NovelToon NovelToon
Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Sistem
Popularitas:325
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Charlotte tidak pernah meminta dilahirkan kembali sebagai mekanik kelas teri di zona perang paling mematikan. Namun, sebuah antarmuka Sistem yang dingin dan sarkastik muncul di pelupuk matanya, mengubah setiap tetes keringat dan darah menjadi poin statistik yang berharga.
​Masalahnya, sistem ini tidak didesain untuk menjadi pahlawan. Sistem Charlotte bekerja seperti algoritma pemangsa yang mengoptimalkan penderitaan demi keuntungan pribadi. Baginya, para "Pahlawan" terpilih hanyalah sumber daya pengalaman yang bisa diperas, dan kiamat yang mengancam dunia hanyalah sebuah fluktuasi data yang perlu dikelola.
​Dengan kunci inggris berlumuran oli dan logika mesin yang tanpa ampun, Charlotte mulai memanipulasi takdir. Jika dunia harus hancur, setidaknya ia harus memastikan bahwa dialah yang memegang kendali atas rongsokannya. Siapa sangka, menjadi dalang di balik layar ternyata jauh lebih menguntungkan daripada menyelamatkan dunia yang sudah rusak ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3: INSTING BERTAHAN

Sektor 13 bukan lagi sebuah kota; itu adalah bangkai raksasa yang sedang diperebutkan oleh burung-burung nasar berbaju zirah. Charlotte bergerak seperti bayangan di antara kerangka gedung yang menghitam. Kaki prostetik buatannya, meski kasar dan berderit pelan, memberikan ritme ganjil pada langkahnya—tap, klang, tap, klang.

Ia tidak lagi merasakan sakit yang melumpuhkan, hanya sensasi dingin yang konstan di saraf pahanya, sebuah pengingat bahwa sistem sedang bekerja keras memisahkan kesadarannya dari trauma fisik. Namun, kesadaran itu datang dengan harga: kewaspadaan yang berlebihan.

[Peringatan: Deteksi Gelombang Akustik.]

[Frekuensi: 440Hz – Suara logam beradu dengan perisai energi.]

[Jarak: 150 meter ke arah Barat Daya.]

[Saran: Jangan menjadi pahlawan. Menjadi pahlawan memiliki rasio kematian 98,4% di zona ini.]

"Aku tahu," bisik Charlotte, tubuhnya merapat ke dinding beton yang penuh lubang peluru. "Aku hanya butuh data. Dan mungkin sedikit barang jarahan jika mereka cukup bodoh untuk mati di tempat yang mudah dijangkau."

Ia mengintip dari balik reruntuhan. Di persimpangan jalan yang hancur, sebuah pemandangan yang kontras tersaji. Tiga orang Ksatria dari Faksi Radiant—para 'Pahlawan' yang dipuja-puji dalam propaganda—sedang dikepung oleh sekawanan Automaton pencakar milik pemberontak. Para Ksatria itu mengenakan zirah putih mengkilap dengan aksen emas yang memantulkan cahaya api di sekitarnya. Mereka terlihat agung, heroik, dan dalam hitungan matematis Charlotte, mereka sangat tidak efisien.

[Memulai Analisis Data Pahlawan...]

[Target 1: Ksatria Penjaga (Tipe Tanker).]

[Status Zirah: Pelat Dada Polikarbonat dengan integritas 62%.]

[Kelemahan: Sendi lutut kiri mengalami mikrotrauma. Satu hantaman lagi dan dia akan berlutut seperti pengemis.]

[Target 2: Penyihir Pendukung (Tipe Buffer).]

[Status Energi: 12% tersisa. Denyut jantung: 140 bpm. Terdeteksi kepanikan tingkat menengah.]

Charlotte memperhatikan bagaimana sang Ksatria Penjaga mengayunkan pedang energinya dengan gagah berani. Setiap ayunan membuang energi yang seharusnya bisa digunakan untuk memperkuat perisai statisnya. Di mata Charlotte, mereka bukan pahlawan yang sedang berjuang; mereka adalah mesin yang dipelihara dengan buruk dan sedang menuju kegagalan total.

"Sistem, berikan proyeksi kerugian mereka," perintah Charlotte.

[Kalkulasi Selesai: Dalam 180 detik, Ksatria Penjaga akan mengalami malfungsi zirah sendi. Penyihir akan kehabisan mana. Kemungkinan mereka selamat tanpa intervensi eksternal: 4%.]

"Bagus," Charlotte menyeringai, debu di wajahnya retak saat otot pipinya tertarik. "Penderitaan mereka adalah peluangku."

