja " ucap lelaki itu
" lalu kita harus bagaimana kak " ucap perempuan itu
" nanti saya pikirkan sekarang layani saya dengan tubuh mu " ucap lelaki itu dan disambut dengan penuh minat oleh perempuan itu.
........
pesta masih berlangsung tapi tidak seperti tadi,suasana lebih hangat dari sebelumnya.
Delisa memegang gelasnya memutar nya pelan,dan Alvaro duduk disebelahnya dengan gaya angkuh serta wibawa,bahkan teman-teman mereka sudah akrab satu sama lain.
" mas, kalau aku menikah hanya ingin menjeratmu bagaimana " ucap delisa tiba-tiba
" maka akan aku kencang kan ikatan itu hingga jeratannya tidak akan pernah lepas " ucap Alvaro lugas
delisa tertawa kecil menyandarkan punggungnya kearah dada Alvaro.
" lalu kalau ikatan itu akan membunuhmu apa kamu tetap tidak akan melepaskan nya " ucap delisa menatap Alvaro
" tidak delisa selagi itu kamu sampai terluka pun aku akan tetap mempertahankannya " ucap Alvaro diakhir dengan kecupan manis di kening delisa.
" kamu memang yang terbaik mas, aku mencintaimu" ucap delisa dan membuat Alvaro membeku di tempat
" delisa ulangi " ucap Alvaro yang masih tidak percaya
" aku mencintaimu sangat mencintaimu" ucap pelan delisa lalu berdiri dari duduknya dan melangkah menjauhi kearah jendela besar ia menatap ribuan gedung yang memancarkan cahaya lampu yang begitu indah,
Alvaro juga segera mengikuti jejak langkah delisa,Alvaro memeluk tubuh mungil delisa lebih erat seakan-akan dia tidak ingin kehilanganmu gadis itu,
" ini awal dari perjalanan kita mas dan mungkin saja diluar sana banyak batu yang mungkin jadi sandungan hubungan ini, aku hanya ingin kamu selalu percaya padaku " ucap delisa menerawang jauh lebih jauh dari sebelumnya,
" apa yang kamu pikirkan delisa kenapa ucapan mu seakan belati yang menusuk,dan bagaimana bisa aku tidak percaya pada mu " ucap Alvaro
" kita tidak tau perjalanan hidup kedepan,bayangan harta, kekuasaan bahkan dendam yang terus memupuk menjadikan duri diri sendiri, mas keberadaan mu didekat ku membuat aku takut,takut melukai mu,takut kamu hilang seperti dia,aku takut kalau diri ini membenci takdirnya lalu bagaimana nanti aku menghadap dunia yang luas ini kalau aku harus kehilangan kedua kali " ucap delisa dengan perasaan gelisah
" delisa aku tidak tau apa yang kamu lewati tapi percaya lah kalau aku tidak akan pernah pergi meninggalkan mu jika aku harus pergi itu sebuah pengorbanan untuk wanita yang paling saya cintai " ucap Alvaro,delisa menggeleng tidak setuju dengan kata-kata terakhirnya yang diucapkan Alvaro
" tidak jangan ucapkan itu mas aku takut aku benar-benar takut " ucap delisa segera membalikkan tubuhnya dan memeluk tubuh tegap Alvaro erat.
Bayu yang tidak jauh dari mereka hanya diam menyaksikan ketakutan di mata delisa,
" gue tau delisa mereka mulai gerak,dan yang paling pertama diincar adalah bang Alvaro, Lo menikah hanya ingin melindungi bang Alvaro gue tau semuanya delisa " batin Bayu mendesah pelan, ia mengambil gelasnya menegaknya minuman hingga tandas tanpa ia sadari ada sesuatu yang sudah mengincarnya,
Delisa menatap gelas Bayu ia sadar satu hal minuman itu ada sesuatu yang mungkin membuat delisa menyesal seumur hidup,
" jangan Bayu aku mohon " batin delisa melepaskan pelukannya dan berlari kearah Bayu yang mulai merasakan keanehan ditubuhnya bahkan lehernya merasa tercekik
" BAYU " teriak delisa semua orang menoleh kearah Bayu,
Menatap Bayu yang sedang kesakitan semua orang panik termasuk bunga sang tunangan
" Bayu gue mohon pertahan,jangan sekarang,tuhan takdir apa ini " ucap delisa sudah menangis sejadi-jadinya memangku kepala Bayu yang sudah ambruk
" Bayu,kamu kenapa " ucap bunga menangis tersedu-sedu
" panggil ambulan sekarang " teriak Alvaro pada semua orang disana
" itu lama, kita langsung bawa pakek mobil aja" ucap Roy
" oke angkat tubuh Bayu " ucap Alvaro,Afnan dan Roy segera memapah Bayu keluar dari aula itu diikuti yang lainya,
Delisa sendiri sudah mengamuk di dalam aula Alvaro mencoba menenangkan delisa.
" kenapa harus Bayu tuhan,akhh kenapa " teriak delisa menghancurkan semua nya
" sayang tenang,lihat ini aku suami kamu " ucap Alvaro mencoba mendekati delisa
delisa memecahkan satu botol mengarahkan pecahan itu ke pergelangan tangannya dan menggoresnya hingga d*r*h meluncur hebat
" delisa " ucap Alvaro penuh ketakutan
Alvaro berjalan cepat mencengkram erat tangan delisa yang masih memegang pecahan botol dan mengambil nya secara paksa melempar nya jauh.
delisa sudah lemas karena d*rah yang terus mengalir di pergelangan tangan,Alvaro mengangkat tubuh delisa membawanya lari menuju ke lift untuk turun kebawah,
" sayang bertahan aku mohon " ucap Alvaro dengan genang air mata yang tidak lagi terbendung, delisa sudah tidak sadarkan diri dan itu membuat Alvaro takut.
Disisi lain ada seseorang yang tertawa puas dengan apa yang terjadi melihat orang yang dibencinya sekarat seakan itu sebuah hadiah besar untuk dirinya.