Perempuan bernama Angel yang tengah kecelakaan kini meninggalkan jasadnya dan menjadi hantu, dia diberi kesempatan untuk mengumpulkan 3 tetes airmata orang yang tulus mencintainya selain keluarga kandungnya.
"Itu gampang, aku akan mendapatkan nya dengan muda" Jawabnya dengan penuh keyakinan.
"Bagus jika seperti itu, dapatkanlah".
Angel dengan semangat untuk mendatangi orang-orang yang dia cintai namun dia lah yang mendapat kan kejutan tak terduga.
Akankah Angel bisa hidup kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3
Angel mengikuti langkah Erwin yang akan pergi kerumah sakit, dia harus memastikan orangtuanya, andai dia bisa dia akan mengatakan langsung pada orangtuanya bagaimana kelakuan manusia pengkhianat itu.
Tapi langkahnya terhenti didepan pintu mobil Erwin, dia menunduk sejenak mengingat apa yang dikatakan malaikat Maut itu kepadanya tadi.
"Aku harus segera menemukan perempuan itu, aku tidak akan membiarkan mereka menguasai harta keluargaku". cicitnya dalam hati.
Dia baru sadar jika ada hal yang lebih penting yang harus dia urus sekarang, dia tidak ingin semuanya terlambat.
Dia berbalik kemudian berdiri pelan sambil menepuk tangannya 3 kali dan memanggil nama malaikat maut itu.
"Galaxi kamu dimana? , aku butuh bantuanmu". Ucapnya pelan.
Dia memejamkan matanya berharap lelaki itu ada dihadapannya atur dia bisa bertanya alamat wanita itu.
"Ada apa? ". Tanya Galaxi dengan ketus
Dia muncul dihadapan Angel tanpa aba-aba membuat gadis itu terperanjat karena terkejut
"Astaga kamu ini seperti hantu saja muncul tiba-tiba, bikin kaget saja". Ucap Angel mengelus dadanya yang berdebar kencang karena terkejut.
"Kamu ini lupa yah, aku memang hantu, aku ini malaikat maut, lagian yang memanggilku tadi kamu sendiri, kok bisa terkejut? ". Jawabnya kesal.
Angel yang mendengarkan itu hanya bisa menatapnya dengan polos, dia masih belum terbiasa dengan semua ini.
"Maaf, aku lupa jika kamu malaikat maut habis wajahmu tidak menggambarkan seperti itu". Ucapnya dengan salah tingkah.
Galaxi hanya bisa mendengus kesal, pekerjaannya jadi tertunda gara-gara wanita ini memanggilnya.
"Sekarang katakan, ada apa memanggilku kesini?". Dia harus pergi karena masih banyak tugas yang harus dia kerjakan.
"Aku ingin tahu alamat gadis yang kamu tunjukkan itu, aku juga harus tahu bagaimana aku bisa mengambil alih tubuhnya sementara agar bisa melanjutkan misiku, aku tidak mau mereka mengambil harta keluargaku".
Galaxi hanya membuang nafasnya kasar, ini adalah salahnya karena tidak memberitahu gadis ini sebelumnya makanya dia memanggilnya untuk bertanya.
"Kamu bisa memasuki tubuhnya saat dia tertidur, entah itu tidur siang atau tidur malam hari, tapi ingat pastikan dia tidak bangun karena jika dirinya bangun maka kamu akan terhempas keluar tanpa aba-aba".
Sebenarnya malaikat maut ini sedikit kebingungan, ini kali pertama orang yang diberikan kesempatan bisa langsung mengetahui orang yang bisa digunakan untuk menyelesaikan misi hidupnya yang tertunda tapi dia tidak pernah tahu alasannya.
"Ting".
Kalung dari Angel kini bercahaya menampilkan setetes airmata, keduanya saling memandang pelan.
Wajah Angel langsung berbinar saat melihat ada setetes airmata entah darimana itu, dia yakin orang yang menangisi dirinya dengan tulus pasti mengenalnya.
"Kamu lihat aku dapat airmata nya belum genap satu hari". Ucapnya dengan sombong sambil memperlihatkan nya kepada sang malaikat maut.
Galaxi hanya tersenyum simpul, walau dia bertugas sebagai malaikat maut tetapi melihat orang bahagia karena bisa terlahir lagi nantinya membuatnya sedikit senang.
"Kamu masih punya dua lagi, lebih baik kamu bersiap mencari yang bisa memberimu 2 airmata yang benar-benar tulus". Ucapnya pelan penuh penekanan.
Angel cemberut, melihat itu dia merasa sedikit familiar dengan cara Angel yang seperti itu, entahlah perasaannya mengatakan hal itu.