Namun, Charlotte tidak bodoh. Ia tidak akan melompat ke tengah medan tempur dengan kaki rongsokannya. Ia harus menyelinap. Insting bertahan hidupnya yang telah terasah selama bertahun-tahun sebagai mekanik kelas bawah di permukiman kumuh kini diperkuat oleh algoritma sistem. Ia melihat jalur-jalur yang tidak terlihat oleh mata biasa: jalur bayangan di bawah jembatan runtuh, celah sempit di antara pipa gas yang bocor, dan tumpukan puing yang bisa menutupi tanda panas tubuhnya.

Ia mulai merayap. Setiap gerakan dilakukan dengan perhitungan presisi. Ia menunggu suara dentuman artileri di kejauhan untuk menutupi bunyi derit kaki logamnya. Klang—saat meriam meledak. Klang—saat gedung di seberang runtuh.

[Skill Pasif Aktif: Kamuflase Lingkungan Rongsokan.]

[Efek: Mengurangi deteksi sensor musuh sebesar 35% selama Anda tetap berada di antara objek logam mati.]

"Kenapa kau sangat mendukungku untuk bersembunyi, Sistem?" tanya Charlotte dalam hati sambil merangkak melewati genangan oli hitam. "Bukankah kau ingin aku menderita?"

[Jawaban: Penderitaan yang singkat karena kematian instan tidak menguntungkan secara poin. Subjek yang hidup lebih lama memiliki potensi akumulasi penderitaan jangka panjang yang lebih tinggi. Saya berinvestasi pada masa depan Anda yang penuh kesengsaraan.]

"Kau benar-benar optimis dengan cara yang menjijikkan," balas Charlotte.

Ia berhasil mencapai posisi hanya sepuluh meter dari medan pertempuran, bersembunyi di dalam bangkai bus sekolah yang terbalik. Dari sini, ia bisa melihat detail teknis yang lebih intim. Sang Ksatria Penjaga baru saja menerima hantaman keras dari cakar mekanik Automaton. Perisai energinya berkedip, mengeluarkan suara mendesis yang familiar bagi telinga mekanik Charlotte.

Zzzzt—pop!

"Kapasitor daya di pundak kirinya terbakar," gumam Charlotte. Ia bisa melihat asap tipis keluar dari celah zirah emas itu. "Dia mencoba melakukan bypass manual, tapi dia melakukannya dengan urutan yang salah. Bodoh. Dia akan meledakkan tangki oksigennya sendiri dalam tiga menit."

Charlotte membuka antarmuka sistemnya, matanya bergerak cepat memindai setiap inci zirah sang pahlawan. Ia sedang mengumpulkan 'Data Teknis Zirah Radiant'. Ini adalah informasi berharga. Jika ia tahu cara kerja zirah para pahlawan terkuat, ia bisa menciptakan "kunci" untuk membukanya—atau menghancurkannya—kapan pun ia mau di masa depan.

[Data Dikumpulkan: 15%... 30%... 55%...]

[Peringatan! Deteksi Ancaman Tak Terduga.]

[Unit 'Interceptor' Musuh mendekat dari arah belakang Anda!]

Jantung Charlotte berdegup kencang. Ia menoleh perlahan dan melihat sebuah drone pengintai kecil berbentuk laba-laba sedang merayap di langit-langit bus sekolah tempatnya bersembunyi. Lensa merah drone itu berputar, mencoba memfokuskan pandangan pada sosok gadis yang berlumuran oli di bawahnya.

Jika drone ini mengirimkan sinyal, para Automaton di luar akan mengabaikan para Ksatria dan beralih menghancurkannya dalam hitungan detik. Charlotte tidak memiliki senjata. Ia hanya memiliki kunci inggris tua yang bengkok dan sistem yang haus akan penderitaan.

"Sistem, berikan aku opsi. Sekarang!"

[Opsi 1: Lari. Peluang selamat: 12%.]

[Opsi 2: Gunakan 'Poin Mekanik' (200 MP) untuk melakukan 'Overload Elektromagnetik' pada bus ini. Risiko: Anda akan tersengat listrik. Keuntungan: Poin Penderitaan Tambahan.]

"Aku benci pilihan kedua, tapi sepertinya itu spesialisasi kita," Charlotte meraih kabel besar yang menjuntai dari panel kontrol bus di dekatnya. "Lakukan!"

[Mengaktifkan Overload Elektromagnetik...]

[Mengonversi 200 MP menjadi kejutan statis...]

BZZZZZZZT!

Seluruh kerangka logam bus itu tiba-tiba dialiri listrik bertegangan tinggi. Drone laba-laba di langit-langit bus langsung meledak, sirkuitnya hangus seketika. Namun, Charlotte juga terkena dampaknya. Tubuhnya bergetar hebat saat arus listrik merambat melalui kaki logamnya dan membakar saraf-saraf di sepanjang tulang belakangnya.

