NovelToon NovelToon
Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Idola sekolah / Diam-Diam Cinta
Popularitas:970
Nilai: 5
Nama Author: Rosemary Mary

Cery Vanesa Chaseiro, gadis mungil berusia delapan belas tahun, saat ini ia baru menduduki bangku kelas sebelas SMA, namun tingkah nya masih seperti anak kecil, begitu juga dengan penampilan nya.

Bagi yang tidak tau bagaimana cerita hidup Cery yang sebenarnya, mereka mengatakan kalau Cery adalah gadis paling ceria. Itu karena Cery sangat baik dengan semua orang dan selalu membantu mereka yang kesulitan. Meskipun kenyataannya dia tidak punya teman dan sering di cemooh anak-anak di sekolah nya.

Kenapa ia di cemooh? Ya karena penampilan nya yang kusut dan terlihat sangat miskin, bukan hanya itu banyak yang mengatakan kalau Cery tidak tahu diri?

Kenapa begitu? Ya karena meskipun Cery seperti anak-anak dia tetap lah gadis remaja yang punya perasaan seperti gadis remaja pada umumnya, dia naskir dengan laki-laki tertampan di sekolah Mawar Mekar. Linus Caesar Pratama, kakak kelas sekaligus ketua tim basket di sekolah Cery, ya sekaligus anak seorang CEO kaya. Seperti raja di sekolah, Linus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Cery menyambut uluran tangan Raja dengan sedikit cangung dia tidak pernah bersalaman dengan laki-laki selama hidupnya ini adalah yang pertama kalinya.

"Kenapa tangan Lo dingin dan berkeringat? Lo sakit ya?" Raja terlihat bingung karena tangan Cery sangat dingin dan sedikit berkeringat.

Cery segera menarik kembali tangannya, ia gugup sambil membenarkan kacamata nya ia menduduk malu.

Raja yang melihat itu, tersenyum tipis, entah kenapa melihat Cery dia rasanya ingin punya adik perempuan seperti Cery yang berpenampilan culun, namun sebenarnya bagi Raja itu bukan culun hanya seperti penampilan anak teka saja, rambut ikat dua, kacamata bulat dan poni yang menutupi alis.

Setelah membayar semua belanjaan nya, Cery bergegas pergi tampa mengatakan sepatah katapun kepada Raja yang saat itu masih memilih-milih buku, sambil sesekali melirik nya dari jauh.

"Astaga, kok gue bisa ketemu sama kak Raja di sana sih? Lagian ngapain dia belanja buku di toko kecil seperti itu? bukan nya dia anak orang kaya ya? Ah tau ah terserah," Cery masuk ke dalam kamar dengan pikiran berkecamuk karena hari ini bertemu dengan teman dari orang yang diam-diam ia sukai.

Sementara itu ia tidak tau, kalau Raja datang ke sana bukan untuk berbelanja, namun itu adalah toko buku peninggalan almarhum papanya Raja, setiap hari Minggu Raja pasti akan datang ke toko buku tersebut untuk memastikan apakah toko itu baik-baik saja di bawah kendali karyawan nya.

Papa nya Raja adalah seseorang yang tidak punya pekerjaan tetap di masa lalu, jadi ia membangun usaha kecil-kecilan dengan membuka sebuah toko buku dengan harga terjangkau agar seluruh anak yang tidak mampu bisa terselamatkan jika beli peralatan sekolah di toko nya.

Karena itu Raja memutuskan untuk merawat toko tersebut dengan baik tidak membiarkan toko itu bangkrut karena bagi nya itu adalah peninggalan sang papa yang paling berharga.

Satu hari begitu cepat berlalu, kini matahari mulai kembali menyembunyikan sinar nya dan giliran bulan yang bertugas.

"Bibi, apa bibi bisa bikin kue?" Cery menghampiri bibi yang sedang menonton televisi di ruang tamu.

Bibi menatap Cery sambil mengerutkan keningnya, tidak biasa nya Cery yang anti sama makanan manis menanyakan tentang kue.

"Emm bisa, kamu mau makan kue? Katakan kau mau kue apa?" jawab bibi sambil memegang tangan Cery.

"Emm, sebenarnya bukan buat aku bi, tapi aku mau kasih temen di sekolah, sebagai tanda ucapan terima kasih, soalnya dia udah bantuin aku semalam," jelas Cery dengan wajah polos nya.

Bibi terdiam mendengar ucapan Cery, tak di sangka oleh nya baru kali ini Cery menceritakan seorang teman kepada bibi.

