Arnet tiba-tiba saja mendapatkan sistem yang mengubah hidupnya.
[Ding!]
[Selamat Host mendapatkan hadiah 100.000.000.000]
Suara itu muncul di pikirannya,disaat kejadian itu langsung mengubah hidupnya menjadi lebih baik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Mulai Berinvestasi
Pagi hari
Arnet sudah bangun lebih pagi, dengan kesibukan dia didapur membuat sandwich dengan bahan seadanya didapur.
Setelah selesai memasak, Arnet duduk santai di ruang tamu sembari melihat pemandangan di jendela kaca ruang itu.
Tiba-tiba saja terdengar suara pintu terbuka, ternyata itu adalah Yuana.
"Selamat pagi Nona."Sapa Yuana kepada Arnet.
"Pagi." sapa balik Arnet yang terlihat duduk santai di ruang tamu.
"Nanti siang aku akan keluar,nanti tolong bereskan barang yang ada diruang tengah." perintah Arnet pada Yuana.
"Baik Nona." jawab Yuana yang mengerti tugas yang harus kita laksanakan.
Yuana segera menuju ke arah belakang, membersihkan area dapur hingga seluruh ruangan.
Siang hari
Arnet terlihat sudah siap dengan rencananya yang akan pergi ke cafe miliknya untuk mengecek situasi disana.
Setelah pekerjaan yang lainnya sudah dihandle oleh asistennya,kini Arnet fokus ke bisnisnya yang sedang ia bangun.
Sebelum Arnet pergi ke lokasi yang akan di tuju, ia sengaja mampir ke minimarket membeli minuman mineral.Saat mengantri, tidak sengaja Arnet menguping pembicaraan dua orang wanita yang saat itu terdengar kebingungan.
"Bagaimana Kak?"tanya wanita itu yang nampak kebingungan.
"Kakak juga belum tahu, sebenarnya kakak juga memikirkan keadaan Papa di sana."jawab wanita yang ada di sampingnya yang nampak sama kebingungan.
"Apa kita jual butik kita saja dan kembali ke luar negeri merawat Papa?"
"Kakak mau saja, tapi siapa yang bersedia membeli butik kita. Bukan hal mudah untuk menjualnya,andai saja ada orang yang bisa membantu kita." ucap wanita itu yang nampak begitu sedih bercampur bingung menghadapi masalah yang sedang mereka hadapi.
"Saya bersedia membelinya." seketika kedua wanita itu langsung menoleh ke belakang, melihat sosok wanita cantik yang berdiri tepat di belakang mereka.
"Maksud Anda?"Tanya balik salah satu dari mereka.
"Bukannya Anda ingin menjual butik, kalau memang itu benar saya akan membeli secara langsung."jawab Arnet yang langsung membeli butik milik mereka.
Kedua wanita itu saling bertatapan, seolah mereka mendapatkan jawaban dari kegalauan mereka,"Anda tidak bercanda kan?"Tanya balik wanita itu kepada Arnet.
"Saya serius, jika kalian tidak percaya mari kita pergi ke cafe duduk santai sembari membicarakan hal itu."ajak Arnet kepada mereka berdua untuk membicarakan hal itu.
Pada akhirnya mereka bertiga menuju ke Cafe dan membicarakan tentang butik mereka,"Jadi begitu alasan kalian menjual butik itu." ucap Arnet yang baru mengetahui alasan mereka menjual butik mereka.
"Iya Nona, Karena itulah alasan kami terpaksa harus menjual karena kami harus merawat Papa yang sekarang ada di luar negeri."mendengar jawaban itu Arnet hanya menganggukkan kepala dan membalas dengan senyuman.
"Berbakti sekali kalian pada orang tua, hal yang sangat baik. Akan kalian jual berapa butik itu?"tanya langsung Arnet kepada mereka.
"Mungkin sedikit mahal, apalagi lokasi tepat di tengah kota dengan bangunan cukup besar."Mereka pun merasa ragu apakah Arnet mampu untuk membeli butik mereka.
"Terserah kalian ingin memberikan harga berapa, yang terpenting lokasi harus strategis."Arnet langsung memberikan syarat itu pada mereka.
"Jika Nona tidak percaya, mari saya antar ke tempat butik saya sekarang. Sekaligus Nona akan melihat secara langsung lokasi butik kami."jawab salah satu dari mereka yang langsung menawarkan tawaran itu.
