NovelToon NovelToon
RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:219.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mae_jer

Dewasa
Follow My Instagram @Mae_jer

Dami tidak menyangka dia akan menghadapi Jeremy yang menggila padahal statusnya sudah menjadi istri dokter Bima. Walau status itu hanya sebatas pernikahan kontrak, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Namun, siapa yang akan menyangka Dami akan terlibat dengan permainan panas Jeremy, serta Bima yang ikut-ikutan menggila, yang membuatnya berada di situasi yang membingungkan.

Terjebak di antara dua pria yang sama-sama menginginkannya, situasi semakin rumit saat Dami hamil. Karena ia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Jeremy atau Bima? Lebih gilanya lagi, baik Bima maupun Jeremy, sama-sama tidak mau melepaskannya.

Ketiganya harus merahasiakan hubungan gila mereka sampai akhirnya salah satu dari kedua pria itu mengalah, dan merelakan Dami dengan laki-laki yang dia cintai.

Apakah masih Jeremy cinta pertamanya yang menjadi pemenang? Atau Bima, dokter tampan yang juga mencintai Dami dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dingin

Keesokan paginya, saat Bima terbangun, kepalanya berdenyut hebat, mungkin karena efek alkohol yang diminumnya semalam. Ia duduk perlahan, menyandarkan punggungnya di kepala tempat tidur, lalu mengusap wajahnya dengan kasar. Ingatan tentang apa yang terjadi kemarin, pertengkaran, pengkhianatan, dan rasa sakit yang luar biasa, kembali memenuhi pikirannya, membuat hatinya kembali terasa perih.

Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian, ia keluar dari kamar dengan penampilan rapi seperti biasanya. Kemeja kancing berwarna krem yang dipadukan dengan celana bahan hitam membuatnya terlihat profesional, seolah tidak ada apa-apa yang terjadi.

Namun, perubahan yang paling terasa ada pada tatapan dan sikapnya. Wajahnya yang dulu selalu lembut, hangat, dan penuh senyum saat melihat Dami kini berubah drastis, sedingin kutub, dan sekeras batu, tak ada sedikit pun kelembutan yang dulu selalu terlihat.

Ia berjalan menuju ruang makan dengan langkah tegap, tidak menoleh sedikit pun ke arah Dami yang sudah menunggu di meja makan. Wanita itu menatapnya dengan hati berdebar, melihat perubahan yang begitu nyata pada suaminya. Suasana di meja makan terasa sangat dingin dan sunyi, hanya terdengar suara sendok dan garpu yang sesekali bersentuhan dengan piring. Tidak ada sapaan pagi, tidak ada tanya kabar, tidak ada percakapan ringan seperti biasanya. Semua terasa hampa dan jauh.

Dami merasa seperti ada sesuatu yang sangat hilang, kehangatan, perhatian, dan kehadiran Bima yang selalu membuatnya merasa aman di rumah ini. Kini, meski mereka berada di ruangan yang sama, rasanya seperti ada jarak ribuan kilometer yang memisahkan mereka.

Setelah menelan ludah beberapa kali, Dami memberanikan diri memecah keheningan. Suaranya terdengar pelan dan ragu.

"Kak Bima ... nanti pulang jam berapa?"

Tangan Bima yang sedang memegang gelas berhenti bergerak. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap Dami dengan tatapan tajam dan menusuk, tanpa sedikit pun emosi.

"Kenapa?" tanyanya dengan suara dingin dan datar.

"Agar kau bisa membawa laki-laki itu lagi ke sini? Agar kalian bisa melanjutkan apa yang belum selesai kemarin?"

Kata-kata itu menghantam dada Dami keras sekali. Ia terdiam seketika, menundukkan wajahnya dalam-dalam. Ia tidak menyangka Bima akan menjawabnya dengan kata-kata yang begitu menyakitkan dan penuh kecurigaan.

"Tidak... bukan begitu maksudku..." jawabnya lirih, suaranya nyaris tidak terdengar.

"Aku hanya ... hanya ingin tahu saja."

Bima mendengus pelan, lalu kembali menunduk memakan sarapannya tanpa menatapnya lagi.

"Jangan tunjukan perhatian palsumu itu padaku. Dulu kau tidak pernah bertanya seperti itu. Kau tidak pernah menganggap keberadaanku, jadi ... Tetap saja seperti dulu."

