NovelToon NovelToon
Alfian&Aluna

Alfian&Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / CEO
Popularitas:429
Nilai: 5
Nama Author: Queen kaka Agustin

seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..

penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

    Sore harinya Raisa datang ke rumah Aluna, dia datang dengan raya

Raya teman Aluna juga , tapi tidak sedekat Raisa

Mereka kenal saat masuk universitas

tapi karna jurusan dan fakultas yang berbeda mereka jarang bertemu

Raisa memencet bel

Pintu terbuka, pelayan menyambut mereka lalu mempersilahkan mereka untuk masuk

pelayan mempersilahkan Mereka duduk dan memberitahu sebentar lagi Aluna akan turun

Bibi mengantar minuman dan cemilan

" silahkan non" ucapnya

"terimakasih bi" jawab Raisa

Bibi berlalu kembali ke dapur

Terdengar langkah pelan dari arah tangga

Raisa menoleh dan tersenyum

"hai lun" sapanya

"hai sa, ray" sapanya

"hai lun apa kabar" jawab raya berdiri lalu memeluk Aluna

"maaf kemarin pas wisuda aku gak hadir ,terus pas kamu tunangan aku juga lg di rumah nenekku di bandung" lanjutnya lagi

Aluna tersenyum " tidak apa-apa ray, "

Aluna menatap Raisa" lalu kamu kemana sa ,kenapa tidak datang ke acara tunangan ku"

Raisa nyengir kuda" sorry lu , gue gak enak badan waktu itu, gak sempet ngabarin juga"

"oh begitu" kata Aluna

Raisa mengangguk sebagai jawaban.

Mereka mengobrol ringan sambil makan cemilan

Dari arah pintu terdengar langkah berat memasuki rumah

Darren melangkah masuk kedalam rumah

Langkahnya tegap, mata tajam, rahang tegas

Lengan bajunya tergulung hingga siku, dasi sudah longgar, kelelahan tergambar jelas di wajahnya

Dia melangkah melewati ruang tamu, tanpa menoleh dan menyapa

Tapi suara Aluna menghentikan langkahnya, di berbalik

"ada apa" tanyanya

Aluna menggelang dan tersenyum jahil,

Darren yang melihat itu menghela nafas panjang, lalu mengalihkan pandangan ke arah teman2 Aluna

Hanya sebentar lalu berbalik menaiki tangga menuju kamar

di tempatnya Raisa bengong menatap Darren tanpa berkedip

Raya yang melihat itu lalu menyenggol lengan nya

"tutup tu mulut " ucap raya dengan nada mengejek

Raisa nyengir tanpa dosa

Aluna hanya menggeleng melihat kelakuan sahabatnya

"oh iya lun ,ini ada hadiah sedikit buat lo" ucap Raya ,

Menyerahkan paperbag

Aluna menerima dengan senang

" wah terimakasih raya, kenapa repot2"

"tidak repot ko ,hanya merepotkan" jawabnya Lalu tertawa kecil

di sambung tawa ke 2 nya..

lalu Raisa pun menyerahkan paperbag juga

Aluna berterimakasih kepada teman2 nya itu karna sudah membawakan nya hadiah.

Sera menuruni tangga

melangkah ke ruang tamu

Menghampiri Aluna dan teman2 nya

Dia menyapa sebentar lalu melangkah ke dapur .

Setelah satu jam Raisa dan raya pamit pulang

Tapi di tahan oleh Sera. Katanya mereka harus makan dulu baru boleh pulang

Raisa dan raya saling pandang lalu tersenyum lebar

'lumayan, makan gratis di rumah mewah" batin mereka

Mereka makan dengan Aluna

Sera tidak ikut makan katanya belum lapar nanti saja pas makan malam

Setelah selesai maka. Mereka pun pulang kerumah masing2 .

......................

Di kamar Darren

Pintu kamar mandi terbuka Darren keluar

Hanya mengenakan handuk sebatas pinggang

Memperlihatkan otot-otot di perut nya

Dia melangkah mengambil baju kaos oblong dan celana Jogger selutut

 mengenakan nya, melangkah ke meja mengambil hairdryer

Mengeringkan rambut lalu menyisirnya.

dia melangkah menuju sopa duduk di sana membuka ponsel

Mengscroll media sosialnya

menggulir layar ,

Tangan nya berhenti di akun seseorang

@san_niawijaya

Akun itu memposting Poto seseorang berlatar pantai dan sunset

Orang itu membelakangi kamera

Darren tersenyum tipis

Menglike postingan itu

Lalu menggulir lagi layar

Karna tidak ada yang menarik dia meletakan ponselnya di nakas samping sopa.

membuka laptop memeriksa email yang masuk

Ada satu email yang di krim oleh sekertaris nya

Dia mengklik lalu terbuka deretan file

Darren memeriksanya dengan teliti

Setelah selesai dia menutup laptop.