"Aku akan beraksi, katakan padaku siapa perempuan itu, aku akan segera kesana sekarang".
"Namanya Senja Larasati, dia tinggal tidak jauh dari sini, pergilah kesana, ini alamatnya". Jawabnya sambil memberikan secarik kertas berisikan alamat gadis itu.
Angel mengangguk, dia segera berlari untuk menemukan gadis itu tapi sesampainya dia disana dia menatap bingung pintu yang tertutup dihadapannya seperti tak ada kehidupan.
"Apa sih Galaxi bohong yah, kok sepi sekali seperti tidak ada orang yang tinggal disini". Monolog nya dalam hati
Dia mengintip jendela berusaha mengintip kedalam rumah, rumah kontrakan petakan ini sangat sederhana menurutnya
"Sepertinya dia hidup susah". Cicitnya mengedarkan pandangannya keseluruhan rumah.
"Aku panggil Galaxi ajalah, dasar malaikat maut pembohong". Kesalnya
Tapi saat akan bertepuk tangan, dia melihat seorang wanita berpenampilan sederhana dan seperti tidak terawat, walau seperti itu wajahnya sangat cantik dengan kulit putih bersih yang alami.
"Kenapa matanya memancarkan kelelahan dan kehilangan luar biasa? ". Cicitnya dalam hati saat memperhatikan gadis itu berjalan kearahnya.
Gadis bernama Senja itu membuka pintu rumah itu masuk kedalam, pandangannya kosong dan seperti orang yang kehilangan arah.
Angel mengikutinya masuk kedalam rumah sebelum pintunya tertutup sedangkan gadis itu hanya diam tanpa senyum bahkan tidak ada sama sekali gairah hidup menaruh barang belanjaannya ke meja tempat duduk,
Dia menyandarkan tubuhnya ke tembok kemudian duduk melipat kakinya keatas menatap lurus kedepan, dia menempatkan kepalanya sambil menenggelamkan wajahnya disana.
Suasana hening, Angel ikut duduk disebelahnya sambil memperhatikan gadis itu, entah mengapa dia merasa familiar padanya tapi dirinya tak mengenalnya sama sekali.
Setelah menunggu satu jam, senja bangkit dari duduknya dan mulai berjalan kedapur untuk memasak kemudain makan setelah itu dia membereskan semuanya dan masuk kedalam kamarnya dan berbaring.
Angel tersenyum senang akhirnya kesempatan dirinya untuk bisa masuk ke rumahnya akan lebih mudah karena dia bisa menggunakan tubuh gadis ini saat dirinya tertidur pulas.
Angel memasuki tubuh itu dengan perlahan kemudian menyesuaikan diri didalam sana
"Ya Tuhan aku bisa melakukannya". Ucapnya penuh rasa syukur.
Dia bergegas keluar, tujuan utamanya adalah rumahnya terlebih dahulu, dia harus mengamankan cap pewaris itu agar Erwin dan Mentari tidak mendapatkan nya.
Sesampainya dirumah nya, dia kini bingung bagaimana bersikap, dia tidak mungkin memberitahu mereka siapa dirinya karena itu melanggar dan bisa berakibat fatal.
"Maaf anda siapa? ". Tanya security pelan saat dirinya masuk kedalam gerbang rumahnya.
"Saya Senja teman dari Angel, saya ingin bertemu dengan kedua orangtuanya, saya ingin mengetahui bagaimana kondisi Angel karena saya tidak memiliki nomor ponselnya". Ucapnya penuh keyakinan.
Security itu nampak memperhatikan dirinya secara seksama tapi dia berusaha untuk tidak takut apalagi kikuk dalam menjalani perannya.
"Tapi saya tidak pernah melihat anda, jadi saya ragu". Jawabnya pelan.
"Tenang saja pak Tarjo, saya akan bertanggungjawab jik terjadi sesuatu, saya hanya ingin bertemu dengan om dan tante saja, bukakan pintunya". Ucapnya dengan sopan.
Mendengar namanya disebut oleh gadis ini Tarjo langsung mengangguk kemudian membukakan pintu untuknya.
"Tuan dan nyonya ada didalam, cepatlah masuk dan temui sebab mereka akan segera pergi karena mereka akan kerumah sakit menemani nona muda". Ucapnya memberi tahu
Senja segera masuk kedalam rumah dan mendapati kedua orangtuanya duduk termenung.
"Selamat siang om, tante". Sapanya dengan lembut sambil menghampiri keduanya.
Keduanya tersentak kemudian mengalihkan pandangan nya kepada gadis sederhana yang sangat cantik.
"Maaf tante, saya Senja teman Angel, gimana keadaan Angel?? ".