NovelToon NovelToon
Sepupuku Suamiku.

Sepupuku Suamiku.

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: selvi serman

Kepergok berduaan di dalam mobil di daerah yang jauh dari pemukiman warga membuat Zaliva Andira dan Mahardika yang merupakan saudara sepupu terpaksa harus menikah akibat desakan warga kampung yang merasa keduanya telah melakukan tindakan tak senonoh dikampung mereka.

Akankah pernikahan Za dan Dika bertahan atau justru berakhir, mengingat selama ini Za selalu berpikir Mahardika buaya darat yang memiliki banyak kekasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21.

Za masih bengong di tempat duduknya, menatap punggung dokter Yuli yang semakin menjauh darinya. Teringat akan sorot mata dokter Yuli di saat mengutarakan perasaannya pada Mahardika, Za bisa melihat seberapa besar cinta wanita itu terhadap Mahardika, tapi kenapa Mahardika tidak tertarik pada wanita itu, padahal dokter Yuli juga cantik. Jika Mahardika memang lelaki buaya darat, bukankah Mahardika bisa menjadikan wanita itu sebagai salah satu koleksi wanitanya, lalu kenapa Mahardika tidak melakukan itu? Za jadi berpikir keras untuk hal yang satu ini.

"Sepertinya selama ini aku telah salah menilai mas Dika?." batin Za. "Sepertinya mas Dika bukan lelaki buaya darat seperti yang aku kira." lanjut batin Zaliva setelah cukup lama berpikir.

Za kembali teringat akan perkataan Hilda kemarin, di mana gadis itu menyampaikan bahwa faktanya bukan hanya dokter Yuli yang pernah ditolak oleh Mahardika tapi hampir semua wanita yang berusaha menarik perhatiannya diabaikan oleh Mahardika. Jika Faktanya memang benar seperti itu, lalu apa sebenarnya alasan Mahardika sampai melakukan semua itu? Apa Mahardika mencintai seseorang sehingga tak mau menerima kehadiran wanita lain? Tetapi kenapa saat mereka kepergok warga Mahardika bersedia menikahinya padahal pria itu bisa kekeuh menolak seperti apa yang telah dilakukannya kepada para wanita yang berusaha mendekatinya? Za kembali bertanya-tanya akan itu semua.

Tak lama kemudian Za pun meninggalkan cafe hendak kembali ke rumah sakit, pasti suaminya sudah menunggu di tempat biasa.

Seperti dugaannya, baru saja keluar dari pintu utama cafe, Za sudah melihat mobil Mahardika terparkir tak jauh dari gerbang rumah sakit.

Za menghampiri Mahardika yang baru saja turun dari mobilnya.

"Maaf, sudah membuat mas menunggu." Tutur Za.

"Nggak papa, sayang." Mahardika memilih tidak bertanya tentang teman yang dimaksud oleh Za, karena faktanya ia tahu bahwa yang ditemui Za bukanlah temannya melainkan dokter Yuli, wanita yang sudah dua tahun terakhir selalu berusaha menarik perhatiannya, Tapi sayangnya Mahardika sama sekali tidak merasa tertarik sedikit pun.

"Ayo sayang, kita pulang!." ajak Mahardika dan Za pun mengangguk mengiyakan.

"Mas...." Beberapa saat mobil merayap membelah jalanan ibukota, Za terdengar berseru.

"Iya."

"Apa mas tidak merasa tertarik sedikitpun pada dokter Yuli?." Pertanyaan Za mampu menolehkan pandangan Mahardika padanya.

"Kenapa menanyakan hal itu, hm?." balas Mahardika dengan nada lembut, tatapannya pun begitu teduh.

"Cuma pengen tau saja."

"Semua manusia berhak mencintai siapapun di dunia ini, tetapi orang yang dicintai pun berhak menolak jika tidak memiliki perasaan yang sama, Zaliva."

Menyaksikan wajah Za nampak serius, Mahardika pun menjawabnya dengan jawaban serius.

"Tapi dokter Yuli kan cantik, mas."

"Istrinya mas juga nggak kalah cantik." balas Mahardika.

"Aku serius mas."