Dami terdiam beberapa detik, lalu kembali bicara.

"Aku tahu aku salah," ucap Dami pelan, suaranya bergetar menahan tangis.

"Aku tahu aku tidak pantas meminta apapun darimu. Tapi, aku hanya ingin ... setidaknya kita bisa bicara seperti manusia biasa, bukan saling membenci begini."

Bima berhenti mengunyah. Ia meletakkan sendoknya dengan bunyi yang cukup keras, lalu menatap Dami dengan tatapan kosong namun penuh beban.

"Bicara?" ulangnya dengan nada sinis.

"Apa gunanya bicara? Apa yang bisa kau katakan selain kata maaf yang sudah kau ulang berkali-kali? Kata-kata tidak bisa menghapus apa yang aku lihat dengan mataku sendiri. Tidak bisa menghapus suara panggilan nama Jeremy yang keluar dari mulutmu saat kau merasa nikmat."

Dami menutup mulutnya rapat. Ia tahu ia tidak bisa membela diri, karena kenyataannya memang begitu. Tubuhnya telah mengkhianati hati dan akal sehatnya.

"Baiklah," lanjut Bima dengan nada yang lebih rendah namun tetap dingin.

"Kalau kau ingin tahu jam berapa aku pulang, aku akan katakan. Aku akan pulang larut malam. Jangan tunggu aku. Aku bisa makan di luar. Kau juga punya banyak pekerjaan kan? Balas dendam keluargamu belum selesai. Jadi, urus saja masalah kita sendiri-sendiri. Lagipula kau bisa beladiri, bisa menjaga dirimu sendiri. Tidak perlu aku yang jaga. Atau, kau bisa menyuruh laki-laki itu menjagamu."

"A-aku tidak butuh siapa-siapa menjagaku," jawabnya pelan, suaranya bergetar. Yang ingin dia bilang sebenarnya adalah dia tidak butuh Jeremy menjaganya.

Bima tertawa kecil, tawa yang terasa pahit dan dingin. Ia berdiri perlahan, mengambil tas kerjanya dari sandaran kursi. Ia berhenti sejenak di ambang pintu ruang makan, punggungnya tegak dan kaku.

"Mulai hari ini, kita hidup seperti yang kita sepakati sejak awal. Aku tidak akan mengganggu urusanmu, dan kau juga tidak perlu menggangguku. Rumah ini cukup besar untuk kita berdua tanpa harus saling berhadapan. Aku akan tidur di kamar tamu, dan kau tetap di kamar utama. Jangan pernah mencoba masuk ke sana, dan jangan pernah memanggilku. Lakukan apa pun yang kau mau."

Dami menatap pria itu.

"Tapi kita masih suami istri yang sah, kita tidak bisa hidup seperti orang asing selamanya."

Bima mendengus keras.

"Suami istri yang sah? Kau sendiri yang mengatakan padaku ini hanya pernikahan kontrak, jadi jangan mengharapkan apapun."

Habis mengatakan itu, Bima melangkah keluar, meninggalkan Dami sendirian yang berdiri diam. Suara pintu depan tertutup pelan, namun terasa sangat berat. Dami menjatuhkan pandangannya ke meja makan dengan tatapan kosong, lalu tersenyum kecut.

Lihat apa yang kau lakukan Dami. Kau benar-benar telah mengubah laki-laki hangat dan lembut itu.

Gumamnya penuh penyesalan.

Ia lalu membereskan meja makan dengan gerakan lambat. Sangat lambat. Pikirannya penuh dan rasanya berat sekali. Bima tidak pernah bersikap sedingin itu selama delapan tahun ia mengenalnya. Tapi kini, ia harus menelan pahit sikap dingin laki-laki itu. Tanpa sadar air matanya terjatuh dan dia buru-buru menyekanya.

Belum lagi masalah Jeremy. Dia harus menghindari pria itu. Harus. Meski dia akui rasa cinta itu masih tersisa dalam hatinya, tapi Jeremy adalah masa lalu. Dia tidak ingin menyakiti hati Bima lagi. Dia akan berusaha mencintai laki-laki itu dengan tulus, mulai sekarang. Meski ia tahu, kepercayaan Bima telah hilang, tapi dia akan berusaha menjadi istri yang baik. Bukan hanya karena Bima, tapi dia juga tidak ingin menyakiti mertuanya yang begitu mencintainya.