"Baiklah kita ke sana sekarang."mereka bertiga langsung pergi ke butik milik kedua wanita itu. Setelah sampai di lokasi, lokasi butik itu berada di pinggir jalan dan bangunannya begitu besar dengan lantai 2.
"Sepertinya sangat cocok."Gumam Arnet yang melihat langsung dari lokasi dan bangunan pun sangat modern.
Di dalam ruangan pun dipenuhi beberapa gaun, tepat di area belakang dan lantai atas ruang produksi untuk membuat gaun di butik itu.
"Kalian yakin ingin menjual butik ini serta semua isinya?"tanya Arnet lagi kepada mereka berdua.
"Kami sudah yakin nona, kami pun harus pulang ke luar negeri untuk merawat Papa kami. Untuk masalah bisnis, mungkin nantinya kami akan membuka usaha di sana."mendengar pernyataan itu, Arnet langsung menganggukkan kepala.
"Baiklah, berapa harga yang kalian inginkan?" tanya langsung Arnet kepada mereka.
"Kami akan menjual senilai 9 miliar."mendengar harga itu, Arnet langsung mengeluarkan kartu Black card miliknya.
"Ini,saya bayar langsung. Saya minta besok dokumen itu harus segera selesai, nanti akan ada asisten pribadi saya yang akan mengurus. Jadi saya mohon untuk besok semuanya harus siap." kedua wanita itu nampak terkejut dan tak percaya, jika wanita yang ada di depan wanita bukanlah orang biasa.
Apalagi dengan seseorang memiliki Black card sungguh orang luar biasa memiliki aset yang tidak main-main.
Pada akhirnya setelah mengurus pembayaran, mereka bertiga langsung membuat perjanjian.
"Saya minta besok asisten Nona untuk segera datang dan mengurus beberapa berkas yang akan nanti kami serahkan."ucap salah satu dari mereka yang mulai terlihat lega akhirnya mereka bisa pulang kembali ke luar negeri untuk mengurus orang tua mereka.
"Baiklah, Besok saya akan suruh Mita untuk mengurus berkas itu."jawab Arnet yang langsung menunjuk Mita untuk mengurusnya.
"Bolehkah saya bertanya, siapa nama Anda Nona?" tanya wanita itu, yang penasaran dengan Arnet.
"Nama saya Arnet." secara langsung Arnet mengenalkan nama dirinya.
"Perkenalkan nama saya Margaret, dan di samping saya adik saya bernama Moana." reaksi Arnet menganggukkan kepala, yang mulai mengetahui nama mereka masing-masing.
"Baiklah Nona Margaret, besok asisten saya yang akan mendatangi Anda. saya tunggu kabar besok."setelah transaksi sudah selesai, Arnet bergegas pergi dan tidak lupa juga ia mengirimkan pesan pada Mita tentang pekerjaan barunya.
Arnet langsung menuju Cafe yang saat itu baru saja selesai tahap renovasi,Arnet merasa puas dengan apa yang ia lihat.
"Tidak sia-sia aku membeli Cafe ini dan memperbaiki semuanya hingga rapi." gumam Arnet yang langsung disambut oleh seseorang pria .
"Nona." Sapa seorang pria yang tidak lain Raja orang kepercayaan dari Arnet.
"Sepertinya cepat juga kerja kalian." ucap Arnet yang berkeliling melihat situasi di dalam.
"Sesuai instruksi ada Nona, semuanya selesai dengan tepat waktu."jawab raja yang terlihat begitu senang, akhirnya pekerjaannya selesai dengan cepat.
"Dimana Ozi?" tanya Arnet pada Raja.
"Kebetulan Ozi saya suruh untuk membeli sesuatu Nona." mendengar jawaban itu,Arnet duduk di ruang kerja milik mereka.
Tiba-tiba saja, ponsel miliknya bergetar," Ternyata pesan dari Mita." batin Arnet yang tak terlalu menanggapinya.
Hingga terdengar suara nada dering dari ponsel miliknya lagi,"Halo."
"Apa kamu bilang!" teriak Arnet yang langsung terkejut setelah mendengar kabar dari Mita, Arnet bergegas pergi dan menuju lokasi Mita.
kapan pertemuan reuni biar ada booommm yg meledak
nanti gk terkejut itu temannya dan mantan kekasihnya bahwa arnet jauh lebih cantik
kenapa jovan nya gk pakai ruko arnet yg 6 itu kan bisa dibagi tu tempat rukonya
nanti adakah kerjasama antara arnet dan alex didlm perusahaan