"Mas juga serius, memangnya siapa yang bilang mas sedang bercanda? Za, mas sama sekali tidak memiliki perasaan apapun pada dokter Yuli. Jadi, mas minta jangan pernah berpikir yang bukan-bukan, sayang!." pinta Mahardika.

Za mengangguk meski tidak merasa puas dengan jawaban suaminya. Karena, sebenarnya wanita itu ingin mendengar alasan mengapa sampai suaminya itu tidak memiliki perasaan terhadap dokter Yuli ataupun wanita lain yang berusaha menarik perhatiannya. Apa karena mencintai wanita lain atau karena alasan apa, itu sebenarnya yang ingin diketahui oleh Zaliva.

Setelah itu tak ada lagi obrolan di antara Mahardika dan Zaliva, keduanya terlihat sibuk dengan pemikirannya masing-masing hingga akhirnya mobil Mahardika tiba di depan gerbang rumah. Seperti sebelumnya, Mahardika harus turun dari mobilnya untuk membuka gerbang dan kembali lagi ke mobil setelahnya. Tanpa mang Dodo sepertinya Mahardika lumayan kerepotan juga buka tutup gerbang sendiri.

Za turun dari mobil lebih dulu, setelah mobil terparkir rapi di garasi.

"Za....." Seruan suaminya menolehkan pandangan Za kembali pada sang suami.

"Iya, mas."

"Minggu depan rencananya mas ada acara bersama teman-teman kuliah mas dulu, dan mas ingin mengajak kamu. Kamu mau kan menemani mas?."

Za mengulas senyum dan mengangguk mengiyakan. " Baik, mas."

"Oh iya Za, apa Oma dan Om Abimanyu tahu jika sekarang kamu tinggal di Jakarta?." yang dimaksud oleh Mahardika di sini adalah ibu dan kakak kandung dari papa Rasya, sementara Mahardika sendiri merupakan anak dari sepupunya mama Thalia, Yakni papa Okta.

"Iya sudah, mas. Tiga hari yang lalu aku menghubungi Oma dan Om Abimanyu, aku bilang ke mereka kalau sekarang aku tinggal dan bekerja di jakarta." Jawab Za. Kini pasangan tersebut berjalan berdampingan masuk ke dalam rumah, di mana Mahardika merangkul pinggang sang istri.

Malam ini Mahardika dan Za memutuskan delivery saja untuk menu makan malam mereka, mengingat keduanya sama-sama lelah setelah beraktivitas seharian dan rasanya mager turun ke dapur untuk memasak. Setelah makan malam dan juga mencuci piring bekas makan malam Za kembali ke kamar sedangkan Mahardika sudah kembali ke kamar lebih dulu karena akan memeriksa file yang dikirimkan oleh asisten Bimo ke emailnya.

Setibanya Za di kamar, secara bersamaan Mahardika baru saja meletakkan ponselnya di atas nakas samping tempat tidur, lalu beranjak ke sofa untuk menyaksikan saluran TV. Za pun ikut menempati sisi sofa kosong di samping Mahardika.

Mahardika menyetel saluran TV yang menyajikan film romantic.

"Cerita seperti ini memang hanya ada di film-film. Lagian mana ada seseorang yang tetap mencintai cinta pertamanya sampai segitunya." Komentar Za diakhir film.

"Dunia ini luas, sayang, tidak menutup kemungkinan di dunia nyata ada seseorang yang memiliki cinta setulus itu. Bisa jadi bukan hanya ada, tapi mungkin ada yang berhasil mendapatkan cinta pertamanya setelah sempat nyaris putus asa." balas Mahardika.

"Aku nggak yakin ada yang seperti ini di dunia nyata, mas." Za masih kekeh dengan pendapatnya jika cinta sejati apalagi pada cinta pertama hanya ada di dunia fiktif, tak ada di dunia nyata.

Mahardika mengulas senyum melihat istrinya kekeh dengan pendapatnya. Za bangkit dari duduknya, beranjak naik ke peraduan. Tak berselang lama, Mahardika mematikan saluran TV dan menyusul Za ke tempat tidur. Obrolan mereka tentang film yang baru saja di tonton berakhir begitu saja.

