NovelToon NovelToon
Batu Ajaib Menjadikanku Tabib Terhebat

Batu Ajaib Menjadikanku Tabib Terhebat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Abram adalah pemuda yang baik hati dan suka membantu, tapi sejak ia mengalami penyakit kulit, semua masyarakat menjauh. Hingga akhirnya ia di usir dari tempat tersebut dan pingsan di pinggir jalan setelah kesandung sebuah batu krikil aneh.

Tapi hari itu, ada seseorang menemukannya dan ia di bawa ke rumah sakit, sayangnya nyawanya tak tergolong lagi.

Tapi batu kerikil itu terkena darah Abram dan menjadikan Abra sehat kembali dan menjadi dia tabib dewa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

"Sekarang pergilah kamu dari sini! Rumahmu juga sudah terbakar, tidak ada alasan bagi kamu untuk tinggal di sini lagi, kami tidak mau terkena penyakit menular itu yang kamu derita!" kata Pak Adi dengan suara yang menggema, wajahnya penuh dengan kebencian.

"Benar tuh! Pergi kamu dari sini! Kami tidak menerimu di sini lagi!" teriak seorang warga perempuan yang dulu pernah dibantu mendiang ibu Abram saat anaknya sakit parah dan membayar biaya biaya rumah sakitnya.

Seruan itu langsung diikuti oleh sorak sorai penuh kebencian dari sekelompok warga lainnya, tangan mereka mengangkat keras seolah ingin mengusir makhluk yang mengancam keselamatan mereka.

Benar-benar hancur hati Abram. Hanya dalam sekejap, hidupnya runtuh total. Ia mengalami penyakit kulit misterius di seluruh tubuhnya yang dianggap warga sebagai penyakit mematikan, sekarang ia harus menyaksikan rumah orang tuanya terbakar oleh para warga.

Dan kini, orang-orang yang pernah ia bantu mereka dalam kesusahan, justru yang paling kuat mengusirnya.

"Apa yang kamu tunggu lagi! Sana pergi!" ujar salah satu pemuda desa sambil memberikan tendangan keras di bagian paha Abram dengan kuat.

Dengan kaki gemetar, Abram berdiri dengan susah payah. Tubuhnya yang sudah lemah akibat kondisi yang tidak diketahui membuat setiap gerakan terasa sangat berat.

 Tanpa berkata sepatah kata pun, ia berbalik dan pergi meninggalkan tempat kelahirannya yang kini menjadi tempat paling menyakitkan dengan langkah kaki yang terseok-seok.

Di perjalanan, ia tidak tahu mau kemana dan harus melakukan apa. Uang yang ia bawa hanya sedikit, cukup untuk membeli beberapa bungkus roti dan air selama satu hari saja. Sementara itu, ia tidak punya tempat tinggal apapun, dan setiap kali ia mencoba mendekati pemukiman kecil di sepanjang jalan, orang-orang langsung menjauh dengan tatapan takut setelah melihat kondisi kulitnya.

Matahari yang terik membuat tubuhnya semakin lesu. Tiba-tiba saja dada Abram menjadi sangat sesak, detak jantungnya berdebar kencang tak karuan, tubuhnya terasa lemah seolah semua kekuatan telah terkuras habis.

Saat ia mencoba melangkah lagi, kakinya tersandung sebuah batu sebesar kepalan tangan. Ia tak kuasa untuk menahan diri, Abram terjatuh hingga tersungkur di aspal yang panas itu.

Bagian kakinya yang terkena batu langsung berdarah, tapi rasa sakit di bagian dada dan jantungnya semakin kuat, Ia mencoba merangkak, tapi tubuhnya tak sanggup lagi.

"Apakah ini akhir hidupku? Apakah aku akan mati seperti ini saja, tanpa tahu mengapa semua ini terjadi padaku... Tapi aku masih ingin hidup lebih baik. Aku ingin membuktikan bahwa aku bukan anak sial bagi orang lain... Jika aku diberi kesempatan lagi, aku ingin tetap menjadi orang baik. Aku ingin membantu orang lain seperti yang kulakukan dulu..."

