NovelToon NovelToon
Figuran Yang Polos

Figuran Yang Polos

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Raisa adalah definisi "gadis di dalam botol". Hidupnya hanya seputar dinding rumah, perpustakaan pribadi, dan petuah-petuah manis ibundanya. Dunia luar yang kejam? Raisa tidak kenal. Dunia Dark Romance yang penuh darah dan obsesi? Raisa bahkan tidak bisa mengeja kata "toksik".
​Semua berubah saat ia meminjam sebuah novel bersampul hitam pekat milik temannya. Baru membaca bab pertama, Raisa sudah pusing tujuh keliling. Namun, saat ia memejamkan mata untuk tidur, dunianya berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Jolina dan Emma yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik Anna langsung saling berpandangan. Mereka bisa melihat dengan jelas bagaimana ekspresi wajah Anna berubah tegang, bahkan tangannya sedikit gemetar setelah mematikan telepon dari cowok bernama Kiel itu. Rasa penasaran mereka berdua langsung memuncak.

​"Na... lo gapapa?" tanya Emma hati-hati, sambil memajukan badannya ke arah meja Anna. "Tadi itu siapa? Kok kayaknya lo panik banget, terus bawa-bawa sekolah lama segala?"

​Jolina ikut mengangguk antusias, menopang dagunya dengan kedua tangan. "Iya, Na. Gue dari kemarin penasaran banget deh. Lo kan aslinya baik, pinter, dan manis kayak gini. Kenapa bisa-bisanya di sekolah lama lo punya reputasi seburuk itu sampai digosipin yang enggak-enggak? Sebenarnya... ada cerita apa sih di sana?"

​Mendengar pertanyaan beruntun dari kedua sahabat barunya, Anna menghela napas panjang. Bahunya merosot lesu. Di dalam hatinya, ia benar-benar enggan dan malas mengingat perilaku pemilik tubuh asli ini yang menurutnya sangat bodoh dan luar biasa bucin demi mengejar plot novel yang tidak bermutu.

​Namun, karena melihat tatapan tulus dan rasa peduli dari Jolina dan Emma, Anna akhirnya memutuskan untuk membuka sedikit cerita masa lalunya.

​"Hah... jadi gini," awal Anna sambil memijat pelipisnya perlahan. "Di sekolah lama, gue itu... bego banget. Gue suka banget, sekadar terobsesi sama cowok yang namanya Ezkiel—yang barusan telepon gue itu."

​"Terus-terus?" sela Jolina penasaran.

​"Dia itu dingin banget. Udah lama banget gue kejar-kejar dia, gue lakuin apa aja biar dia nengok ke gue. Tapi ya namanya juga cowok dingin, dia sama sekali gak peduli karena dia sukanya sama cewek lain," cerita Anna dengan nada malas, mengutuk jiwa pemilik tubuh lama yang membuatnya repot sekarang.

​Emma mengerutkan kening. "Terus hubungannya sama gosip lo suka membully itu apa?"

​Anna tersenyum kecut. "Nah, itu dia masalahnya. Karena Ezkiel suka sama cewek lain, pemilik tubuh... maksudnya gue yang dulu itu, selalu kelihatan salah di mata orang-orang. Setiap kali ada kejadian apa pun yang menimpa cewek itu, semua orang langsung nunjuk gue. Di mata mereka, gue selalu dicap sebagai pelaku yang membully cewek kesayangan Ezkiel."

​Anna menyandarkan punggungnya ke kursi dengan ekspresi lelah. "Lingkungan di sana tuh bener-bener toxic banget buat gue. Semua orang menyudutkan gue, memandang gue dengan tatapan jijik, dan gak ada satu pun yang mau denger penjelasan gue. Makanya, daripada gue makin stres dan kejebak di lingkungan kayak gitu, gue mending pindah ke sini. Gue cuma mau cari aman dan hidup tenang."

​Jolina dan Emma terdiam mendengarkan cerita Anna. Jolina langsung menggebrak meja pelan dengan wajah kesal. "Gila ya! Berarti lo cuma dijadikan kambing hitam di sana? Ih, untung deh lo pindah, Na! Cowok kayak Kiel itu gak layak dipertahankan!"

​"Bener," sahut Emma sambil menggenggam tangan Anna untuk memberi kekuatan. "Tenang aja, Na. Di sini lo aman sama kita. Kalau cowok toxic itu berani datg atau ganggu lo lagi, biar gue dan Jolina yang maju paling depan!"

​Anna tersenyum tulus, merasa sangat bersyukur karena setidaknya di kehidupan kali ini, dia memiliki sahabat yang benar-benar tulus menyayanginya.

Mendengar cerita masa lalu Anna yang cukup berat, Jolina langsung memutar otaknya agar suasana hati sahabatnya itu kembali ceria. Tiba-tiba, matanya berbinar riang.

​"Eh, daripada kita pusing memikirkan para manusia toxic di masa lalu lo, mending sepulang sekolah nanti kita main ke rumah gue!" ajak Jolina dengan semangat. "Kebetulan orang tua gue lagi pergi sampai malam. Kita bisa netflix party, nonton film seru sambil pesan makanan yang banyak. Gimana?"

​Emma langsung menjentikkan jarinya. "Setuju banget! Gue lagi butuh hiburan setelah penat belajar. Anna, lo harus ikut ya, gak ada penolakan!"

​Anna melihat semangat kedua sahabatnya itu dan merasakan kehangatan di hatinya. Rasa takut akibat telepon Ezkiel perlahan memudar. "Boleh, ayo! Kebetulan gue juga gak ada acara habis ini."

1
UMMI HABIBAH
lanjut thorrr
wahyu andria
suka karyanya. . .up yang bnyak thor
Teguh Aliyanto
up yg bnayak thorr jagan 1 satu aja
Teguh Aliyanto
semagat💪💪
Teguh Aliyanto
ug yg banyak thor😍😍
Teguh Aliyanto
lanjuth thorr😍
Teguh Aliyanto
lanjuttt🤭🤭
Teguh Aliyanto
lanjur thor😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!