NovelToon NovelToon
Mafia

Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:927
Nilai: 5
Nama Author: Taurus girls

Ah, sialan!

Liga berusaha tetap terlihat biasa saja walau kenyataannya perasaannya sangat gugup sekarang. "Aku hanya mengunjunginya saja dan tidak melakukan apapun. Tapi di--"

"Mengunjungi?" Mafia menyela, menatap Liga cukup intens, membuat ucapan Liga terhenti dan berganti anggukan.

"Iya. Aku hanya ingin mengunjunginya saja. Tap--"

"Sejak kapan kamu suka mengujungi tahanan?" sela Mafia lagi yang tanpa diketahui berhasil membuat jantung Liga berdebar kencang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taurus girls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

"A-adik?"

Liga terkejut. "Ma-mafia, apa maksudnya ini hah? Apa kamu menyembunyikan sesuatu dari ku? Kamu sudah kenal sama wanita jadi-jadian ini?" Menunjuk Vair dengan dagunya karena Liga masih terikat di kursi.

Mafia tidak menggubris pertanyaan Liga dan keterkejutannya, menurutnya tidak perlu menceritakannya sekarang ini. Tapi nanti saat Liga sudah bebas.

"Hahahaaa... Adik mu sudah tenang di alam baka Vair," Mafia menodong pedang ke dada Vair, membuat Vair langsung terbelalak dan mundur sedikit. "Apa kamu pingin bertemu sama dia? Jika iya, matilah kau! Hyaaa..."

Srettt

"Arghhh...!"

Vair mengerang kesakitan, tangan kanannya memegang lengan kirinya yang terkena pedang milik Mafia. Darahnya merembes membasahi jubah putih yang dia kenakan. Nafas Vair memburu menahan sakit dan gejolak amarah karena ingin segera menyelamatkan Adik kandung satu-satunya dari tahanan Mafia.

Melihat Vair kesakitan. Mafia tersenyum miring. Dengan satu tangan menekuk di pinggang dan satu tangannya memegang pedang Mafia menyorot tajam pada Vair. "Itu belum seberapa karena aku masih berbaik hati sama kamu. Goresan pedang sakti ku ini adalah peringatan kecil untuk mu Vair. Jadi aku minta baik baik, lepaskan sahabat ku." santai tapi penuh ketegasan.

"Lepaskan adik ku lebih dulu. Baru kamu boleh bawa dia, sahabat nggak berguna mu itu." Vair menatap Liga sekilas lalu menatap Mafia tanpa rasa takut. Walau tubuhnya sudah sedikit lemas karena darahnya yang terus keluar tapi Vair akan tetap bertahan demi kembalinya sang adik. Sungguh, Vair sangat merindukan adik satu satunya itu mengingat sudah setahun lebih Vair tidak bertemu dan berkumpul dengan adiknya.

"Apa kamu pikir aku sebaik itu, Vair? Hahahaaa, asal kamu tahu, di dalam kamus hidup ku tidak ada yang namanya negosiasi. Apa yang aku ucapkan adalah perintah! Jadi, cepat lakukan!" bentaknya.

Vair tersenyum sinis, tidak ada rasa takut sedikit pun, perlahan langkahnya mendekati Mafia walau langkahnya sedikit terseok karena darahnya masih saja merembes keluar. Membuat Mafia tersenyum bangga karena sebegitu mudahnya menaklukan wanita yang dari dulu terkenal kuat. Namun senyum bangga Mafia luntur saat tiba tiba Vair meludah tepat di wajahnya.

Rahang Mafia mengetat, tangan yang memegang pedang mengencang, kedua mata awasnya menatap tajam Vair yang sedang tersenyum puas karena sudah berhasil meludahinya.

Dan aksi Vair yang meludahi wajah Mafia, membuat Liga menggeleng tak percaya, menurutnya, wanita itu sudah terlalu berani karena telah memancing amarah Mafia. Namanya saja sudah Mafia apalagi kelakuannya? Liga yakin, wanita itu akan menyesal seumur hidupnya karena sudah berani meludahi Mafia. Lihat saja.

Sret

Sret

"Arghhh...!"

"Arghhh...!"

"CUKUP...!!" teriak Vair, teriakannya menggema di seluruh ruangan yang langsung membuat Mafia menghentikan aksinya yang akan memenggal lehernya.

Mafia mengusap wajahnya yang terkena ludah Vair dengan lengan yang tertutupi baju lengan panjang. Pertama kalinya dia di ludahi oleh sorang wanita bahkan ini pertama kalinya dalam sejarah Mafia berumur 27 tahun.

"Apa kamu takut mati wahai wanita yang malang?!" teriak Mafia menggelegar membuat Liga yang masih terikat terlonjak kaget. Ini pertama kalinya Liga melihat Mafia begitu marahnya.

Vair masih tersenyum, tidak ada rasa takut sedikit pun. "Takut? Hah, aku sudah mati sejak setahun lalu, saat adik ku di ambil dari ku." Vair menatap Mafia dengan mata yang berkobar-kobar. "Kamu tidak bisa membunuh ku lagi, Mafia. Tapi aku bisa membuat mu merasakan rasa sakit yang tak terhingga."