Menaruhnya di meja

Lalu menyandarkan punggung ke sopa

Rasanya lelah sekali hari ini

dia memejamkan mata

Tersenyum tipis

"dasar ceroboh" ucapnya pelan lalu menggelengkan kepala

Darren melangkah keluar dari kamar

Menuruni tangga menuju dapur

Rasanya perut sudah minta di isi

"ada makanan apa bi" tanya Darren

Pelayan yang sedang memasak terkejut sebab mereka tidak mendengar langkah kaki

"ayam kecap, sambar ,lalapan dan goreng tempe den" jawab bibi

"baiklah, "ucapnya lalu duduk

Pelayan menyiapkan piring dan air putih

Karna semua masakan sudah terhidang di meja

Darren mengambil nasi , ayam, sambal dan lalapan

Setelah berdoa dia makan dengan tenang

Rasanya nikmat sekali setelah seharian berkutat dengan tumpukan berkas2 yang tiada habisnya..

...****************...

Diruang kerja Ammar

Alfian duduk tenang , lalu menghela nafas panjang

"seperti nya dia sudah bergerak pa" ucapnya

"apa kamu menyelidiki nya" tanya Ammar

"tidak, itu hanya feeling ku saja" jawabnya

"karna beberapa hari ini kami bertemu, lebih tepatnya saat aku jalan dengan Aluna pa"

lanjutnya

Ammar menatap Alfian tajam

" kenapa kamu tidak bilang" tanyanya

"aku lupa pah, maaf" jawabnya

"baiklah, lalu apa rencanamu" tanya Ammar

"aku sudah menempatkan 2 orang kita di sekitar Aluna pa," jawabnya

"ya bagus "ucapnya

Belum sempat Alfian bicara suara notif pesan masuk

Dia membuka ponsel

Ada pesan dari Aluna, tapi pesan gambar

Alisnya sedikit menukik heran.

Lalu membukanya

Betapa terkejutnya Alfian, di Poto itu

dirinya dan Susan tertidur di satu ranjang yang sama tanpa busana hanya selimut tipis menutupi tubuh mereka

Dadanya berdebar, dia takut Aluna salah paham

Alfian tiba-tiba berdiri

Ammar terkejut melihat perubahan putranya

"ada apa" tanyanya

Alfian mengusap wajah kasar lalu menyerahkan ponselnya ke arah Ammar

"papa lihat sendiri" jawabnya

Ammar menerima ponsel itu

Matanya melotot tajam

Lalu bibirnya terangkat membentuk seringai tajam

"dasar wanita ular"desis nya

"pergilah temui Aluna, dan jelaskan, disini papa akan hubungi seseorang untuk mengurus ini" perintah nya

Alfian mengangguk lalu melangkah keluar rumah

Masuk kemobil

dan melesat begitu saja

Dia mengemudi mobil sedikit ngebut

Satpam saja sampai terkejut melihat nya karna tidak biasanya Alfian seperti itu.

......................

aluna yang ada di kamar menoleh saat ada yang mengetuk pintu kamar nya

Dia membuka pintu

"ada apa bi" tanyanya

"ini ada paket non" jawab pelayan

aluna menerima paket itu

menutup pintu setelah pelayan pamit

"perasaan aku gak pesen paket" gumamnya

Karna penasaran dia membuka nya

Paket itu sebuah amplop coklat

Di dalamnya terdapat 2 lembar foto dan 1 ketas berisi surat

Saat mebalikan foto itu Aluna terkejut matanya melebar

Dadanya serasa di remas, sakit sekali

Pikiran nya sudak melayang kemana2,

Tapi dia menggelangkan kepala berusaha berpikir positif

"tidak, jangan percaya Aluna, kamu harus tanya mas Fian dulu" ucapnya lirih

Dia mengatur napas agar lebih tenang

Setelahnya memfoto gambar dan mengirimkan nya ke Alfian

Setelah terkirim Aluna meletakan ponsel di kasur

Dia melangkah ke arah sopa dan duduk menyandarkan kepala memejamkan mata

Mencari ketenangan

Setelah tenang Aluna kembali melihat foto itu

dia amati foto nya,

Mata Aluna menyipit ada yang janggal dengan foto itu, seperti editan .

Jika yang melihatnya hanya sekilas itu seperti nyata

Tapi jika di perhatikan dengan teliti akan terlihat

Aluna tersenyum miring " kau ingin mencoba menghancurkan hubunganku dan mas Fian" gumamnya lebih ke diri sendiri

'Itu tidak akan terjadi susan' batin Aluna

Aluna bertekad ,mulai saat ini apapun kabar tentang Alfian dia tidak akan menelan nya mentah2..

Dia akan bertanya dan memastikan terlebih dahulu

Sebab mungkin diluaran sana banyak juga yang tidak suka dengan dia dan Alfian.

1
ana Ackerman
thor ,,.awas aja kalau nggak up.... 😤
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤
ana Ackerman: iya kak 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!