Malam ini pasangan itu tidur tanpa adanya adegan seperti sebelumnya, mungkin karena Mahardika kasihan melihat Za yang terlihat sangat lelah. Biarlah malam ini Za beristirahat dengan tenang dan nyaman, tapi tidak untuk malam selanjutnya, begitu pikir Mahardika. Ya, karena malam selanjutnya Mahardika memastikan akan kembali mengarungi indahnya lautan percin-taan bersama sang istri tercintanya itu.

Keesokan paginya.

"Plester di dahi mas jangan sampai basah!." Peringat Za saat ia baru saja kembali ke kamar usai menyiapkan sarapan, kepada Mahardika yang hendak berlalu menuju kamar mandi.

"Siap, Bu dokter." balas Mahardika sambil mengulas senyum dan mengedipkan sebelah matanya. Terlihat genit di mata Za.

"Genit banget sih."

"Untung ganteng...." imbuh Za yang berpikir Mahardika pasti tidak akan mendengarnya, mengingat pria itu sudah menghilang dibalik pintu kamar mandi. Tapi sepertinya fakta tidak sesuai dengan pemikiran Za, karena sesaat kemudian Mahardika terlihat menyembulkan kepalanya keluar. "Kamu baru sadar kalau suami kamu ini ganteng, hm?."

1
Ning Suswati
itulah jahatnya laki2, suka asal bicara yg bikin sakit hati, mereka anggap semuanya sdh selasai, bagi kaum perempuan sangat sulit melupakannya
Ning Suswati
meloooo banget sih, mana yuli yg mengejar2 tuan dika, dulu terasa pernah di tolak mentah2 oleh tuan dika, dapat suami karena sesuatu dan juga dibilang gk akan penah disentuh, nasib nasib
Ning Suswati
lanjut, jangan biarkan burungnya masih gantung aja🤫
Ning Suswati
tuh kan tuan abil, asisten bimo aja sdh tancap gas🤭
Ning Suswati
abil kesurupan kali, ditanya susu kesukaanya malah maunya susu cap nona
Ning Suswati
🤣🤣🤣🤣🤣 bagus deh, punya isteri dianggurin, yg ada celahnya itu yg bikin manis🤭
Ning Suswati
cihuyyy, baru tau rasa kalau isteri cantiqnya ada yg ngincar pdkt, syukurin
Ning Suswati
abil sok gengsi dan masih setia dg bini di alam sana, isteri diembat laki2 lain baru nyahot lho
Ning Suswati
jadi ikutan mau nangis, kayanya bukan lagi drama2an, ini seperti mengarah pada fakta🤫
Ning Suswati
bicara yg baik2, kajadiannya juga akan menjadi yg baik2, semoga semuanya berjalan lancar, rencana dr,za tdk sia2
Ning Suswati
duh duh hilalnya sudah keluar🤭
Ning Suswati
🤣🤣🤣🤣🤣
gila abis ni dokter za, kalau jodoh udah ada hilal kayanya
Ning Suswati
cemburu2 bilang aja cemburu, rasain lho, sok banget jadi laki, bagus deh, aq suka dg ketegasan yuli, daripada jadi isteri cuma pajangan karena alasan dipaksa dan karena anak, laki2 muna
Ning Suswati
baru tau dia, didekati segitu aja udah panas dingin, isteri dirumah malah dianggurin, syukurin, sok2 kegantengan setia sama almh
Ning Suswati
semoga seiring nya waktu hati abil.mulai mencair
Ning Suswati
ciye ciye, masa abil pedekate, udah dong mas abis gk usah muna, masa orang sdh meninggal sok2an setia, hidup terus berjalan, dunia sdh berbeda.gk usah sok setia deh
Ning Suswati
tepat sekali dugaan bathin za, dan hilda dg bimo, nantinya menyusul belakangan🤭
Ning Suswati
nah yg ini kayanya jodohan bimo sama sus hilda, kan mereka hidup di dalam.pulau terpencil sehingga gk ada manusia lainnya yg jadi penghuni
Ning Suswati
hhhh jgn2 rasa terpaksa dan bicara lantang masih mencintai mendiang isterinya, dia sendiri nanti yg nyosor, menjilat ludah sendiri
Ning Suswati
masih ada gk satu lagi stok laki setia, yg gk neko2, paling sebelas dua belaslah sama tuan abil dan tuan dika🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!