"Cery kamu sudah punya teman? Bibi nggak mimpi kan ini? Serius kan Sayang?" bibi terlihat sangat bersemangat setelah mendengar ucapan Cery.

"Emm, sebenarnya bukan temen, tapi aku ... Aku ... " Cery polos tidak tau harus berkata apa di depan bibi.

Bibi pun tersenyum paham dengan apa yang di maksud Cery saat ini, ia mulai kembali tersenyum setelah tau artinya." Sayang, apa kau sudah mulai jatuh cinta? Dia laki-laki ya?"

Seketika wajah Cery memerah mendengar ucapan bibi, tak di sangka bibi adalah orang paling peka.

"Jika kau ingin memberikan kue untuk orang yang spesial,maka kau harus membantu bibi membuat nya," bibi tidak ingin banyak bicara, dia menuntun Cery ke dapur.

Malam itu Cery dan bibi Suni, begadang untuk membuat kue, bersama.

Keesokan harinya.

"Cery, kenapa gak sarapan dulu sayang!?" Bibi berdiri di depan pintu melihat Cery yang sudah menaiki sepeda.

"Gak usah bi takut telat!" jerit Cery dari luar pagar, ia pun mulai dengan penuh semangat mengayuh sepedanya menuju sekolah.

Bi Suni melihat jam yang melekat pada dinding rumah yang masih menujukkan pukul setengah enam, biasanya Cery selalu berangkat sekolah tepat pukul enam ini masih terlalu pagi, namun bi Suni mengerti karena Cery sudah mulai punya orang yang ia sukai bi Suni bahagia karena akhirnya Cery tidak kesepian lagi.

Ini adalah pertama kalinya Cery terlihat sangat bersemangat menceritakan seseorang kepada dirinya bahkan memberikan kue sebagai tanda ucapan terima kasih karena sudah menolong.

"Semoga kau selalu bahagia Sayang," lirih bi Suni yang kemudian kembali masuk ke dalam rumah.

Saat tiba di sekolah jam sudah menujukkan pukul setengah tujuh, Cery melihat kalau suasana sekolah masih begitu sepi, ia berjalan menuju lapangan basket karena ia tau kalau pagi seperti ini, Linus dan anggota tim sudah lebih dulu tiba untuk latihan, begitu lah kekuatan tim basket sekolah mawar mekar yang selalu mengutamakan soal latihan, karena itu juga mereka tidak pernah kalah saat ada pertandingan.

Perasaan gugup mulai menyelimuti hati Cery saat kaki nya melangkah masuk ke dalam aula lapangan yang lumayan besar dan itu juga pertama kali nya Cery pergi ke sana.

Saat ia melihat Linus dan seluruh anggota tim nya sedang latihan, Cery bingung bagaimana caranya agar ia bisa menghampiri Linus. Di sana sangat banyak teman-teman Linus dan membuat nyali Cery seketika ciut.

Namun tiba-tiba salah satu dari anggota Linus melihat ke arah Cery.

"Eh, lihat tuh, tu si culun kan? Ngapain dia di sini?"

Seketika semua berhenti beraktivitas, dan melirik ke arah Cery.

Sementara itu Linus mengabaikan nya, ia malah menurut tim nya untuk tetap fokus latihan karena mungkin Cery datang hanya untuk melihat mereka saja seperti cewek-cewek kebanyakan.

"Gak usah di perhatikan, buruan lanjut latihan sebelum masuk kelas, gue gak mau ada yang istirahat waktu gak banyak!" teriak Linus kepada anggota tim.

Tidak ada yang berani melawan Linus mereka yang awalnya fokus kepada Cery, kini kembali sibuk berlatih.

Namun beda halnya dengan Raja, dia lah yang mungkin selalu berani membantah ucapan Linus, ia menghentikan latihannya dan kemudian mengambil sebotol air untuk minum.

Namun ketika selesai minum, ia tidak kembali masuk ke lapangan dan malah berjalan menghampiri Cery.

"Ngapain ke sini dek?" Raja berkata dengan lembut sambil menatap sesuatu yang ada di tangan Cery.

"Kak Raja, bisa gak minta tolong kasih ini sama kak Linus, kemarin dia ikat ini di kaki aku pas gak sengaja keserempet mobil nya, tolong ya, ini juga ada kue sebagai ucapan terima kasih," jelas Cery sambil menyerahkan kotak bekal yang berisi kue dan juga bandana.