Setelah mengucapkan kata-kata terakhir itu dengan suara yang sangat lemah, Abram memejamkan matanya. Nafasnya yang pendek perlahan-lahan berhenti sama sekali. Tubuhnya pun tak bergerak lagi di atas aspal yang panas.

Para warga berkerumun berkeliaran di sekitar tubuh Abram yang terbaring tak bergerak di pinggir jalan raya.

 Tangan mereka menutupi hidung dari bau menyengat yang keluar dari luka-luka di tubuh Abram, nanah kental mengalir perlahan, dan segerombolan lalat berkeliaran di atasnya, membuat jadi menjijikkan.

Namun tak seorang pun yang berani mendekat atau memberikan bantuan sedikit pun. Mereka takut menjadi tersangka

"Cepat-cepat, telepon ambulans! Jangan biarkan dia hanya dibiarkan seperti ini!" teriak seorang pemuda.

Tanpa berlama-lama, salah satu warga yang membawa ponsel segera menghubungi layanan darurat.

Dalam waktu kurang dari dua puluh menit, sirene ambulans terdengar semakin jelas hingga akhirnya kendaraan putih itu berhenti tepat di depan kerumunan warga. Dua dokter dan seorang perawat segera turun dengan perlengkapan medis, lalu mendekat ke arah Abram dengan hati-hati.

Setelah melakukan pemeriksaan cepat, salah satu dokter menggelengkan kepala dengan ekspresi penuh kesedihan. "Nyawanya sudah tidak bisa terselamatkan lagi. Ia sudah berhenti bernapas beberapa menit yang lalu," ujarnya dengan suara rendah.

Merekan pun menutupi tubuh Abram dengan kain putih tipis. "Kita akan membawanya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan memastikan penyebab kematiannya."

Dokter Gilang, ada darah di batu ini, apa perlu di bawa batunya?" tanya Dokter Miska.

"Bawa saja, sepertinya itu darah jenazah ini," kata dokter Gilang. Meski nyawa tak bisa diselamatkan, tubuh Abram tetap dibawa ke Rumah Sakit.

...*****...

Kamar jenazah Rumah Sakit Umum terasa sejuk dan sunyi. hanya di terangi Cahaya lampu neon yang redup.

Di salah satu brangkar, tubuh Abram terbujur kaku, ditutupi kain putih bersih yang menutupi seluruh badannya hingga ke ujung jari kaki.

Tiba-tiba saja Batu itu mengeluarkan suara

"Krek... krek... BLARRR!"

Batu besar itu tiba-tiba mulai retak hingga akhirnya pecah menjadi dua bagian.

Dari dalam pecahan batu itu, muncul sebuah batu kecil berbentuk oval, berwarna kuning keemasan yang memancarkan kilauan cahaya emas.

Batu kuning itu perlahan-lahan terbang melayang di udara, mengarah tepat ke arah dada Abram yang tertutup kain putih.

Batu itu tiba-tiba berhenti dan tertahan di tengah udara. Tiba-tiba saja Batu itu tertanam di dada Abram.

Ada sebuah akar-akar berwarna emas itu langsung menyebar ke seluruh tubuhnya, setiap akar memancarkan cahaya emas yang mulai memperbaiki sel-sel yang rusak satu per satu.

Di bagian kulit yang dulunya penuh dengan luka dan bercak-bercak nanah akibat penyakit kulit misterius, cahaya emas itu bekerja dengan perlahan, lukanya mulai menutup, nanah di semua tubuhnya mulai mengering dan kulit yang sebelumnya kasar dan pecah-pecah perlahan berubah menjadi lembut dan halus seperti bayi.

Tak hanya itu, akar Batu itu menyambung ke mata dan otak Abram. Cahaya yang mengalir melalui akar itu memberikan kekuatan luar biasa.

Tapi ada satu akar utama menyambung langsung ke jantung Abram yang telah berhenti berdetak. Batu kuning itu mulai memompa energi ke dalam jantung, seperti sebuah mesin kecil yang bekerja.