"Aaaagghhh!" Charlotte menahan teriakannya dengan menggigit lengan bajunya sendiri.

[Penderitaan Akut Terdeteksi: +300 MP!]

[Status: Rambut Anda sekarang berdiri tegak, tapi Anda masih hidup. Selamat.]

Charlotte jatuh terduduk, napasnya pendek dan berbau ozon. Tangannya gemetar, tapi ia melihat drone itu jatuh ke lantai bus, hancur menjadi serpihan berharga. Ia segera merayap dan memunguti inti prosesor drone tersebut.

"Dua ratus poin terpakai, tiga ratus poin kembali. Profit bersih seratus poin," Charlotte terengah-engah, mencoba menemukan sisi positif dari penyiksaan dirinya sendiri. "Dan aku mendapatkan modul sensor inframerah gratis."

Di luar, situasi para Ksatria semakin memburuk. Sang Ksatria Penjaga akhirnya jatuh berlutut tepat seperti prediksi sistem. Kaki lutut kirinya benar-benar hancur, bukan karena serangan musuh, tapi karena kegagalan mekanik zirahnya sendiri yang tidak mampu menahan beban torsi dari gerakannya yang ceroboh.

"Tolong! Siapa pun!" teriak sang Penyihir Pendukung, wajahnya pucat pasi saat melihat para Automaton mendekat untuk serangan terakhir.

Charlotte memperhatikan dari balik jendela bus yang pecah. Ia bisa saja pergi sekarang. Ia sudah mendapatkan data zirah, ia sudah mendapatkan MP, dan ia memiliki suku cadang baru. Namun, insting oportunisnya berbisik lain.

Jika pahlawan itu mati sekarang, mereka hanya akan jadi mayat. Tapi jika mereka berutang nyawa pada seorang mekanik rongsokan di tengah zona perang... utang budi itu akan menjadi modal politik dan finansial yang jauh lebih besar di masa depan.

"Sistem, berapa MP yang kubutuhkan untuk membuat 'Granat Gangguan Frekuensi' dari bangkai drone ini?"

[Kalkulasi: Membutuhkan modul inti drone, sisa baterai bus, dan 150 MP untuk proses manufaktur instan.]

[Catatan: Anda akan mengekspos posisi Anda kepada para Ksatria.]

"Biarkan saja mereka melihat," Charlotte mulai merakit komponen-komponen itu dengan kecepatan yang tidak masuk akal, tangannya bergerak seperti mesin otomatis. "Biarkan mereka melihat siapa yang menyelamatkan pantat mereka yang berlapis emas itu. Tapi sebelum itu, biarkan mereka menderita sedikit lagi. Poinnya belum maksimal."

Ia menunggu sepuluh detik lagi. Ia menunggu sampai bilah pedang Automaton berada hanya beberapa senti dari leher sang Ksatria Penjaga. Saat itulah, penderitaan dan ketakutan para pahlawan itu mencapai puncaknya.

[Akumulasi Penderitaan Area Terdeteksi: +200 MP (Bonus Empati Negatif).]

"Sekarang," desis Charlotte.

Ia melemparkan bola logam rakitan itu ke tengah-tengah kerumunan robot.

VREEEEEEEE—!

Suara lengkingan frekuensi tinggi meledak, mematikan sistem navigasi para Automaton seketika. Robot-robot itu mulai berputar di tempat, menyerang udara kosong.

Charlotte berdiri dari balik reruntuhan bus, tertatih-tatih dengan kaki logamnya yang berdenting, wajahnya setengah gelap tertutup oli dan debu, namun matanya bersinar dengan kedinginan yang membuat sang Penyihir Pendukung terpaku ketakutan.

"Kalian terlihat sangat menyedihkan," suara Charlotte terdengar datar di antara suara bising mesin yang rusak. "Ingin kontrak servis darurat? Harganya tidak murah, tapi aku menerima pembayaran dalam bentuk emas atau akses ke gudang senjata faksi kalian."

[Target Terpaku. Negosiasi Dimulai.]

[Insting Bertahan: Berhasil. Tahap Manipulasi: Aktif.]

Di titik ini, Charlotte bukan lagi seorang penyintas yang ketakutan. Di mata para pahlawan yang gemetar itu, ia terlihat seperti iblis yang merayap keluar dari neraka mekanik hanya untuk menagih utang yang belum mereka pinjam. Dan bagi Charlotte, itu adalah posisi negosiasi yang paling menguntungkan.

1
BlueHeaven
dekstra typo kah thor
BlueHeaven
The Matrix
Dzuan 017
keren bang 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!