"Tapi ini ... "

"Makasih kak, aku pergi dulu,"

Belum sempat Raja melanjutkan perkataannya, Cery malah sudah berlari jauh meninggalkan aula sambil melambai kan tangan.

Raja tersenyum melihat tingkah lucu Cery, namun setelah itu ia melirik Linus yang menghampiri nya dengan tatapan tajam.

"Udah gue bilangin, gak usah ladenin, tapi kok bisa si culun ke sini buat ketemu Lo? Apa dia ngefans sama Lo sekarang?" ujar Linus tampa melihat apa yang di pegang Raja di tangan nya.

"Dia ke sini mau ketemu Lo," ujar Raja dengan wajah dingin nya ia menyerahkan apa yang di berikan Cery untuk Linus kecuali bandana dan setelah itu ia berjalan meninggalkan Linus sambil mengikat bandana tersebut ke kepala nya.

Linus yang melihat itu, mengerutkan keningnya, ia masih tidak mengerti akan apa yang di ucapkan oleh Raja barusan.

Segera saja latihan pun selesai, mereka kembali ke dalam kelas untuk istirahat setelah mengganti pakaian.

Linus meletakkan kotak bekal kecil itu di atas meja nya dan kemudian duduk.

Tidak lama kemudian Raja masuk dan menduduki bangku nya, mereka duduk sendiri-sendiri, Linus di bangku paling belakang karena ia sendiri yang meminta, sementara di depan nya bangku Raja.

"Kok wanginya beda?" Linus mulai kembali mencium aroma wangi semerbak yang sedari tadi ia cium di lapangan basket, dan kali ini setelah Raja masuk ia kembali mencium wangi yang sama.

Raja melepaskan bandana itu dari kepala nya, dan kemudian mencium nya, sama seperti Linus, Raja juga mencium aroma wangi yang sangat wangi entah parfum apa yang jelas mereka anak orang kaya saja sampai tidak tau itu aroma dari parfum jenis apa.

"Ternyata bandana nya yang wangi," gumam Raja bingung.

Linus menatap bandana tersebut, tadi ia berfikir kalau itu bandana baru nya Raja, namun setelah memperhatikan nya ia melihat kalau bandana tersebut adalah bandana yang sama dengan yang ia ikat di kaki Cery.

"Itu kan ... " Linus mengambil bandana itu dari tangan Raja dan mengendus nya.

"Lo berhutang penjelasan sama gue Linus, jadi Lo ikatin tu benda di kaki Cery? Pantesan hilang, untung di kembaliin," oceh Raja ia bahkan tidak membiarkan Linus memegang benda kesayangan itu terlalu lama, dan kembali merampasnya dari Linus.

"Ya maaf, yaudah sih buang aja, udah jadi bekas kaki si culun jugak Lo kayak gak punya uang aja buat beli yang baru, tapi btw Lo kok manggil dia Cery? Dari mana Lo tau itu namanya?" Linus mulai kepo dengan Raja.

Namun Raja sama sekali di mempedulikan nya, dia memasukkan bandana tersebut ke dalam tas nya dan kembali membelakangi Linus.

Linus yang melihat tingkah aneh Raja jadi sedikit kesal, jarang sekali Raja secuek ini kepada nya.

"Apaan sih ini?" Linus yang di cuekin oleh Raja melihat kotak bekal kecil motif love itu, ia penasaran dan membuka nya.

Terlihat beberapa potong kue di dalam nya, lagi-lagi Linus mengerutkan kening untuk ke sekian kali, ia benar-benar tidak suka makan kue karena itu ia tidak tau bagaimana harus memperlakukan kue tersebut.

"Raja, Raja!" beberapa kali Linus memanggil sahabat nya itu, namun sama sekali Raja tidak menjawab nya ia fokus dengan ponsel yang ada di tangan nya.

Plak ...

"Raja!" karena kesal, Linus memukul pundak Raja yang membelakangi nya dengan buku.

"Apaan?" Raja kembali menoleh melihat Linus dengan wajah kesal.

"Nih, gue gak mau makan, apaan sih ada-ada aja, pake acara ngasih kue segala, gak tau bikin nya higienis apa enggak yang ada sakit perut gue entar," Linus mengoceh sambil memberikan kotak bekal itu kepada Raja.

Raja mengambil nya dan kemudian menatap kue tersebut yang terlihat sangat lezat buat dia pecinta makanan manis seperti kue.

Bersambung ....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!