"Thump... thump... thump..."

Suara detak jantung yang pelan mulai terdengar. Detakannya perlahan-lahan semakin kuat.

Tubuh Abram yang tadinya dingin mulai menghangat, warna kulitnya kembali normal, dan napas perlahan mulai teratur.

"Aku telah memberikanmu kekuatan yang berasal dari sumber kehidupan yang tua. Kau telah dipilih untuk menjalankan tugas penting di dunia ini, jadi hiduplah dengan baik dan gunakan kekuatan ini dengan bijak," ucap suara itu.

Abram yang belum sadarkan diri itu mendegar suata tersebut meskipun ia masih dalam keadaan pusing, perlahan-lahan ia mendengar suara itu dengan kesadaran yang mulai pulih.

Kemudian matanya perlahan terbuka. Saat matanya terbuka penuh, ia terkejut karena ia berada di tempat asing, ia bisa merasakan energi yang mengalir ke dalam tubuhnya itu.

Abram dengan mencoba mengangkat badan dan duduk di atas brangkar. Ketika ia melihat sekeliling, ia melihat beberapa tempat brangkar lain di sekitarnya dan orang-orang di sana juga ditutupi kain putih.

Abram kebingungan, Ia melihat tangannya yang kini tampak sehat dan kuat, lalu melihat ke arah dada di mana batu kuning itu masih berada dan menempel dan memancarkan cahaya lembut.

"Di mana aku? Dan apa yang sebenarnya terjadi padaku?"

1
arsil
klw d lht dr krktr ny..kyk ny ga da hrpn bwt bls dndam ni..mc ny kyk ny ada tnda 2 naif
Dewiendahsetiowati
dasar orang sombong sudah salah gak mau akui kesalahan,mati ajalah kamu Adi bikin rusuh
less22: siksa dulu🤣🤣
total 1 replies
Orimura Ichika
bagus Thor 👍
di tunggu kelanjutannya
less22: wahhhh Terima kasih
total 1 replies
Aman Wijaya
Bu Ida kok tidak kena wabah penyakit Thor katanya menular.apa cuma yang tidak suka sama Abram aja yang kena kutukan
less22: yap betul, yang membajar rumah Abram aja yang kena
total 1 replies
Yuliana Tunru
pak aris sembuh pasti orang2 zolim.itu marah krn abram tak mau ngobati mrk ..
less22: hehehhe tau aja mama🤣
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat semangat
less22: Terima kasih
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz pooolll Abram lanjut terus
Aman Wijaya
termasuk penyakit kutukan ya Thor
less22: iya, 🤣🤣 biar nggi jahat lagi
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
untung Aris masih sadar dan minta maaf mau mengakui kesalahannya dan kayak Adi durhakim
less22: ya betul tuh, mereka pingsan🤣
total 3 replies
Yuliana Tunru
sdh sakit tak tau diri pula fitnah2 abram lupa kebaikan dan gmn mrk ngusir serta bakar rmh abram ..biarin z jgn dibantu biar nyesal dulu😡
Dewiendahsetiowati
bagus Abram jangan bantu orang gak tahu diri
Blue Izoel
bagus thor, jangan di sembuhin thor biar tau rasa👍
FLuhukay
lanjut thor....2 bab langsung.🤭
less22: hahah nanti lagi
total 1 replies
Blue Izoel
jangan di sembuhkan thor
less22: oke siap
total 1 replies
Aman Wijaya
tambah lagi updatenya Thor 💪💪💪 terus
less22: haha iya🤣
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Andira Rahmawati
lanjutt
Aman Wijaya
tambah semangat lagi Abram dengan pengetahuan dan keterampilan yang diberikan oleh kakek Seno pergunakan untuk menolong orang-orang yang membutuhkan
less22: asiappp bossss
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz jooooz jooooz kotos kotos pooolll Thor lanjut terus
Yuliana Tunru
ttp fokus dokter ,abram cm mau bantu agar ttg kuat dan biar joko jg semangat agar perjuabgan kalian tak sia2 💪💪
less22: siappp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!