Dami menarik napas panjang, berusaha menenangkan hatinya yang kacau. Ia tahu jalan yang akan ditempuhnya tidak akan mudah, membangun kembali kepercayaan yang hancur butuh waktu, kesabaran, dan ketulusan. Tapi dia akan berusaha.

1
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Ilfa Yarni
aku bingung hrs bela siapa
Ridho Meram
Koq aq ga suka Bima ya🤣
Ardiansyahsasa
aneh sikap bima ini dia d pihak yg pling salah menikahi orang yg mencintai orang lain tp seakan GK terima KLO orang itu masih berhubungan dn yg pling d rugikan dsini Dami..itu resiko Bima jgn mau enaknya ,terima Dami walaupun dia pernah disentuh Jeremy KLO kamu bener cinta
Nami
agak Laen si bima ya, Dri awal ceritanya kan nikah krna kesepakatan. tinggl jalanin sampai kontrak itu habis Dami setelah itu hidup sendiri atau sama jeremy
Nimeee
uda sama jeremy aja. ngapain bima dupertahanin
Erna Wati
udah lh pisah aja dari pada sama si goblok bima. wlowpun kmu kecewa sama Dami harus nya kmu bela dia DPN org BKN IKut bntak biar gmana pun Dami masih istri mu. udah lh mnding sama Jeremy aja
Al Fatih
Sebaiknya bima sama Dami...,, berpisah dulu...,, berjauhan,, menjaga jarak ..,, sambil menyelami hati masing-masing dengan pikiran yang tenang dan waras. Jangan d paksakan kalo hanya bikin sakit hati....,, lama2 bisa mati.
Yang sudah terjadi...,, tak bisa d pause lagi...,, selayaknya orang dewasa...,, pikirkan solusi yang terbaik gimana.
Tetap mempertahankan pernikahan dengan resikonya makan hati ,, atw berpisah saja...,, cari kebahagiaan masing2.

Karna kalo misalnya memutuskan tetap bersama ..,, kejadian buruk itu harus benar2 d lupakan,, faktanya tak segampang itu kan melupakannya.
𝕊𝕚𝕥𝕚 𝕄𝕒𝕣𝕚𝕪𝕒𝕥𝕦𝕟
keren🤣🤣🤣🤣
Eva Rosita
bagus
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘮𝘪
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵💪
rheisha
kaya bima masih kecewa berat sama dami,dah lah mending mereka cerai aja,rumah tangga nya juga udah ga baik kan...
Oma Gavin
aku ngga respect sama karakter bima suami ngga bisa jadi panutan kalau kecewa sama Dami ceraikan jgn hanya bisa diam
🌿🌺WINA🌸🌿
Bima walaupun marah dan kecewa sama dami, seharus kamu membela istrimu... dami tidak akan menyerang sembarangan riana, riana duluan yg mulai menghina dan merendahkan dami...

dami bukan perempuan yg lemah, klo ada yg menghina dan merendahkannya pasti dilawan... nanti tahu rasa dami direbut sama jeremy kebakaran jenggot bima🤣🤣🤣
jangan sampai jeremy manjamin dami bebas, nanti baru tahu rasa bima kehilangan dami menyesal...

demi membela harganya dirinya riana dah keterlaluan....
LANY SUSANA: betul... Bima wl km lg marah dgn dami jgn menghakimi seblm tau permasalahan nya ya
dan jemi kl tau pasti dia jamin dami ni keluar dr sel dan di bw pergi
total 1 replies
Yunita aristya
Damian ayo turun tangan , biar Dami pergi aja dari Bima sama Jeremy
Syifa Azhar
kamu kuat kamu gak butuh pembelaan dari siapapun dami💪💪 biarkan orang berkata apa,dan Bima berpikir apa,💪
Hanima
Cerai sj kalau sudah tak cintrong lagiii
Ryu
gilaaaaa si bima, walau memang sedang perang dingin, harga diri seorang suami itu tetap harus membela istri ! lama2 Jd sebel sm si bima,, udah cocok Dami km sm si jeremi
Ryu: awalnya aku tim Dami bima tp setelah lihat sikap bima kaya gini, aku Jd tim Dami Jeremy deh Ka 😂
total 2 replies
Risna Nasution
jeremy di buat mati aja thor kesel liat nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!