Mafia mengangkat pedangnya, siap untuk memberikan tebasan terakhir. Tapi tiba-tiba, suara keras terdengar dari luar ruangan.

TUK!

TUK!

TUK!

Mafia menoleh ke arah suara itu, dan Vair melihat kesempatan untuk melakukan ide yang datang tiba tiba. Dengan sisa tenaganya, Vair melompat ke arah Mafia dan mencoba merebut pedangnya.

"Tidaaak...!" Liga berteriak, tapi terlambat. Vair dan Mafia bergulung-gulung di lantai, berebut pedang dengan sengit.

Liga berusaha melepas tubuhnya yang terbelit tali. Tak pedulikan jika tubuhnya tergores karena belitan yang sangat kencang. Dan betapa terkejutnya ketika Liga melihat bayangan orang di depan pintu gudang yang sudah hancur itu.

Ini kesempatan pikirnya.

"Tolooong...!"

"Tolooong akuuu...!" Liga berteriak meminta tolong pada orang yang kemungkinan ada di dekat gudang ini. Dan benar saja selang satu menit dua orang datang dan mendekati Liga.

Tapi kedatangan dua orang itu membuatnya terkejut bingung sekaligus bahagia. "Maaf kami datang terlambat tuan Liga. Apa kamu terluka?" tanya Haru sambil melepas tali yang mengikat Liga di bantu oleh Kasim.

"Tentu saja aku hampir mati. Tapi sekarang Mafia lebih butuh bantuan kita." kata Liga setelah terlepas dari belitan.

Haru Kasim dan Liga mendekat pada Mafia dan Vair yang sedang berebut pedang dengan sinis. Namun baru saja Kasim Haru dan Liga melangkah suara nyaring dari Vair membuat langkah mereka terhenti dengan tubuh yang menegang melihat adegan di depan mata. Yeah, Mafia berhasil menggores leher Vair hingga darah merembes keluar.

Sungguh sadis dan kejam! Tapi itulah tuan Mafia.

Setelah berhasil melukai Vair di bagian lehernya, Mafia berdiri dan meludah tepat di wajah Vair seperti yang di lakukan Vair padanya, membuat Vair menjerit tak berdaya. Lihatlah, tubuhnya sudah terkulai lemas karena darah yang sejak tadi keluar.

"Ikat dan bawa dia ke penjara bawah tanah!" perintah Mafia dengan sorot tajam, wajahnya menunjukan keseriusan dan ketegasan.

"Baik tuan!"

Haru dan Kasim segera mengikat Vair yang sudah tidak berdaya, sementara Liga mendekati Mafia yang masih berdiri dengan pedang di tangan. "Mafia, kenapa kamu melakukan ini?" tanya Liga, masih terkejut dengan adegan yang baru saja terjadi.

Mafia menoleh ke arah Liga, matanya masih berkobar-kobar dengan amarah. "Aku melakukan ini karena dia sudah meludahi aku, Liga. Aku tidak bisa membiarkan dia hidup setelah melakukan itu."

Liga menggelengkan kepala. "Tapi, Mafia... dia adalah wanita. Kamu tidak bisa melakukan ini."

Mafia tersenyum sinis. "Wanita? Hah, dia memang wanita. Tetapi da adalah musuh ku, dan aku akan membuat dia membayar untuk semua yang telah dia lakukan."

Setelah sampai di rumah Mafia. Haru dan Kasim membawa Vair yang sudah tidak berdaya ke penjara bawah tanah, sementara Mafia dan Liga mereka berjalan menuju ruang tidur Mafia.

"Apa yang akan kamu lakukan sama wanita itu, Mafia? Kan kamu sudah berhasil membawa dia ke penjara bawah tanah," tanya Liga.

"Aku akan membuat dia membayar untuk semua yang telah dia lakukan," jawab Mafia dengan suara yang dingin. "Dan aku akan membuat dia tahu bahwa aku, Mafia, tidak bisa di injak-injak seenaknya."

1
Apple
vair udh mulai suka sm mafia nih
Apple
galak banget ibu vair. jangan galak galak dong
Apple
geledah nanti kethuan tuan mafia
Apple
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Apple
berdebar hati berdebar itu gejolak rinduuuu
Apple
malu malu tp mau
Apple
bagus Aan. ayo katakan yg sbnrnya biar Liga dapet hukumN
Apple
hayo lho Liga
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Mafia itu terkenal kejam
Risa Virgo Always Beau
Mafia nanti kamu ceritain ke Liga ya jangan ada yang di tutupi dari Liga
Risa Virgo Always Beau
Liga ternyata Vair sedang mengejek kamu
Risa Virgo Always Beau
Mafia seenaknya banget menyuruh Liga
Apple
bagus
Apple
next bab. bagus dan bikin penasaran
Apple
kira kira vair bakal mafia apain ya. dihabisi juga kah. nex bab thor penasaran aku tuh ama kelanjutannya
Apple
apa mafia sama vair udah saling kenal?
anggita
like 👍iklan☝ buat novel barunya. moga lancar.
Cakrawala: aamiin makasiiiihhhhh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!